
harum terbangun dari tidurnya,dan dia kaget saat melihat ada Bram di samping nya.
apalagi melihat keadaan Bram yang telanjang bulat.
harum membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
dan dia kaget lalu pergi menuju kamar mandi.
di dalam kamar mandi harum menangis dan merasa benci dengan Bram teramat sangat.
Bram terbangun dan mencari harum yang tak ada di samping nya.
dari dalam kamar mandi terdengar suara air ,Bram tersenyum, dan dia berjalan menuju arah kamar mandi,saat akan di buka pintu kamar mandi.
pintu itu terbuka dan keluar harum.
"kau sudah mandi sayang"! Bram tersenyum nakal menatap harum.
"Bram aku ingin bicara serius dengan kamu"Bram mengikuti harum dari belakang.
"kau mau bicara apa sayang?"harum tak memperdulikan tatapan mata nakal Bram.
harum memakai pakaian nya dan setelah selesai baru dia berbalik kearah Bram.
"aku ingin cerai"! Bram kaget mendengar ucapan harum.
"kau akan membunuh papah harum dengan ucapan mu itu"! harum tersenyum kecil.
"Sekarang terserah dengan kamu Bram" kau mau menceraikan aku secara baik baik" atau aku buka semua tentang kamu dan Laila"Bram menatap harum tak percaya.
"kau berani berbicara seperti itu kepada papah rum?" harum tersenyum tenang dan menyisir rambut nya yang panjang.
"kenapa tidak"! sudah mau dua tahun aku dan kamu saling berjauhan"! dan aku masih bertahan"! tapi untuk kali ini"! aku tak terima Bram"! Bram melihat Dimata harum , sebuah kemarahan yang terpendam.
"kau anggap apa aku?" *******"! atau apa"jangan kau pikir dengan status palsu"kita sebagai suami istri itu"! kamu bisa mengikat aku"! dan meniduri aku seenaknya"harum membanting foto pernikahan mereka.
Bram kaget,baru kali ini dia melihat harum semarah ini,dan dia tak sangka.
"kamu mau cerai kan aku atau tidak Bram?"Bram terdiam dia tak bisa bicara.
__ADS_1
"aku tak main main Bram"! sekarang juga aku akan buka semua nya sama papah"! harum berdiri dan hendak keluar pintu kamarnya.
"harum"! aku yang akan ceraikan kamu" tapi aku minta sama kamu jangan bicara apapun akan hal itu kepada papah"! harum tersenyum.
"baik"!dan aku minta harta Gono gini di bagi dua"! jadi separuh kekayaan kamu itu milik aku"! Bram terkejut mendengar ucapan harum.
"tapi kamu tak akan dapat saham dari papah rum"! harum tersenyum pahit.
"aku tak perduli Bram"! toh aku masih punya saham dari kamu"! ayokk tunggu apa lagi"harum melangkah keluar kamar dan pergi menuju ruangan makan yang telah menunggu tuan Andika dan putri disana.
tuan Andika tersenyum melihat tanda merah di leher harum yang begitu banyak.
tapi berbeda dengan harum yang memasang wajah kesal.
Bram duduk di samping harum dengan wajah agak gelisah.
Acara sarapan pun telah selesai.
harum mengajak papah mertuanya untuk duduk di ruang keluarga.
tuan Andika merasa heran , karena ruang keluarga itu di gunakan hanya untuk hal penting.
harum mencium tangan papah mertuanya dan nangis,tuan Andika bingung.
"ada apa Bram?" Bram mendekati papah nya .
"pah maaf kan Bram"! suara Bram terdengar sangat serak dan berat.
"ada apa dengan kalian?" tuan Andika mulai menebak apa yang akan terjadi.
"aku tak bisa lagi menjadikan harum isteri ku pah"! tuan Andika kaget dengan ucapan Bram.
"apa maksud kamu Bram"! dengan mengatakan itu"! tuan Andika menampar pipi Bram kuat, hingga Bram merintih kesakitan.
" pah"! jangan pukul Bram"! harum juga memang merasa sudah tak cocok lagi dengan Bram"! tuan Andika melotot tak percaya.
"sandiwara apa yang kalian main kan ini Bram?"harum menangis'
"pah harum rasa perceraian adalah hal yang terbaik"! tuan Andika meraih pundak harum.
__ADS_1
dan mengguncang kan harum agar sadar.
"aku sadar pah"! aku tak lagi mencintai Bram"suara harum terdengar sangat lantang.
tuan Andika menatap tajam kearah harum.
"apakah kau telah mencintai lelaki lain harum?"harum mengganguk pelan, terpaksa dia berbohong, karena dia tak mau tuan Andika membenci Bram.
biarlah tuan Andika membenci nya, karena dia yang akan tinggal kan rumah itu.
Bram sendiri kaget mendengar ucapan harum,dia tau harum berbohong terhadap papah nya.
"kau"! pergi kau dari hadapan ku"! dan aku tak akan memberikan saham ku untuk kamu"dasar wanita penghianat"!kurang apa kamu dengan Bram"! tuan Andika melempar kan harum dengan pot bunga, untuk tidak mengenai nya.
Bram menahan tangan papahnya,harum pergi meninggalkan ruang itu dan menuju kamar nya.
dia menagih sejadi jadinya disana.
"maafkan aku pah"! aku sudah berbohong dengan mu"! aku tak mau kamu benci dengan Bram"! biar lah aku yang kamu benci" agar kamu bisa menerima Laila dan anak anak nya"harum merapikan pakaian nya,dan memanggil pengasuh anak nya .
"rapih kan pakaian putri"! kita akan pergi ke rumah orang tua ku"! pengasuh itu mengganguk dan merapikan pakaian putri.
tapi saat harum akan pergi bersama dengan putri,tuan Andika menghadang mereka.
"jangan kau bawa cucu ku"! biarkan dia tinggal bersama ku disini"! harum memeluk putri erat.
"tidak pah"! dia anak ku pah"! tolong pah" jangan pisah kan aku dengan anak ku" tuan Andika tak perduli dengan ucapan harum.
dia menyuruh kedua pelayan nya untuk mengambil putri dari pelukan harum.
Bram yang melihat itu segera menghampiri papahnya.
"pah biarkan harum membawa anak nya pah"Bram menatap harum tak tega,harum menagis sedih.
"pergi kamu dari rumah saya"! esok surat cerai itu akan datang ke kamu"! bawa putri masuk"!harum tau betul sifat mertuanya itu.
harum pun pergi meninggalkan rumah tuan Andika seorang diri.
hatinya sangat sedih, karena dia harus berpisah dengan putri anaknya.
__ADS_1
bersambung kk