
Bram pergi menuju rumah bersalin,Bram menyangka harum masih menunggu nya disana.
tak berapa lama Bram pun sudah tiba di rumah bersalin itu,Bram segera menuju kamar ruang inap,dimana harum dan bayinya berada.
tapi Bram tak menemui harum, ruangan itu telah kosong,Bram panik.
Bram segera menemui suster jaga,dan suster jaga pun memberi tau kan, kalau harum telah meninggal rumah bersalin sejak tiga jam lalu.
Bram panik, dia segera menelepon ke rumah nya.
tapi pelayanan rumah Bram bilang , kalau harum tak ada disana.
Bram terdiam sesaat,lalu dia menjalankan mobilnya menuju rumah orang tua harum.
mobil Bram melaju saat cepat.
sementara itu harum menyuruh Hana untuk datang ke rumah orang tuanya,dan Hana setuju untuk datang kesana.
jarak rumah Hana dan rumah harum tak jauh.
oleh karena itu Hana pun telah tiba di rumahnya harum.
Hana menatap sahabatnya itu dengan iba.
"rum"! kamu masih gak mau jujur juga Ama aku?"harum tersenyum,dia mencoba memberikan pandangan, kalau dia tak apa apa.
"rum"! aku ini sahabat kecil mu "! gak usah berbohong"! mata Hana menatap tajam kearah mata harum.
terlihat ada mendung di mata indah milik harum.
"kau terlalu sok kuat rum"! kamu lupa ya"bahwa kamu punya sahabat"! harum memeluk Hana erat.
"aku gak mau orang tua aku tau Hana"suara harum pelan.
"benar kan"! ada yang tak beres dengan rumah tangga mu"! harum terdiam.
tak berapa lama terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.
"itu pasti mas Bram rum"! dan kamu belum menceritakan apa yang sedang terjadi dengan kamu"! harum menempel kan bibir nya mulut nya.
agar Hana diam.
pintu rumah di buka oleh Bu Wati, wanita tua itu menyuruh Bram masuk.
Bram mencium tangan Bu Wati.
"mah"! harum ada kan?" terlihat wajah cemas Bram.
"ya nak Bram"! harum sedang berbicara dengan Hana tuh"! di kamar nya.
Bram bernafas dengan lega,dia pun memohon izin untuk menemui harum.
Bu Wati pun mempersilahkan nya.
Bram menatap harum yang sedang berbicara dengan Hana.
dengan senyum yang khas,Bram menyapa Hana dan harum.
__ADS_1
Hana menatap Bram sesat lalu pergi kebelakang,pura pura ingin membuat tea hangat.
Bram mendekati harum,dan duduk di tepi tempat tidur.
tangan Bram menggenggam tangan harum.
"sayang"! kita pulang ya"! kerumah papah"harum menatap Bram datar dan dingin.
"tidak Bram"! aku ingin di sini"! Bram menatap harum mengibah.
"sayang"! kemaren kamu setuju untuk tinggal di rumah papah"! kasihan papah tank"harum menggeleng cepat.
"aku memang sayang dengan papah Bram"tapi aku butuh ketenangan hati juga"aku tak mau terlalu banyak bohong"!suara harum pelan, karena dia tak mau kedua orang tuanya mendengar percakapan mereka berdua.
Bram tau benar watak harum yang tegas dan keras kepala itu.
"kau tau yankk"! papah pasti akan curiga dengan kita"!dan hal itu tidak baik untuk ke bayi kamu itu"! harum menatap bayi mungil yang tertidur di samping nya.
harum terdiam,dia tak mau kalau papah nya tau dan jatuh sakit,apa lagi sampai meninggal dunia.
"bagaimana sayang?"Bram menatap wajah cantik harum.
"baik lah aku mau pulang"! Bram mendengar ucapan harum tersenyum bahagia.
dia menatap bayi mungil itu penuh syukur.
ternyata bayi itu adalah letak kelemahan harum.
tak lama kemudian Hana datang dengan tiga cangkir teh hangat.
"Hana "! aku mau pulang kerumah papah"apakah kamu mau ikut?"Hana menggeleng cepat.
"tenang Hana"! aku akan ada di sisi harum tersayang"!harum tertunduk lesu.
Hana memperhatikan setiap gerakan harum.
"ok deh"! aku pamit pulang dulu ya rum"ingat ya telpon aku"! selesai berbicara Hana pun mencium pipi sahabat nya itu .
lalu pergi meninggalkan kamar harum.
"ayok sayang"! kita pulang"! papah dari tadi TLP aku terus"! akhirnya harum pun pamit dengan kedua orangtuanya untuk pulang kerumahnya Bram.
sepanjang perjalanan harum tak banyak bicara, sikap cuek harum ,di anggap biasa saja oleh Bram.
hal ini membuat harum semakin sakit.
biasanya Bram akan berusaha melakukan apapun untuk membuat harum memaafkan nya.
"Bram"! Bram menoleh kesamping,dan tersenyum kearah harum, senyum yang tak setulus yang dulu.
"jika kau telah pindah ke lain hati"! aku rela Bram"! tapi tolong"! bicara secara baik baik dengan ku"!Bram menghentikan mobilnya,dan menatap kearah harum.
"kamu bicara apa sayang?"aku tak pernah pindah kemana mana"! aku tetap ada di sisi kamu"! harum menarik nafasnya dalam.
"Bram"! akan aku urus anak ini hingga besar"walaupun aku tau sulit untuk itu" Bram menggenggam tangan harum.
"kamu jangan berpikir macam-macam ya"kamu ingat"! aku tak akan melepaskan kamu"! harum menarik tangan nya dari genggaman Bram.
__ADS_1
tak berapa lama mobil Bram telah masuk ke halaman rumahnya.
terlihat tuan Andika sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
lelaki tua itu tersenyum bahagia kearah harum.
harum turun dari mobil nya dan menuju ke papah mertuanya.
bayi itu langsung di gendong oleh tuan Andika.
"terimakasih harum"! kamu sudah kasih papah cucu"!dan harta ini akan papah turun kan kepada cucu papa dan kamu Bram"Bram mengganguk setuju.
tak berapa lama TLP berbunyi dari HP bram.
Bram melihat nya,dan meminta izin untuk mengangkat TLP.
harum tau, kalau tlp itu dari Laila.
cukup lama Bram berbicara di TLP dan akhirnya Bram kembali lagi duduk di samping harum.
"istirahat lah kamu rum"! biar kamu sehat" harum mengganguk pelan.
saat Bram ingin bangun,tuan Andika menahan Bram.
"Bram papah mau bicara sedikit dengan kamu"Bram mengganguk.
sementara harum di temani oleh pelayan nya, menuju kamarnya.
"Bram kamu harus ingat satu hal"! papah tak pernah ingin kamu menyakiti perasaan harum"dia istri yang baik untuk kamu"!Bram tersenyum dan mengangguk .
"tenang saja pah"! Bram sangat mencintai harum pah"! tuan Andika tersenyum bahagia mendengar ucapan Bram.
sementara itu Laila didalam rumah nya, sedang menelepon orang tuanya di kampung.
memberi tahukan kalau Laila dan Bram akan menikah sirih.
dan dia akan menjadi istri kedua dari Bram, orang kaya dengan begitu banyak perusahaan.
Laila tersenyum bahagia, menatap wajahnya di cermin.
apalagi melihat tanda merah di lehernya,dia yakin cepat atau lambat,harum akan terganti oleh nya.
"aku tinggal menunggu waktu saja"! karena mas Bram saat ini begitu mencintai ku"dan aku tak akan rela"jika mas Bram Kemabli lagi kepada mba harum"! Laila tersenyum licik.
sementara itu harum berbaring di tempat tidur yang megah dan di atas meja nya ada foto pengantin nya, tersenyum bahagia bersama Bram.
harum menangis tersedu-sedu,saat ini hatinya sakit,Bram tak mau jujur dengan nya.
"tuhan apakah aku sanggup mempertahankan rumah tangga ku ini"! harum mengusap air matanya ,saat tau ada yang datang.
Bram membuka pintu kamarnya,dan melihat harum tertidur di atas tempat tidur nya.
di dekati nya harum,di usap rambut hitam milik harum.
entah mengapa hatinya teringat terus kepada Laila, walaupun saat ini dia sedang bersama dengan harum.
mungkin karena sikap harum yang akhir akhir ini terlalu cuek dan masa bodoh terhadap nya.
__ADS_1
bersambung kk..
di tunggu klik dan komentar nya ya..juga vote nya