
harum memeluk hana,rasa bahagia dan rasa cemas mulai hinggap di hati harum.
tiba tiba bu wati menelpon harum,dengan cepat harum mengangkat tlp dari mamah nya.
terdengar suara bu wati dari seberang sana.
"rum"!suara bu wati seperti menahan rasa takut.
harum menghubungi bu wati lagi rapi ponsel nya tidak aktif.
"ada apa rum?" hana merasa penasaran.
"aku tidak tau nah:"!kok nomer mamah langsung gak aktif ya?" hana menatap harum dan mengkerut kan dahi nya.
"ya sudah gini aja"!kamu coba cek ke rumah mamah rum"!tapi jangan sendirian ya"!aku akan ajak paman ku untuk mencari keberadaan bram"!harum memeluk hana.
"kamu jangan hubungi polisi dulu rum"!karena pada kenyataannya bram sudah kamu kuburkan "!harum mengangguk paham.
hana pamit dari rumah harum dia langsung menelpon paman nya bray dan menunggu nya di satu tempat.
sementara itu di rumah bu wati.
Bu wati tampak menatap nico dengan penuh ketakutan.
nico tersenyum dengan seuntai tali di tangan nya.
"kenapa kamu jadi seperti ini nak nico?"nico tertawa terkekeh mendengar ucapan dari bu wati.
tampa banyak bicara nico memukul kepala bu wati dengan vas bunga yang ada di dekat nya.
sehingga bu wati terjatuh ke lantai.
dengan gerakan cepat,nico melilit kan tali ke leher bu wati dan mengikat nya di depan pintu kamar nya.
bu wati kejang kejang karena kehabisan udara, dan akhirnya bu wati tidak bergerak lagi.
__ADS_1
nico memastikan kan bu wati sudah tidak bernyawa lagi.
dengan cepat pula nico merapihkan semua barang di sekitar nya,seakan akan tidak pernah terjadi keributan.
setelah selesai, nico membuka sarung tangan nya dan meninggalkan rumah bu wati .
sementara itu harum mencoba menghubungi nico, berulang kali tapi hp tidak aktif.
dan tak berapa lama terdengar suara mobil dari halaman rumahnya.
dan seorang pelayan berlari menghampiri harum.
"nyonya "!ada tuan nico"!harum tersenyum.
"terimakasih ya"!harum langsung keluar dari kamar nya,dan menemui nico yang sedang duduk di teras depan.
melihat kedatangan harum,nico langsung tersenyum manis.
harum menatap nico.
"nic"!nico tersenyum dan memegang tangan harum.
"bram masih hidup nic "!nico tampak kaget,mata nya menatap harum tidak percaya.
"tidak mungkin rum"!ke maren kita sama sama menguburkan nya kan"!dan kamu lihat sendiri kan waktu di rumah sakit rum?"harum terdiam mendengar ucapan nico.
"bagaimana mungkin dia hidup lagi?" kamu terlalu berhalusinasi itu rum"!harum terlihat sedang berpikir.
"aku serius nic "!suara harum terdengar sangat pelan"seakan harum mulai ragu dengan bram yang tadi menelpon nya itu.
"sekarang gini aja rum"!agar kamu percaya sama aku"!mana no telp yang tadi di gunakan oleh bram?"harum mengambil ponsel nya yang ada di meja
dan melihat no nya,lalu memberikan nya kepada nico.
berkali kali no itu di hubungi tapi selalu terdengar suara,no yang anda tuju sedang di luar jangkauan.
__ADS_1
nico tersenyum menatap kearah harum.
"kamu percaya sekarang rum?" itu hanya halusinasi kamu aja"!harum mencoba menenangkan hati nya.
tiba tiba ponsel nya berdering lagi ,dan di lihat nya itu no bu odah.
"ada apa bibi?",terdengar suara tangisan bu odah dari seberang sana.
"kamu segera kesini rum"!harum terdengar sangat cemas.
"ya tapi bibi ada di mana?!nico menggenggam tangan harum.
"bibi ada di rumah mamah kamu rum"!tlp pun di matikan.
harum menatap nico dan menarik tangan nico.
"antar kan aku kerumah mamah nic "!nico terlihat kaget.
"ada apa lagi dengan mamah mu rum?"harum tidak menjawab cuma duduk di dalam mobil dan mobil pun berjalan menuju rumah bu wati.
sepanjang perjalanan itu harum amat khawatir dengan keadaan mamah nya.
nico melirik ke samping, dan memegang tangan harum,seakan menyuruh harum untuk tenang.
"kamu harus tenang rum"!semoga saja tidak terjadi apa apa dengan mamah ya"!harum mengangguk pelan.
sementara itu hana dan bray memulai perjalanan nya menuju tempat kecelakaan bram saat itu.
mata hana menatap berkeliling, seakan mencari sesuatu.
bray terdiam memperhatikan keponakan nya itu.
"berarti bram tidak jauh dari tempat ini paman"bray mengangguk pelan
"tapi siapa yang melakukan itu semua nah?" hana menggeleng pelan.
__ADS_1
"ayok paman kita bertanya kebawah"!hana menganjak bray untuk turun dan bertanya kepada warga setempat.
bersambung kk