Ketulusan Hati Jelita

Ketulusan Hati Jelita
Bab 50. Ayah dari anak dalam kandungan?


__ADS_3

Apa maksudnya sedang mengandung anakku. Aku masih belum mengerti maksud dari ucapan pria yang sepertinya lebih tua dariku itu.


Ratna kasih bergeming dan menunduk ketakutan sambil memainkan jari-jarinya. Pak Darmin dan Bu Yuli berusaha mengusir laki-laki itu keluar dari tenda. Sementara para tamu hanya menjadi penonton yang siap mendengarkan apapun yang bisa dijadikan bahan gosip tentunya.


"Pergi kau bajin-gaan!! Jangan pernah kau injakan kaki di rumah kami lagi!" Teriak Bu Yuli, orang yang biasanya terlihat alim tapi bisa berkata kasar juga.


"Kenapa Bu, aku mencintai Ratna dan aku adalah ayah dari anak yang dikandung Ratna. Kenapa kau harus menikahkan dia dengan laki-laki lain."


Sontak aku dan para tamu undangan pun terkejut dan tidak percaya dengan apa yang kamu dengar. Apa katanya tadi, Ratna mengandung anaknya sedangkan mereka belum menikah jadi si Ratna hamil di luar nikah begitu. Lalu kenapa Bu Yuli masih memaksakan putrinya untuk menikah dengan ku. Apa maksudnya ini?


Mereka mau memanfaatkan ku atas anak dari laki-laki lain. "Ratna, apa ini maksudnya?!" tanya ku dengan nada tinggi.


Gadis itu, eh bukan. Dia masih menunduk dan tidak mau menjawab apa-apa. Sepertinya dia tidak akan berbicara apapun, lebih baik aku tanyakan pada Bu Yuli saja.


Aku berdiri dan membiarkan selendang yang tadi menutupi kami terjatuh. Bu Yuli dan pak Darmin serta anak buahnya sedang berusaha mengusir pria itu dari sini.

__ADS_1


"Hentikan ini Bu Yuli! Bukankah seharusnya Bu Yuli menjelaskan sesuatu padaku," ucapku sambil menatap mereka semua tajam.


"Jangan dengarkan ucapan pria gila ini nak Haris. Dia nggak suka melihat Ratna bahagia. Karena dia pernah menyukai Ratna tapi putriku sama sekali nggak suka padanya." Bu Yuli berusaha meyakinkan ku, tapi aku merasa apa yang dia katakan itu bohong.


"Hahaha... aku memang mencintainya dari dulu sampai sekarang. Dan Ratna juga mencintaiku, anak yang ada di perut nya adanya buah cinta kita. "


PLAK!


"Tutup mulutmu! Kamu tidak bisa memfitnah putriku. Dia sama sekali tidak mencintai mu."


Laki-laki itu tersenyum menyeringai dengan menegang pipinya yang mungkin terasa sedikit sakit karena Bu Yuli menampar nya dengan begitu keras.


"Sampai kapan kalian akan menutupi kebusukan keluarga kalian hah? Dulu kakakku yang bekerja disini sudah kalian perlakukan tidak adil dan sekarang putri kalian sendiri akan kalian begitukan."


"Waah mas, kalau nggak punya bukti sebaiknya pergi saja dari sini. Keluarga Bu Yuli dan pak Darmin itu orang yang taat agama, pak Darmin juga sering memberikan ceramah pada warga. Dek Ratna juga lulusan pondok pesantren. Jadi mana mungkin mereka melakukan hal yang seperti mas tuduhkan." Salah satu warga merupakan teman akrab pak Darmin tentu saja membelanya.

__ADS_1


Para warga juga sepertinya meragukan laki-laki itu. Dan sepertinya sangat gawat untukku. Kalau laki-laki itu pergi, pernikahan ku pasti akan kembali diteruskan. Aku harus mencari cara agar pria itu membeberkan apa saja kebusukan yang dimaksud.


"Hahaha kalian semua sudah tertipu dengan wajah polos dan sok alim mereka. Di luar saja seperti orang bersahaja tapi siapa sangka kalau di balik itu semua mereka sangat kejam seperti binatang. Apa kalian tau Nina yang dulu bekerja di rumah ini sebagai pembantu? Dia adalah kakakku."


"Iya saya tau, Nina yang pendiam dan jarang keluar rumah."


"Ohh iya Nina yang itu saya kenal, saya sering melihatnya tapi sepertinya sudah lama aku tidak melihatnya, biasanya setiap pagi dia menyapu halaman Bu Yuli."


Para warga bersahutan, mengomentari sosok wanita yang bernama Nina itu. Sementara aku sama sekali tidak mengenal nya. Karena aku memang jarang bergaul dengan warga sekitar kalau tidak ada hal penting.


"Ya dia adalah kakakku, di baru saja meninggal dua bulan yang lalu. Dan kakakku meninggal karena mereka, keluarga yang kalian hormati di komplek ini. Tepatnya Karena putra kedua Bu Yuli yang biadaab itu. Dia sudah menodai kakakku berulang kali hingga dia hamil dan saat keluarga ku meminta pertanggungjawaban mereka menolaknya mentah-mentah dan mengusir kami dengan memberikan kami uang untuk menggugurkan janin yang ada dalam kandungan kakakku." Laki-laki itu mengeluarkan segala amarahnya pada Bu Yuli dan keluarga, aku mengerti. Kalau aku yang ada diposisi dia juga akan melakukan hal yang sama.


"Tidak!! Dia bohong! Putraku tidak pernah melakukan hal bejat seperti itu," Bu Yuli menyanggah semua ucapan pria itu.


"Apa kalian semua mau bukti, saya punya buktinya saat putranya melakukan perbuatan kejii itu," Ujar pria itu lalu mengeluarkan ponselnya dan mengotak-atik benda pipih itu.

__ADS_1


Sedetik kemudian, grup RT an pun geger karena seseorang baru saja mengirimkan Vidio tidak senonoh yang dilakukan oleh pria muda yang mereka kenal pada seorang wanita. Terlihat disana si wanita jelas di paksa dengan kasar.


__ADS_2