
POV author.
Setelah insiden pemukulan yang dilakukan Haris pada Bagus tempo hari, membuat pria itu menyimpan dendam padanya. Luka yang ada di wajah dan beberapa tempat lainnya bahkan tidak sembuh dalam beberapa hari. Bagus pria yang penuh obsesi pastinya tidak akan menyerah begitu saja, dia ingin kembali memiliki Jelita mantan istrinya.
Dulu ia akui sudah salah karena berselingkuh tapi menurutnya itu wajar karena sang istri tidak bisa memberikan apa yang dia mau. Ada saja alasannya saat itu, Bagus tau kalau istrinya belum lama melahirkan tapi bukankah ada banyak cara untuk menuntaskan apa yang diinginkan suami. Namun, saat itu Jelita menolak dengan alasan lelah, capek dan ini itu.
Bagus yang sudah sangat ingin akhirnya pergi mencari wanita lain untuk melampiaskan. Sampai dia terlena dan terus-terusan ingin melakukannya dengan wanita itu. Padahal dia sendiri tau kalau istrinya jauh lebih molek dibandingkan wanita yang ia tiduri. Tapi saat itu wanita itu menjanjikan surga dunia padanya, peringainya begitu lembut dan sangat pengertian pada Bagus.
Laki-laki mana yang akan kuat kalau diperlakukan seperti raja. Sehingga Bagus pun lambat-laun terbuai. Makanya saat ketahuan pun dia seperti tidak menyesal dan malah membiarkan Jelita pergi, dengan senang hati juga menceraikannya.
Sayangnya semua kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Wanita yang ia bela dan pertahanan justru berubah saat tahu kalau sebagian harta Bagus sudah perpindahan tangan ke mantan istrinya. Perlakuannya berbeda, sampai Bagus pun menyerahkan apa yang tersisa untuknya. Dan kini wanita itu pergi membawa harta miliknya.
'Shiitt... seandainya saja aku tidak bodoh saat itu, pasti sekarang Jelita masih menjadi istriku. Dan lagi sialnya, saat ini tubuh Jelita terlihat lebih se-ksi dan menggoda. Kenapa aku dulu tidak sadar. Apalagi da-danya yang tambah besar itu, ingin sekali aku bisa menikmatinya seperti itu.'
Bagus melempar semua barang-barang yang ada di meja. Hidupnya sama sekali tidak bahagia, mungkin bisa saja dia mencari wanita lain tapi saat ini justru mantan istrinya lah yang selalu ia ingat dan ingin ia miliki lagi.
__ADS_1
"Aarrggghhh!! Semua ini gara-gara pemuda itu. Kalau dia tidak datang pasti aku sudah berhasil meniduri Jelita. Awas saja kau." Rahangnya mengeras, tangannya mengepal dan dia pukulan ke meja.
"Pak, saya punya berita." Seorang anak buah datang padanya.
"Berita apa?!" Bagus menatap tajam anak buahnya, seakan mengatakan kalau berita yang ia bawa itu tidak penting maka bersiaplah menjadi pelampiasan amarahnya.
"Orang yang saya perintahkan untuk mengawasi Bu Lita bilang kalau Bu Lita sedang melangsungkan pertunangan dengan pria yang tinggal di depan rumahnya."
"Apa!! Tunangan? Kurang ajar, berani sekali pria itu merebut wanitaku. Aku harus memberinya pelajaran dan menggagalkan rencana pernikahan mereka!" Kemarahan Bagus semakin berkobar mendengar kabar itu. Dia tidak akan membiarkan laki-laki manapun menikahi Jelita, karena dia lah yang akan menikahi wanita itu lagi.
Bagus sudah menyusun rencana, setelah luka-lukanya sembuh dia akan mendatangi Jelita dan mengambil putrinya lalu mengancam Jelita agar mau kembali padanya. Lalu pria itu, akan dia hajar sampai kapok.
Dan hari ini, Bagus sudah bersiap dengan beberapa anak buahnya. Mereka akan mendatangi rumah Jelita. Bagus memang sudah kembali punya uang dan anak buah dengan cepat karena dia adalah bandar judi di kampungnya.
Sampai di depan rumah Jelita, dua mobil hitam itu berhenti. Bagus turun lebih dulu dan langsung masuk ke dalam halaman rumah Jelita yang memang tidak dikunci saat pergi tadi.
__ADS_1
Bagus langsung menggedor pintu dengan keras. Memanggil-manggil nama mantan istrinya dan putrinya.
"Lita, keluar kau!! Serahkan putriku padaku!!" Begitu terus sampai tetangga dekat pun terganggu, termasuk Haris yang sedang galau.
Mendengar keributan di luar, Haris melihat dari jendela. "Bukankah itu bandot tua itu? Sedang apa dia di rumah Tante Jelita. Apa dia mau mencelakai Tante Jelita lagi, atau dia mau bikin keributan?" Haris langsung mencemaskan calon istrinya, dia yakin kalau pria itu pasti mau berbuat jahat. Apalagi membawa banyak anak buah.
"Hai, keluar kau, Lita. Kemarikan anakku!!"
Bagus tidak tau kalau Jelita dan putrinya sedang tidak ada di rumah. Dia terus saja ribut dan berteriak.
Tetangga yang sudah terganggu pun akhirnya keluar. Terutama bapak-bapak yang baru saja pulang sehabis bekerja seharian, niat hati pulang untuk beristirahat tapi malah tidak bisa karena keributan terjadi di rumah tetangga.
"Woyy, jangan berisik disini. Kalau mau teriak-teriak di lapangan sana." Salah satu tetangga menegurnya. Tapi Bagus yang kesal malah tersenyum devil, dia pun memberi kode pada anak buahnya agar mereka membereskan orang-orang yang berani mencegahnya.
Baku hantam pun terjadi, warga yang tidak terima karena anak buah Bagus memukuli salah satu warga pun menyerang anak buah Bagus.
__ADS_1