Ketulusan Hati Jelita

Ketulusan Hati Jelita
season2 episode 5


__ADS_3

Seminggu sudah Riri bekerja di rumah kami sebagai art. Aku cukup puas dengan pekerjaannya, cukup cekatan dan telaten meski umurnya masih muda. Dia juga sopan dan santun jika ada Mas Haris. Tidak ada hal aneh yang terjadi. Akupun jadi bisa tenang selama kehamilan ku.


"Mas Haris, mau aku pijitin?" tanyaku pada mas Haris yang baru saja mandi. Tubuhnya sangat gagah seperti dulu tidak ada yang berubah.


"Boleh kalau kamu nggak cepek."


"Nggak Mas. Kan sekarang ada Riri, aku jadi banyak waktu buat istirahat. Malemnya jadi bisa buat mijitin Mas," kataku sambil malu-malu. Jujur setelah hamil, hasr4t ingin melakukan hubungan suami-istri seperti meningkat sangat drastis. Aku sering merayu Mas Haris untuk melakukan itu, sampai aku malu.


"Kamu tau aja yang bikin mas seneng, habis ini gantian ya. Kamu yang Mas pijitin." Kali ini mas Haris juga tersenyum penuh arti padaku. Aku tau pasti kemana arah pembicaraan nya. Dia pasti mau pijit plus-plus. Tentu dengan senang hati, aku akan melayani Mas sampai puas agar mas Haris tidak melirik wanita lain lagi di luaran sana.


Mas Haris sudah tengkurap di atas kasur dengan hanya menggunakan celana boxer yang sangat pendek dan bagian atasnya dibiarkan terbuka begitu saja untuk memudahkan aku yang akan memijit


"siap ya mas aku akan mulai," kataku.

__ADS_1


Aku pun mulai membalurkan minyak khusus untuk pijit di punggung mas Haris. Dengan minyak itu aku jadi lebih mudah dan terasa licin saat aku memijit. Perlahan aku mulai menekan bagian pundak lalu turun ke bawah, gerakan itu aku lakukan berulang kali. Kata Mas Haris, pikiranku sangat pas dan enak, padahal aku belum pernah ikut kursus pijat. Aku hanya belajar dari sosial media saja.


"Bagaimana Mas, enak?"


"Mantap, tubuh Mas rasanya lebih enakan."


Sekarang Aku berpindah ke kaki mas Haris dan seperti tadi aku juga menggunakan minyak pijit. Selesai dengan bagian belakang Mas Haris juga main bagian depan juga sekalian di pijit. Kalau ini aku tau apa maunya.


"Bagaimana Mas, mau dilanjut apa enggak?" tanyaku sambil menggodanya.


"Lanjut dong dek, pentung4n mas sudah keras nih. Pijit juga ya ...."


Aku melihat ke bawah, benar itu sudah meng3r4s dan berd1r1 tegak. Pas mas Haris tidak menggunakan celana d4l4m, sampai itu bisa berdir1 di balik celana. Aku langsung membukanya, membebaskan benda itu dari sangkarnya.

__ADS_1


"Mas Haris nakal, mas nggak pakai dal4m4n."


"Iya dong, mas kan tau kalau kamu kep1ngin."


Tak perlu menunggu lama, karena aku sudah tidak sabar untuk memijat bagian itu dan tentunya melakukan yang lain juga. Kini tangan dan mulutku bekerjasama membuat mas Haris tak bisa berkata-kata. Hanya ah dan uh yang keluar dari mulutnya.


"Sudah dek, mas mau k3lu4r." Mas Haris menjauhkan kepalaku tapi aku tidak mau.


Aku justru semakin nak4l, menj1l4t ujung kepala hingga pangkal dan buah yang menempel di pangkalnya aku lahap. Sampai mas Haris meng3r4ng sangat keras, bersamaan dengan meledaknya sesuatu yang panas di wajahku.


...****************...


Bocil jangan mampir 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2