Ketulusan Hati Jelita

Ketulusan Hati Jelita
Bab 86. Tantangan


__ADS_3

Mataku membulat sempurna melihat penampilan istriku malam ini, dibawah cahaya lampu temaram membuat tubuh istriku terlihat sangat indah. Dengan lingerie berwarna merah transparan, rambut yang ia gerai dan bibir merah merona. Jelita memposisikan dirinya dengan sangat menggoda di atas ranjang.


Aku mengucek mata berulang kali, apa yang aku lihat ini mimpi atau nyata. Bukankah tadi Jelita sudah tidur nyenyak, atau ini hanya khayalanku saja.


"Mas Haris ... kenapa diam disitu. Sini mas, naiklah kesini," panggil Jelita dengan suara menggoda dan ia juga menggigit jari.


Jadi aku bukan mimpi, itu benar istriku yang sudah bersiap-siap menyambut kedatangan ku. Dia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk malam pertama kami. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, akan aku buat dia tidak tidur malam ini.


"Sayang, kau sudah mempersiapkan ini. Bukankah kau sudah tidur tadi," kataku.


"Memang tadi aku sudah tidur mas. Tapi aku mendengar mu masuk ke dalam kamar mandi, lalu aku langsung berganti pakaian. Malam ini adalah malam pertama kita, aku ingin membuat kenangan yang indah bersamamu mas." Jelita bangun dan mendekati ku yang masih berdiri disisi ranjang. Tangannya merayap di dada bidang ku. "Aku sangat merindukan mas Haris, tubuh ini, otot-otot ini lalu harta Karun milik mas Haris yang selalu membayangi ku, dan semuanya yang ada pada mas Haris."


Sentuhan jemari Jelita membuat tubuhku terbakar ga1r4h yang lama tidak aku rasakan. Aku pandangi wajahnya dari dekat, setiap inci wajahnya yang sangat cantik dan sempurna menurutku. "Aku juga sangat merindukanmu, Jelita Anggraini istriku." Ku kecup keningnya lama, lalu bibirku turun ke dua matanya, hidung pipi dan terakhir bibirku mendarat di atas bibir seksinya. "Kau milikku malam ini, ijinkan aku nafkah batinku untuk yang pertama kali," bisikku saat kening kami saling menempel.

__ADS_1


"Lakukanlah, mas Haris bebas melakukan apa saja pada tubuh ini. Semuanya milik mas. Nikmatilah hidangannya mas," jawab Jelita yang sudah sangat siap menerimaku.


Langsung aku sambar bibir merahnya, aku lu-mat lembut bibir yang terasa manis itu. Jelita dengan senang hati menyambut ku, dia pun mengimbangi permainan ku. Kami saling menyesap tanpa henti, li-dah kami membelit satu sama lain. Aku absen setiap celah rongga mulutnya.


Suara dec-apan pun memenuhi ruangan. "Mmm.... aahh... " Bunyi suara itu membuat ku semakin bersemangat menyambar bibir Jelita. Tanganku juga mulai bergelirya kesana-kemari.


Huhh hahh...


Aku lepaskan bibirku dan membiarkan Jelita bernafas sebentar lalu aku melanjutkannya lagi. Kali ini aku langsung melepaskan lingerie tipis yang menempel di tubuh istriku. Terpampanglah tubuh indah Jelita yang ternyata sudah tidak memakai apapun di dalamnya.


"Tentu saja, mereka adalah santapan lezat favorit ku."


"Kalau begitu tunggu apalagi mas, nikmatilah sesuka mas. Malam ini hanya milik mas seorang, sebelum besok berbagi dengan Sasha lagi."

__ADS_1


Aku dorong pelan tubuh istriku hingga terlentang di atas ranjang, "Jangan pernah minta ampun malam ini, aku tidak akan mengampuni mu sayang." Cup , aku mendaratkan kecupan singkat.


"Nggak akan mas, aku nggak akan minta berhenti. Aku sudah siap melayani mu sampai pagi." Wajahnya pasrah, sungguh menyerahkan diri sepenuhnya padaku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, akan aku buat dia merasakan malam pertama yang sesungguhnya.


"Kau sungguh liar malam ini, bersiaplah .... Jangan salahkan mas kalau besok pagi kamu tidak bisa berjalan dengan benar."


"Aku rela kalau harus berada di kamar terus dengan Mas." Dia menantang.


Dan seketika ....


karya ini dilanjutkan kapan-kapan ya, 😁


Baca novel baru othor deh, 😂

__ADS_1


Judul: Nikahi Aku, Kak!!



__ADS_2