
Pagi yang cerah tengah menyambutku, cahaya mentari membuat pagi ini begitu hangat. Sehangat pelukan tubuh istriku saat ini. Apalagi ditambah dengan bantalan super empuk dan lembut yang membuatku enggan untuk beranjak dari posisi ini.
"Eeuughhh, Mas Haris ...."
Rupanya tidur istriku yang nyenyak mulai terusik karena perbuatanku yang usil. Mau bagaimana lagi, kalau urusan daging kenyal itu aku mana mungkin tidak tergoda. Apalagi mereka tidak tertutup dengan benar, mengundangku untuk menyentuh mereka.
Hangat, lembut, kenyal dan sintal adalah penggambaran yang pas untuk kedua benda imut nan lezat itu. "Hemmm yummy ... rasanya aku tidak ingin berbagi dengan Sasha lagi mulai saat ini. Apa aku akan jadi Ayah yang egois, hihihi ... pasti aku bisa ditertawakan orang kalau berebut nen dengan bayi," gumamku amat lirih. Masih asyik mencari kenyamanan di sana.
"Maass ... ugh lepas dulu. Aku mau cek Sasha. Sepertinya aku kesiangan, kasian Sasha belum nen."
Jelita mendorong kepalaku yang tidak menjauh dari mainnya. "Sebentar sayang, aku masih mau nen juga."
Plak!!
"Mas kan sudah semalaman, sekarang gantian Sasha dong," protes istriku sambil mengerucutkan bibirnya.
"Gemas sekali istriku ... aku jadi ingin menciummu ." Cup, aku bukannya takut istri ku marah malah menggodanya lebih jauh lagi. Wajahnya yang baru bangun tidur menggemaskan begitu, bagaimana aku tidak tertarik.
"Mas ihhh nakal. Cium cium aku, kan bau belum sikat gigi."
"Enggak apa-apa, Mas suka. Sini cium lagi."
__ADS_1
Jelita menutupi bibirnya kali ini, tidak membiarkanku mendarat dengan benar. Lihatlah wajahnya memerah, dia ternyata bisa tersipu juga.
"Mas ... nanti lagi ya. Aku mau lihat Sasha dulu," rengeknya. Sekarang dia mulai memohon, rupanya instingnya sebagai ibu benar-benar peka.
"Sini peluk dulu, setelah itu kita mandi bersama."
"Hah??! Tapi aku mau lihat Sasha Mas."
Aku memeluk tubuh Jelita yang masih belum menggunakan sehelai benangpun. Kulit tubuhnya begitu hangat dan lembut, dihiasi dengan banyak jejak kemerahan yang aku tinggalkan semalam. Ya, tadi malam adalah malam pengantin kita. Tentu saja kita sudah bertempur seperti pengantin baru pada umumnya. Bahkan mungkin yang kita lakukan itu lebih dari itu karena kita berulang kali melakukannya.
Bahagia, hanya kata itu yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Bisa menikah dengan perempuan yang aku cintai dan juga mencintaiku. Perempuan itu juga begitu baik dan yang terpenting dia juga menyayangi ibuku.
Dialah Jelita. Janda beranak satu yang kebetulan tinggal di depan rumahku. Setelah melewati berbagai ujian dan cobaan akhirnya kita bisa sampai di titik ini. Dimana kita telah sah menjadi suami-istri.
Aku menarik bibir ke atas membentuk bulan sabit. Mengeratkan pelukanku, membuat tubuh kami menempel sempurna. Tidak ada jarak lagi, kami adalah satu.
"Beristirahatlah lebih lama, aku sudah mengecek putri kita. Dia sudah makan, minum susu dan sekarang dia dibawa pergi Ibu untuk main. Jadi kau bisa beristirahat lebih lama. Aku tau kamu kelelahan semalam, tubuhmu ini perlu istirahat."
"Kamu nggak bohong kan Mas. Sasha sudah makan, apa stok asi di Freezer masih?"
"Hmm ... masih ada tiga kantong. Cukup sampai siang. Kau masih punya waktu beristirahat."
__ADS_1
"Hah syukurlah, aku tadi sangat takut Sasha minta nen. Sedangkan semalaman kamu sudah menghabiskan isinya, aku yakin sekarang masih kosong."
"Habisnya enak sih, Mas nggak tahan pengin nen terus."
Jelita dengan gemas mencubit perutku yang kotak-kotak. Memang tidak terasa sakit tapi aku ingin dia memperhatikanku, jadi aku pura-pura mengaduh kesakitan.
"Aaww ... kok kamu cubit sih, Yang."
"Biar pikiran kamu nggak jorok terus!"
"Kan pikiran ada di kepala, kenapa yang dicubit perut."
"Hahaha kalau gitu sini aku getok kepala Mas Haris."
"Jangan dong, cium aja sini."
Dan pagi itu kami pun kembali bertempur tapi kali ini di kamar mandi. Di bawah shower dan di dalam bak mandi. Bunyi gerakan ketika di dalam air membuatku lebih bersemangat memacu, di tambah suara-suara yang dihasilkan Jelita ikut membelai indra pendengaranku.
"Mas ... aku keluar lagi ...."
"Mas juga, bersiaplah menyambut kedatangan berudu kecil."
__ADS_1
...****************...
Hai, hai, hai. Masih ada penghuninya nggak ya.😅😅