Ketulusan Hati Jelita

Ketulusan Hati Jelita
Season2 episode 4


__ADS_3

POV Jelita


Aku Jelita, saat ini aku sudah bukan janda lagi karena sebulan yang lalu aku sudah resmi menjadi istri dari Mas Haris. Aku bahagia bisa menikah dengan laki-laki yang aku cintai. Meski banyak lika-liku yang harus kita hadapi sebelumnya. Tapi tidak masalah karena menurut ku itu adalah proses pendewasaan kita.


Kehidupanku sangat bahagia, setelah kami pindah rumah. Dengan suasana yang baru dan lingkungan yang baru. Aku juga senang karena ibu mertuaku tinggal bersama kami. Aku jadi tidak kesepian, dan Sasha putriku dari pernikahan yang pertama juga jadi bisa merasakan kasih sayang dari seorang nenek.


Awalnya, aku dan ibu sepakat untuk tidak menggunakan jasa pembantu di rumah baru kami agar kehidupan kami bisa lebih private. Tapi ternyata di tengah jalan kami sudah tidak sanggup rupanya karena terlalu lemah. Akhirnya aku dan ibu pun menerima saran dari mas Haris. Kami pun menyeleksi beberapa orang, karena ternyata banyak sekali yang sedang membutuhkan pekerjaan.


Aku tidak menggunakan jasa pengasuh yang sebelumnya karena jaraknya lumayan jauh dari rumah lama kami. Dan dia juga sudah aku tugaskan untuk merawat rumahku yang sebelumnya.


Pilihan kami jatuh pada seorang perempuan bernama Riri. Dia masih muda dan cantik. Sejujurnya aku merasa takut kalau suamiku akan tergoda oleh perempuan itu tapi mendengar cerita hidupnya aku dan ibu tidak tega. Jadilah kami memberikan dia kesempatan.


Pagi ini, dia akan datang dan mulai bekerja. Aku dan ibu sepakat untuk membiarkannya tinggal di rumah karena jarak rumahnya yang jauh. Agar menghemat ongkosnya.


"Ibu, apa Riri sudah datang?" tanyaku pada ibu mertuaku.

__ADS_1


"Belum nak, mungkin sebentar lagi. Rumahnya kan jauh, mungkin macet di jalan."


Aku yang sedang menggendong sasha mengangguk mengerti.


"Aku titip Sasha Bu, mau buat makanan Sasha."


"Sini, berikan pada ibu. Cucuku sayang, sini sama nenek." Ibu mengulurkan tangannya untuk mengambil Sasha dari gendonganku.


Putriku tentu saja sangat mau dan senang bersama neneknya. Aku beruntung karena ibu mertuaku tidak membedakan Sasha. Dia sangat menyayangi Sasha meski bukan cucu kandung nya.


Aku mendengar suara bising di luar, sepertinya Riri sudah datang. Aku juga sudah selesai memasak dan membawa makanan untuk Sasha ke depan.


Benar saja aku melihat ibu sedang mengobrol dengan Riri.


"Riri, sudah datang?" tanyaku.

__ADS_1


"Iya Bu, maaf saya terlambat tadi angkotnya nungguin penumpang penuh baru jalan," kata Riri.


"Enggak apa-apa, sekarang kamu langsung taruh barang-barang mu di kamar. Masih ingat kan tempatnya."


"Iya Bu, saya masih ingat. Kalau begitu saya permisi, mau langsung beres-beres."


"Iya." Aku tersenyum, dan membiarkan dia masuk. Aku suka penampilannya yang sangat sopan. Menggunakan kaos panjang dan rok panjang. Dia juga sederhana kelihatannya. Kesan pertama cukup memuaskan, biar aku lihat nanti bagaimana pekerjaannya.


"Ibu, tadi cerita apa aja sama Riri?" tanyaku pada Ibu yang sedang bermain dengan Sasha.


"Tadi ibu tanya, adiknya tidak apa-apa ditinggal. Katanya tidak apa-apa, ada tetangga yang bantu nemenin katanya."


"Ohh, begitu. Syukurlah."


Aku pun menyuapi putriku makan dengan santai pagi ini. Karena sudah ada Riri yang akan membereskan rumah. Biar nanti masak sama membereskan kamar, aku akan kerjakan sendiri. Karena aku tidak mau ada orang lain yang masuk ke dalam kamarku dan Mas Haris.

__ADS_1


__ADS_2