Ketulusan Hati Jelita

Ketulusan Hati Jelita
Bab 68. Digerebeg


__ADS_3

"Keluar kalian, jangan berbuat mes-um di disini!!"


"Iya cepat keluar kau janda gatal. Kami disini siap menggarukmu."


"Cepat tunjukan, siapa laki-laki di dalam sana. Atau jangan-jangan laki-laki itu salah satu suami ibu-ibu disini."


Aku dan tante Jelita malah tertawa sendri di dalam mobil. Kami tidak takut ketahuan lagi, mau di gerebeg juga silahkan. Dan lucunya mereka mengira kalau yang di dalam sini adalah salah satu suami mereka. Entah bagaimana mereka bisa berpikir seperti itu. Apa mereka tidak melihat bagaimana suami mereka, sudah pada tua dan lebih tua dari mantan suami tante Jelita.


"Bagaimana ini tan? Apa kita akan keluar sekarang?" tanya ku sambil memberikan kode.


"Sebentar lagi mas, tante ingin melihat mereka kesal. Enak saja tante dibilang janda gatel. Pernah menggoda suami mereka saja tidak. Suami mereka saja yang nggak bisa menjaga mata. Apa tante harus memakai pakaian longgar dan panjang lalu memakai penutup wajah agar mata para lelaki nggak lagi melirik tante." Baru kali ini aku lihat tante kesal dengan omongan tetangga, biasanya dia terlihat santai saja.


Sementara di luar para warga mulai berdatangan semakin banyak yang menunggu kami keluar. Aku memijit pelipis, rasanya pusing mendengar suara ibu-ibu mengomel tanpa henti dan jeda. Mereka terus saja mengumpat dan melayangkan sumpah serapahnya pada tante Jelita. Tak hanya puas dengan makian dari mulut julid mereka, tangan mereka pun bekerja. Menggedor-gedor dan ada yang sampai memukuli menggunakan alat-alat masak yang mereka bawa. Aku pun panik melihat dari spion bagaimana mobil tante Jelita yang mahal ini lecet dimana-mana.

__ADS_1


"Tan, mobilnya. Mereka bisa nekat merusak lebih parah tan," kataku panik, eh si tante malah tersenyum devil.


"Tenang saja mas, tuh lihat," tunjuk tante Jelita pada cctv yang ada di depan rumahnya dan satu lagi ada di mobilnya. "Mas lihatkan, perbuatan mereka sudah terekam di sana. Tante bisa menggunakan itu untuk meminta ganti rugi. Biar mereka kapok dan berhenti berprasangka buruk pada janda manapun, berpikir sebelum bertindak itu sangat diperlukan. Nggak cuma modal omong dan buang-buang tenaga." Tante Jelita dengan santainya menyaksikan perbuatan mereka, menyandarkan pungung dan dia juga sibuk merekam dan ia unggah ke sosmed.


Sungguh luar biasa tante Jelita, bisa sangat santai dalam keadaan apapun. Benar katanya, kalau pakai otak pasti semuanya bisa diselesaikan tanpa harus buang tenaga untuk marah-marah ataupun bertengkar. Tidak hanya cantik dan aduhai, tapi tante Jelita juga sangat pintar. Aku jadi malu karena selama ini aku juga lebih banyak menggunakan otot kalau ada apa-apa.


"Ibu-ibu, bagaimana ini. Kenapa janda gatel itu belum juga keluar. Atau jangan-jangan bu Inggit salah lihat lagi."


"Enggak bu, aku lihat sendiri kalau mobil ibu datang dan ada pria di dalamnya. Mereka juga belum keluar, aku yakin mereka masih di dalam."


Seketika akupun menutup telinga ketika ibu-ibu mulai menyerang. Sangat memekikan telinga. Apa ibu-ibu itu tudak berpikir bagaimana nantinya, membayar kerusakan mobil ini pastilah tidak sedikit. Aku melirik tante Jelita yang malah terkikik geli. "Ada apa tan?" tanyaku.


"Nih, vidio mereka sudah viral. Dan banyak dapat banyak kecaman dari netijen. Sebentar lagi mereka akan menerima akibatnya. Kita tunggu pak Rt datang, barulah kita keluar."

__ADS_1


Aku sama sekali tidak bisa menebak apa yang tante Jelita rencanakan. Biarlah, sepertinya ini masalah wanita dan bukan ranahku untuk ikut campur, selama para ibu itu tidak melukai tante Jelita. Kalau sampai mereka berani menyentuh tante Jelita barulah aku yang akan bertindak.


Tak lama, aku melihat pak RT dan beberapa bapak-bapak datang ke mari menghampiri ibu-ibu. Aku punya firasat kalau sebentar lagi aku punya tontonnan yang menarik.


"Ibu-ibu!! ada apa ini kenapa ribut-ribut disini." suara pak Rt mengalihkan perhatian warga.


"Ini pak RT, mbak Lita sudah berbuat zina di kampung ini. Kami mau memberinya pelajaran."


"Apa kalian punya bukti kalau saya berzina." Tante Jelita yang menyahut, dia turun lebih dulu dan melarangku untuk ikut turun Untung saja di mobil ada sewiter panjang yang bisa ia junakan untuk menutupi pakaiannya yang robek. Kalau tidak pastilah tuduhan itu sangat kuat.


"Itu dia janda gatelnya sudah keluar, itu pak RT. di dalam pasti ada laki-laki."


"Mana cepat keluarkan laki-laki itu!!" Semua warga ikut bersorak.

__ADS_1


"Kenapa ibu-ibu disini sangat penasaran dengan calon suami saya," ujar tante Jelita.


__ADS_2