
Semalam suntuk, Sabrina memikirkan rencana untuk kabur. Sabrina mengumpulkan tenaga yang banyak untuk kabur. Akhirnya Sabrina menemukan sebuah Ide.
Sabrina membuat masakan yang aromanya sangat menggoda. Sehingga ada satu penjaga yang datang ke dapur.
"Hei.. ngapain kamu masak disini?" Tanya anak buah Indri.
"Ijinkan saya masak ya pak.. selama ini kan kalian sudah memberikan saya makan.. jadi saatnya untuk saya balas budi.." Ucap Sabrina.
"Saya tidak percaya.. dengan ucapanmu." Ucapnya.
"Kalau bapak tidak percaya, silahkan buktikan. Cicipi masakan saya.. saya berani kok.. panggil anak buahmu yang lain." Tantang Sabrina.
kemudian penjaga satu dan yang lain, mencicipi masakan Sabrina. Ternyata mereka sangat tergoda dengan masalah Sabrina.
"Bagaimana? Apa kalian merasakan sesuatu?" Tanya Sabrina.
Para penjaga itu merasa aman-aman saja. Mereka tidak merasakan sesuatu sedikitpun.
"Baik.. kamu boleh masak untuk kami.." Ujarnya.
Sabrina merasa senang. karena langkahnya tidak ada yang curiga sedikitpun. Tak lama masakan itu selesai. Sabrina menyiapkan makanan itu untuk mereka.
Sabrina pun mengantarkan makanan kepada mereka. Sabrina tersenyum kepada mereka ketika mengantarkan makanan itu.
"Silahkan dimakan pak.. panggil juga teman kalian yang lain.." Ucapnya.
"Wah, pintar juga neng masaknya. kayaknya enak nih.." Ujar penjaga yang satu.
Mereka pun akhirnya makan bersama-sama. Sabrina memastikan semua penjaga itu makan masakan Sabrina.
Agar tidak curiga, Sabrina ikut gabung makan bersama mereka. Jadi, merek tidak sama sekali curiga terhadap Sabrina.
Tak lama kemudian, mereka merasa mengantuk. Dan semua penjaga itu tidak sadarkan diri. Sabrina memastikan terlebih dahulu bahwa mereka benar-benar pingsan.
Sabrina pun mengambil salah satu HP mereka. Sabrina juga mengikat tangan dan kaki mereka satu persatu.
Sabrina juga mengambil pistol mereka. Sabrina juga segera pergi ke gudang untuk mengambil peluru. Setelah semua perbekalan sudah lengkap, Sabrina pun segera pergi dari tempat itu.
Sabrina pergi sejauh mungkin dari tempat tersebut.
"Oh.. mau lari kemana kamu Sabrina?" Tiba-tiba Bisma mencegah. Sabrina terkejut dengan Bisma dengan 2 anak buahnya.
Bisma memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Sabrina. Namun, Bisma lupa kalau Sabrina sangat jago bela diri.
Dalam sekejap, Dua anak buah Bisma sudah terkapar. Bisma terkejut melihat keberanian Sabrina.
Bisma pun turun tangan Sendiri. Iya menyerang Sabrina dengan menggunakan senjata tajam.
Sabrina dengan lincah dapat menghindari serangan senjata tajam itu. Kemudian Sabrina pun menangkap tangan Bisma ketika iya hendak menodongkan senjata tajam itu.
Sabrina dapat merebut senjata tajam itu dan menodongkan balik senjata itu ke wajah Bisma. Bisma sangat terkejut dengan kelincahan Sabrina.
Sabrina dengan segera menonjok wajah Bisma dia kali tonjokan. Akhirnya Bisma pun terkapar.
Sabrina juga mengikat anak buah Bisma dan Bisma dengan segera. Setelah itu Sabrina segera pergi.
Setelah sampai di suatu penduduk, Sabrina mencoba menghubungi yeon adiknya.
Tak lama, yeon mengangkat telfonnya.
"Halo.. yeon.. ini kakak.." Ucap Sabrina.
"Kakak.. Ini kak Sabrina?" Yeon terkejut.
"Iya dek.. ini kakak.." Jawab Sabrina.
.
__ADS_1
"Kakak masih hidup?" Tanya yeon tidak percaya.
Tanpa basa-basi, Sabrina pun merubah panggilan ke video call. Yeon terkejut saat melihat wajah Sabrina.
"Ternyata kakak masih hidup?" Yeon sangat senang seakan dia tidak percaya.
"Dek, kakak tidak punya banyak waktu.. sekarang kakak butuh bantuan kamu.." Ucap Sabrina sambil menoleh ke belakang.
"Bantuan apa kak?" Tanya yeon.
Sabrina pun menjelaskan bantuannya. Dan yeon pun mengerti. Yeon segera bergegas untuk menjemput Sabrina.
Sabrina terus berlari sejauh mungkin. Sesekali, iya menoleh ke belakang. Tak lama kemudian, yeon pun tiba.
Yeon segera turun dari mobil. Iya tertegun melihat kakaknya yang masih hidup. Yeon dan Sabrina saling mendekat.
"Ini beneran kakak?" Tanya Yeon tidak percaya.
Sabrina mengangguk. Yeon segera memeluk Sabrina.
"Kak.. kenapa bisa seperti ini kak?" Tanya Yeon.
"Ceritanya panjang dek.. nanti setelah sampai rumah kakak akan ceritakan. sekarang kita pergi dulu ya.. waktu kita gak banyak.." Ucap Sabrina.
Yeon segera membawa pergi Sabrina. Yeon sangat senang. Ternyata kakaknya masih selamat.
"Aku akan segera menghubungi bang Dae.. pasti dia sangat senang.." Kata Yeon.
"Jangan dek.. jangan dulu.." Kata Sabrina.
"Loh, kenapa kak?" Tanya Yeon.
"Bukan saatnya untuk memberi tahu Dia.. nanti, kakak yang akan memberi tahu dia.." Jawabnya.
...****************...
"Ceritanya bagaimana sih kak? kenapa kakak bisa kecelakaan?" Tanya Yeon.
Sabrina menjelaskan semuanya kepada Yeon. Yeon mendengarkan dengan seksama. Mendengar cerita Sabrina, Yeon mengepalkan kedua tangannya.
"Biadab! Mereka buka manusia.. Jadi, ini semua ulah mereka?" Kata Yeon emosi.
"Sudahlah dek.. kita atur rencana baru.." Ucap Sabrina.
"Apa rencana kakak?" Tanya Yeon.
Sabrina pun membisikkan sesuatu ke telinga Yeon. Yeon paham maksud Sabrina.
...****************...
"Dasar kalian bodoh!" Ujar Indri kepada anak buahnya.
"Sabar Indri.. kita atur rencana baru.." Kata Bisma.
"Rencana apalagi yang kalian buat?" Tiba-tiba suara Sabrina terdengar dari arah belakang.
Indri membalikkan tubuhnya.
Dengan berani Sabrina berjalan mendekat ke arah Indri.
"Berani sekali kamu datang kesini? kamu mau tertangkap lagi?" Kata Indri dengan sombongnya.
"Saya tidak pernah takut dengan kalian semua." Ucap Sabrina.
Indri pun merasa emosi. Iya memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Sabrina. Dengan santainya, Sabrina bertepuk tangan.
Tak lama, anak buah Sabrina pun datang. Mereka bertubuh kekar. Dan jumlah mereka lebih banyak.
__ADS_1
Indri dan Bisma terkejut melihat jumlah mereka yang banyak. Mereka menelan ludah mereka sendiri.
Sabrina memerintahkan untuk menghajar anak buah Indri. Mereka pun segera menjalankan perintah Sabrina.
Bisma ingin menghajar Sabrina. Namun, Yeon segera membantu Sabrina. Sekarang, tinggal Sabrina dan Indri. Indri sangat khawatir dengan mereka.
Tak lama, mereka berhasil meringkus anak buah Indri. Dan Yeon pun juga berhasil meringkus Bisma.
Indri mencoba untuk kabur. Namun, dengan cekatan Sabrina menangkap Indri.
Sabrina menodongkan pistol ke kepala Indri.
"Ampun Sabrina.." Ucapnya dengan tangan gemetar.
"Kamu sudah berbuat jahat terhadapku.. kamu sudah membuang anakku. Kamu sudah menjauhkan Aku dari suamiku.." Kata Sabrina dengan nada emosi sembari menodongkan sebuah pistol.
Indri tetap minta ampun kepada Sabrina dengan ketakutan. Sabrina pun meringkus Dia dan membawanya ke kantor polisi.
...****************...
Sekarang, musuh Sabrina sudah berada di penjara. Kini Sabrina mengatur rencana untuk bertemu dengan Dae.
Yeon memiliki rencana yang cemerlang. Sabrina pun setuju dengan rencana Yeon.
Yeon pergi ke kantor Dae Hyun. Yeon mengundang Dae Hyun untuk sebuah acara. Dae Hyun menyanggupi undangan tersebut.
...****************...
Yeon dan Sabrina mempersiapkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Sabrina bersiap-siap untuk menyambut suaminya.
Tak lama, Dae tiba di acara Yeon. Dae segera menemui Yeon.
"Yeon, mana calon kamu?" Tanya Dae.
"Sebentar lagi dia datang bang.. Dia masih ada di atas.." Kata Yeon.
Tak lama Sabrina turun dari tangga. Dengan langkah elegan Sabrina menuruni tangga.
Yeon dan Dae sedang asyik berbincang-bincang.
"Dae.." Panggil Sabrina.
Dae segera membalikkan badannya. Dae tertegun ketika melihat siapa yang memanggilnya. Dae perlahan berjalan mendekat ke arah Sabrina.
"Sabrina.. Ini kamu kan?" Tanya Dae tidak percaya.
"Iya, ini Aku.. Aku masih hidup sayang.." Ucapnya.
Dengan berlinang air mata, Dae segera memeluk istrinya. Dae merasa sangat bahagia ketika melihat istrinya masih hidup.
Yeon mendapat sebuah telfon. Yeon sangat senang akhirnya Yeon mendapat informasi mengenai anak Sabrina.
"Kak, Aku barusan dapat informasi tentang bayi kakak.." Ujar Yeon.
Sabrina sangat senang tentang berita itu.
...****************...
Dae dan Sabrina segera menjemput sang buah hati. Setelah sampai di sana, Sabrina dan Dae segera menggendong anaknya.
Pihak panti menyerahkan anak itu kepada kedua orang tuanya. Sabrina dan Dae merasa sangat bahagia.
Kini, kebahagiaan mereka sudah lengkap. cinta dan kesetiaan telah menyatukan mereka kembali.
Dalam setiap kejadian, pasti ada hikmah yang
kita petik di dalamnya.
__ADS_1
... TAMAT...