Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Dalam masalah


__ADS_3

"Enggak ngapa-ngapain kok.. cuma mau lihat kakak saja.." Ucapnya.


"Oh iya, tadi Aku lihat di sosmed, ternyata banyak yang mengajukan permintaan produk baru kakak.. Dimana-mana loh itu.." Ucapnya takjub.


"Iya begitulah dek.." Jawabnya.


"Kakak hebat, Aku bangga sama kakak.." Ucap yeon memuji.


"Makasih sayang.." Ucap Sabrina.


Kini perusahaan Sabrina berkembang dengan pesat. Sabrina semakin dikenal banyak oleh perusahaan-perusahaan asing.


Yeon pun mengajak Sabrina untuk makan siang. Seperti biasa yang dilakukan oleh mereka setiap hari.


Di tengah jalan, mereka dihadang oleh beberapa komplotan orang-orang bertopeng lagi. Seketika Yeon Seok rem mendadak. Komplotan tersebut menggedor-gedor kaca mobil memaksa mereka untuk turun.


"Siapa mereka dek?" Tanyanya heran.


"Yeon juga ga tahu kak.." Ucapnya.


Sabrina pun segera turun dan menyuruh Yeon untuk tetap di mobil. Namun Yeon menahannya. Yeon tidak ingin jika kakaknya celaka.


"Jangan kak.. Biar Aku saja yang menghadapi mereka." Ucapnya.


"Dek, Mereka terlalu berbahaya.. Kakak ga mau terjadi apa-apa denganmu." Ucapnya.


"Ya sudah, kalau begitu kita hadapi sama-sama ya kak.. Jumlah mereka terlalu banyak." Ucapnya Yeon.


Mereka pun turun dari mobil. Mereka menghadapi para komplotan penjahat itu. Seperti biasa mereka berjumlah banyak. Tapi Sabrina dan Yeon tidak pernah takut dengan mereka.


Sabrina sudah sangat terlatih dengan keadaan seperti ini. Mereka menyerang Sabrina dan Yeon secara bersamaan. Sabrina dengan lincah menangkis mereka satu persatu. Dan Sabrina pun satu persatu dapat mengalahkan mereka.


"Dasar pengecut, beraninya main keroyokan." Ujarnya.


"Kakak, awas!" Teriak Yeon. Karena tiba-tiba ada orang yang ingin menusuknya dari belakang.


Sabrina langsung menoleh ke belakang. Dan menangkap pisau itu. Kemudian Sabrina melumpuhkan tangan orang itu. Orang tersebut mengerang kesakitan.


"Siapa yang telah menyuruhmu? Jawab!" Bentak Sabrina dengan tegas.


"A-ampun.." Ujarnya. Kemudian Orang itu dengan liciknya melemparkan debu ke mata Sabrina. Dan seketika Sabrina langsung melepaskan tangannya. Orang itu dan komplotan lainnya segera melarikan diri.

__ADS_1


"Kakak ga apa-apa?" Tanya Yeon yang langsung berlari menghampiri kakaknya.


"Aku ga apa-apa.. it's ok..👍" Ujarnya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan. Sabrina penasaran sebenarnya siapa dalang dari semua penyerangan tadi. Sabrina tidak merasa dirinya sedang memiliki musuh.


Sesampainya di restoran, Sabrina menjadi ga mood untuk makan. Sabrina masih kepikiran dengan kejadian penyerangan tadi. Yeon yang melihat kakaknya itu menjadi heran. Karena Sabrina hanya mengaduk makanannya.


"Kenapa makanannya tidak di makan kak?" Tanya Yeon.


(**masih bengong).


"Kakak**.." Sambil melambaikan tangan di depan wajah Sabrina. Sabrina seketika kaget.


"Kakak lagi mikirin apa sih?" Tanyanya.


"Enggak kok.. Aku ga mikirin apa-apa dek.." Jawab Sabrina.


Sabrina pun memakan makanannya. Yeon yang memperhatikan kakaknya merasa aneh. Seperti ada yang difikirkan oleh kakaknya. Selesai makan, mereka pun langsung kembali ke kantornya.


Sesampainya di kantor, Sabrina menjadi tidak fokus terhadap pekerjaannya. Sabrina tidak dapat membiarkan hal ini terus-terusan. Sabrina berusaha untuk mencari tahu dalang dibalik semua ini.


"Permisi Ibu Sabrina.." Ujar sekertaris mengagetkan.


"Klien baru? Kok Aku tidak tahu ya?" Ujarnya heran.


"Maaf Bu, saya sudah mengkonfirmasikan hal ini kepada ibu tadi malam." Ujarnya lagi.


"Masak sih?" Sabrina semakin heran. Sabrina mengecek website kantornya dan HP nya. Ternyata di dalamnya tidak ada pesan apa-apa.


"Tapi, ini tidak ada pesan apa-apa darimu." Ujar Sabrina sambil menunjukkan pesan akun miliknya.


"Saya sudah konfirmasi kok buk.. Ini buktinya." Sekertaris juga menunjukkan pengiriman pesan.


Sabrina merasa heran. Mungkinkah jaringan sedang eror? Sabrina mencoba untuk berfikir positif terlebih dahulu. Mungkin jaringan sedang eror. Dan Sabrina pun tidak terlalu memikirkan akan hal itu.


"Ya sudah, kamu siapkan semuanya ya.." perintahnya.


"Siap buk." Ujarnya.


Sabrina segera menuju ruang meeting. Dan bertemu dengan klien barunya. Sabrina memulia acara meetingnya.

__ADS_1


"Miss Sabrina, I wont discuss about of the construction building." Ujarnya tentang pendapatnya.


"Miss Sabrina, what do you thing about it?" Meminta saran dari Sabrina.


"This good idea. I hope this construction can useful for everyone.." Ujarnya.


Selesai meeting, Sabrina langsung menuju ruangannya lagi. Sabrina harus menyelesaikan file untuk ekspor produk ke luar negeri. Kini produk Sabrina sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Omset yang dicapai dapat menghasilkan triliunan rupiah dalam satu bulan.


...****************...


Sabrina sedang rebahan di kamar, karena terlalu penat setelah seharian mengerjakan pekerjaannya untuk menghandle banyak permintaan ekspor produk.


Tiba-tiba saja, Sabrina mendapat telfon dari orang yang ga di kenal. Orang tersebut meneror Sabrina. Iya mengancam keselamatan Yeon.


"Halo, siapa kamu?" Ucapnya. Orang itu langsung mematikan telfonnya.


"Sial! Sebenarnya siapa dia? Jangan-jangan, orang ini ada hubungannya dengan orang kemarin." pikirnya curiga.


Tiba-tiba seorang sekertaris menelfon Sabrina. Sekertaris tersebut mengkonfirmasikan bahwa ada beberapa klien yang memutuskan kontrak. Sabrina langsung beranjak dari tempat tidur karena kaget.


"Apa? Kenapa bisa begitu?" Tanya Sabrina.


"Iya klien merasa kecewa sama Ibu, karena mereka merasa dirugikan.." Ujarnya sekertaris di telfon. Sabrina merasa heran dan aneh.


"Ada apa ini?" Sabrina tidak bisa tinggal diam lagi. Sabrina menjadi teringat sesuatu tentang pesan sekertaris di website dan WA. pesan sekertaris yang ga masuk.


Sabrina pun mengecek barkot WAnya. Sabrina kaget, ternyata WAnya telah disadap. Dan Sabrina juga segera mengecek website kantornya. Sabrina pun kaget setengah mati, ternyata websitenya ada yang membobol.


Sabrina merasa kesal dengan semuanya. Kenapa websitenya bisa dibobol oleh orang lain. Sabrina berfikir bahwa ada orang dalam yang telah berkhianat dengan perusahaan.


Kali ini, Sabrina tidak tinggal diam. Iya akan menyelidiki semuanya. Sabrina tetap tenang menghadapinya.


...****************...


Sabrina pun mengumpulkan semua karyawan dan bagian-bagian yang terpenting di kantor. Sabrina mengumumkan bahwa dirinya akan pergi ke luar negeri dalam waktu satu bulan.


"I will to go to london during one month. I am hand over office to my sekertaris. I hope you all can work well." Ujar Sabrina.


Sabrina sengaja pergi dari kantor. Karena Sabrina ingin memantau keadaan kantornya dari jauh. Sabrina ingin tahu dalang dibalik kejadian ini.


Sabrina tidak masalah dengan beberapa kliennya yang memutuskan kerjasama secara tiba-tiba. Tapi, hal ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus. Sabrina akan menyelidikinya.

__ADS_1


Sabrina pun langsung pulang dari kantor. Di tengah jalan, Sabrina sedang melihat Dae Hyun berkelahi dengan komplotan penjahat. Komplotan tersebut sama persis dengan komplotan yang menyerang dirinya dengan Yeon waktu lalu.


Sabrina memantau Dae Hyun dari jauh. Sabrina kaget, ketika Dae Hyun terkalahkan oleh mereka. Sabrina pun segera turun untuk menghampiri merek. Sabrina segera berlari, kemudian melompat dan menendang mereka.


__ADS_2