
Tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Dae. Dae masih kesal dengan perdebatan tadi malam bersama Sabrina. Dae pun langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Sabrina.
...****************...
Hari sudah larut malam. Sabrina seperti biasa menunggu suaminya pulang. sudah lewat dari jam pulang, Dae belum muncul juga.
Sesekali, Sabrina melihat dari balik gorden. Ternyata Dae belum pulang juga. Sampai-sampai Sabrina ketiduran di sofa.
Jam sudah menunjukkan jam 3 pagi ternyata suaminya belum pulang juga. Sabrina mencoba menelfon Dae berkali-kali. Namun, Dae tidak kunjung mengangkatnya.
Tepat jam 4 pagi, barulah terdengar mobil Dae. Sabrina segera bergegas membuka pintu.
"Dae, kamu baru pulang?" Tanyanya.
"Iya!" Jawabnya singkat.
"Kamu dari mana aja? Semalam kamu tidur dimana?" Tanyanya baik-baik.
"Semalam Aku habis menemani Indri. Soalnya Dia sakit.. Kakinya mengalami cidera. " Jawabnya.
"Apa ga ada keluarga yang lain? Sampai-sampai kamu harus menemani Dia?" Tanya Sabrina lagi.
"Dia itu cidera karena menyelamatkan Aku.. Jadi Aku harus berbalas budi.. Sudah sering Indri menyelamatkan Aku.. Ga seperti kamu yang kerjanya hanya diam di rumah.." Sungutnya.
Deg! Hati Sabrina merasa terenyuh ketika kata-kata itu keluar dari mulut suaminya.
Sabrina tidak sanggup berkata-kata lagi. Iya kembali terduduk lemas. Sabrina teringat dengan pernikahannya yang dulu dengan Vadim.
Iya kembali trauma dengan kejadian beberapa tahun silam dengan perlakuan suami pertamanya.
...****************...
Lagi-lagi Sabrina mengikuti suaminya. Ternyata Dae pergi menemui Indri. Sabrina mencoba mendengar percakapan mereka.
"Kamu kenapa Dae?" Tanya Indri.
"Aku merasa jenuh dengan Sabrina. Setiap hari dia curiga terus.." Ujarnya.
"Sabar Dae, Istri kamu kan lagi hamil ****besar****.." Ucap Indri.
"Iya saya tahu. Tapi, ga seharusnya Dia bersikap seperti itu.. Lama-lama Aku bisa ilfil dengannya." Tuturnya.
"Ya wajarlah Dae, Dia itu merasa cemburu, Dia kan lagi hamil besar.. Dan Dia juga butuh perhatian lebih, kalau kata temanku, orang hamil itu lebih sensitif." Kata Indri memberi Nasihat.
__ADS_1
"Indri.. terimakasih ya, kamu sudah memberikan Aku nasehat berharga.. Aku beruntung punya teman seperti kamu.. Maafkan istri Aku, kalau dia selalu curiga terhadap kamu.." Kata Dae.
"Iya Aku ngerti kok.. wajarlah kalau Sabrina curiga, bagaimanapun Dia itu sayang sama kamu. Dia ga mau kalau kamu sampai kenapa-kenapa. Apalagi, awalnya Aku emang orang yang ga baik.. ya wajarlah kalau Sabrina bersikap seperti itu. Karena ga mudah percaya sama orang.." Kata Indri lagi.
Dae hanya tersenyum. Iya mengerti apa yang dimaksud oleh Indri. Sementara Indri, hanya tersenyum sinis melihat raut wajah Dae.
"Dasar laki-laki bodoh. Bisa-bisanya Dia percaya dengan orang lain, ketimbang istrinya sendiri.. Tapi, ga papa.. ini lebih memudahkan rencana Aku.." Batinnya.
Dari balik jendela, Indri melihat Sabrina sedang mengikuti Dae. Indri pun menghubungi seseorang lewat WA. Iya mengirim pesan kepada anak buahnya untuk menangkap Sabrina.
...****************...
Sabrina sedang menuju perjalanan pulang. Sabrina sadar bahwa ada orang yang mengikuti dari belakang.
Sabrina berusaha mempercepat laju mobilnya. Iya berusaha menghindari kejaran orang tidak dikenal. Namun, para penjahat itu terus saja mengejar Sabrina.
Akhirnya para penjahat tersebut berhasil mepet mobil Sabrina dan berhasil menghadang mobilnya. Penjahat itu pun memaksa Sabrina untuk segera turun.
Salah satu dari mereka pun memukul Sabrina dan berhasil membuat Sabrina pingsan. Mereka membawa Sabrina.
Sementara mobil Sabrina, mereka buat jalan sendiri. Sehingga mobil tersebut masuk jurang. Tak lama, mobil itu pun meledak.
Mereka berhasil merekayasa kecelakaan mobil Sabrina.
...****************...
Tangan dan kaki Sabrina terikat. Matanya pun tertutup, mulutnya juga dibungkam oleh para preman itu.
"Halo bos.." Jawab preman itu di seberang telfon.
"Bagaimana kerjaan kalian?" Tanya Indri.
"Target sudah kami amankan bos.. Dia sudah kami sekap ke tempat yang tidak terjangkau oleh siapapun." Ujar preman itu.
"Bagus! nanti bayaran kalian saya tambah 2 kali lipat." Ucap Indri.
"Terimakasih bos.." Ucapnya.
"Ingat, jaga dia baik-baik. Jangan sekali-kali kalian menyakiti Dia. Dan ingat selalu berikan dia makanan yang bergizi. Saya tidak mau kalau sampai dia dan bayinya kenapa-kenapa.. Jangan sampai dia kabur, sebelum misi saya berhasil. Paham kalian?" Kata Indri.
"Siap Bos! Tenang aja bos.. kami akan pastikan dia tidak akan kabur!" Jawabnya.
"Bagus!" Ucap Indri.
__ADS_1
Indri pun mengakhiri telfonnya. Dia tersenyum lebar. Karena pada akhirnya rencananya untuk menyingkirkan Sabrina berhasil.
"Sekarang, sudah tidak ada lagi penghalang bagi Aku.. untuk mendapatkan apa yang aku mau.. sebentar lagi, Aku bakalan kaya raya.." Ucapnya sembari memutarkan tubuhnya.
...****************...
Jam pulang kantor sudah tiba. Dae segera pulang karena ingin menemui istrinya. Iya ingin meminta maaf atas sikapnya yang kemarin-kemarin.
Dae menyesal karena telah mengabaikan istrinya yang lagi hamil besar. Tidak seharusnya iya berbuat seperti itu terhadap Sabrina.
Sesampainya di rumah, Dae langsung masuk ke dalam rumahnya. Iya langsung menuju ke kamarnya. Ternyata, Sabrina tidak ada di kamarnya.
Dae mencari istrinya di sekeliling rumah. Namun, Dae tidak menemukan istrinya. Dae bingung dimana istrinya itu.
Tak lama kemudian, Dae mendapat sebuah telfon. Ternyata telfon tersebut berasal dari yeon.
"Ada apa yeon?" Tanya Dae.
"Bang.. sudah tahu berita hari ini belum?" Tanya yeon.
"Belum. memangnya ada apa?" Tanya Dae.
"Bang, coba sekarang abang liat TV. Sekarang bang.. ada berita penting." Ujar yeon. yeon pun segera mengakhiri telfonnya.
Karena penasaran, Dae pun menyalakan TV yang ada di ruang tengah. Dae terkejut ketika melihat sebuah berita yang menyatakan sebuah kecelakaan mobil.
Mobil tersebut telah masuk jurang. Dan diperkirakan korban tidak akan selamat.
"Itukan, mobil Sabrina.. Iya saya tahu itu mobil istri saya.." Gumamnya.
Tak lama, ada seseorang yang sedang berkunjung ke rumahnya. Ternyata orang tersebut adalah polisi.
"Apa benar ini rumah Ibu Sabrina?" Tanya polisi tersebut.
"Iya benar. Saya suaminya.." Jawab Dae.
"Saya ingin menginfokan, bahwa Ibu mobil yang di kemudi oleh Ibu Sabrina telah mengalami kecelakaan. Mobil yang di kemudi oleh Ibu Sabrina telah masuk jurang. Dan diperkirakan bahwa korban tidak selamat dari kecelakaan itu." Ungkap Polisi tersebut.
Dae mendengar itu, seketika tertunduk. Iya merasa lemas dan tidak punya tenaga. Rasa penyesalan memang datang terlambat.
Yeon juga segera datang ke rumah Dae. Iya melihat Dae bersimpuh menangis menangis mendengar berita pahit itu.
"Bang.. Lebih baik kita ke lokasi yul bang.. kita liat keadaan di sana.." Ucap yeon.
__ADS_1
Dae pun menuruti apa kata yeon. iya dan yeon segera ke lokasi kecelakaan.