Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Ada apa dengan yeon


__ADS_3

"Yeon capek kak.. Yeon tidak ingin diganggu hari ini!" Ucapnya datar tanpa menoleh ke arah kakaknya.


Sabrina hanya mengangguk.


"Ya, sudah.. kalau gitu kakak pulang dulu ya.. maaf kalau kakak sudah mengganggu kamu." Ucapnya.


Sabrina tidak terlalu lama ada di rumah Ibunya. Iya juga ingin bertemu dengan Niki, tapi berhubung Niki tidak ada, Sabrina langsung pulang.


"Sabrina, apa kamu tidak ingin sarapan disini dulu?" Tanyanya.


"Sabrina sudah sarapan di rumah bu.." Jawabnya.


Sabrina pun pamit pulang dengan perasaan sedikit kecewa. Yeon tidak seperti biasanya. Jika iya ada masalah langsung curhat kepada dirinya.


...****************...


Di perjalanan pulang, Sabrina masih memikirkan sikap adiknya yang berubah. Sembari menyetir sebuah mobil, Sabrina tidak fokus dalam menyetir.


Tiba-tiba ada orang yang lewat dengan membawa gerobak dagangan. Orang tersebut melintas di hadapan Sabrina yang sedang mengemudi mobil.


Sabrina kaget melihat orang yang melintas di depannya. Dengan segera, Sabrina menginjak pedal rem. Sabrina terdorong ke depan.


Beruntung saja, Sabrina tidak menabrak orang tersebut. Meskipun tragedi kecelakaan hampir dekat. Sabrina segera melepaskan sabuk pengamannya dan segera turun dari mobilnya.


Sabrina segera berlari ke orang tersebut.


"Bapak, ga apa-apa kan pak? Maafin saya ya pak.. Saya tidak sengaja." Ucap Sabrina.


"Tidak apa-apa mbak.. saya tidak apa-apa.. lain kali hati-hati ya mbak?" Ucapnya.


"Iya terimakasih pak.." Ujar Sabrina sembari mengusap dadanya.


Sabrina kembali masuk ke mobil. Sabrina pun melanjutkan perjalanannya ke rumah.


...****************...


Sesampainya di rumah, Sabrina langsung memasukkan mobilnya di garasi. Sabrina pun turun dari mobil dan langsung masuk ke rumahnya.


Sabrina berjalan ke arah sofa dan mendaratkan bokongnya di atas sofa. Sabrina membuang nafas kasar.


Tiba-tiba Sabrina teringat ucapan Bisma di restoran kemarin.


"Apa Bisma sudah mengatakan semuanya ke Yeon? Ga. Ga mungkin Bisma mengatakan semuanya ke Yeon. Sabrina, positif thinking Sabrina.. Mungkin Yeon sedang ada masalah.." Ucapnya mencoba menenangkan diri sendiri.


Untuk hari ini, Sabrina tidak ingin mengganggu Yeon dulu. Mungkin besok atau lusa Yeon sudah mulai tenang lagi hatinya.


Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi. Sabrina beranjak dari tempat duduknya lalu bergegas untuk membuka pintu.

__ADS_1


Ternyata yang datang adalah Dae Hyun suaminya. Seketika rasa kecewa itu hilang setelah melihat suaminya. Mungkin Dae lah yang dapat menenangkan istrinya itu.


"Sayang, kok sudah pulang?" Tanya sang istri.


"Iya sayang.. karena meeting sudah selesai." Jawabnya.


"Sayang, kamu sudah makan siang?" Tanya Sabrina.


"Belum sayang, kebetulan aku sangat lapar." Jawabnya.


"Ya sudah kita makan dulu yuk.." katanya menuju ke meja makan.


Di meja makan, sudah tersedia nasi, dan berbagai macam lauk. Sabrina ingin menarik kursi untuk suaminya supaya bisa duduk. Namun, Dae mencegahnya.


Dae yang menarik kursi untuk isterinya. Kemudian Dae mendudukkan istrinya itu.


"Kamu itu ratu di rumah ini.." Ucapnya membuat Sabrina tersenyum.


"Sayang, kamu bisa aja deh.." Ucapnya sembari tersenyum lebar hingga terlihat giginya yang pernik.


Mereka menikmati makan siang di rumah. Dae tidak betah jika lama-lama di kantor. Bawaannya ingin pulang cepat. Iya tidak sabar bertemu dengan istri tercintanya.


...****************...


Sudah satu minggu lamanya Yeon tetap tetap bersikap sama terhadap Sabrina. Sabrina mencoba untuk menghubungi Yeon berkali-kali. Namun, Yeon selalu ngereject telfon dari kakaknya.


Sabrina tidak bisa diam saja. Iya berniat untuk menemui adiknya itu. Mungkin saja sekarang Yeon berada di kantornya.


Sabrina segera bergegas menuju ke kantor Yeon menggunakan mobilnya. Tak lupa juga Sabrina berhenti di sebuah restoran, dan membelikan makanan kesukaan Yeon.


"Yeon, pasti senang.. Aku membawakan makanan kesukaannya." Ucapnya dalam hati dan sangat antusias.


...****************...


Sesampainya di kantor adiknya, Sabrina langsung menuju ke ruangan Yeon. Iya masuk ke ruangan Yeon begitu saja. Sabrina melihat adiknya itu yang sedang serius dalam bekerja.


Sabrina terlebih dahulu meletakkan makanan yang dibawanya itu. Sabrina menutup mata Yeon dengan kedua tangannya dari belakang.


Karena hal ini, sudah biasa Sabrina lakukan. Sontak Yeon langsung melepas tangan Sabrina dengan kasar. Yeon pun beranjak dari tempat duduknya, dan berbalik arah menghadap kakaknya.


"Bisa ga sih kak.. kakak itu ga usah ngagetin? Aku itu lagi serius kerja kak.. Bisa ga, sehari saja kakak untuk tidak ganggu Aku!" Ucapnya kasar. Mendengar ucapan yeon, sungguh membuat Sabrina terkejut. Sabrina menelan ludahnya sendiri. Kemudian berusaha untuk tetap tenang dan senyum.


"Maaf, kalau kakak sudah mengganggu waktumu. Yeon, awalnya kakak mau memberikan kejutan buat kamu. Kakak mengira, kamu akan senang jika kakak ke kantor kamu. Kakak bawain ini buat kamu. Kamu makan ya dek, ingat jangan lupa makan.." Ucapnya.


"....." Yeon hanya terdiam.


"Mending sekarang kakak pergi dari sini. Maaf jika Aku kasar sama kakak.. Aku sibuk kak.. Aku tidak ingin di ganggu." Ucapnya datar.

__ADS_1


Sabrina mengangguk samar, sembari menghela nafas panjang. Iya pergi dari kantor Yeon. Sabrina mempercepat langkahnya. Iya merasakan kecewa di hatinya.


Iya merasa Yeon telah berubah.


"Apa yang terjadi sama kamu dek?" Ucapnya dalam hati.


Sabrina pun melajukan mobilnya. Iya pulang dengan Perasaan kecewa.


Yeon adalah adik kesayangan Sabrina. Iya tidak ingin jika Yeon membencinya.


Sabrina sempat berfikir sejenak. Iya tidak langsung pulang. Iya ingin menemui seseorang terlebih dahulu.


Sabrina pun berbelok arah dan menuju ke kantor seseorang.


...****************...


Sesampainya di sana, Sabrina langsung memberhentikan mobilnya. Iya pun turun dari mobilnya. Dengan langkah yang cepat Sabrina menuju ke kantor Bisma.


Di depan pintu kantor Sabrina di hadang oleh security kantor.


"Maaf, Ibu ini siapa?" Tanya security.


"Saya temannya pak Bisma." Ucapnya.


"Apa Ibu ada janji dengan Bos kami?" Tanyanya lagi.


"Saya memang ada janji dengan Bos kalian. Ada hal penting yang harus diselesaikan dengannya." Ucapnya lagi.


Akhirnya security itu percaya dengan omongan Sabrina. Sabrina diijinkan masuk oleh security tersebut.


Sabrina pun mulai masuk ke kantornya. Dengan langkahnya yang cepat, Sabrina menuju ke ruangan Bisma.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Sabrina langsung membuka pintu ruangan Bisma.


Ternyata dalam ruangan Bisma ada Yeon juga. Sabrina terkejut melihat adiknya berada dalam ruangan Bisma. Sabrina semakin emosi.


Dengan langkahnya yang cepat iya berjalan menuju arah Bisma.


"Plak!" Sebuah tamparan melayang di pipinya.


Bisma menyentuh pipinya yang terkena tamparan. Yeon yang menyaksikannya terkejut. Iya membulatkan matanya yang besar diikuti dengan mulut yang terbuka.


"Apa yang sudah kamu perbuat sama adik Aku?" Ucapnya penuh emosi.


"Sabrina, maksud kamu apa? Aku ga paham!" Tanyanya, heran.


"Tidak usah pura-pura kamu. Aku tahu, kamu kan yang telah menghasut Yeon?" Ucapnya kesal.

__ADS_1


"Maksud kamu apa? Aku ga ngerti." Ucapnya.


__ADS_2