
Seperti biasa pagi hari, Dae bersiap-siap ingin pergi ke kantor. Sabrina sebagai istri membantu laki-laki yang menjadi suaminya itu merapikan pakaiannya. Bahkan membantu memasangkan dasi di leher suami.
Sabrina juga mengambilkan tas kerja suami. Setelah semuanya beres, Sabrina mengantar Dae sampai depan pintu.
Tit
Tit..
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari luar . Sabrina dan Dae merasa heran. Siapa pagi-pagi sudah membunyikan klakson mobil. Sabrina dan Dae saling pandang karena ada sebuah mobil hitam yang berhenti depan rumahnya.
Orang yang berada di dalam mobil tersebut pun membuka pintu mobilnya. Iya pun menurunkan kakinya terlebih dahulu. Sabrina terbelalak karena yang turun merupakan seorang perempuan.
Perempuan itu berjalan ke arah mereka berdua. Perempuan itu tak lain adalah Indri. Iya berdiri di hadapan Sabrina dan Dae.
"Hai Dae.. Kita berangkat bareng yuk?" Ajaknya dengan mengulas senyum.
"Siapa perempuan ini? Klien kamu?" Tanya Sabrina. Sabrina juga memandangi Indri dari bawah hingga atas.
"Bukan, Dia hanya rekan kerja." Jawabnya.
"Siapa wanita ini Dae? Pembantu kamu ya?" Ucapnya asal.
Sabrina terbelalak mendengar pertanyaan Indri. Dae hanya tersenyum kecil melihat raut wajah Sabrina. Dae pun meraih tangan sang istri dan menggandeng nya.
"Perkenalkan, ini adalah istriku." Ucapnya dengan senyum.
"Oh, Istri kamu ya? Tapi kok penampilannya seperti babu sih?" Ledek nya.
"Mungkin bagi kamu pembantu, tapi bagi Aku Dia bidadari. Jangan sekali-kali menyebut istri saya pembantu, paham! Kamu bukan siapa-siapa saya." Sungut Dae.
"Hah.. terserahlah.. Kita berangkat bareng yuk?" Ajaknya lagi.
"Aku bisa berangkat sendiri! Siapa juga yang meminta kamu datang kesini?" Ucapnya lagi.
"Dae, kita ini partner kerja.. Apa salahnya sih kita berangkat bareng?" Ucapnya Indri.
"Kita memang partner kerja, tapi itu di bisnis. Kalau di luar itu, kamu bukan siapa-siapa. Jadi tolong, jangan berlebihan.." Jawab Dae tegas.
Indri pun berbalik dengan kesal. Iya berangkat sendiri. Dan segera melajukan mobilnya. Sabrina dan Dae memandangi mobil Indri yang sudah melaju.
Sabrina melihat ke arah suaminya. Dae juga melihat istrinya. Mereka saling pandang.
"Siapa sih perempuan itu sayang?" Tanya Sabrina baik-baik.
"Dia itu Indri.. Aku sempat ada hubungan dulu dengannya ketika di hongkong. Tapi, kita sudah lama Ga putus kontak sebelum Aku bertemu dengan kamu lagi sayang.." Jawabnya jelas.
Sabrina hanya manggut-manggut tanda memahami apa kata suaminya. Dae pun pamit kepada istrinya untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat, Dae terlebih dahulu mencium kening istrinya.
__ADS_1
Sabrina tersenyum kepada suaminya. Dan melambaikan tangan kepadanya. Iya memandangi mobil sang suami yang melaju sedang.
Setelah tidak terlihat, Sabrina pun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.
...****************...
Di kantor, Indri mulai membantu pekerjaan Dae. Iya membantu mengerjakan perihal tentang tender nanti.
Di suatu luang, Indri berusaha mengambil kesempatan agar dapat dekat dengan Dae. Indri pun memikirkan cara agar iya dekat dengan Dae. Akhirnya sebuah ide muncul dalam pikirannya.
Indri pergi keluar ruangan sebentar. Tak lama Iya datang lagi dengan membawa sebuah kopi susu. Karena Indri masih ingat tentang kesukaan Dae.
"Dae, ini Aku buatin kopi susu kesukaan kamu.." Ucapnya.
"Hem.." Jawabnya cuek.
Indri pun mulai menaruh kopi susu tersebut di meja kerjanya Dae. Dengan sengaja, Iya pura-pura tersandung dan jatuh di pangkuan Dae.
"Au.." Teriaknya.
"Kamu itu apa-apaan Indri?" Sungutnya.
"Sorry- sorry.. Aku ga sengaja, tadi kaki Aku kesandung kaki meja.." Ucapnya. Iya sengaja menempelkan bibirnya yang ber lipstik di baju Dae agar dapat menimbulkan bekas bibir.
Iya juga sengaja menyelipkan sebuah lipstik dalam saku jasnya.
"Ya maaf, kan Aku ga sengaja.." Jawabnya pelan.
"Lain kali ga usah buatin Aku kopi! Lagian Aku juga ga butuh kopi buatan kamu.." Sungutnya.
"Kan niat Aku baik, Aku bikinin kamu karena Aku juga bikin.. Masak iya Aku mau minum sendiri.. kan ga enak juga.. Kalau kamu ga suka ya ga usah ketus gitu dong jawabannya.. Lagian Aku ga sengaja.." Protesnya.
Dae hanya terdiam mendengar protes dari Indri. Sementara Indri hanya senyum-senyum sendiri karena rencananya telah berhasil.
"Mampus kamu. Aku yakin, pasti setelah ini kamu akan bertengkar hebat dengan istri kamu di rumah.." Pikirnya dalam hati sembari menyunggingkan bibirnya.
Indri terus saja dekat-dekat dengan Dae. Iya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dae merasa tidak nyaman karena Indri terus saja ingin nempel dengannya.
"Bisa ga sih.. kamu jaga jarak dengan Aku?" Tegur Dae.
"Ya kan Aku mau tanya ini ke kamu.." Sanggah nya.
"Kamu tahu etika kerja kan? Katanya kamu pintar.. kenapa harus bertanya?" Ucapnya lagi.
"Cek.." Iya berdecak kesal lalu menghindar dari Dae.
Waktu jam istirahat kantor pun telah telah tiba. Saatnya untuk mereka yang bekerja makan siang.
__ADS_1
"Dae, kita makan siang di luar bareng yuk?" Ajak Indri.
"Ga perlu.. Aku bisa pesan.." Tolak nya.
"Kamu mau makan apa? Biar Aku pesankan ya?" Tawarnya.
"Aku ga butuh! Aku bisa pesan sendiri.." Tolaknya lagi.
Lagi-lagi Indri merasa kesal, karena ditolak mentah-mentah sedari tadi oleh Dae Hyun.
"Hai sayang.." Tiba-tiba saja Sabrina datang dengan membawa rantang makanan.
"Hai juga sayang.." Sambut sang suami dengan penuh senyuman.
Dengan sengaja Sabrina memeluk suaminya dengan manja. Dae juga mengecup kening istrinya di depan Indri. Indri yang melihat adegan itu, merasa semakin panas.
"Sayang, kamu pasti lapar ya? Ini Aku bawain makanan kesukaan kamu.." Ucapnya sembari memberitahu makanan yang dibawanya.
"Tahu aja kalau Aku lagi lapar.. Istri terbaik.." Ucap Dae.
Sabrina pun membuka rantang makanan tersebut. Iya menyiapkannya untuk suaminya.
"Perlu Aku suapin ga sayang?" Ucap Sabrina.
"Perlu dong sayang.." Jawab Dae. Sabrina pun menyuapi suaminya itu dengan lembut.
Indri yang melihatnya semakin merasa panas. Karena muak dengan kemesraan mereka, akhirnya Indri memilih untuk keluar ruangan.
...****************...
"Sialan! Berani-beraninya mereka bermesraan di hadapan Aku.. Awas aja mereka.." Gerutunya sembari melangkahkan kakinya dengan cepat.
Buk!
Tiba-tiba Indri menabrak seorang karyawan.
"Aduh.. Maaf mbak, saya ga sengaja.." Ucap karyawan tersebut.
"Kamu itu kalau jalan liat-liat dong," Tegur nya.
"Aku ga sengaja mbak.. maaf.." Ucap karyawan tersebut.
"Apa? Kamu panggil saya mbak? Saya itu atasan kamu.. panggil Ibu dong.." Kata Indri dengan sombongnya.
"Ehem.. Sejak kapan kamu menjadi atasan di kantor ini? Setahu saya atasan di kantor ini adalah Dae Hyun.." Ucap Sabrina tiba-tiba muncul.
Indri menoleh ke arah Sabrina Iya menatap Sabrina dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Maksud Aku, calon.." Ucap Indri dengan percaya diri.