Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Sabrina bertemu Dae Hyun


__ADS_3

"Siapa Dia sebenarnya?" Gumamnya.


Semua tamu undangan sudah hadir. Termasuk Sabrina dan Bisma. MC memulai sudah memulai acaranya. Tiba-tiba, Sabrina seperti merasakan sesak di dadanya.


"this is our first appearance, Dae Hyung and friends." Sambutan dari MC.


Sabrina seketika terkejut ketika mendengar nama Dae Hyung. Sabrina ternganga, perasaan senang dan sedih ketika mendengar nama itu disebut.


Dae Hyung melambaikan tangannya sambil tersenyum. Sabrina hanya memandangi Dae Hyung dan ikut bertepuk tangan. Sabrina tersenyum kembali.


Kemudian MC tersebut juga memanggil nama Bisma dan Sabrina. Sabrina dan Bisma pun menaiki panggung. Mereka juga melambaikan tangan kepada penonton. Dae Hyung juga terkejut ketika melihat Sabrina dan Bisma.


"Kenapa Sabrina bisa bersama Bisma?" Gumamnya. Tapi Dae Hyung juga bertepuk tangan. Sabrina pun berjalan melewati Dae Hyung. Sabrina menundukkan wajahnya.


Dan bertepatan, Sabrina berdiri di samping Dae. Sabrina berusaha untuk tenang. Sabrina berusaha bersikap profesional. Dada Sabrina terasa sesak kembali. Namun, Sabrina tetap berusaha tenang dan menahan.


MC pun meminta Sabrina dan Bisma untuk bernyanyi. Dan MC juga meminta grup Dae Hyung juga berkolaborasi dengannya. Demi keprofesionalan, Mereka dapat bekerja dengan baik.


Sabrina pun maju untuk bernyanyi. Namun, tiba-tiba suaranya hilang. Para penonton tertegun. Sabrina tidak dapat mengeluarkan suaranya. Bisma pun menghampiri Sabrina.


"Sabrina, are you ok?" Tanya Bisma.


"Ok👌👍" Jawab Sabrina.


Sabrina pun kemudian berusaha tenang menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya. Sabrina pun menata miknya kembali.


"Cek, cek.." Suara Sabrina dapat keluar.


Sabrina menyanyi dengan menggunakan perasaan. Sabrina benar-benar menghayati lagu tersebut. Bahkan tidak terasa air mata Sabrina menetes. Semua penonton bertepuk tangan.


MC. pun juga kagum dan bertepuk tangan. MC tersebut memuji Sabrina. Kemudian iya memeluknya.


"Wow, Your voice is very good.." Ujarnya.


"Thankyou.." Jawab Sabrina.

__ADS_1


"Sabrina, you realy appreciate.." Puji MC.


"Do You have a boyfriend?" Tanya MC.


Sabrina menunduk saja, Iya bingung harus jawab apa. Iya melirik ke arah Dae Hyung. Dae Hyung tidak melirik ke arahnya. Iya melihat ke arah lain.


"No. I Don't have." Ujarnya.


"Is There someon spesial in youre heart?" Tanya MC itu lagi.


"Yes, there is." Jawabnya.


"Do you sing for him?" Tanya MC lagi.


"Yes it is." Jawabnya singkat.


Sabrina pun langsung menuruni panggung. Dae Hyung memperhatikan Sabrina secara diam-diam. Sabrina yang melewati Dae, sama sekali tidak melirik ke arahnya.


Selesai acara, Sabrina berencana kembali ke hotel. Iya langsung keluar dari gedung. Sabrina mencari-cari Bisma namun tidak ada. Sabrina tidak sengaja melihat Dae dan seseorang seperti sedang adu mulut.


Sabrina melihat lebih dekat dan mengintip di balik mobil. Sabrina memperhatikan lebih jelas.


"Sampai kapan pun lo ga akan bisa ngalahin gue.. Dasar mafia pengecut." Kata Bisma.


"Ternyata, Bisma itu.. Jadi Dia adalah musuh Dae?" Sabrina mendengar semuanya. Sabrina ingin melabrak Bisma, Namun iya urungkan niatnya.


"Aku ga boleh gegabah, lebih baik Aku pura-pura tidak tahu saja." Pikir Sabrina.


Sabrina terus memantau Bisma dan Dae Hyun. Sabrina tidak ingin jika sampai Dae Hyun terluka. Sabrina juga melihat Bisma sedang memanggil anak buahnya. Sabrina membulatkan matanya yang besar.


"Dae, ga akan mungkin dapat melawan mereka. Dasar pengecut mereka. Aku harus membantu Dae." pikirnya. Sabrina pun menyamar sebagai laki-laki. Iya berpakaian seperti pria. Iya mengganti bajunya dengan celana hitam, dan baju hitam. Dan juga menggunakan penutup wajah seperti cadar


agar Dae dan Bisma tidak mengenalinya.


Sabrina masih memantau mereka. Akhirnya Dae Hyun terkalahkan oleh mereka. anak buah Bisma memegangi tangan Dae, Sabrina melihat Bisma memegang pisau beracun di tangannya.

__ADS_1


Bisma mulai mendekat ke arah Dae Hyun. Dengan cepat, Sabrina pun melompat dan segera menendang Bisma dari belakang. Bisma langsung terjatuh, dan segera menoleh ke arah Sabrina. Bisma langsung berbalik menyerang Sabrina dengan pisau itu. Dengan cekatan, Sabrina pun menepis pisau dari tangan Dae, Dan pisau itu langsung melayang ke atas. Sabrina langsung menangkap pisau tersebut.


Sabrina langsung mengarahkan pisau itu kepada Bisma. Bisma dan anak buahnya menjadi gugup. Sabrina terus mendekat ke arah mereka. Mereka mundur secara perlahan-lahan. Sabrina pun langsung menarik tangan Bisma lalu menjerat lehernya dengan pisau itu. Bisma tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Lepasin Dia! Jika kalian tidak ingin bos kalian mati disini." Ancam Sabrina.


Mereka pun melepaskan Dae Hyun. Sabrina langsung mendorong Bisma kepada anak buahnya.


"Siapa kamu?" Tanya Bisma.


"Siapa Aku tidak penting. Aku hanya tidak suka kejahatan." Jawab Sabrina.


Bisma memberikan kode kepada anak buahnya untuk menyerang balik Sabrina. Mereka menuruti perintah Bisma. Mereka menyerang Sabrina dan Dae Hyun.


Bisma menyerang Sabrina karena ingin merebut pisau itu dari tangan Sabrina. Namun, Bisma sangat kesulitan merebut pisau itu. Sabrina dengan mudah mengalahkan Bisma. Sabrina pun mengingat waktu lalu ketika pisau itu melukai dirinya.


"Awas..." Teriak Dae Hyun. Dengan cepat Sabrina menoleh ke belakang.


Dengan lincahnya Sabrina dapat melawan Mereka. Terpaksa Sabrina menggunakan pisau beracun itu untuk melawan mereka. Sabrina dengan beraninya menggoreskan pisau tersebut ke kulit mereka. Satu persatu dari mereka terkapar.


Hanya tinggal Bisma yang masih baik-baik saja. Bisma melihat semua anak buahnya Terkapar dan tidak berdaya. Mereka sudah terkena pisau beracun. itu. Sabrina pun langsung mengarahkan pisau itu kepada Bisma.


"Apa kamu mau menelfon anak buahmu lagi?" Ujarnya.


"Ampun, jangan bunuh saya.. Saya menyerah." Ujarnya sambil angkat tangan. Sabrina pun tersenyum dan langsung menyuruhnya pergi. Bisma langsung berlari menuju mobil dan langsung melajukan mobilnya.


Sabrina menghampiri Dae Hyun. Dan menatapnya. Dae Hyun memperhatikan dengan jelas mata Sabrina. Dae Hyun dapat mengenali matanya.


"Sabrina?" Tebak Dae. Sabrina pun menunduk.


"Siapa Sabrina? Saya tidak kenal. Kamu salah menebak orang. Sebaiknya kamu langsung pulang. Karena tempat ini tidak baik bagi kamu." Ujarnya. Sabrina pun langsung pergi meninggalkan Dae. Dae memperhatikan dari belakang.


Dae Hyun yakin kalau itu adalah Sabrina. Karena Dae Hyun sangat mengenali Sabrina. Dae Hyun pun langsung mengejar Sabrina dan menarik tangannya. Dae Hyun langsung membuka cadar Sabrina.


"Ternyata benar dugaan Aku, Kamu Sabrina.." Kata Dae. Sabrina hanya tertegun melihat Dae Hyun mengetahui dirinya. Sabrina pun langsung memalingkan wajah.

__ADS_1


"Maaf, Aku harus kembali ke hotel." Sabrina langsung ingin pergi begitu saja. Namun, Dae Hyun menahan Sabrina.


"Biar Aku antar kamu.." Anaknya. Dae Hyun pun mengantar Sabrina sampai depan hotel. Sebenarnya Sabrina merasa senang karena Dae mengantarnya sampai hotel.


__ADS_2