Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Ep.8


__ADS_3

Hari minggu telah tiba,Abdipun berencana mengajak syifa jalan jalan di sore hari dan syifa pun menerimanya dan meminta pada abdi agar ia mengizinkan Syifa membawa teman temannya yaitu,Yani,Uli,dan titi.mereka mendatangi tempat yang biasa saja tanpa karcis namun ramai sekali,di situ terdapat para pedagang dan para anak muda.Abdi dan syifa menaiki sepeda motor supra x keluaran jaman dulu,sepanjang perjalanan motornya selalu bunyi suuutt sutttt,tapi syifa terlihat biasa saja hanya menanyakan "motornya kenapa di?"tanya syifa.


"Ini kampas remnya habis jadi bunyi kaya gini kamu malu ya,,,maafin aku ya syif"tanya abdi pada syifa dengan rasa bersalah


"Enggak kok di santai aja,aku seneng kok bisa jalan sama kamu"jawab syifa dengan lembut


Di sana pemandangannya hanya sawah,rel.kereta dan danau,mereka pun sangat menikmati suasana sore itu,lalu mereka mengambil potret gambar mereka sisil dan abdi hanya duduk manis saja melihat kebahagiaan para sahabatnya.


Lalu Yanipun menawarkan diri untuk memotret mereka berdua,dan mereka pun menerima tawaran Yani.saat mereka sedang melakukan potret tiba tiba uli mengangkat tangan Abdi ke pundak Syifa merekapun diam tanpa kata dan ulipun membuka pembicaraan,"sudah lanjutkan fotonya kan kalo fotonya begini jadi terlihat lebih swit bukan"ucap yuli pada mereka berdua


Setelah selesai berfoto kamipun pulang karena hari sudah mulai senja,mereka bertigapun pulang paling dulu di depan,dikarenakan motor abdi tidak bisa ngebut sama sekali di tengah perjalanan hujan besar di sertai petir,dan keadaan motor nampak berbeda merekapun turun dan mengecek keadaan mptornya dan ternyata Gir motornya retak,terpaksa mereka harus berjalan kaki tanpa menggunakan jas hujan mereka mencari bengkel motor yang masih buka dengan setelah berjalan sejauh 1 kilometer akhirnya mereka menemukan sebuah bengkel kecil di sebrang jalan,merekapun langsung menyebrangi jalan dan memperbaiki motornya di bengkel tersebut.


"Mas ini girnya retak,harus di ganti"ujar tukang bengkel


"Yaudah pak di ganti saja"jawab abdi


Tukang bengkelpun menggati gir motor abdi


"Kamu dingin"tanya Abdi ke syifa


"Iyah"jawab syifa menggigil


"Bu pesen susu angetnya dua ya"ucap abdi kepada ibu warung

__ADS_1


"Iya mas tunggu sebentar yaaa"jawab ibu tukang warung


Merekapun meminum susu hangat dengan wajah saling tatap muka dan senyum manis


"Maafin aku ya syif"ucap abdi merasa bersalah


"Iya enggak papa di santai aja"jawab syifa dengan memegang gelas susu di kedua tangannya lalu syifapun kembali meneguknya


Akhirnya motornyapun sudah jadi dan abdi membayar semua kerusakan motornya pada tukang bengkel,hujanpun masih sangat deras namun hari sudah mulai petang.Dan mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan,dengan tubuh dingin dan kaku abdi masih tetap mengemudikan motornya sedangkan syifa hanya terdiam sambil memeluk erat tubuh abdi.sesampainya di rumah syifapun di marahim oleh ibunya.


"Kamu jam segini baru pulang dari mana saja kamu,sudah basah kuyup pula,cepat mandi dan ganti baju sana"ucap sang ibu dengan nada tinggi


"Habis main bu,iiiiyaaa bu"syifapun langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya,selesai mandi syifa mendapati pesan dari abdi,"kamu di marahin tidak?"tanya abdi


Setelah 2 bulan jadian Abdi mengajak syifa jalan jalan ke suatu tempat bersama teman temannya(Abdi syifa,ahmad almira,julio salsa,didit fatma,fajar nanda,abdul aisyah,ilham keyren,dodi halimah,agus mifta) merekapun semuanya berpasangan.salah satu teman abdi mengusulkan untuk pergi ke suatu tempat,tempat yang di tuju ialah bukit kali mati,tidak ada yang tahu tempat ini,kita hanya mengandalkan google maps saja.jalanannya terjal penuh bebatuan,berkabut dan sepi.dengan kondisi yang seperti ini kita semua tetap memaksakan untuk naik dan akhirnya kita menemui beberapa petani dalam pegungunan tersebut.


Saat semuanya telah sampai di atas di tempat yang kita tuju,ternyata di situ hanya ada satu vila entah ada penghuninya atau tidak yang jelas hanya kelompok kami yang ada di tempat ini.


Tidak lama Kemudian ada salah satu suara temannya minta tolong dan abdi mengecek satu persatu teman temannya ternyata ada salsa dan julio yang belum sampai puncak,semua laki laki bergegas turun lari mencari sumber suara tersebut,sementara yang perempuan berjalan hati hati menuju bawah saat sampai di tempat gubuk sepi abdi menyetop para perempuan untuk menggu di sini saja sementara para lelaki semuanya turun.


Dan akhirnya abdi dan kawan kawan berhasil membawa julio dan salsa.dan kita pun menanyakan hal yang terjadi.kenapa kenapa?


mereka hanya jatuh mungkin karena jalannya "terjal dan motornya besar jadi tidak bisa menyeimbangkannya"jawab didit teman abdi

__ADS_1


"mereka tidak apa apa kan"tanya aisyah


"iya tidak apa apa"


"syukurlah"mereka semuapun merasa lega lalu,mereka sama sama menuju puncak yang ada vilanya tersebut.


Sesampainya disana kita kita berpasang pasangan ada yang sedang berfoto,ada yang sedang ngobrol,ada yang sedang bercanda dan lain sebagainya.


Jam masih menunjukan jam 11.30 tapi suasananya bagaikan hendak ba'da magrib,tapi untungnya ada beberapa pengunjung lain yang datang juga.suasananya gelap,mendung,dan gerimis.


Lama kelamaan gerimisnya berubah menjadi hujan kita semua yang ada di situpun berteduh di sebuah vila kecil.badainya begitu besar,Angin dan guntur jangan di tanya lagi,suasana di luar semakin menyeramkan,pintu vila tertiup oleh angin kencang dengan begitu kencangnya,gubrak gubrak gubrak(suara pintu tertiup angin)kitapun hanya bisa berdoa memohon keselamatan dan hujannya di redakan.


Tepat jam 12.00 abdi membuat clu pada teman temannya untuk mengambil wudhu dan menyegerakan sholat.merekapun bergantian ambil wudhu setelah semuanya selesai salah satu teman abdi langsung iqomah.dan abdi memimpin sholat dzuhur.saat semuanya selesai sholat merekapun berdoa memohon pertolongan.


Setelah 2 jam hujan badaipun berhenti,dan mereka bergegas keluar dan pulang.Di tengah perjalanan sepeda motor yang di tunggangi oleh almira dan ahmad pun mengalami kebocoran ban.dengan terpaksa semua wanita turun dari motor yang di tungganginya dan berjalan kaki semua,sementara para pria lainnya menunggangi motor dengan kecepatan sangat pelan di belakang para wanita.Abdipun merasa kasihan kepada para wanita termasuk wanitanya jika harus menuruni pegunungan dengan jalan kaki,akhirnya abdi memutuskan semua nya kembali ke motornya masing masing sementara almira ikut dengan syifa dan abdi.posisi mereka tetap sama di belakang ahmad yang sedang mendorong motornya,sesampainya di jalan raya,adrianpun menyetep motor ahmad hingga ke bengkel.


Sesampainya di bengkel,ahmad menyerahkan motornya ke tukang bengken dan segera di perbaiki,sementara beberapa teman lainnya izin pamit pulang karena hari sudah mulai senja abdi dan ahmad meng iyakan


"Hti hati"


"Iyah"


Lima belas menit sudah akhirnya motornyapun berhasil di perbaiki,dan kita bersegera pulang.

__ADS_1


__ADS_2