
"Ya sudah, kalau memang ga ada apa-apa. Aku lega! Maaf kalau Aku sudah memaksa kamu.." Ucapnya sedikit kecewa.
Dae sadar kalau perkataannya begitu kasar. Dae menyesal dengan apa yang telah dia ucapkan kepada istrinya itu.
"Sayang, Aku minta maaf ya.. Aku kasar.. Aku khilaf." Ucapnya.
"Ga apa-apa kok sayang.. Aku mengerti kok.. pasti kamu lagi banyak pikiran ya? Mas.. maafin Aku ya.. kalau lancang terus bertanya. Tapi, karena Aku ga mau kamu nyimpan beban sendirian." Ucapnya tulus.
Dae langsung memeluk istrinya itu. Iya mengecup kepala sang istri. Dae hanya tidak ingin Sabrina menjadi takut dan terbebani.
...****************...
"Sayang.. Aku berangkat ke kantor dulu.. ya..?" Pamit Dae.
"Iya sayang.. Hati-hati ya.. di jalan?" Nasehatnya.
"Iya sayang.. ingat ya.. jangan kemana-mana ok?" Ucap Dae.
"Ok sayang.." Kata istrinya.
Dae pun berangkat ke kantornya. Sabrina mengantar Dae sampai depan pintu. Iya pun melambaikan tangan kepada suaminya.
Setelah suaminya berangkat, Sabrina pun masuk ke dalam rumahnya. Sabrina langsung ke kamarnya.
Tiba-tiba HP Sabrina berdering. Sabrina meraih HP nya dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata itu adalah Yeon.
"Halo dek, ada apa?" Tanya Sabrina
"Kakak ada di rumah ga?" Tanya Yeon.
"Iya kenapa dek?" Tanya Sabrina lagi.
"Aku mau ke sana kak.. boleh kan?" Ucap Yeon.
"Ya, boleh dong dek.." Tutur Sabrina. Dan mereka pun mengakhiri obrolannya di telfon.
Selang beberapa menit, terdengar suara bel rumah. Sabrina yang mendengar suara bel langsung bergegas membuka pintu.
"Cepat banget itu anak sampai sini." Ujarnya sambil berjalan ke arah pintu.
Sabrina mulai membuka pintu tersebut. Dan tiba-tiba, seseorang memukul Sabrina. Segerombolan orang membawa Sabrina.
Beruntung seorang pembantu di rumah Sabrina mengetahui bahwa Sabrina di culik. Sehingga pembantu tersebut berteriak. Sayangnya penculik itu malah menembak tepat di dada pembantu Sabrina.
Sebuah mobil yang melaju kencang telah membawa Sabrina.
Tak lama, Yeon datang. Setalah Yeon turun dari mobil, Yeon melihat semua penjaga rumah sudah terkapar. Yeon melihat ke arah pintu. Pintu sudah terbuka. Yeon langsung bergegas ke dalam.
__ADS_1
Yeon terkejut ketika melihat pembantu Sabrina tergeletak dengan bekas tembakan. Setelah dicek, Ternyata pembantu tersebut sudah tidak bernyawa.
Yeon langsung teringat kepada kakaknya. Yeon langsung saja mencari kakaknya di setiap ruangan. Ternyata Sabrina tidak juga ditemukan.
Yeon segera menghubungi suami kakaknya. beruntung saja Dae Hyun tidak terlalu sibuk. Yeon menceritakan apa yang telah terjadi di rumahnya.
Mendengar laporan Yeon, Dae sangat terkejut. Dae segera mengakhiri telfonnya. Dae segera pulang untuk melihat keadaan.
...****************...
Sesampainya di rumah, Dae sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi. Dae langsung masuk ke rumahnya. Iya semakin terkejut dengan apa yang dilihatnya. Iya melihat pembantunya sudah tergeletak tidak bernyawa.
Dae mencari sosok istrinya.
"Aku juga ga tahu bang.. Kak Sabrina memang sudah tidak ada." Ucap Yeon.
"Apa? Ya, ampun.. kemana Sabrina? Dimana dia?" Ucapnya bingung.
Dae mencoba menghubungi istrinya itu. Terdengar suara HP berbunyi. Dae melihat sekitar ternyata HP istrinya tergeletak di lantai luar. Dae mengakhiri panggilannya. Dan mengambil HP tersebut.
Dae sudah menduga bahwa Sabrina telah diculik. Dae sangat marah iya meremas tangannya dengan geram.
Dae sangat marah. Iya pun langsung bergegas untuk menemui seseorang.
"Bang, tunggu bang?" Panggil Yeon. Tapi, Dae tidak menghiraukan panggilan Yeon. Tentu saja Yeon mengikutinya dari belakang.
...****************...
Bisma sangat terkejut melihat Dae Hyun dengan wajah yang menyeramkan. Bisma ternganga melihat kedatangan Dae dengan langkah kaki yang begitu cepat.
"Dimana lo sembunyikan istri saya?" Tanyanya penuh amarah sembari menarik kerah baju Bisma.
"A-apa maksud kamu?" Tanyanya gelagapan.
"Cepat katakan! Dimana kamu sembunyikan istri saya?" Bentuknya.
"Sa-saya ga tahu dimana istri kamu! Kamu jangan asal nuduh." Ucapnya terbata-bata.
Karena merasa muak dengan jawaban Bisma, Dae pun menjadi gelap mata. Iya menghempaskan Bisma ke lantai. Hingga Bisma mengadu kesakitan.
Bisma berjalan mundur dengan cara ngesot. Iya sangat ketakutan dengan kemarahan Dae. Dae ingin agar Bisma mengaku perbuatannya.
Namun sayang, Bisma tetap saja tidak ingin mengakuinya. Dae semakin emosi dan ingin menghajarnya sekali lagi.
"Stop bang!" Yeon berusaha menghentikan kakak iparnya itu. Iya menahan tangan Dae.
"Bang, jangan main hakim sendiri bang.. nanti abang yang akan terkena hukum.." Nasehat Yeon.
__ADS_1
"Tapi, orang ini sudah menculik istriku yeon." Ucap Dae masih emosi.
"Bang, ini hanya merugikan abang.. emosi tidak akan menyelesaikan masalah bang.." Ujarnya.
Yeon berhasil menenangkan hati Dae kembali. Dae akhirnya melepaskan cengkraman nya. Yeon membawa Dae pulang. Yeon meminta Dae untuk berfikir lebih jernih lagi.
...****************...
Sabrina mulai sadar dari pingsannya. Iya Perlahan-lahan membuka matanya. Sabrina terkejut. Iya mendapati dirinya sedang duduk di kursi dalam keadaan terikat dan mulut dilakban.
Sabrina berusaha memberontak dan ingin melepaskan diri. Namun, tenaganya sangat kecil. iya tidak dapat melepaskan ikatannya yang kencang itu.
Beberapa orang dengan bertubuh besar datang mengelilingi Sabrina. Sabrina melihat mereka satu persatu.
Sabrina ingin mengatakan sesuatu. Sayangnya, iya tidak dapat berkata apa-apa. Karena mulutnya telah tertutup.
Tab
Tab
Tab
Seseorang datang dengan langkah santai. para anak buahnya memberikan jalan untuknya. Iya ternyata seorang perempuan. Perempuan itu Sabrina sangat mengenalinya. Perempuan itu kemudian meminta anak buahnya untuk membuka lakban di mulut Sabrina.
"Tante? Buat apa tante nyulik saya? Apa mau tante?" Tanya Sabrina tidak mengerti.
"Kamu tenang saja sayang.. Saya tidak akan menyakitimu.." Ucapnya. dengan mengelus lembut pipi Sabrina.
Yah, perempuan itu adalah angel. Angel kemudian menyuruh anak buahnya untuk menelfon adiknya yaitu Yeon. Sabrina pun dapat menangkap maksud dari tantenya.
"Jangan-jangan, ini akal licik tante untuk mencelakai Yeon.." Gumamnya.
Sesuai perintah Angel anak buahnya segera menghubungi Yeon.
Selesai menghubungi Yeon, mereka membuat Sabrina pingsan lagi.
...****************...
"Sial! Berani-beraninya orang itu menyakiti istriku!" Ucap Dae.
Dae dan Yeon pun segera bergegas untuk menemui mereka.
Sesampainya di sana, mereka sangat terkejut melihat Sabrina duduk di atas tengah-tengah kolam dengan keadaan terikat. Yang sudah siap menjadi santapan para buaya.
Sabrina tidak menyangka, kalau tantenya setega itu. Demi misinya. Sabrina menangis ketakutan Karena di kolam sudah berkumpul buaya yang siap menerkam.
"Hahaha.." Terdengar suara perempuan yang tertawa.
__ADS_1
Dae dan yeon menoleh ke arah perempuan itu.
"Kamu tidak ingin kakak kamu celaka kan? Kalau begitu, kamu sendiri yang harus turun menyelamatkan kakakmu. Kalau tidak, remot ini akan siap untuk menerjunkan kakakmu ke kolam itu. Hahaha.." Ancam Angel.