
"Kamu ada di rumah sakit Singapura.. Kamu habis melakukan operasi sayang.. Maafin Aku sekali lagi.." Mengelus kepala Sabrina dan mencium tangannya.
"Operasi apa?" Sabrina tidak mengerti. Dae pun menjelaskannya. Dae menyuruh Sabrina untuk istirahat dan tidak berfikir apa-apa.
Tiga hari sudah berlalu Sabrina di rumah sakit. Dan waktunya dokter membuka perban wajahnya. Perlahan-lahan Dokter membuka perban wajah Sabrina. Setelah selesai, Sabrina dihadapkan ke sebuah cermin.
Dokter dan perawat sangat takjub melihat wajah Sabrina. Terlebih lagi Dae Hyung dan Angela. Mereka terkejut melihat wajah Sabrina yang sempurna.
Sabrina memandangi wajahnya sendiri. Dan Sabrina pun meraba wajahnya sendiri. Sabrina tersenyum ketika melihat wajahnya. Akhirnya Dia sembuh dari lukanya.
Angela memeluk Sabrina dan Angela sangat terharu. Angela pun memberikan kesempatan untuk Dae dan Sabrina berbicara. Dae tersenyum melihat kekasihnya yang sudah sembuh. Dae pun memeluk dan mencium kepala Sabrina.
"Terimakasih, kamu selalu sport Aku.." Kata Sabrina. Dan langsung ditutup dengan telunjuknya oleh Dae Hyung.
"Sayang, harusnya Aku yang minta maaf. Aku tidak dapat menolong kamu diwaktu kecelakaan itu.. Maafin Aku." Ujar Dae.
Sabrina pun hanya tersenyum dan menyuruh Dae untuk tidak menyalahkan diri sendiri.
...****************...
Keadaan Sabrina sudah membaik dan Sabrina pun sudah pulang ke Indonesia. Kini wajah Sabrina semakin cantik dari sebelumnya.
"Sayang, istirahat dulu ya.. Jangan kuliah dulu.. Kamu belum sehat." Saran Dae.
"Iya sayang.." Sabrina tersenyum.
Sabrina sudah merasa lebih enakan. Iya mulai masuk kuliah kembali. Kali ini, penampilan Sabrina lebih berbeda sedikit. Iya menerapkan ajaran Dae Hyung waktu lalu.
Dae menunggu Sabrina dari luar. Ketika Sabrina keluar, Dae tertegun dengan penampilan Sabrina. Sabrina menggunakan baju yang dibelikan oleh Dae.
Dae memandangi Sabrina dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dae Hyung melongo melihat penampilan Sabrina. Sabrina lebih terlihat elegan dan modis dari sebelumnya.
Dae Hyung pun langsung membukakan pintu mobil untuk Sabrina. Dae Hyung sesekali melirik kekasihnya itu.
__ADS_1
Sesampainya di kampus, Dae membukakan lagi mobil untuk Sabrina. Sabrina pun turun dari mobil. Dan Sabrina berjalan dengan langkah gontai, cool dan berdamage.
Semua cowok-cowok kampus melirik Sabrina tidak berkedip. Sabrina menjadi pusat perhatian cowok kampus.
Sementara Melisa dan teman-temannya merasa senang karena Sabrina mengalami kerusakan di wajahnya. Melisa tidak sabar ingin menjadikan Sabrina sebagai bahan bully.
"Saya yakin, pasti cowoknya Dia akan ninggalin Dia.. Haha.." Ujar Melisa kegirangan.
Sabrina pun mendengar percakapan mereka. Sabrina dengan tersenyum sinis langsung berjalan mendekat ke arah mereka.
"Siapa yang ditinggalin?" Suara Sabrina mengagetkan mereka. Seketika mereka langsung menoleh ke arah Sabrina. Mereka melongo melihat Sabrina. Terlebih lagi dengan melisa. Melisa memandangi Sabrina dari bawah hingga atas.
"Kau.. Bagaimana bisa?" Melisa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kenapa? Kaget? Sekarang giliran kalian yang harus siap-siap untuk di Do dari kampus ini." Ancam Sabrina kepada mereka.
"Maksud kamu?" Melisa pura-pura tidak mengerti.
"Tapi Sabrina, kita ga bermaksud untuk mencelakai kamu... Kita cuma mau ngerjain kamu aja.." Melisa memberi alasan.
"Halah, sama saja. kalau saja kalian tidak iseng, Ga mungkin ada kebakaran di gudang itu." Sabrina membuat mereka membungkam mulut mereka.
Melisa menjadi geram, dan langsung mendorong Sabrina. Tetapi Sabrina dengan cekatan dapat menghindar. Naasnya, Melisa yang terjatuh. Melisa melihat Vadim yang yang ada di depannya.
"Sayang, dia mendorong Aku.." Melisa memfitnah Sabrina.
Vadim pun langsung melotot ke arah Sabrina dan langsung berjalan ke arahnya. Sabrina dan Vadim saling pandang. Vadim memandangi Sabrina dari atas ke bawah. Vadim mengangkat sebelah tangannya.
Vadim seperti ingin memukul Sabrina. Sabrina yang melihat tangan Vadim sudah bersiap-siap ingin menangkap tangannya. Vadim dengan raut wajah yang menyeramkan tidak membuat Sabrina takut. Semua orang yang melihatnya melongo. Terlebih lagi melisa, dalam hatinya iya senang. Karena Iya berfikir Vadim akan memberi pelajaran kepadanya.
Namun nyatanya, Vadim malah mengelus kepala Sabrina. Sabrina diam seribu bahasa dan penuh heran. Sabrina jadi penuh tanda tanya di pikirannya. Vadim pun langsung pergi begitu saja.
Sementara Melisa semakin kesal dibuatnya. Melisa tidak rela jika Vadim berbuat demikian terhadap Sabrina. Sabrina hanya tersenyum melihat raut wajah Melisa.
__ADS_1
"Jangan-jangan, kamu sudah guna-guna Vadim ya?" Tuduh Melisa sambil menunjuk.
"Guna-guna? Jangan-jangan, Vadim kali yang ingin guna-guna saya.. Kenapa? iri ya? Itu artinya Vadim sudah ga respon sama kamu.." Jawab Sabrina dengan santai dan tersenyum.
"Murahan banget ya kamu? Dikejar-kejar banyak cowok." Hinaan Melisa.
"Yang ngejar itu bukan saya, tapi mereka.. Ga apa-apa ditaksir banyak Cowok, daripada ngejar-ngejar cowok duluan.. Kayak kamu
ini." Balas Sabrina. Dan membuat Melisa jadi kena mental. Melisa pun ingin menampar wajah Sabrina. Namun, dengan sigap Sabrina menangkap tangan Melisa dan menampar balik wajah Melisa.
Melisa pun memegang pipinya sendiri karena sakit ditampar. Sabrina pun meninggalkan melisa begitu saja. Melisa semakin kesal dibuatnya. Kali ini Dia benar-benar sial dibuatnya.
Jam kuliah pun sudah dimulai. Dosen mengumumkan bahwa sebentar lagi akan ada iven di kampus. Iven tersebut bertema untuk saling nunjukin bakat. Sabrina jadi tertarik untuk mengikuti iven itu.
Sabrina mulai mempersiapkan segalanya untuk keperluan Iven itu. Sabrina memiliki sebuah ide. Sabrina ingin menunjukkan sebuah dance yang iya rancang selama ini.
Sabrina terus latihan agar iya bisa tampil dengan sempurna. Sementara Dae Hyung selalu mendukung Sabrina. Sabrina merasa beruntung mempunyai kekasih seperti Dae yang sangat perhatian. Dae selalu melatih Sabrina agar lebih perfect.
...****************...
Acara iven telah tiba, seorang M.C pun mengumumkan acara akan segera dimulai. Sabrina dan Melisa duduk berdampingan.
"Sebelum lo tampil, mendingan lo mundur aja deh." Kata Melisa meremehkan Sabrina.
"Karena gue lo ga akan menang di acara ini. Dasar anak cupu." cemoohan Melisa.
"Kita lihat saja nanti." Ujar Sabrina.
Pertama kali, M. C memanggil Vadim untuk tampil. Semua cewek bersorak sorai dan histeris memanggil Vadim. Secara Vadim sudah terkenal dimana-mana. Terutama Melisa. Iya menjadi antusias untuk berteriak.
Vadim tampil dengan gaya cool. Dan semua orang terpana dengan penampilan Vadim. Vadim memiliki wajah tampan, jago dance. Dan ketika tersenyum, semua fansnya akan oleng kepadanya. Setelah Vadim selesai tampil, Sekarang giliran Sabrina untuk tampil.
Sabrina maju dengan gaya yang berbeda. Sabrina terlihat lebih elegan dengan penampilannya. Semua orang terpana terhadap penampilan Sabrina. Sabrina pun mendapat plus lebih banyak dan lebih meriah daripada Vadim.
__ADS_1