Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Penyesalan tiada arti


__ADS_3

"Sabrina, dimana kamu sekarang? Apakah kamu masih mencintaiku? Ah, rasanya tidak mungkin.. Aku sudah terlalu sering menyakitimu. Aku memang laki-laki brengsek. Maafin Aku Sabrina." Ucapnya lirih.


...****************...


Hongkong


Sebuah negara yang memiliki keindahan tersendiri. Kelap-kelip lampu jalan dan gedung menghiasi malam di kota hongkong. Kendaraan bus, mobil dan orang-orang yang berlalu lalang meramaikan suasana kota hongkong.


Sebuah rumah yang besar, dan megah seperti istana dan terdapat dua buah mobil sport.


"Kakak, ayo cepat.. Kita harus segera berangkat untuk menghadiri acara.." Ujar Yeon.


"Iya, tunggu sebentar Yeon.." Kata Sabrina terburu-buru juga. Yeon terbelalak melihat kecantikan kakaknya. Yeon sungguh pangling melihat kecantikan Sabrina.


"Yuk.. Berangkat." Ujarnya. Yeon masih berdiri tertegun.


"Ini beneran kakak?" Tanyanya.


"Kenapa dek? Kok kamu bengong gitu sih?" Tanya Sabrina heran.


"Kakak Aku cantik banget.." Ucap Yeon sambil menatap takjub.


"Makasih sayang, kita berangkat sekarang yuk.." Ajaknya.


Mereka pun berangkat menghadiri acara. Mereka menghadiri acaranya sendiri. Saat ini, Sabrina telah membuka perusahaan baru di hongkong.


Sesampainya di sana, Yeon membukakan pintu mobil untuk Sabrina. mereka menaiki sebuah mobil sport termahal. Semua orang takjub melihat kecantikan Sabrina. Sabrina berpenampilan elegan.


"Wow.. amazing she is very beautifull.." Ujar salah satu tamu undangan.


Dan acara pun dimulai, Seorang karyawan kantor mengantarkan sebuah gunting untuk membuka perusahaan. Sabrina pun mengambil gunting tersebut. Sebelum Sabrina memotong pita itu, Sabrina berdoa terlebih dahulu. Kemudian Sabrina mulai memotongnya.


Semua orang bertepuk tangan. Perusahaan baru yang memproduksi skincare dan kesehatan, ternyata sudah banyak yang menunggu produknya launching.


"This product will soon launching.. I hope you all waiting patiently. Ok..👌?" Ujarnya memberi pengumuman.


Semua tamu undangan bertepuk tangan. Produk kecantikan dan kesehatan dari perusahaan Sabrina berbahan alami. Dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Sabrina memastikan, bahwa produk skincare miliknya itu, terbuat dari bahan-bahan alami.


Banyak pejabat dan perusahaan-perusahaan pembesar yang mengagumi kehebatan Sabrina. Bahkan, mereka kerap kali untuk mengajak kerjasama dengan perusahaan milik mereka.

__ADS_1


"This is my Name card dan my Name office. If you are intersted, we are ready." Ujar pemilik perusahaan besar itu.


"It's ok Mr. and, thank you.." Jawab Sabrina.


...****************...


Sabrina mengecek pengelolaan skincare nya. Ternyata, cara kerja karyawan sangatlah jujur. Yeon pun datang menghampiri kakaknya. Sabrina tersenyum melihat adik tersayang.


"Wah, kayaknya ini bakalan mendunia deh kak.." Ujar Yeon.


"Aamiin.. Mudah-mudahan ya sayang.." Ucap Sabrina.


Dan waktu jam makan siang pun telah tiba. Yeon seok dan Sabrina pergi makan siang di salah satu restoran yang ada di hongkong. Sabrina sangat menikmati makanan tersebut.


Yeon melihat kakaknya itu makin hari semakin cantik. Yeon sangat mengagumi kecantikan kakaknya. Yeon berharap, suatu saat ada orang yang mencintai dia dengan tulus.


Tiba-tiba HP Yeon berbunyi. Ternyata itu adalah dari Mr. Chan. Yeon pun mengangkat panggilan dari Mr Chan. Dan Yeon menjelaskan bahwa dirinya sedang makan siang bersama kakaknya.


"Wah, jadi kakakmu sudah sembuh?" Tanya Mr Chan.


"Iya, kakak Aku sudah sembuh Mr. Dan sekarang kakak Aku sudah mendirikan perusahaan baru." Jawab Yeon.


"Terimakasih Mr.." Ucapnya.


"Oh iya, nanti sore jangan lupa untuk datang ke kantor ya.. soalnya masih ada pembahasan yang harus kita bahas." Ujar Mr. Chan.


"Ok Mr." Jawabannya. Yeon pun mengakhiri telfonnya dengan Mr.Chan.


Yeon dan Sabrina pun melanjutkan makan. Dan selesai makan siang, Sabrina pun langsung kembali ke kantor. Yeon mengantar kakaknya.


"Yeon, rupanya kamu sangat akrab sekali dengan Mr.Chan?" Tanya Sabrina.


"Iya benar kak.. Mr Chan itu orang yang sangat baik loh. Dan Dia juga sangat care banget orangnya. Dia umurnya juga beda 5 tahun dengan ku.." Ujarnya Yeon seperti mempromosikan Mr.Chan kepada kakaknya.


"Oh iya?" Kata Sabrina sambil tersenyum.


...****************...


"Tok tok tok.." Sekertaris mengetuk pintu ruangan Vadim. Vadim pun mempersilahkan untuk masuk.

__ADS_1


"Maaf Pak, CEO dari xx group telah tiba." Ujar sekertaris Vadim. Vadim segera menemui orang itu.


Perusahaan Vadim dan Xx group terikat kontrak kerjasama. Vadim pun menjabat tangan CEO tersebut.


"Senang bertemu dengan anda.." Ujarnya.


"Terimakasih.. Oh iya saya mau memberikan ini sama anda." Sambil menyodorkan sebuah file.


"Apa ini Mr.?" Sambil membuka dan membaca file tersebut. Vadim sangat terkejut ketika membaca isi file tersebut. Vadim tidak percaya akan mendapatkan ini semua.


"Apakah ini tidak terlalu berlebihan pak? anda memberikan saya sebuah apartemen dengan harga yang sangat fantastis?" Ujarnya.


"Ini semua karena kerja keras Ibu Sabrina. Selama bapak Vadim sakit lumpuh, Ibu Sabrina dapat menghandle semua urusan perusahaan. Bahkan karena kebijakan dari Ibu Sabrina, banyak perusahaan asing yang memasukkan visa ke perusahaan Vadim group. Bahkan sekarang Vadim group sangat dikenal oleh berbagai negara bagian pak.." Ucapnya menjelaskan kegigihan Sabrina.


Vadim ternganga dengan pernyataan tuan Xx. Vadim baru mengetahui bahwa perusahaannya sangat maju. Pantesan, hartanya tidak habis-habis, sebab ada campur tangan Sabrina selama ini.


Tuan Xx sangat senang bekerjasama dengan Vadim group. Meskipun Sabrina tidak lagi memimpin Vadim Group, tuan Xx berharap CEO Vadim bisa sebijak Sabrina.


Tuan Xx pun pamit dan akan segera pergi karena masih ada urusan lainnya. Kepergian tuan Xx. Membuat Vadim teringat kembali terhadap Sabrina.


"Dimana kamu sekarang sayang.. Apa kabar kamu di sana? Meskipun sangat sulit untuk Aku mendapatkan kamu kembali, tapi Aku akan tetap selalu menunggumu. Aku berharap kita dapat bertemu lagi. Aku akan memperbaiki semuanya." Ujarnya penuh harap.


"Aku sungguh laki-laki yang sangat bodoh di dunia ini. Menyia-nyiakan kamu.. Sabrina, maafin Aku sekali lagi." Ucapnya minta maaf.


Permintaan maaf Vadim seperti tidak berguna lagi. Vadim sangat menyesali perbuatannya. Iya berjanji akan memperbaiki semuanya dengan Sabrina. Asalkan Iya dapat dipertemukan kembali dengannya.


Vadim hanya bisa menatap foto Sabrina. Seandainya saja Dia memperlakukan Sabrina dengan baik, mungkin Sabrina masih bersama dirinya dan hidup bahagia bersamanya.


Tetapi, penyesalan itu tidak ada artinya lagi. Vadim hanya bisa berangan-angan saja. Kenapa Iya baru sekarang menyadari setelah semuanya sudah pergi.


"Maafin Aku Sabrina." Ujarnya lagi.


...****************...


Yeon menepati janjinya untuk datang ke kantor Mr. Chan. Mr. Chan sangat senang dengan kedatangan Yeon.


Mr Chan dan Yeon terkenal sangat akrab. Bahkan karena keakrabannya, Mr Chan dan Yeon sering dikira saudara kandung.


Ya, mereka memang sudah seperti Saudara sendiri. Mr Chan lah yang membantu biaya sekolah Yeon. Hingga Yeon bisa sampai sukses seperti sekarang.

__ADS_1


__ADS_2