Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Keberanian Sabrina


__ADS_3

"Kak, Aku selalu dukung kakak.. Asal laki-laki yang menjadi pasangan kakak kelak, dapat membahagiakan kakak.. Dan tidak menyakiti kakak.." Ucapnya dengan harapan.


Tiba-tiba Yeon rem secara mendadak. Seketika Sabrina terdorong ke depan. Sabrina membulatkan bola matanya, dan tertegun. Karena ada orang yang tengah menghadang mobil mereka.


Sudah tidak asing lagi bagi Sabrina. Mereka tetaplah orang-orang yang menggunakan tutup kepala. Orang-orang itu adalah orang-orang yang sering mengganggu Sabrina dan Yeon.


Sabrina dan Yeon melihat mereka berjalan mendekat ke arah mobilnya. Sabrina menggeleng kepala karena tidak habis pikir. Sebenarnya apa mau mereka. Sabrina pun langsung mengganti posisinya. Sabrina bertukar posisi dengan Yeon di dalam mobilnya.


"Apa yang ingin kakak lakukan?" Tanya Yeon.


"Kamu tenang saja. Kamu pegangan ya.." Ucapnya. para komplotan itu, menggedor pintu mobil mereka. Sabrina pun segera menyalakan mobilnya lalu menginjak gas, lalu Sabrina memundurkan mobilnya sejauh mungkin.


Kemudian, Sabrina menginjak gas lagi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Para komplotan itu tertegun melihat Sabrina yang mengemudi dengan kencang. Mereka menganga dan membulatkan bola matanya.


Para komplotan itu panik, jika mereka tidak menghindar, mereka akan mati tertabrak oleh Sabrina. Ketika mobil itu sudah dekat kepada mereka, mereka langsung melompat ke pinggir.


Sabrina terus saja melajukan mobilnya, hingga menyentuh mobil komplotan itu. Sabrina pun terus menginjak gas mobil hingga mobil komplotan itu terdorong. Dan terus mendorong hingga mobil komplotan itu jatuh ke jurang. Aksi heroik yang dilakukan Sabrina membuat para komplotan itu tertegun.


Mereka pun segera berlari, karena mereka tidak ingin mati konyol. Belum puas, Sabrina memutar balik mobilnya dan mengejar para komplotan itu. Dengan kecepatan yang semakin tinggi, dan hampir membuat Yeon jantungan.


Sabrina pun berhasil menabrak mereka. Dan mereka pun terpental jauh secara bersamaan. Alhasil, mereka langsung terkapar. Sambil memegang dadanya. Seketika Sabrina langsung menghentikan mobilnya.


Kemudian, Sabrina turun dari mobil dan berjalan ke arah mereka. Mereka mundur secara perlahan dengan cara terlentang. Sabrina terus berjalan mendekat, kemudian duduk berjongkok. Dan menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Ampun, jangan bunuh kami. Kamu hanya menjalankan perintah.." Ucap salah satu komplotan itu.


Terbesit sebuah ide di benak Sabrina. Sabrina pun tersenyum dengan menyunggingkan bibirnya.


"Ok, kalau begitu siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Sabrina serius.


"Mr B." Ucapnya mereka. Sabrina menautkan kedua alisnya. Dan bertanya-tanya heran.

__ADS_1


"Mr B? Siapa Dia?" Gumamnya. Kemudian menatap ke arah mereka lagi


"Berapa upah kalian?" Tanyanya lagi. Para komplotan itu pun memberitahu tentang bayaran Mereka. Hal ini membuat Sabrina tersenyum sinis.


"Ok, Aku akan bayar kalian ****dua**** kali lipat. Asal kalian mau jadi mata-mata dan anak buah saya.. Bagaimana, kalian setuju?" Tawarannya.


"Baik, Bu.. kami akan mengikuti perintah Ibu.." Jawabnya.


"Kalian tidak perlu mengawal saya. Kalian tetap berpura-pura menjadi anak buah Mr B. Tapi ingat, kalian harus update informasi kepada saya mengenai Mr B. Dan ingat, jangan coba-coba mengkhianati saya.. kalau kalian tidak ingin mengambil resiko.. paham?" Ucapnya serius. Mereka pun langsung mengangguk dengan tergesa-gesa.


Sabrina pun langsung berdiri dan berjalan menuju mobil. Sebelum membuka pintu mobilnya, Sabrina sempat menoleh ke arah mereka. Sabrina pun menatap mereka dan menunjuk ke arah Mereka. Dan setelah itu, Sabrina masuk ke mobilnya. Sabrina memasang sabuk pengaman, dan langsung menancap gas.


"Gila, Aksi kakak tadi benar-benar heroik loh.. Aku ga nyangka kakak seberani itu." Ucap Yeon takjub dengan kakaknya.


"Sekali-kali lah.. mereka itu harus dikasih pelajaran berharga. Supaya mereka jera. Lagian kakak juga malas berantem. Kakak kan sudah harum.. Masak iya harus berkeringat lagi?" Ucapnya. Yeon pun tersenyum mendengar ucapan kakaknya.


...****************...


"Dasar.." Sambil tersenyum geli terhadap adiknya. Sabrina pun langsung masuk ke kantornya. Yeon pun juga berlanjut menuju ke kantornya.


Sabrina langsung memasuki ruangannya. Sabrina fokus terhadap kerjaannya. Dan tiba-tiba, seorang sekretaris mengetuk pintu. Seketika Sabrina melihat ke arah Sekertaris.


"Excuse me Miss, anyone wants to meet this Miss." Ujarnya.


"is there any previous appointment with me?" Ucap Sabrina.


"Yes there is." Jawab Sekertaris itu.


"just tell him to wait in the waiting room. And soom I will find it." Ucap Sabrina.


Tak lama kemudian, Sabrina keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruang tunggu. Sabrina pun mulai memasuki ruang tunggu. Dan Sabrina melihat seorang laki-laki yang duduk di sofa, menghadap membelakangi Sabrina.

__ADS_1


Setelah Sabrina lihat baik-baik, ternyata Sabrina sudah mengenalinya. Dia adalah Mr. Xx.


"Selamat pagi Mr Xx.." Sapanya. Dan Mr Xx pun membalikkan badan dan langsung berdiri melihat Sabrina.


"Selamat pagi juga Ibu Sabrina.. Oh kedatangan saya kesini, ingin membicarakan kontrak kerjasama yang kemarin.. Apakah Ibu sudah mempelajarinya?" Ucap Mr Xx.


"Oh, tentu saja.. Saya sudah mempelajarinya pak.. Setelah saya pahami, dan dipikir dengan matang.. Saya Terima tawaran kerjasama ini." Ucapnya. Mr Xx pun sangat senang mendengar Sabrina menerimanya.


"Terimakasih Ibu Sabrina.. Sungguh ini adalah suatu penghargaan yang luar biasa. Dapat bekerjasama dengan Ibu Sabrina." Ucap Mr Xx.


Mr Xx dan dan Sabrina pun berjabat tangan. Mereka sudah deal untuk menjalin hubungan kerjasama antar perusahaannya. Setelah itu, Mr Xx pun pamit untuk segera pergi. Sabrina yang selalu menghargai tamu, mengantar Mr Xx sampai pintu utama kantor.


...****************...


Tidak terasa, Jam makan siang pun tiba. Yeon lebih awal tiba di kantor kakaknya. Yeon pun seperti biasa selalu makan siang di luar bersama kakaknya.


Yeon yang memiliki paras tampan, menjadi perbincangan para kaum hawa di kantor Sabrina. Banyak perempuan yang mengagumi ketampanan Yeon.


"Adiknya Ibu Sabrina benar-benar idaman banget ya.." Ucapnya bisik-bisik.


"Iya, Dia masih muda, cakep, CEO lagi di perusahaannya." Jawabnya lagi.


"Iya.. Dan Dia juga masih jomblo loh.. Terus ni, Dia itu romantis, lembut tutur katanya.. Pria idaman pokoknya.. Dan juga, Dia jago dalam hal beladiri.. Perfect deh pokoknya.." Ucapnya memuji.


Sabrina dan Yeon mendengar perbincangan mereka. Sabrina dan Yeon hanya tersenyum kecil mendengar pujian mereka. Sabrina dan Yeon terus berjalan menuju parkiran mobil.


Sesampainya di parkiran, Yeon membukakan pintu mobil untuk Sabrina. Dan Sabrina segera masuk ke mobil. Yeon pun juga segera masuk ke mobil. Kemudian, Yeon langsung menginjak gas dan melaju dengan kecepatan sedang.


...****************...


Sabrina dan Yeon berhenti di sebuah restoran tempat biasa mereka makan siang. Sabrina dan Yeon pun memesan makanan kepada pelayan restoran.

__ADS_1


Pelayan restoran pun segera datang dengan membawa pesanan makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka pun menikmati makanan di restoran itu.


__ADS_2