Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
prewedding


__ADS_3

Sabrina pun tertawa mendengar ucapan Dae Hyun. Ternyata, seorang Dae Hyun yang terkenal tegas dan ditakuti, mau belajar gombal juga. Dae Hyun merasa terhibur dengan Dae Hyun.


...****************...


Akhirnya, mereka sampai juga di tempat tujuan Mereka. Dae Hyun pun membukakan pintu mobil untuk Sabrina. Kemudian, Dae Hyun mengulurkan tangannya, untuk Sabrina berpegangan kepadanya.


Sabrina pun menggandeng tangan Dae Hyun. Dan mereka melangkah menuju pintu utama sebuah butik. Para pelayan butik pun menyambut Sabrina dan Dae Hyun dengan ramah.


Sabrina dipersilahkan untuk memilih gaun pengantin dan dipersilahkan untuk mencobanya juga. Sabrina mencoba gaun pengantin yang pertama. Dan Dae Hyun melihat percobaan gaun pertma.


Setelah di lihat, Dae Hyun merasa kurang cocok untuk Sabrina. Dan Sabrina ganti lagi mencoba gaun yang kedua. Dae Hyun masih kurang srek bagi Dae Hyun. Begitu seterusnya.


Setelah percobaan ke tujuh kalinya, Sabrina pun keluar dari ruang ganti, Dan meminta penilaian Dae Hyun. Dae Hyun melihat Sabrina dari bawah sampai atas. Dan percobaan kali ini, tatapan Dae Hyun berbeda.


Dae Hyun merasa takjub dengan gaun yang dicoba oleh Sabrina. Dae Hyun tertegun tak berkedip melihat Sabrina terlihat sangat elegan dengan gaun itu.


Dan Dae Hyun merasa sudah cocok dengan gaun yang digunakan oleh Sabrina. Dan mereka sudah fiks dengan gaun itu.


Sekarang, tujuan mereka adalah foto prewedding. Sabrina dan Dae Hyun pun mulai foto prewedding. Sabrina dan Dae Hyun terlihat sangat romantis. Mereka sangat serasi.


Orang lain yang melihat Dae dan Sabrina merasa ikut senang. Karena Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi. Sabrina dan Dae terlihat sangat bahagia sekali.


Setelah foto prewedding, mereka pun berlanjut untuk pergi ke tempat usaha dekorasi. Mereka memilih gambar dekorasi yang cocok pernikahan mereka.


Setelah beberapa contoh gambar yang mereka lihat, akhirnya mereka menemukan suatu tampilan dekorasi yang cocok dan pas. Setelah itu, mereka melakukan persetujuan untuk memilih dekor itu.


Setelah selesai semuanya, Sabrina merasa cacing di perutnya sudah berdemo. Akhirnya mereka pergi ke suatu restoran. Dan mereka pun menikmati makanan yang ada di restoran tersebut.


Setelah itu, Dae mengajak Sabrina ke apartemennya terlebih dahulu. Setelah sampai di sana, Dae pun mengajak istrinya masuk.


"Ini apartemen kamu?" Tanya Sabrina sembari melihat sekeliling.

__ADS_1


"Yah, ini apartemen Aku sayang.. Oh iya, kita dansa yuk.." Ajaknya. Sabrina tertegun dan heran.


"Dansa? Tapi, Aku ga bisa dansa.." Jawabnya.


"Sini Aku ajarin." Ujar Dae,


Dae pun memutar musik kesukaan Sabrina. Lalu, Dae mengambil tangan kiri Sabrina dan meletakkannya di bahu kanannya. Diikuti dengan tangan kiri Dae menggenggam tangan kanan Sabrina.


Sabrina mulai mengikuti langkah Dae Hyun. Perlahan, Sabrina mulai bisa dengan gerakan dansa. Dae dan Sabrina sangat menikmati lagu itu. dengan wajah mereka yang saling menatap.


Dae mengangkat dagu Sabrina dengan telunjuknya. Kemudian, Dae mendekatkan wajahnya ke wajah Sabrina dengan menyatukan bibirnya dengan bibir Sabrina.


Sabrina menjadi tertegun dengan membulatkan bola matanya yang sempurna. Setelah sekian menit, bibir Dae menempel di bibir Sabrina, Sabrina memejamkan kedua matanya.


Sudah satu jam bibir itu kedua bibir itu menyatu. Dae pun melepaskan bibirnya dari bibir Sabrina. Lanjut Dae Hyun mengecup kening Sabrina. Diikuti dengan Sabrina memejamkan mata.


Dae berlanjut dengan mendorong Sabrina ke kasur. Sabrina terlihat gugup, dan Dae mendekatkan bibirnya lagi ke bibir Sabrina. Berlanjut dengan tangannya yang mendorong punggung Sabrina hingga Iya diposisi terbaring di atas kasur.


Dae mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Sabrina. Sabrina yang tiba-tiba mengerti keinginan Dae, Tiba-tiba Sabrina mendorong tubuh Dae Hyun.


"kenapa sayang? Sebentar lagi kan, kita akan menikah. Ini wajar loh, bagi pasangan-pasangan yang lain.. seperti kita ini." Ujarnya.


"Memang wajar bagi mereka. Tapi tidak untuk Aku. Justru karena sebentar lagi kita akan menikah, Kamu harus bersabar sebentar. Nanti kalau kita sudah jadi suami istri, semua yang ada dalam jiwa dan ragaku, itu milik kamu." Ucapnya lagi.


"Jadi kamu menolak?" Kata Dae memastikan.


"Iya, Aku menolak!" Lagi-lagi, jawabannya tegas.


Dae hanya tersenyum mendengar jawaban Sabrina. Dae sangat kagum dengan ketegasan Sabrina. Ternyata, Sabrina tetaplah Sabrina yang dulu. Iya adalah sosok perempuan yang menjaga kemuliaan dirinya.


Dae Hyun pun membawa Sabrina pulang. Sesampainya di rumahnya, Dae langsung pamit pulang. Sebelum masuk mobil, Dae pun melambaikan tangan terlebih dahulu kepada sang calon istri. Sabrina pun membalas lambaian tangan itu.

__ADS_1


Setelah mobil Dae lenyap dari pandangan, Sabrina pun masuk ke rumah. Dan Sabrina mulai melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Enak ya.. yang jadi TKW di hongkong, Sekarang malah dapat oppa yang kaya raya.. Enak banget hidupnya cuma numpang sama oppa ganteng.." Tiba-tiba kata salah satu tetangga. Sabrina yang mengerti maksud dari omongan Ibu tersebut langsung dihampiri oleh Sabrina.


"Maksud Ibu apa ya?" Tanya dengan wajah kesal.


"Lah, kan benar toh.. Kamu jadi TKW di hongkong, dapat duit kagak, dapat cowok iya.. hahaha.." Ujar salah satu tetangga Sabrina.


"Jangan-jangan, duitnya buat beli pria.. wanita anu dong.." Tidak menyebutkan apa maksudnya.


"Ibu Wanti kenapa mau ya? Jangan-jangan, Ibunya dulu juga bekas kupu-kupu malam..hahaha.." Ujar mereka yang membuat Sabrina geram.


"Terus, hubungannya sama Ibu apa ya? Dan kata siapa saya jadi TKW di hongkong? Bisa ga, berhenti ngurusin hidup orang lain?" Ucapnya kesal.


"Dan satu lagi. Kalian bilang Ibu saya bekas kupu-kupu malam? kalian sendiri bekas apa, hah? Bekas perebut suami orang? Iya? Kalau kalian mau menjelekkan orang lain, bukan disini tempatnya, harusnya kalian itu ngaca sama diri kalian sendiri." Ujar Sabrina marah. Dan sang Ibu berusaha untuk menghentikan Sabrina.


"Dasar, anak k*r*n* a*a* kamu." Kata Ibu itu sembari ingin melayangkan sebuah pukulan kepada Sabrina.


Dengan santai dan cepat, Sabrina menangkap tangan mereka. Dengan tersenyum sinis, Sabrina memegang tangan mereka dengan keras. Mereka meronta, meminta Sabrina melepaskan cengkraman tangannya.


"Kenapa? Cuma segini aja kemampuan mu?" Ucapnya dengan santai.


"Sabrina, lepasin gak?" rintihnya.


"Kalau Aku ga mau gimana?" Tolaknya.


"Sabrina, sudah nak.. lepasin kasihan.." kata Ibu Sabrina. Karena terus mendesak, Sabrina akhirnya melepaskan cengkraman nya.


"Sekarang kalian pergi! Jika tidak ingin tangan kalian Aku patahkan." Ujarnya dengan kesal.


Mereka pun langsung pergi. Sabrina hanya memandangi mereka yang semakin menjauh.

__ADS_1


Sabrina hanya berdecak kesal dan menggelengkan kepala.


"Sabrina, tolong jangan gitu lagi ya nak.. bagaimana pun kamu harus menghormati orang yang lebih tua." Ucapnya.


__ADS_2