Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
rekayasa Indri


__ADS_3

Dae pun menuruti apa kata yeon. iya dan yeon segera ke lokasi kecelakaan.


Sesampainya di sana, Yeon dan Dae segera turun dari mobil. Ternyata sudah banyak orang berkurumun di lokasi kecelakaan.


Dae dan yeon segera menerobos orang-orang itu. Dae dan yeon tertegun melihat mobil Sabrina yang sudah hangus terbakar. Garis kuning polisi telah terpasang.


Dae kembali bersimpuh. Iya tidak tahan melihat tragedi itu. Apalagi korbannya adalah istrinya sendiri.


"Sabrina...." Teriak Dae.


Sementara yeon, Dia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


Mereka berharap, itu adalah sebuah mimpi buruk yang ga akan pernah terulang lagi.


...****************...


Dae masih berkabung dengan kepergian Sabrina. Iya memandangi foto istrinya dengan penuh penyesalan. Iya pun merangkul foto Sabrina. Istri yang sangat iya cintai kini sudah pergi.


"Sayang.. maafin Aku.." Lirihnya sembari memandangi foto istrinya.


Dae pun melihat tempat tidur istrinya, Iya melihat bayang-bayang Sabrina. Sabrina tersenyum kepadanya.


Dae tersenyum melihat bayangan halu itu.


Dae juga pergi ke ruang utama. Biasanya Sabrina menunggu iya pulang di sana.


"Sayang.. kamu sudah pulang? Kamu pasti capek ya? Mending kamu segera mandi, habis itu makan malam.. Aku sudah siapin.."


Kata bayangan itu. Dae melihat Sabrina tersenyum kepadanya. Dae pun membalas senyuman itu. Seketika bayangan itu menghilang.


Hati Dae merasa terenyuh, dadanya merasa sesak dengan semua itu. Dae tidak bisa lepas dari bayangan istrinya.


"Sabrina, Aku pulang sayang.. maafin Aku.. Aku disini untuk kamu.. kenapa kamu pergi secepat ini? kenapa kamu ninggalin Aku sayang..?" Ucapnya penuh dengan penyesalan.


...****************...


Sementara yeon, Dia juga menangis teringat dengan mendiang kakaknya. Apalagi Sabrina sangat peduli terhadapnya.


Sabrina adalah keluarga satu-satunya yang dia punya. Selama ini, cuma Sabrina yang dapat mengerti tentang dirinya.


Kasih sayang seorang kakak tidak akan pernah pudar kepada adiknya. Yeon sangat merasa kehilangan Sabrina.


Selama ini, Sabrina yang selalu ada buat yeon. Sabrina seperti sosok Ibu, kakak, bahkan juga menjadi teman buat dirinya.

__ADS_1


Meskipun Sabrina bukan kakak kandungnya, tapi Sabrina sangat menyayangi yeon seperti adiknya sendiri.


Yeon selalu ingat bagaimana pengorbanan seorang Sabrina kepada yeon.


"Kak, kenapa kakak ninggalin yeon secepat ini kak? Kakak kan sudah janji, bahwa kakak akan selalu ada buat yeon.. kenapa kakak pergi sekarang? Ah.. kakak bohong sama yeon.." Lirihnya.


...****************...


"Sekarang.. kita raih kemenangan kita.." Ucap Bisma.


"Ok.. kita pesta sekarang.." Kata Indri sembari menuangkan segelas minuman.


"Oh iya, keadaan Sabrina bagaimana?" Tanya Bisma.


"Kamu tenang saja. Dia baik-baik saja kok.. Aku suruh untuk anak buah ku untuk memperketat penjagaan. Jadi Dia ga bisa kabur.." Ujar Indri.


"Tapi, kamu yakin.. kalau tempat itu tidak akan terjangkau oleh siapapun?" Tanya Bisma ragu.


"Yakinlah! Tidak akan ada orang yang tahu, kecuali Aku." Ucap Indri.


"Sekarang, kita tinggal melanjutkan rencana kita selanjutnya.." Ucap Indri lagi.


Indri dan Bisma pun merayakan keberhasilan mereka. Mereka terlalu asyik dengan pesta tersebut. Sehingga mereka lupa dan terlewat batas.


Mereka pun akhirnya sadar, bahwa mereka sudah satu ranjang. Indri mendapati dirinya sudah tidak berbusana. Di sampingnya ada Bisma.


Tapi, Indri tidak sedih dengan itu. Iya justru malah senang. Indri sebenarnya menyukai Bisma. Hanya saja iya tidak sekaya Dae. Indri mengincar Dae hanya butuh hartanya saja. Setelah iya dapatkan semuanya, barulah Iya akan menikah dengan Bisma.


Bisma terbangun Iya melihat di sebelah kanannya ada Indri. Bisma tersenyum melihat Indri.


"Anggap saja ini adalah sebuah hadiah atas kemenangan kita Indri.." Ujarnya sembari mengelus rambut Indri.


"Heem.." Jawab Indri dengan mengangguk samar.


Setelah itu, mereka berencana ingin mengunjungi tempat Sabrina disekap. Mereka segera beberes dan siap-siap untuk pergi ke sana.


...****************...


"Bagaimana keadaan Dia?" Tanya Maurin kepada anak buahnya.


"Dia terus memberontak bos. Dan dia tidak mau makan.." Jawab anak buah Indri.


Indri dan Bisma pun segera masuk untuk melihat keadaan Sabrina.

__ADS_1


Sabrina mendengar langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya. Sabrina masih dengan keadaan tangan dan kaki terikat. Dengan mata dan mulut tertutup.


Kemudian Indri melepas penutup mata Sabrina dan menutup mulut Sabrina. Sabrina kedip sebentar untuk memperjelas penglihatannya.


Iya pun mendongak dan terkejut ketika melihat Indri bersama Bisma. Indri dan Bisma tersenyum melihat Sabrina. Sementara Sabrina terlihat emosi.


"Jadi, ini semua ulah kalian?" Sabrina emosi.


"Hahaha.....Kalau iya kenapa?" Jawab Indri dengan tertawa keras.


"Apa mau kalian?" Tanya Sabrina.


"Kami hanya ingin harta suamimu. Setelah kami dapatkan harta suamimu, barulah kami akan melepaskan kamu. Kamu itu adalah penghalang rencana kami." Ucap Indri sembari memegang mulut Sabrina.


"Sekarang kamu makan ini.." Ucap Bisma.


"Aku tidak mau!" Tolak Sabrina.


"Tenang saja sayang.. makanan ini, tidak mengandung racun.. Aku juga tidak ingin kamu mati sekarang.. Aku ingin kamu melihat penderitaan suami kamu.. hahahaha.." Ujarnya penuh kesenangan.


"Biadab kalian!" Ucapnya.


Mereka berdua menertawakan Sabrina. Sabrina terlihat kesal dengan mereka. Hanya saja iya tidak dapat bergerak karena kondisinya dalam keadaan terikat.


"Mungkin, untuk sementara waktu Aku harus menuruti kemauan mereka. Mungkin, apa yang mereka katakan benar. Makanan itu tidak mengandung racun." Pikirnya.


Sabrina tidak punya pilihan lain. Iya juga tidak ingin kalah dengan Indri dan Bisma. Sabrina pun mengatur siasat untuk dapat keluar dari tempat itu.


Indri dan Bisma pun keluar dari ruangan itu. Dan menyuruh anak buahnya untuk memperketat penjagaan.


"Sekarang kamu makan!" Perintah penjaga itu kepada Sabrina.


"Bagaimana mungkin Aku bisa makan kalau tanganku terikat." Ucap Sabrina.


"Kamu pikir kami bodoh hah? kamu akan kabur kalau tanganmu dibuka." Ucap penjaga itu.


"Coba kalian pikir. Saya kondisi hamil besar.. mana mungkin saya bisa lari dari kalian. Dan sekalipun ikatan kaki saya dilepas, saya tidak akan kabur. Mana mungkin aku bisa kabur dan melawan kalian? sementara jumlah kalian terlalu banyak. Percayalah.. Aku sudah mengaku kalah dan pasrah.. Aku juga sudah mendengar janji bos kalian. Kalau mereka akan melepaskan Aku setelah misi mereka selesai. Tidakkah kalian punya rasa kasihan dengan Ibu hamil seperti Aku?" Ucap Sabrina.


Akhirnya Sabrina berhasil membuat para penjaga itu merasa kasihan dan Iba. Mereka pun melepaskan ikatan tangan dan kaki Sabrina.


Sesuai ucapan Sabrina, Iya tidaklah melawan para penjaga tersebut. Iya menepati ucapannya.


"Terimakasih atas kebaikan kalian.." Ucapnya dengan senyum. Sabrina pun makan makanan itu.

__ADS_1


Sabrina melakukan ini, karena ada rencana lain yang Sabrina rencanakan. Untuk sementara waktu, Sabrina akan mengikuti rencana Indri dan Bisma


__ADS_2