Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Pernikahan Vadim dan melisa


__ADS_3

Vadim pun menaruh benda itu dengan baik. Vadim berencana ingin mengunjungi makam anaknya besok pagi. Entah perasaan seorang ayah timbul.


...****************...


Vadim pun bergegas untuk pergi ke makam anaknya. Sesampainya di sana, Vadim menaburkan bunga di makam anaknya.


"Nanda, maafin papa.. Papa sayang kamu.." Ucap Vadim. Lalu Vadim pun beranjak pergi.


Kemudian Vadim pun menjenguk Sabrina di rumah sakit jiwa. Vadim melihat keadaan Sabrina dari balik pintu. Vadim menjadi tertunduk ketika melihat kondisi Sabrina. Entah perasaan bersalah itu tiba-tiba muncul.


Vadim mulai timbul rasa bersalah namun, Vadim masih memiliki rasa tidak peduli. Vadim langsung pergi dan menemui melisa. Vadim berencana akan menikah dengan melisa.


"Sayang, kamu dari mana saja? Lama banget.. Aku nungguin loh dari tadi.." Tanya Sabrina.


"Iya maaf sayang, tadi Aku masih ada urusan." Jawabnya.


Melisa dan Vadim pun segera melakukan foto prewedding. Mereka juga mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan mereka. Melisa menginginkan sebuah pesta yang sangat meriah


***


Sabrina sedang duduk di taman rumah sakit. Dan Sabrina di jaga oleh seorang suster. Yeon datang untuk membesuk kakaknya. Yeon menanyakan perkembangan kakaknya.


Keadaan Sabrina mulai ada perkembangan. Emosi Sabrina sudah mulai dapat terkontrol. Yeon sangat senang mendengarnya. Yeon berharap, kakaknya segera sembuh. Karena Yeon akan membawanya pergi dari negaranya.


"Kak, Yeon harap kakak cepat kembali seperti dulu lagi. Yeon janji, akan selalu menjaga kakak.. Yeon rindu.." Kata Yeon sambil memeluk kakaknya. Yeon pun mengecup kepala kakaknya dengan kasih sayang.


Yeon pun mengajak bicara kakaknya. Berusaha menghibur hati sang kakak. Sedikit demi sedikit, Sabrina mulai merespon Yeon. Sabrina tersenyum lembut. Yeon yang melihat ekspresi Sabrina pun tersenyum senang.


"Wah, ini perkembangan yang luar biasa. Saya salut dengan anda.. Anda adalah adik idaman. Kalian memang saudara yang sangat sejati." Ujar perawat itu.


Karena terhalang masalah waktu, Yeon pun harus segera pergi dari situ. Karena ada urusan yang harus diselesaikan. Sebenarnya Yeon masih ingin berlama-lama dengan kakaknya.

__ADS_1


"Kak, Yeon pergi dulu ya.. Besok Yeon kesini lagi. Yeon tiap hari akan selalu kesini untuk kakak.." Ucap Yeon sambil mengecup kepalanya lagi.


Yeon pun pergi menghadiri acara meeting dengan klien. Sementara Sabrina dibawa masuk ke ruangannya oleh perawat.


Tidak sengaja Yeon melihat Melisa dan Vadim sedang prewed. Yeon seketika menghentikan mobilnya. Dan menoleh ke arah mereka. Ternyata benar itu adalah Vadim dan melisa.


"Semoga kalian bahagia. Dan saya harap, kalian tidak mengganggu kakakku lagi." Ucap Yeon Seok. Dan langsung melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di kantor, Yeon turun dari mobil. Yeon selalu menjadi sorotan semua orang kantor karena ketampanannya. Semua wanita terpana dengan ketampanannya.


"Wah, Pak Yeon keren banget.." Ucap salah satu karyawan.


"Ya, ampun.. oh my god, suami halu gue.. Seketika buat jantung gue berhenti berdetak." Katanya satu lagi.


Yeon pun yang melewati mereka tidak sadar jika dirinya sedang diperbincangkan. Yeon langsung masuk ke ruang meeting. Yeon selalu meeting dengan Mr. Chan. Mereka membahas tentang bisnis mereka.


Perusahaan Yeon dan Mr. Chan berencana untuk membangun sebuah proyek. Dimana hal tersebut sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak.


Jarak usia Mr. Chan dan Yeon hanya berbeda 5 tahun. Mr. Chan merupakan CEO muda dari perusahaan asing. Iya menjadi terkenal kerena kewibawaannya dan kebijaksanaannya.


Tidak sedikit wanita yang terpesona dengan ketampanan Mr. Chan. Mr Chan dan Yeon sama-sama tampan. Mereka sama-sama menarik untuk dilihat.


...****************...


Hari pernikahan Vadim dan Melisa semakin dekat. Lambat laun sikap melisa semakin disadari oleh Vadim. Melisa yang manja juga boros, semakin disadari secara perlahan oleh Vadim.


Tapi, meskipun begitu Vadim tetap bucin terhadap melisa. Vadim tetap menuruti kemauan melisa. Vadim tidak masih masa bodoh dengan keborosan melisa.


Sesampainya di rumah, Vadim mulai melihat sosok Sabrina lagi. Sabrina tersenyum kepadanya.


"Kamu sudah pulang.. kamu langsung mandi dulu ya.. Aku sudah siapin air hangatnya. Setelah itu makan malam dulu ya.. Sini tas nya." Ucap Sabrina dalam halusinasinya. Vadim pun sadar, kalau itu cuma haluannya. Kemudian Vadim langsung masuk ke kamar.

__ADS_1


Vadim kaget, Iya melihat Sabrina yang sedang duduk di tempat tidurnya. Sabrina tersenyum ke arahnya. Dan Vadim pun langsung menutup pintu. Entah kenapa, Vadim sering dihantui oleh bayangan Sabrina.


Vadim pun tetap merasa masa bodoh dengan semuanya. Vadim tidak peduli terhadap semuanya. Vadim harus tetap fokus dengan pernikahannya. Karena Iya akan menikah dengan orang yang tepat menurutnya.


Vadim pun langsung pergi dari rumahnya. Iya menginap di apartemen untuk menghindari bayangan Sabrina. Di apartemen, Vadim dapat tidur nyenyak.


***


Hari yang ditunggu-tunggu Vadim dan Melisa pun sudah tiba. Vadim merasa dag dig dug. Vadim tidak sabar ingin bertemu dengan calon istri dan mengucapkan janji suci.


Melisa juga bahagia karena pada akhirnya iya dapat memenangkan sebuah permainan. Melisa merasa bahwa dirinya sudah menang dari Sabrina. Melisa selalu merasa bahwa keberuntungan akan selalu berpihak kepadanya.


Melisa selalu berharap, Sabrina akan terus selamanya berada dalam rumah sakit jiwa. Agar melisa tidak lagi memiliki saingan. Melisa tidak sabar ingin cepat-cepat bertemu dengan calon suaminya.


Melisa juga tidak sabar ingin segera dipanggil nyonya Vadim di kantor Vadim group. Dan melisa juga tidak sabar ingin memamerkan pernikahannya ke semua orang.


Melisa mengundang semua penjuru negeri ke acara pernikahannya. Semua tamu undangan, menghadiri acara tersebut. Kecuali Yeon dan Mr. Chan. Mereka ada urusan yang lebih penting daripada acara tersebut.


Mr. Chan mengutus anak buahnya untuk mewakilinya menghadiri acara itu. Mr. Chan dan Yeon melanjutkan acara meeting untuk membahas tentang pembangunan sebuah proyek besar.


...***************...


Seperti biasa Yeon Seok menjenguk kakaknya. Yeon Seok tidak pernah absen untuk menjenguk sang kakak tersayang. Yeon selalu menyempatkan dirinya untuk mengunjungi kakaknya. Rasa sayang Yeon terhadap kakaknya sangatlah besar dan tidak terbatas.


"Kak, Aku disini selalu menemani kakak.. Aku datang untuk kakak.. kak, hari ini adalah hari pernikahan si brengsek itu dengan wanitanya. Aku harap setelah ini, dia tidak mengganggu kakak lagi." Kata Yeon kepada Sabrina.


Sabrina hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya. Yeon melihat respon dari Sabrina. Dan Yeon tidak menyangka reaksi Sabrina menyeka air mata Yeon yang mengalir.


Yeon teringat ketika Sabrina menyeka air matanya Yeon dengan lembut ketika Iya masih bersama Sabrina di desa. Yeon sangat terharu melihat itu. Suster pun dibuat kaget dengan keadaan Sabrina.


"Wah, ini sangatlah perkembangan yang luar biasa. Kamu adik yang hebat." Ucap suster itu sambil memuji.

__ADS_1


__ADS_2