
Hamil Anak Kedua
Fadli sudah menginjak usia tujuh tahun,sehingga ia mempunyai kamar sendiri dan tidur di kamar yang telah di desain oleh ayahnya.
Saat Syifa dan Abdi sedang berbaring di tempat tidur,Abdipun meminta ***** kepada Syifa
Abdi merabahi bagian dada Syifa dan meraba ke bagian tubuh lainnya juga.Akhirnya merekapun melakukan hubungan suami istri kembali.
Satu bulan kemudian
"A kepala aku ko pusing banget yah,badannya lemes,tadi barusan muntah muntah terus,apa aku masuk angin"
"Ayo kita periksa ke dokter"
"Ayo a"
"Ayah ibu mau kemana Fadli ikut"
"Ayah mau nganter ibu ke dokter,ibu lagi sakit,Fadli di rumah saja yaa"
"Iya deh pulangnya bawa oleh oleh ya"
"Siap komandan"
Fadlipun tersenyum
Sesampainya di rumah sakit Abdi langsung memeriksakannya ke dokter umum,namun dokter umum menyuruh mereka ke dokter kandungan,lalu Abdipun menemui dokter kandungan dan memeriksakan kondisi Syifa.
"Dok saya mau periksa istri saya"
"Baik pak silahkan duduk dulu"
Dokterpun membawa Syifa ke ruangan pemeriksaan dan memeriksa keadaan Syifa.
Lalu merekapun keluar dan Syifa duduk di samping Abdi
"Bagaimana dok?"tanya Abdi penasaran
"Selamat ya pak bu,ibu Syifa telah mengandung"
"Alhamdulillah"ucap mereka bersamaan lalu Abdi memegangi tangan Syifa pada akhirnya mereka saling tatap dan tersenyum.
"Makasih dok"
"Sama sama pak"
Merekapun langsung keluar dari ruangan dokter dan membayar administrasinya di depan.
Merekapun pulang dan menemui Fadli yang sedang menonton tv.
"Fadli sayang"
"ayah ibu,yeyee ayah ibu datang"ucapnya dengan gembira
"Ayah mau ngasih kamu kejutan apa hayo"
"mainan baru ya yah"
"bukan"
"apa dong yang"
"Fadli akan mempunyai adik"
Fadli terdiam
"Loh sayang kenapa diam,tidak suka ya punya temen"
"Fadli takut,jika adik fadli lahir ayah sama ibu tidak sayang lagi sama fadli"
"Tidak mungkin sayang,kita akan selalu menyayangi Fadli sampai kapanpun"ucap ibu
"Janji ya bu"
"Janji sayang"
Lalu Abdi dan Syifapun memeluk Fadli
"Sayang ini mobil remotnya yang pernah Fadli minta maaf ayah baru beli sekarang dan ini oleh oleh hari ini,pesawat terbang remot,robot robotan dan buah buahan.
"Makasih Ayah" Fadlipun langsung memainkan mainan barunya.
Lima bulan kemudian
"A temenin cek USG yuk"
"ayo yang"
"Ibu Fadli ikut yaaa"ucapnya manja sambil memeluk ibunya
"Iya sayang ayo"
Fadlipun langsung berlari menuju mobil.
Merekapun langsung meng USG kan perutnya Syifa kepada dokter.
__ADS_1
Dokter pun membawa bu Syifa ke ruang USG
"Bu,alhamdulillah anaknya perempuan kembar dua"
"Beneran dok"
"Iya bu beneran"
Lalu merekapun keluar
"Bagaimana dok?"
"Anak bapak kembar perempuan"
"Alhamdulillah"
"Yeah Fadli punya adik dua sekaligus"
Lalu merekapun langsung kembali kerumah.
Sembilan Bulan mengandung
Akhirnya telah lahir dua putri yang cantik jelita yang di beri nama Syafa dan marwah.Seperti biasanya pak Abdi melakukan Syukuran di rumahnya.
"Bu dede nya cantik ya kayak ibu"ucap Fadli
"Fadli bisa aja"jawab ayah
Satu Tahun kemudian
Syafa dan marwah sudah memasuki umur 1 tahun.Keluarga pak Abdipun sedang bermain main di taman depan rumahnya.begitu bahagia sekali keluarga mereka.
"Yang aa mau ngecek bengkel dulu ya"
"Iya a hati hati"
Syifapun mencium tangan suaminya begitu juga anak anaknya,dan Abdi menciumi mereka satu persatu termasuk ibu dari anak anaknya.
Sesampainya di salah satu bengkelnya ia mendapati karyawannya yang tenang menangis.
"Kamu kenapa satori"Tanya pak Abdi
"Besok istri saya mau melahirkan pak,tapi saya tidak punya persiapan apa apa,termasuk biaya persalinan anak pertama saya pa"
"Oh begitu,yasudah kamu boleh bon ya,asalkan kamu janji kerja yang rajin dan tidak boleh menangis lagi,hari ini saya perintahkan kepadamu untuk segera pulang menemui istrimu dan siapkan semuanya,ini uangnya 10 juta"
"Makasih pak makasih"ucapnya sambil sujud
"Bangun,derajatku dan derajatmu sama saja du mata Allah tidak usah merendah seperti itu"
"Aamiin"
pak satori pun bergegas pulang kerumah menemui istrinya.
"Bu,bapak dapat bon dari pak Abdi"
"Alhmdulillah,baik sekali bos kamu pak"
"Iya bu,pak Abdi menyuruh bapak pulang dan menyiapkan segalanya"
"Alhamdulillah"
Ke esokkan harinya
"Kenapa kau masih saja murung?"
"anak saya pak,anak saya"
"Kenapa"
"Anak saya tidak bisa di selamatkan"
"Innalilahi,yang sabar ya pak,saya yakin bapak kuat,yang penting bapa sudah berusaha,selebihnya tuhan yang mengatur".
"sudah ikhlaskan saja"Ucap salah satu karyawan
"Iya pak"
Lalu pak Abdi pun mengecek bengkel yang lainnya,setelah seselai iapun pulang ke rumah.
"Bu ayah ada rencana liburan nih"
"Kemana yah?"
"Water boom yu"
"Ayo ayah ayo"Ucap Fadli bahagia
"Besok ya sayang"Ucap sang ayah
"Ok yah"
Hari Esok Telah Tiba
"Ayah ayo yah ayoooo"Ucap Fadli menarik ayahnya
__ADS_1
"Bentar sayang bantuin ibu beres beres baju dulu apa yang di perlukan buat kita liburan"
"Yasudah Fadli tunggu di luar ya yah"
"Ya sayang"
Sepuluh Menit Kemudian
"Fadli ayo sayang masuk mobil"
Fadlipun langsung masuk menuju mobil
"Bu pemandangannya indah ya bu,banyak mobil besar"
"Iya sayang"
"Fadli mau beli cemilan tidak?"Tanya Ayah
"Iya yah"
"Ya sudah nanti turun ya sama ibu"
"Siap yah"
Merekapun berhenti sebentar di alfamart untuk membeli minuman dan makanan ringan.Lalu mereka segera kembali ke mobil.
"Sudah?"Tanya ayah
"Sudah yah"
Lanjutttttt........
Merekapun melanjutkan perjalanannya
Sampai Di Tempat Waterbom
Merekapun langsung turun dari mobil,lalu Abdi membayar tiketnya.Petugas pun menyuruh mereka masuk.
"Fadli ganti baju sama ayah ya"
"Iyah bu"
Selesai ganti baju mereka langsung menuju kolam renang.
"Ayah mau ban"Rengek Fadli
Lalu ayahpun membeli dua ban renang
Fadli sedang asyik berenang dengan bannya.sementara Abdi dan Syifa sedang berenang bersama dua putrinya.
Merekapun sangat bergembira dan menikmati masa liburannya.
"Fadli sini nak"Ucap sang ibu
"Iya bu Fadli meluncur"
"Ayah gendong yah"
Abdipun menggendong Fadli,lalu ia berenang dengan posisi Fadli di punggungnya.
Syaf dan marwah hanya bisa tersenyum dan menepuk dua telapak tangan melihat tingkah kakak dan ayahnya.
Lalu Syifapun membawa Syafa dan marwah keliling kolam,pada Akhirnya bertemu dengan si kaka dan ayah.Fadlipun mengagetkan Syafa dan marwah lalu merekapun tertawa bahagia.
"Bu lapar "
"Ya sudah ibu pesen pop mie dulu ya"
"Iya bu"
Syifapun memesan pop mie untuk anak anaknya dan suaminya.
"Kakak ini pop mie nya"
"Iya bu"
Merekapun berjalan dalam kolam menuju Syifa.
"Ini buat Fadli,ini buat ayah,ini buat dede"
Fadli dan Ayahpun sedang menyantap pop mie sementara Syifa sedang menyuapi kedua putrinya.
"Kakak mau lanjut renang apa sudah?"
"Sudah bu Fadli dingin nih"
"Nanti langsung ganti baju sama ayah ya"
"Iya bu"
Merekapun sedang mengganti bajunya,begitu juga dengab Syifa dan kedua putrinya.
Lalu merekapun pulang ke rumah.Fadli,Syafa,dan marwah tertidur pulas di dalam mobil.
Sesampainya di rumah,Abdi menggendong Fadli ke kamar.Setelah itu membawa Syafa sementara Syifa membawa marwah menuju kamar nya.
__ADS_1