Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Terjebak di Kamar Mandi


__ADS_3

Acara syukuran 4 bulan pun selesai.


"Jadi ga sabar nunggu kehadiran keponakan." Ujar Vino.


"Iya Aku juga sama, ga sabar pengen dipanggil om.." Ujar yeon juga.


"Mudah-mudahan saja keponakan Aku cowok, biar Aku bisa ajak dia main bola.." Ujar Vino.


"Cewek dong.. Biar Aku bisa belikan dia baju yang banyak modelnya. Soalnya kan cewek itu sangat lucu.." Ujar Yeon tidak mau kalah.


"Apaan sih? Pokoknya cowok.." Ucap Vino


"Cewek dong.." Ujar Yeon lagi.


Sabrina dan Dae hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat perdebatan mereka yang seperti anak kecil.


...****************...


Hari ini Dae dan Sabrina ingin chek up ke rumah sakit. Sebenarnya Sabrina sangat malas untuk chek up. Karena iya tidak ingin mendengar pernyataan dokter.


Dae selalu menenangkan istrinya. Dae mengajak istrinya untuk chek up ke dokter lain. Dae berharap ada keajaiban. Akhirnya Sabrina pun mau menuruti nasehat suaminya.


Mereka pun berangkat chek up ke dokter lain. Sesampainya di sana, Sabrina dan Dae menunggu panggilan.


"Sayang, Aku ke toilet sebentar ya.." Ucap Sabrina.


"Iya sayang.. Aku temani ya.." Ucapnya.


"Ga usah sayang.. cuma ke toilet kok.." Ucapnya.


Dae pun mengangguk. Sabrina beranjak dari tempat duduk. Sabrina pun pergi ke toilet.


Dalam toilet, Sabrina ingin membuka pintu toilet. Iya ingin keluar. Namun sayang, pintu toiletnya tiba-tiba terkunci. Berkali-kali Sabrina mencoba membuka pintu toilet namun pintu tersebut sudah terkunci.


**Dor


Dor


Dor


"Apakah ada orang di luar**?" Teriak Sabrina.


Iya terus menggedor pintu dan berteriak minta tolong. Tapi, ga ada yang menjawab di luar.


Hingga Sabrina akhirnya merasa lelah. Iya merasa pengap. Sabrina mencoba untuk menghubungi suaminya lewat HPnya. Sayangnya, HP Dae malah tidak aktif.


Karena merasa lelah, Sabrina pun akhirnya menjatuhkan dirinya secara perlahan. Sabrina sudah kelelahan.


Sementara Dae Hyun, menunggu istrinya. Dae menunggu Sabrina sangat lama. Karena terlalu lama, Dae pun menyusul Sabrina ke toilet.


"Sayang, udah belum?" Panggil Dae.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Sayang..." Dae mengetuk pintu.


Sabrina yang sudah lemas di dalam toilet, masih mendengar suara suaminya.


"Dae.. tolong.." Ucapnya lirih.


"Sayang.. kamu kenapa?" Dae mulai panik. Dae mencoba membuka pintu. Tapi pintunya terkunci.


**Dor


Dor


Dor


"Sabrina.. kamu dengar Aku kan**?" Teriak Dae panik.


Dae mengambil jalan pintas. Iya mendobrak pintu toilet. Pintu toilet berhasil di buka. Dae terkejut ketika mendapati istrinya sudah lemas.


"Sayang..." Sambil menepuk pipi Sabrina.


Dengan cepat Dae pun menggotong istrinya. Beruntung itu di rumah sakit. Sehingga Sabrina bisa langsung ditangani.


"Ibu Sabrina mengalami syok pak.. sehingga membuatnya kehilangan tenaga? Hal ini sangat berbahaya bagi Ibu hamil pak.." Ujar Dokter.


"Sayang, kenapa kamu bisa terkunci di dalam?" Tanya Dae.


"Aku juga ga tahu, tadi kan aku masuk ke toilet, terus setelah itu tiba-tiba pintunya terkunci. Dan Aku juga heran.. Aku panggil-panggil orang di luar ga ada.. Terus Aku coba hubungi kamu, tapi hp kamu ga aktif.." Ujarnya.


"Masak sih? Padahal HP Aku aktif terus dari tadi.. Aneh.." Ucap Dae penuh curiga.


Lagi-lagi Dae kembali teringat pada teror tersebut. Dae menjadi curiga dengan orang yang menerornya. Rupanya orang itu tidak main-main dengan ancamannya. Iya ingin mencelakakan istrinya.


Dae berusaha tenang di depan istrinya. Tapi, Dae akan mencari dalang di balik semua ini. Tuduhan Dae mengarah ke Bisma. Musuh bebuyutannya. Dae berencana ingin menemui Bisma.


Dae terlebih dahulu mengantarkan istrinya pulang.


"Sayang.. Aku tinggal kamu sebentar ga apa-apa kan?" Ucapnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Sabrina.


"Aku masih ada urusan bentar. Aku tinggal dulu ya.. Kamu istirahat dulu ya.." Ucapnya.


"Iya udah, kamu hati-hati ya.. ingat, kalau sudah selesai langsung pulang.." pesan Sabrina.


"Iya sayang.. emmuachh.." Ucap Dae sembari mencium kening istrinya.


Dae pun berangkat untuk menemui Bisma. Dae dengan sangat emosi datang ke tempat Bisma.


...****************...

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa, Dae pun langsung menuju ke kantor Bisma. Sebelumnya satpam di kantor Bisma menghalangi Dae Hyun untuk masuk ke sana.


Tapi, Dae dengan cerdiknya berhasil masuk ke kantor itu. Dae mencari keberadaan Bisma dalam kantornya.


Kebetulan Dae melihat iya sedang keluar dari ruangannya. Dengan cepat Dae menariknya. dan menghempaskan ke dinding. Dae dengan amarahnya menarik kerah baju milik Bisma.


"Apa maksud kamu meneror keluarga kami hah?" Tanya Dae penuh amarah.


"Maksud kamu meneror apa?" Dae pura-pura tidak tahu.


"Kamu pikir saya bodoh? Kamu kan yang telah meneror keluarga saya? Sehingga istri saya nyaris celaka gara-gara kamu." Ucapnya dengan marah.


"Jangan asal nuduh kamu! Kamu itu tidak sopan ya? Datang ke kantor orang tiba-tiba langsung menuduh." Ucap Bisma.


Bisma dengan sekuat tenaga melepaskan cengkraman Dae Hyun. Langsung saja Bisma memanggil satpam. Satpam segera datang mendengar panggilan bosnya.


"Kalian itu kerjanya bagaimana sih? Kenapa orang ini bisa masuk ke sini?" Tutur Bisma menegur satpam.


"Maafkan kami pak, tadi kami sudah melarang dia masuk. Dia yang menerobos untuk masuk ke sini pak." Ucap satpam.


"Saya tidak mau tahu. Kalian usir dia." Ucap Bisma.


Para Satpam itu berniat ingin mengusir paksa Dae.


"Stop! Saya akan pergi sendiri. Dan Kamu Bisma, kalau sampai ketahuan kamu terlibat dalam teror keluarga saya, saya tidak akan segan-segan untuk memberi perhitungan terhadap kamu." Ucap Dae memberi peringatan.


Setelah itu, Dae pun pergi dari kantor Bisma.


"Sialan! Mengapa Dia bisa tahu kalau Aku yang neror?" Ucap Bisma kesal.


...****************...


Sesampainya di rumah, Dae berusaha untuk tetap bersikap netral seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dae langsung menemui istrinya.


"Sayang, kamu ga tidur?" Tanyanya.


"Enggak! Kamu kenapa sayang? muka kamu lusuh begitu. Ada masalah ya?" Tanya istrinya.


"Enggak ada apa-apa kok sayang.. Sekarang istirahat ya.. Aku temani kamu.." Tutur Dae.


"Enggak! Tolong jujur sayang.. ada apa sih? cerita sama Aku.." Tanya Sabrina lagi.


Mau bersikap biasa seperti apa pun, tetap saja Sabrina ikut merasakan apa yang dirasakan suaminya itu. Karena ikatan batin antara suami istri itu sangatlah kuat.


"Ga ada apa-apa kok sayang.. kita tidur ya.." Ucapnya sekali lagi.


"Aku ga bisa tidur kalau kamu ga cerita.." Tuturnya.


"Kalau Aku bilang ga ada apa-apa ya ga apa-apa. Ngeyel banget sih kamu! Harus ya.. Aku cerita?" Ucapnya membentak.


Sabrina seketika tertegun dengan nada yang dilontarkan oleh suaminya itu. Seketika Sabrina tertunduk.


"Ya sudah, kalau memang ga ada apa-apa. Aku lega! Maaf kalau Aku sudah memaksa kamu.." Ucapnya sedikit kecewa.

__ADS_1


__ADS_2