Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Ulah Indri


__ADS_3

Mereka pun bersulam minum. Bisma dan Indri memikirkan rencana selanjutnya untuk menghancurkan mereka. Misi Indri ingin mendapatkan Dae, dan ingin menguasai harta Dae saja.


...****************...


Usia kehamilan Sabrina sudah memasuki 8 bulan. waktu tinggal satu bulan lagi Sabrina akan melahirkan.


Sabrina dan Dae, berbelanja perlengkapan bayi. Mereka sudah mengetahui jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki.


"Hai Sabrina, Dae.. Kalian apa kabar?" Tanya Indri yang tiba-tiba muncul dekat mereka.


"Kita baik-baik aja.." Ucap Sabrina datar.


Untuk menghindari perdebatan, Dae pun mengajak sang istri untuk pindah tempat. Indri pun melihat mereka sinis.


Selesai berbelanja, Dae dan Sabrina ingin pulang. Dae segera membukakan pintu mobil untuk istrinya. Ketika Dae hendak membukakan pintu mobil untuk istrinya, tiba-tiba saja ada seseorang yang tidak dikenal, ingin menyerang Sabrina.


"Serahkan barang-barang kalian!" Perintahnya.


"Sabrina kamu masuk duluan!" Perintah sang suami kepada Sabrina.


Sabrina pun melakukan apa yang diperintah oleh suaminya. Iya segera masuk ke dalam mobil.


"Kalau Aku ga mau bagaimana?" Ucap Dae.


Tanpa banyak basa-basi orang tersebut langsung menyerang Dae. Namun, Orang tersebut langsung terkalahkan oleh Dae.


Orang itu pun tidak pernah putus asa. Iya pun memanggil teman-temannya untuk menyerang Dae Hyun. Dae Hyun tidak gentar menghadapi mereka.


Jumlah mereka terlalu banyak, sehingga Dae Hyun merasa kewalahan untuk melawan mereka. Ternyata mereka kuat juga dalam bertarung.


Sabrina merasa panik karena suaminya mulai kelelahan. Sabrina ingin menelfon polisi. Sialnya, HP Sabrina ketinggalan.


Tak lama kemudian, suara mobil polisi pun datang. Para preman itupun langsung melarikan diri.


"Kabur!" Perintahnya dengan memberikan kode. Sabrina segera turun dari mobil langsung mendekati suaminya.


"Kamu ga apa-apa kan?" Tanya nya.


"Aku ga apa-apa kok sayang.." Jawabnya.

__ADS_1


Setelah disadari, bahwa sama sekali tidak ada mobil polisi di dekat mereka. Mereka pun bingung dan mencari mobil polisi.


"Kalian ga usah bingung, itu Aku yang membunyikan nya. Aku sengaja menghidupkan alarm ini, supaya mereka mengira, bahwa polisi akan datang.. Oh iya, kalian ga apa-apa kan?" Tanya Indri yang tiba-tiba muncul.


"Kita ga apa-apa.. Terimakasih banyak.." Ucap Dae.


"Terimakasih Indri.. Oh iya, sebenarnya tujuan kamu ini apa ya?" Tanya Sabrina.


"Tujuan Aku ingin berbelanja disini.. Aku ga sengaja bertemu kalian.. Oh iya sedari tadi Aku itu memperhatikan kalian.. Dan Aku melihat Dae seperti kewalahan menghadapi preman itu.. Makanya, Aku segera? membunyikan alarm ini sebelum ada yang terluka.. Apalagi kamu sedang hamil besar.. bisa bahaya lo.. buat keselamatan kamu.." Ujarnya.


Sabrina pun tersenyum dengan menyunggingkan bibirnya.


"Oh iya? Terimakasih banyak loh.. atas perhatian.. Tapi tujuan kamu apa ya, selalu membantu kami?" Tanya Sabrina.


"Saya ga ada tujuan apa-apa.. saya hanya ingin membantu orang yang membutuhkan bantuan saya.. Jujur, saya ingin berubah menjadi lebih baik.. salah emang?" Ucap Indri.


"Ga ada yang salah.. Bagus malah jika kamu mau berubah menjadi baik.. Tapi kenapa dimana ada kami, selalu ada kamu ya? Dan kenapa juga selalu kamu yang bantu.. seolah-olah, kamu jadi pahlawan buat kami.. Aneh ya.. Ya, bukannya su'udzon sih.. tapi, aneh aja.." Ujar Sabrina dengan senyuman sinis.


"Ya kalau selalu ketemu kalian.. Ya, aku juga ga tahu.. Tapi, kan ini tempat umum.. Jadi, siapa aja berhak kan untuk datang kesini.. Masak iya Aku ga boleh keluar rumah.. hanya takut ketemu kalian.." Ucap Indri tidak mau kalah.


"Yah.. semoga apa yang kamu ucapkan itu benar ya.. Dan semoga juga ini bukan bagian dari rencana kamu.." Ucap Sabrina langsung.


Indri hanya memandangi mobil mereka yang semakin menjauh.


"Awas kamu Sabrina.. Mungkin sekarang, Kamu ga bisa Aku bodohi.. tapi, suatu saat akan ku buat kamu kehilangan semuanya.. Lihat saja.." Ucapnya dengan raut wajah penuh kelicikan.


...****************...


"Ini bayaran untuk kalian.." Kata Indri sambil menyodorkan sebuah amplop tebal.


"Terimakasih nyonya.." Ucap para preman tersebut.


Indri pun menyuruh mereka untuk segera pergi.


"Bagaimana mereka percaya jika kamu ingin menolong mereka?" Tanya Bisma.


"Belum! Mereka tidak mudah untuk di kelabuhi." Ucap Indri.


"Sabar saja Indri, usaha kamu perlu lebih keras lagi... Saya yakin, Lama-lama mereka akan takluk juga.. Hanya cara kamu aja yang kurang halus." Ujar Bisma.

__ADS_1


"Rupanya kamu lebih tahu tentang Sabrina.." Ujar Indri penasaran.


"Oh jelas.. Sabrina itu terlihat polos, namun cerdas. Sangat tidak mudah untuk mengelabuhi dia. Makanya, kita harus ekstra hati-hati.. jika kita tidak ingin ketahuan..Hati-hati dengan Sabrina iya lebih berbahaya dari seorang mafia." Ucap Bisma mengingatkan.


"Terimakasih sudah mengingatkan.. kamu tenang saja, Aku bukan orang yang ceroboh kok.." Ucap Indri.


"Baguslah.. ga sia-sia Aku minta bantuan kamu.." Ucap Bisma.


"Oh jelas.. Aku kan cerdik.." Ucap Indri.


...****************...


"Sayang, hari ini Aku ada meeting dengan klien.." Ucap Dae.


"Sama Indri juga?" Tanyanya.


"Iya sama Indri juga.. Tenang aja sayang, Aku ga akan pernah tergoda dengan Dia kok.." Ujarnya.


"Iya sayang, Aku percaya kok.. Aku suka kalau kamu bekerja secara profesional.." Katanya.


Seperti biasa, Sabrina mengantar suaminya sampai depan pintu. Dae juga tidak lupa mencium kening istrinya terlebih dahulu sebelum berangkat.


Sesampainya di kantor, Dae langsung menuju ke ruang meeting. Mereka membicarakan tentang proyek yang akan dibangun. Lagi-lagi, Indri menjadi partner kerja Dae.


Dirasa Indri mempunyai banyak pengalaman dalam hal menanggapi hal seperti ini, maka dari itu, Indri yang terpilih untuk mendampingi Dae mengerjakan proyek.


Indri merasa keberuntungan sedang berpihak kepadanya. Indri sangat senang dengan hal ini.


"Rupanya keberuntungan sedang berpihak kepadaku. Dengan ini, Aku lebih mudah untuk mempengaruhi Dae. Aku yakin, dalam waktu satu bulan ini, aku dapat menaklukan Dae." Batinnya.


Dae hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. Mau bagaimana lagi, iya harus profesional dalam bekerja. Dae yakin, Sabrina pasti dapat memahami.


...****************...


Dae dan Indri pergi ke proyek secara bersamaan dalam satu mobil. Impian Indri untuk bisa satu mobil dengan Dae rupanya terwujud.


Setelah sampai di proyek, Dae dan Indri turun dari mobil. Indri mulai menunjukkan keunggulannya dalam mengatasi masalah proyek itu.


Tak lama, Dae pun ijin sebentar untuk ke belakang. Kebetulan ada sebuah kucing yang mengeong meminta tolong. Di suatu kesempatan, Dae pun muncul. Indri langsung melakukan aksinya.

__ADS_1


Indri berusaha menolong kucing tersebut dan memberinya makan. Ini dilakukan untuk menarik simpati dari Dae.


__ADS_2