Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Tuduhan Sabrina


__ADS_3

Meskipun Sabrina menolak untuk diantar pulang, tetapi Bisma tetap saja mengikuti mobil mereka dari belakang.


Sabrina melihat motor Bisma dari balik spion mobil. Iya mengetahui kalau Bisma mengikutinya dari belakang. Kecurigaan Sabrina semakin kuat.


"Ngapain Dia? Jangan-jangan Dia mengincar alamat Ibu.. Ini ga bisa dibiarkan. Dia ga boleh tahu alamat Ku." Gumamnya dalam hati.


"Yeon, kita putar balik ya.." Pinta Sabrina.


"Kenapa harus putar balik kak?" Tanya Yeon tidak mengerti.


"Ikuti saja perintah kakak.. dan tolong nyetirnya lebih cepat lagi.." Perintahnya lagi.


Yeon juga tidak banyak bertanya. Iya melakukan apa yang kakaknya perintah. Sabrina sengaja putar balik dan meminta Yeon untuk menyetir lebih cepat lagi.


Sabrina melakukan hal ini agar Bisma tidak lagi mengikutinya. Dan rencana Sabrina berhasil. Bisma tidak lagi terlihat mengikutinya. Sabrina merasa tenang. Iya meminta Yeon kembali normal dalam menyetir.


Yeon merasa ada yang aneh dengan kakaknya. Tapi, Yeon tidak bertanya terlebih dahulu. Karena meskipun bertanya, Sabrina tidak akan menjawab.


Sabrina dan Yeon pun telah sampai di rumah. Sabrina merasa lega, karena Bisma tidak mengetahui rumahnya. Sabrina bisa rebahan di kamar dengan tenang.


...****************...


Di kamar, Sabrina merenung sejenak. Sambil berkhayal, Sabrina senyum-senyum sendiri. Entah apa yang ada di pikirannya.


"Cie, cie.. yang sebentar lagi mau nikah.." Ledek Yeon tiba-tiba. Membuat Sabrina sadar dari lamunannya.


"Apaan sih dek? Biasa aja deh.." Ucapnya sedikit malu.


"Kakak pasti kangen sama tuan chan ya?" Kata Yeon lagi.


"Maksud kamu Dae Hyun?" Kata Sabrina.


"Kakak masih pura-pura ga tahu siapa tuan chan.." Ujar Yeon.


"Bukan ga tahu dek.. aneh saja gitu.. masak dipanggil tuan chan.." Kata Sabrina


"Ya, kan memang panggilan Aku dari dulu.. tuan chan.." Ucap Yeon Seok.


Mereka terus mengobrol dan bergurau. Sabrina sangat beruntung memiliki adik seperti Yeon. Karena Yeon begitu pengertian. Meskipun Yeon bukanlah adik kandung.


Berbeda dengan Niki, meskipun Niki adik sendiri, tapi Niki tidak seperti Yeon. Niki memiliki sifat yang bertolak belakang dengan dirinya.


Tapi, meskipun begitu Niki masih ada rasa sayang terhadap ke dua kakaknya.


"Yeon," Ucapnya.

__ADS_1


"Iya kak?" Jawabnya.


"Terimakasih ya dek, kamu selalu perhatiin kakak.. Kakak ga tahu bagaimana jadinya jika ga ada kamu.." Ujarnya diikuti dengan senyuman.


Yeon juga ikut tersenyum, sembari mengambil kedua tangan kakaknya dan menggenggamnya disertai dengan sebuah senyuman.


"Kak Sabrina kan, kakak Aku.. jadi sudah tugas Aku untuk melindungi kakak.. apalagi kakak yang selama ini selalu mengerti Aku.. Jangan katakan Terimakasih lagi ya kak.." Ucap Yeon.


Sabrina menatap adiknya dengan tatapan yang sangat dalam. Sebenarnya Sabrina ingin jujur tentang siapa Yeon yang sebenarnya. Namun, Sabrina takut jika iya mengatakan hal yang sebenarnya, Yeon akan kecewa.


...****************...


Tiba-tiba HP Sabrina berdering, menyadari lamunan Sabrina. Sabrina mengambil HPnya yang terletak di laci kamar. Iya melihat siapa yang menghubunginya.


Tiba-tiba Senyum terpancar di wajah Sabrina. Ketika Iya melihat siapa yang menelfon.


"Halo.." Jawabnya malu-malu.


"Hei sayang.. Kangen nih.." Ujarnya di seberang telfon.


"Sabar ya sayang.. sebentar lagi pasti kita bertemu kok.." Ucapnya.


Sabrina dan Dae Hyun tidak sabar menunggu hari yang telah dinantikan. Sabrina tidak berhenti berharap, supaya pernikahan mereka dapat berjalan dengan lancar.


"Tok tok tok.. kakak ada di dalam?" Teriak Niki dari luar kamar.


"Kalian ngobrolin apaan sih? kok ga ngajak-ngajak?" Ujar Niki sedikit cemberut.


"Enggak ngobrolin apa-apa kok dek.. Kamu kan masih ada tugas kuliah.. jadi kakak ga mau ganggu kamu aja.. kamu kan sibuk.." Ujar Sabrina.


Niki menghembuskan nafas dengan cemberut. Raut wajahnya seperti orang kesal.


"Itu cuma alasan kakak saja." Ujarnya singkat. Niki pun langsung pergi begitu saja.


Semakin hari, Niki semakin aneh dan ga jelas. Entah apa maunya itu anak. Sabrina hanya menghela nafas heran.


Niki akhir-akhir ini lebih sensi dari sebelumnya. Entah apa yang dipikirkannya. Akhirnya Sabrina menyusul Niki.


"Niki, kamu kenapa?" Tanya Sabrina.


"Ga apa-apa kok kak .. Aku cuma kesal aja karena ga ada teman.. jujur, Aku iri lihat kakak akrab gitu dengan kak Yeon.. Aku merasa kayak ga dianggap.." Ucap Niki.


Sabrina meraih kedua tangan Niki.


"Siapa bilang? Kita semua sayang sama Niki. Cuma, Niki kan yang selama ini menjauh dari kita?" Ucap balik Sabrina.

__ADS_1


Niki hanya terdiam menunduk setelah semuanya dijawab oleh Sabrina. Karena ucapan Sabrina memang benar.


...****************...


Tanpa disengaja, Sabrina melihat seseorang dengan tingkah mencurigakan. Sabrina fokus memperhatikan orang tersebut. Mungkin orang misterius itu sadar, kalau dirinya sedang diperhatikan oleh Sabrina.


Sehingga orang tersebut langsung buru-buru pergi. Niki yang juga memperhatikan kakaknya merasa heran. Niki melambaikan tangan di depan wajah kakaknya.


"Kak, hello.." Ujarnya, mengagetkan Sabrina.


"Lagi liatin apaan sih?" Tanyanya, dan juga melihat ke arah yang sama.


"Enggak kok dek.. Kakak ga lihat apa-apa.. Sekarang kita masuk yuk?" Ajaknya. Sabrina mengajak Niki untuk segera masuk ke rumah, Sambil melihat-lihat ke arah jalan.


Sabrina merasa cemas lagi. Sabrina takut akan keselamatan keluarganya terancam. Sabrina berfikir ke arah Bisma. Sabrina langsung menuduh Bisma.


"Dasar licik. Dari mana Dia tahu alamatku?" Tanyanya dalam hati.


Sabrina tidak bisa membiarkan ini. Sabrina jadi teringat dengan Yeon adiknya. Karena cuma Yeon yang dekat dengan Sabrina. Bisma pasti tahu alamatnya dari Yeon.


Sabrina berfikir bahwa Iya harus bergerak cepat. Dan Iya harus segera membuka kebusukannya di depan Yeon. Sabrina berfikir keras agar Bisma dapat tertangkap basah.


Tanpa disadari, Sabrina meremas sebuah sendok. Karena kesal, Sabrina menggebrak meja makan dengan sendok tersebut.


Yeon, Niki dan Ibunya pun merasa kaget. Mereka langsung menoleh ke arah Sabrina.


"Sabrina, ada apa?" Tanya Ibunya lembut.


Sabrina langsung tersadar bahwa Iya sedang berada di meja makan. Sabrina merasa malu melihat sekitar. Karena mereka memandangi Sabrina dengan tatapan heran.


"Kakak ga apa-apa kan?" Tanya Yeon. Sementara Niki melanjutkan makan tanpa bertanya apa-apa.


"Enggak kok, kakak ga apa-apa." Ucapnya.


Mereka pun melanjutkan makan. Meskipun Sabrina sedikit kesal. Sabrina tetap saja tidak dapat menikmati makanan di meja makan. Karena melihat orang misterius tadi.


Di suatu kesempatan, Sabrina menghampiri Yeon.


"Dek, Bisma pernah tanya alamat ini ga ke kamu?" Tanyanya tanpa basa-basi.


"Iya pernah kak.. kenapa memangnya?" Jawab Yeon.


"Terus kamu kasih tahu ke dia?" Tanyanya lagi.


"Enggak kak.. Aku ga pernah tuh kasih tahu alamat ini ke siapapun. Termasuk pak Bisma. Kenapa memangnya kak?" Yeon menjadi penasaran.

__ADS_1


"Oh enggak kok dek.. ga apa-apa." Jawabnya dengan sedikit senyum.


__ADS_2