Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Yeon percaya


__ADS_3

Ternyata yang berbohong selama ini adalah Bisma.


"Lalu, dimana kakak saya?" Tanya Yeon.


"Kakak anda sedang menemui Bisma!" Ujar bodyguard.


"Apa? Jadi kakak dalam bahaya?" Tanya Yeon.


"Sebentar lagi kakakmu pasti datang. kamu tenang saja." Ujar bodyguard itu.


...****************...


"Ah sial! Bodoh kalian! Kenapa kalian bisa kecolongan?" Bisma marah-marah.


**Buk


Buk


Buk**


Satu persatu Bisma memukuli anak buahnya. Anak buah Bisma langsung membungkukkan badan sembari memegangi perutnya yang kena pukulan.


"Sabar Bisma. Kita masih punya cara lain." Ucap seorang wanita kepada Bisma.


**prap


prap


Prap**


Seseorang sedang bertepuk tangan sembari berjalan secara perlahan. Bisma dan wanita itu langsung menoleh ke arah Orang yang bertepuk tangan.


"Sabrina?" Bisma heran.


"Kenapa? Kalian kaget lihat saya datang kemari?" Ucap Sabrina


"Mau apa kamu datang ke sini?" Tanya wanita tersebut.


Sabrina hanya tersenyum sinis kepada mereka.


"Cuma mau ngasih selamat saja! Selamat ya.. rencana kalian gagal total hari ini.." Ucapnya diiringi senyuman mengejek.


"Jadi ini semua ulah kamu?" Bisma mulai marah.


"Yah! Karena saya tidak akan membiarkan kalian menyakiti adik saya." Ucapnya dengan tegas.


"Brengsek! Beraninya kamu menghancurkan rencana ku!" Perempuan itu marah dan hendak melayangkan sebuah tamparan kepada Sabrina. Dengan sigap, Sabrina menangkap tangan perempuan itu.


"Hei dengar ya.. perempuan licik! Mungkin selama ini Aku diam dengan kelakuan kamu. Kamu boleh menghancurkan Aku. Tapi jangan pernah kau sentuh adikku." Ucap Sabrina. Sembari iya memelintir tangan perempuan itu.


Perempuan tersebut mengerang kesakitan. Iya berontak meminta untuk dilepaskan. Tangan Sabrina terlalu kuat sehingga perempuan itu tidak mampu melepaskan dirinya.


"Dengar ya tante angel.. Saya tidak akan biarkan kamu menyakiti Yeon. Ga akan!" Ucap Sabrina dengan mengkeret. Setelah puas, Sabrina melepaskan cengkraman nya.

__ADS_1


Wanita yang disebut angel itu memegang tangannya. Iya melihat pergelangan tangannya sampai membiru.


"Saya tidak mengerti. Mengapa tante begitu benci terhadap yeon?" Ujarnya.


"Maksud kamu apa? Siapa angel? saya bukan angel." Mengelak.


"Tante pikir saya orang bodoh? Hanya satu orang yang tidak suka terhadap Yeon. Yaitu cuma angel seorang." Ucapnya.


Sabrina pun memanggil bodyguard nya dengan kode tepuk tangan. Beberapa bodyguardnya datang.


Sabrina meminta bodyguardnya untuk memberikan Angel dan Bisma pelajaran. Sabrina pun berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Bodyguard Sabrina menghajar mereka. Mereka pun akhirnya menyerah setelah tidak dapat menahan sakit.


"Awas kamu Sabrina. Tunggu pembalasanku." Ucapnya.


...****************...


Bodyguard Sabrina yang menjaga yeon pun melepaskan Yeon atas perintah Sabrina. Sabrina pun datang untuk menjemput adiknya.


Bodyguard menunjukkan kepada Yeon bahwa Sabrina telah datang untuk menjemput dirinya.


"Lihatlah! Kakak mu sudah datang." Ujar bodyguard dengan menunjuk ke arah Sabrina.


Yeon mengikuti petunjuk tersebut. Yeon pun berdiri sembari tersenyum melihat kakaknya. Sementara Sabrina tetap berdiri disitu dan tersenyum kepada adiknya.


Yeon berlari mendekat ke arah kakaknya. Yeon pun memeluk kakaknya dengan pelukan hangat.


Sabrina tersenyum. Iya senang dan lega melihat adiknya sudah menyadari kesalahannya. Sabrina melepaskan pelukan adiknya.


"Sudah dek.. kakak sudah maafin kamu kok.. Kakak tahu, dan kakak paham. Maafin kakak juga, karena kakak sudah tidak jujur sama kamu. Tapi perlu kamu tahu, Kakak sangat sayang sama kamu. Selama ini, kakak menyembunyikan ini dari kamu, karena kakak tidak ingin kehilangan kamu dek.." Ucapnya.


Yeon lagi-lagi memeluk kakaknya. Iya merasa bersalah dengan kakaknya itu. Iya menyesal karena telah membenci kakaknya yang sudah puluhan tahun bersamanya.


"Sekarang kita pulang ya.." Ajak Sabrina.


Mereka pun akhirnya bisa akur lagi. Dan tidak ada lagi permusuhan antara mereka. Mereka pun kembali ke rumah masing-masing.


...****************...


"Halo sayang.." Jawabnya di telfon.


"Sayang.. Maaf ya.. Jarang memberi kabar. Soalnya Aku lagi sibuk banget. Tapi sekarang alhamdulillah sudah kelar." Ucap Dae Hyun di sebrang telfon.


"Iya ga apa-apa sayang, Aku ngerti kok.." Ucap Sabrina.


"Oh iya, Aku insha Allah pulang besok. Karena pekerjaannya sudah selesai. Kamu mau minta oleh-oleh apa sayang?" Tawarnya.


"Aku mau kamu aja.." Ucapnya.


"Sejak kapan istriku belajar gombal?" Rayu Dae.


"Kapan ya? Sejak, jadi istri kamu." Ucapnya.

__ADS_1


"Dasar!" Ucap Dae.


Mereka saling bersenda gurau meskipun lewat telfon.


"Ya, sudah kamu hati-hati ya sayang.. Ingat langsung pulang aja ya.. Udah kangen nih.." Ucapnya.


Mereka pun mengakhiri panggilan telfonnya. Sabrina sangat senang karena suaminya akan kembali. Dan Iya sudah tidak sabar ingin bertemu suaminya.


Sabrina mengelus perutnya. Dan berbicara dengan calon buah hatinya. Iya bersyukur karena adiknya sudah kembali kepadanya.


Dan suaminya akan pulang besok. Harapan seorang istri tidak lain adalah suaminya pulang dengan selamat tanpa kekurangan satu apa pun.


...****************...


Hari ini, adalah hari Dae Hyun kembali. Sabrina sudah siap ingin menjemput suaminya.


Setibanya di bandara, Sabrina menunggu suami dengan sabar. Setelah sekian jam menunggu, akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Dae Hyun mendarat di bandara.


Sabrina sangat antusias dengan kedatangan suaminya. Sabrina sangat kegirangan bak anak kecil yang menjemput papanya.


Mungkin hal ini adalah bawaan dari bayi yang dikandung Sabrina. Sabrina melihat suaminya menuruni tangga pesawat. Dae sudah melihat istrinya dari kejauhan. Dae hanya senyum-senyum melihat tingkah istrinya.


Dae pun segera menghampiri Sang istri. Dae dan Sabrina saling menatap. Dae pun melebarkan kedua lengannya sebagai kode agar Sabrina memeluknya.


Sabrina segera memeluk sang suami dengan pelukan rindu. Benar kata orang, hangatnya pelukan sang suami tidak ada obat.


"Kangen ya sayang?" Ucap Dae.


"Banget!" Jawabnya dalam pelukan suaminya.


Dae melirik perut istrinya yang semakin buncit. Dae tersenyum melihat perut sang istri. Kini usia kandungan Sabrina memasuki bulan ke 4.


Di bulan ini, Sabrina sudah bisa merasakan gerakan janin. Dae mengelus perut sang istri. Dae juga merasakan tendangan dari janin.


"Baby kita sudah bisa nendang ya sayang.." Ucapnya bahagia.


"Iya sayang, ini kan sudah bulan ke empat.." Jawab Sabrina.


"Ini suatu anugrah bagi Aku.. Sehat selalu di dalam sana ya nak.." Ucapnya sembari mengelus perut sang istri.


"Kita mau kemana dulu sayang?" Tawar dae.


"Aku mau langsung pulang aja sayang, Aku sudah capek.." Rengeknya.


"Ya, sudah.. kita langsung pulang ya.." Ucap Dae.


Mereka pun segera kembali ke rumah. Dae melirik wajah istrinya. Istrinya terlihat sangat pucat.


"Sayang.. kenapa wajah kamu pucat? Kamu sakit?" Tanya Dae sembari memegang dahi istrinya.


"Mungkin kelamaan berdiri tadi sayang.. sumpah Aku merasa cepat lelah akhir-akhir ini.." Ucapnya.


"Sabar ya sayang.. sebentar lagi kita nyampek ya.." Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2