
"Selisih umur kamu dengan Sabrina berapa tahun yeon?" Tanyanya ingin memastikan.
"Selisih 5 tahun pak.." Jawabnya.
"Selisih 5 tahun? Masak sih, Sabrina tidak tahu kalau kamu bukan anak kandung mereka?" Ucapnya membuat suasana makin panas.
"Saya rasa kak Sabrina memang tidak tahu apa-apa pak, karena saya tahu betul kak Sabrina itu seperti apa.." Ucap Yeon.
"Oh, gitu ya.." Ucap Bisma.
Tiba-tiba saja handphone Bisma itu berdering. Bisma menghidupkan sesuatu yang menempel di telinganya.
"Ya halo dengan saya sendiri.."
"Apa? Jadi informasinya sudah di dapat? Baik terimakasih saya akan segerakan ke sana.." Ujarnya.
Bisma terlebih dahulu pergi ke rumah sakit yang ditemani oleh Yeon.
...****************...
"Ini adalah data tentang keberadaan adik bapak. Semoga informasi ini dapat membantu." Ucap seorang dokter.
"Baik! Terimakasih dok.." Ucap Bisma dengan wajah girang.
Bisma membaca data tersebut dengan seksama.
"Loh, Yeon.. ini kan alamat desa kamu bukan?" Tanyanya sembari menunjukkan data tersebut.
"Iya benar pak.. memangnya ada apa pak?" Tanya Yeon.
"Yeon, saya mencari adik saya yang hilang.. puluhan tahun lalu. Dan saya mendapat informasi bahwa yang merawatnya ada di desa itu.." Ujarnya.
"Oh ya? Saya baru tahu pak.." Ucap Yeon.
Bisma pun menanyakan suatu alamat kepada Yeon. Tentu saja Yeon mengetahuinya. Yeon pun mengantar Bisma ke alamat tersebut.
...****************...
"Oh, jadi kamu adalah anak pertama mereka?" Ucap seorang Ibu paruh baya.
Bisma mengangguk. Ibu paruh baya itu menceritakan semuanya perihal adik Bisma. Dan Ibu itu pun mengantar ke rumah orang yang membesarkan adiknya itu.
Sesampainya di sana, tentu Yeon sangat terkejut. Apa maksudnya?
Mereka pun langsung masuk ke rumah Yeon dan bertemu dengan Ibu wanti.
Ibu paruh baya itu ingin mengobrol berdua dengan Ibu wanti dan meminta Bisma dan Yeon untuk tunggu di luar.
"Apa maksud kamu?" Tanya Ibu wanti tidak mengerti.
__ADS_1
"Apa Ibu ingat waktu adik Ibu melahirkan?" Tanya Ibu paruh baya itu balik.
"Iya saya ingat! Dan yang membantu adik saya melahirkan itu kamu kan?" Ucap Ibu wanti.
"Bu, saya sengaja menukar bayi adik Ibu dengan bayi lainnya. Bahwa sebenarnya, bayi itu adalah seorang perempuan. Saya sengaja menukar dengan bayi laki-laki." Ucapnya.
"Apa? Kenapa kamu baru memberitahu ku sekarang?" Ibu wanti terkejut.
"Karena bayi yang dilahirkan oleh adik Ibu itu telah meninggal dunia. Saya pikir waktu itu akan hidup dan senang melihat bayinya." Jelasnya.
Ibu paruh baya itu menjelaskan dengan seksama. Sehingga membuat Ibu wanti mempercayai omongan Ibu paruh baya itu.
Yeon dan Bisma pun masuk. Ibu wanti tidak dapat berkata apa-apa lagi.
"Yeon, ini adalah kakakmu." Ucap Ibu paruh baya itu kepada Yeon.
Yeon sungguh terkejut dengan apa yang iya dengar dan apa yang iya lihat.
"Yeon, saya tahu kamu syok. Tapi, alangkah baiknya kita melakukan tes DNA terlebih dahulu agar kamu percaya." Ucap Bisma menawarkan.
...****************...
Yeon dan Bisma pun sama-sama pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.
Setelah 1 minggu, tes itupun keluar. Dan mereka sama-sama melihat hasil tes tersebut.
Yeon sungguh terkejut. Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Bisma dan Ibu itu. Bahwa Dia adalah adik Bisma.
"Kakak, kalau begitu Yeon ke toilet sebentar ya.." Pamit Yeon. Bisma pun mengangguk samar. Yeon mulai pergi ke toilet.
"Kamu boleh benci sama Aku.. Tapi tolong, biarkan aku tinggal dengan adikku. Karena sudah lama Aku mencarinya. Tolong, jangan buat Dia membenciku juga." Ucapnya kepada orang di sebrang telfon.
Bisma terkejut ketika ada seseorang yang menyentuh pundaknya. Otomatis, Bisma membalikkan badannya. Iya terkejut ketika ada Yeon.
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Bisma.
"Aku tidak mau ada kebohongan lagi. Jadi tolong jujur.. siapa yang tidak suka dengan hubungan persaudaraan kita?" Tanya Yeon. Bisma hanya menunduk. Iya tidak menjawab pertanyaan dari Yeon.
Tanpa banyak bicara, Yeon pun meraih handphone yang ada di tangan Yeon. Bisma mencegah Yeon untuk melihat siapa orang yang telah menelfon nya.
Tapi, pencegahan Bisma tidaklah berhasil. Yeon tetap saja melihat orang yang menelfon kakaknya barusan.
Seketika mata Yeon terbelalak. Iya terkejut, badannya seperti gemetar menahan marah. Yeon seperti kecewa.
"Yeon, please.. jangan pernah marah sama Sabrina. Karena bagaimanapun Dia adalah kakakmu." Ucap Bisma memohon.
"Tapi, ini sudah keterlaluan. Jadi selama ini, kak Sabrina mengetahui semuanya? Dan alasannya, hanya karena Dia benci kakak.. terus mau misahin Aku dengan kakak.." Yeon marah dan kecewa.
Bisma tetap membujuk agar Iya menahan amarahnya. Dan Bisma berhasil menenangkan Yeon. Bisma menyarankan agar Iya tetap tinggal bersama Ibu wanti. Karena Bisma merasa kasihan Ibu wanti tidak ada yang menemaninya.
__ADS_1
"Kenapa kakak baik banget jadi orang?" Yeon heran.
"Yeon.. bagaimanapun juga dia yang telah membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang. Dia juga yang melindungi kamu dari mata bahaya. Jadi, sudah saatnya untuk kamu berbalas budi. Yang penting sekarang kakak sudah tahu adik kakak.. Kakak akan selalu mengunjungi kamu." Ucap Bisma.
Yeon menghela nafas dengan kasar. Iya mengangguk samar. Dan menuruti perkataan kakak barunya itu.
"Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa langsung hubungi kakak.." Tawar Bisma. Sekali lagi Yeon mengangguk samar.
Semenjak kejadian itu, Yeon mulai benci Sabrina. dalam hati, iya tidak menyangka kalau Sabrina akan berbuat sejahat itu.
Yeon tidak mau lagi menganggap Sabrina sebagai kakaknya.
"Aku tidak menyangka, ternyata kak Sabrina orang yang selama ini Aku percaya, tega membohongiku. Karena kebencian terhadap seseorang."
Mulai saat itu, Yeon selalu percaya dengan fitnahan Bisma.
Flashback selesai.
...****************...
"Tolong, kamu selidiki juga perempuan ini." Perintah Sabrina.
Seminggu berlalu, Orang suruhan Sabrina berhasil menemukan sebuah informasi tentang perempuan yang bekerjasama dengan Bisma.
"Sudah Aku duga! Terimakasih.. sekarang lanjutkan cari tahu." Perintah Sabrina.
Sebelum Yeon pulang dari luar negeri, Sabrina mengumpulkan banyak bukti. Bahwa Bisma itu hanya memanfaatkannya.
Sabrina terlebih dahulu ingin menyelamatkan Yeon dari perbuatan jahat perempuan itu.
Sabrina terlebih dahulu menyusun sebuah rencana.
...****************...
Dua minggu telah berlalu, kini Yeon sudah tiba di bandara. Yeon mulai turun dari pesawat.
Tiba-tiba, ada seseorang yang menyergap Dari belakang. Orang tersebut sudah membius Yeon. Dan Mereka segera membawa Yeon ke sebuah mobil.
Mereka membawa Yeon ke sebuah markas dan menunggu Yeon tersadar.
Yeon mulai sadar, perlahan iya membuka matanya. Dan Iya sadar bahwa tangannya terikat.
"Siapa kalian? Mengapa kalian menyekap saya?" Teriak Yeon.
Tanpa menjawab sepatah katapun, orang itu menunjukkan sebuah vidio. Dan tentu saja, Yeon terkejut dengan vidio itu.
"Siapa kalian?" Tanya nya sekali lagi.
"Kami, adalah orang-orang suruhan nyonya Sabrina. Nyonya Sabrina meminta kami untuk membawa anda kesini. Maaf jika kami mengikat anda. Karena ini semua adalah perintah dari majikan kami. Nyonya Sabrina, ingin melindungi anda dari kejahatan mereka. Dan kami mengikat anda, karena nyonya Sabrina tahu bahwa anda akan melawan." Jelasnya.
__ADS_1
Sekarang, mata Yeon sudah terbuka. Bahwa selama ini apa yang dikatakan oleh Sabrina adalah benar.
Ternyata yang berbohong selama ini adalah Bisma.