
Dert..
Dert..
Dert..
HP Indri tiba-tiba berbunyi. Indri mengambil HPnya dalam tasnya.
"Halo.. Ada apa?" Tanya Indri.
"Kita bisa bertemu sekarang?" Tanyanya dalam telfon.
"Ok, Kita ketemu di restoran biasa.."
...****************...
Indri menemui orang yang ada di telfon. Ternyata orang tersebut sudah sampai terlebih dahulu. Indri segera menghampiri orang tersebut.
"Hai, ngapain kamu ingin bertemu Aku?" Tanya Indri.
"Enggak apa-apa, cuma mau tanya aja.. Bagaimana usaha kamu menaklukan laki-laki itu?" Tanyanya.
"Maksud kamu Dae?" Tebak Indri.
"Yah, siapa lagi?" Ucapnya.
"Sepertinya usahaku sia-sia, Dae itu tidak seperti yang Aku kira. Aku pikir, Dae seperti laki-laki pada umumnya. Ternyata, Aku salah.. Dia sama sekali tidak tergoda dengan wanita lain. Ditambah lagi dengan istrinya yang sangat cerdas. Iya tidak mudah percaya dengan orang lain." Ungkap Indri sambil menyeruput minuman menggunakan sedotan.
"Aduh Indri, kamu jangan menyerah gitu aja dong.. ingat dengan misi kita, Aku panggil kamu ke Indonesia itu, supaya kita dengan mudah menghancurkan keluarga Dae dan Sabrina.. Lagian, bukannya Dae itu laki-laki incaran kamu?" Ujarnya.
"Iya sih, Dae memang laki-laki incaran Aku.. Tapi Bisma, Aku harus bagaimana? Mereka itu ga bisa Aku tipu," Ujarnya.
"Indri. Banyak cara, untuk bisa menghancurkan mereka.. Kalau kamu ga bisa dengan cara yang terang-terangan, kamu bisa menghancurkan mereka dari dalam." Ucapnya.
"Maksud kamu?" Indri tidak mengerti.
Bisma pun mulai membisikkan sesuatu ke telinga Indri. Indri mulai mengangguk perlahan meresapi maksud Bisma. Bisma tersenyum licik.
"Bagaimana?" Tanyanya.
"Boleh juga pendapat kamu.. Ok, Aku akan coba rencana ini.." Ucap Indri.
__ADS_1
Bisma dan Indri bersekongkol untuk menghancurkan rumah tangga Sabrina dan Dae.
Indri mulai berencana menjalankan rencananya.
...****************...
Hari demi hari telah dilalui bekerja bersama Indri. Sekarang saatnya untuk tender itu dimulai.
Acara itu tidak berlangsung lama. Dan sudah jelas dinyatakan bahwa perusahaan Dae memenangkan tender tersebut. Para pembesar perusahaan juga memberikan selamat kepada Dae.
Klien Dae, juga ikut senang. Karena perusahaan Dae telah memenangkan tender tersebut. Itu artinya klien telah mendapatkan banyak keuntungan dari tender tersebut. Klien sangat berterimakasih kepada Dae.
"Terimakasih, Bapak Dae dan nona Indri sangat hebat. Mungkin, kalau kalian jadi sebuah pasangan akan terasa jauh lebih baik.." Ucap klien itu asal.
"Maksud bapak apa?" Dae tidak mengerti.
"Bapak, selama ini kan nona Indri telah membantu bapak bekerja cukup keras.. Kenapa kalian tidak menikah saja? Bukankah laki-laki itu boleh punya lebih dari satu?" Ujar klien asal saja.
"Kemenangan tender ini, adalah bantuan dari istri saya juga pak.. Jadi, ini bukan hanya bantuan dari Indri. Pak, sekalipun istri saya tidak membantu, saya tidak akan pernah menduakan istri saya.. Lebih saya kehilangan kalian daripada saya harus menyakiti hati istri saya.. Kalau bukan karena ijin dari istri saya, saya tidak akan menerima kerjasama dengan perusahaan kalian.. paham? Sekarang saya minta, kalian pergi dari sini.." Sungutnya.
"Sebelumnya saya minta maaf, jika saya ikut campur.. Apa yang dikatakan oleh bapak Dae Hyun itu, memang benar. Selama ini, yang paling banyak berjasa adalah Ibu Sabrina.. Istri dari bapak Dae Hyun.." Ujar Indri.
Dae mengernyitkan dahi. Tumben, Indri membela istrinya. Akhirnya, para klien itu meminta maaf kepada Dae Hyun. Dan mereka pun pamit pergi.
"Indri.. tunggu!" Panggil Dae.
Indri langsung menghentikan langkahnya. Dae pun menghampiri dirinya.
"Ada apa lagi?" Tanya Indri.
"Tumben, kamu membela istri saya?" Tanya Dae, sambil menatap Indri dengan tatapan sinis.
"Memangnya kenapa? Ga boleh, jika Aku mengucapkan yang sebenarnya? Aku hanya ingin mengatakan yang semestinya saja.. Kenapa? Kamu mikirnya, Aku punya rencana jahat? Terserah kamu aja sih, mikirnya bagaimana.." Ucap Indri. Sambil berlalu meninggalkan Dae.
Dae juga pergi ke ruangannya. Setelah sampai di ruangannya, Iya mendapati Indri sedang membereskan barang-barangnya. Dae merasa cuek saja.
"Dae, ini Hai terakhir Aku disini.. Tugas Aku sudah selesai. Dan, Aku juga mau nagih bagian Aku di tender itu.." Ucap Indri.
"Ok, akan tf sekarang.." Ucapnya sembari membuka hpnya. Dae pun juga mentransfer uang senilai dua miliyar itu. Dae pun memberitahu bukti transfernya ke Indri.
Mata Indri terbelalak ketika Dae mentransfer uang sebanyak itu.
__ADS_1
"Wow.. banyak banget.." Batinnya sembari mengigit bibir.
"Ok, sekarang Aku pamit pergi.. terimakasih.." Ucap Indri.
Iya sambil berlalu meninggalkan ruangan Dae Hyun. Iya berjalan sambil bernyanyi, karena Iya sangat girang mendapat uang sebanyak itu.
Secara tidak sengaja, iya melihat Sabrina sedang turun dari taksi. Iya juga tidak sengaja melihat sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan.
"Sabrina awas!" Teriaknya sambil berlari ke arah Sabrina.
Indri menarik Sabrina, iya menyelamatkan Sabrina dari kecelakaan mobil tersebut.
"Sabrina, kamu ga apa-apa?" Tanya Indri.
"Aku ga apa-apa.. terimakasih kamu sudah menyelamatkan saya.." Ucapnya.
Indri pun mengangguk dan membantu Sabrina berdiri.
"Lain kali, Hati-hati ya.." Ucapnya.
Sabrina merasa aneh dengan Indri. kenapa tiba-tiba, Indri jadi baik seperti itu kepada Sabrina. Sabrina juga melihat Indri sedang membawa laptopnya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Sabrina.
"Tugas Aku sudah selesai disini. Selamat ya.. karena bantuan kamu juga, perusahaan Dae memenangkan tender." Ucapnya sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Sabrina menyambut uluran tangan Indri.
"Terimakasih.. ini juga ada campur tangan kamu kok.." Ucapnya sambil mengulas senyum.
Indri pun pamit pergi. Sabrina masih merasa heran dengan tingkah Indri. Tapi, Sabrina tidak percaya begitu saja dengan sikap Indri. Karena menurut Sabrina ini mungkin saja taktik licik dari Indri.
Sabrina juga berlalu ke ruangan Dae.
...****************...
"Gimana usaha kamu?" Tanya Bisma.
"Belum ada perubahan sih.. Aku kan sudah bilang, mereka itu orang-orang yang cerdas. Jadi, ga mungkin mereka itu langsung percaya begitu saja.. Kita itu.. butuh kesabaran yang super ekstra, untuk menghancurkan mereka dari dalam." Ucap Indri.
"Kamu benar! Tapi, seenggaknya mereka sudah tidak ketus lagi kan terhadap kamu?" Tanya Bisma.
"Kalau ketus seperti kemarin sih, enggak ya.. Mereka juga lebih lembut.. Tapi, pandangan Sabrina dan Dae, itu sinis.. mereka itu ga percaya dengan Aku.." Ucap Indri lagi.
__ADS_1
"Itu artinya, usaha kamu ada sedikit kemajuan. kalau dengan begini saja mereka sudah seperti ini sama kamu, Aku yakin lambat laun mereka akan percaya dengan kamu. Dan kita dengan mudah menghancurkan Sabrina dan Dae.." Ucap Bisma.
Mereka pun bersulam minum. Bisma dan Indri memikirkan rencana selanjutnya untuk menghancurkan mereka. Misi Indri ingin mendapatkan Dae, dan ingin menguasai harta Dae saja.