Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
penyelidikan Sabrina


__ADS_3

Mereka ingin menghajar Sabrina. Namun, Sabrina dengan cekatan membuat mereka terkapar duluan. Laki-laki yang memerintah tadi, dibuat tertegun oleh Sabrina. Dia pun juga ikut menghajar Sabrina. Sebelum Dia melayangkan pukulan terhadap Sabrina, Sabrina terlebih dahulu melayangkan pukulan terhadap orang itu.


Sabrina hanya tersenyum melihat mereka terkapar. Ternyata ilmu beladiri mereka belum seberapa. Hanya saja mereka berani terhadap orang yang lemah. Mereka pun kabur dan takut kepada Sabrina.


Setelah mereka tidak terlihat lagi, Sabrina pun menghampiri Ibunya.


"Siapa mereka bu? Dan Ibu punya masalah apa dengan mereka?" Tanya Sabrina.


"Ceritanya panjang Sabrina, Ibu tidak bisa menjelaskan disini." Kata Ibunya. kemudian, Ibu Sabrina mengajak Sabrina masuk.


Ibu Sabrina pun menjelaskan semuanya kepada Sabrina. Sabrina dan Yeon terkejut mendengar cerita Ibunya. Sabrina tidak menyangka dengan apa yang dia dengar.


"Jadi, Ini semua karena tante angela? Keterlaluan. Tante angela benar-benar keterlaluan." Ucap Sabrina.


"Ini ga bisa dibiarin.. Aku harus kasih tante angela pelajaran." Ujar Sabrina emosi sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Sabrina, jangan.. kamu jangan ke sana." Ibunya melarangnya.


"Tapi kenapa bu? Tante angela sudah keterlaluan." Ucap Sabrina kesal. Tapi Ibunya tetap melarangnya.


Sabrina menjadi curiga, Jangan-jangan kematian ayahnya ada hubungannya dengan hal ini. Jangan-jangan mereka tadi ada hubungannya dengan kematian ayahnya.


Sabrina berencana untuk menyelidiki sendiri. Tetapi, Sabrina tidak ingin melibatkan siapa-siapa. Sabrina akan mencari tahu siapa mereka.


...****************...


Malam harinya, Sabrina menghampiri Ibunya. Ibu Sabrina tersenyum melihat Sabrina. Sabrina juga membalas senyum Ibunya. Sabrina pun duduk di samping Ibunya.


"Ibu, ada yang ingin Sabrina tanyakan." Ujar Sabrina.


"Apa itu Sabrina?" Tanya Ibunya.


"Ibu, apa Ibu tahu.. Dimana tempat preman tadi?" Tanya Sabrina.


"Kenapa kamu tanya tempat mereka Sabrina?" Tanya Ibunya heran.


"Enggak apa-apa bu.. Sabrina cuma ingin tahu saja. Sabrina ingin memberi pelajaran sama mereka. Karena mereka sudah berani mengganggu Ibu." Ujarnya.

__ADS_1


"Ga usah Sabrina.. Jangan.. Mereka terlalu berbahaya.. jumlah mereka banyak. Apalagi kamu seorang perempuan.. Ibu takut mereka mencelakai kamu.." Ucapnya.


"Ibu ga usah khawatir. Aku baik-baik saja kok.. sekarang Ibu kasih tahu.. dimana mereka tinggal?" Desak Sabrina. Namun, Ibunya tidak mau menjawab. Sampai-sampai Sabrina kesal.


"Ya sudah, kalau Ibu tidak mau menjawab.. Biar Sabrina yang akan cari tahu sendiri." Ujarnya. Karena Sabrina terus memaksa, akhirnya Ibu Sabrina pun memberitahu keberadaan mereka.


Setelah Sabrina tahu tempatnya, Sabrina pun pamit kepada Ibunya untuk menemui mereka. Kalau sudah menjadi keinginan Sabrina, Ibunya tidak bisa mencegahnya. Karena Ibunya tahu sifat keras kepalanya Sabrina.


Ibunya hanya berharap, semoga Tuhan melindungi putrinya itu. Karena Sabrina adalah putri sulungnya yang sangat dicintai oleh ayahnya.


Sabrina pergi sendiri tanpa ada yang mengawasinya. Sabrina perempuan yang sangat berani dan tidak pernah takut kepada siapapun. Tetapi, Sabrina pergi dengan menyamar.


...****************...


Setelah sampai di tempat mereka, Sabrina melihat mereka sedang asyik bermain judi. Sabrina mengawasi mereka secara diam-diam. Sabrina sedikit mendekatkan telinganya. Untuk mendengarkan percakapan mereka.


"Bos, bagaimana jika polisi mengetahui Kita bos? Bahwa kita lah yang membunuh Amir.." Ucap salah satu dari mereka.


"Tenang, jangan khawatir, polisi tidak akan mengetahuinya.. karena mereka itu adalah keluarga yang sangat bodoh. Dan Amir sudah lenyap dari bumi ini." Jawab yang satunya.


Tanpa mereka sadari, Sabrina telah mendengar semua percakapan mereka. Sabrina pun langsung pergi begitu saja. Iya juga tahu, bahwa Iya tidak mungkin menyerang mereka hari ini. Karena akibatnya bisa fatal.


...****************...


"Kakak dari mana?" Tanya Yeon tiba-tiba menyapa Sabrina yang sedang berjalan menuju pintu rumah.


"Cuma cari angin saja kok dek.." Ucapnya tidak terus terang.


"Oh.. Tapi, kakak tidak menyembunyikan sesuatu kan?" Tanya Yeon lagi.


"Menyembunyikan apa sih dek? Kakak ga menyembunyikan apa-apa loh.. Adik kakak yang satu ini memang dasar ya.." Ucap Sabrina sambil mencubit hidung adiknya.


Sabrina sedang asyik bercanda dengan adik kesayangannya. Tiba-tiba sebuah mobil datang dan membunyikan klakson. Sabrina dan Yeon menoleh ke arah mobil itu.


Orang itu pun turun dari mobilnya. Sabrina dan Yeon tersenyum melihat dia. Ternyata Dia adalah Dae Hyun. Dae Hyun juga tersenyum melihat Sabrina dan Yeon. Lalu Dia berjalan mendekat ke arah mereka.


"Hai, sedang apa nih?" Tanyanya.

__ADS_1


"Kita cuma sedang becanda kok kak.." Jawab Yeon.


"Tapi, tidak sedang membicarakan Aku kan?" Tanyanya.


"Ih, GR banget sih Dae.. Siapa juga yang membicarakan kamu.." Ucap Sabrina.


"Ya, kamu lah.." Ucapnya sambil tersenyum.


"Dasar kamu ya.."


Mereka pun saling bercanda. Kemudian, Sabrina mengajak Dae untuk masuk ke rumahnya. Dae bertemu dengan Ibu Sabrina dan niki juga.


Dae Hyun berencana ingin mengajak Sabrina untuk melakukan foto prewedding dan memilih gaun untuk acara pernikahan mereka.


Sebenarnya, Sabrina acara pernikahannya di rayakan sederhana saja. Tidak terlalu mewah, Karena Sabrina suka yang sederhana. Tetapi, Dae Hyun ingin acara pernikahan tersebut harus ada resepsi. Meskipun sederhana tapi harus terlihat elegan dan tidak norak.


Sabrina menuruti apa kemauan Dae Hyun. Karena bagaimana pun Sabrina tetap menghargai keputusan Dae Hyun.


Keluarga Sabrina sangat senang dengan Dae Hyun. Karena selain sopan, Dae Hyun juga sangat romantis. Ibu Sabrina sangat yakin dan merasa tenang, ketika Sabrina bersama dengan Dae Hyun nanti.


Ibu Sabrina percaya jika Dae Hyun adalah pria yang dapat membahagiakan putri kesayangannya. Dan Ibunya berharap, Sabrina dan Dae langgeng seterusnya sampai maut memisahkan.


Kemudian, Sabrina dan Dae Hyun pun pamit untuk menyiapkan segala keperluan pernikahan. Dae dan Sabrina pun pamit kepada keluarganya.


Tetangga yang melihat Sabrina dijemput oleh calon suaminya, membuat mereka tercengang. Sabrina menyapa mereka dengan ramah, begitu juga dengan mereka membalas dengan ramah.


Selama dalam perjalanan, mereka hanya diam saja. Tak ada percakapan yang ingin dibicarakan. Sabrina melihat ke arah luar. Sabrina menikmati pemandangan yang terlihat segar di mata.


"Ternyata pemandangan disini sangat indah ya..? Kamu beruntung terlahir di tanah ini." Ucap Dae memulai percakapan.


"Beruntung gimananya?" Tanya Sabrina.


"Seseorang terlihat dari tempat asalnya. Pantesan kamu selalu cantik, ramah, lembut, perfect pokoknya.. karena kamu terlahir di tempat ini." Ucapnya gombal.


"Hem.. mulai gombal ya.. sekarang.. belajar gombal darimana?" Tanya Sabrina.


"Dari youtube sayang.." Ucapnya jujur.

__ADS_1


Sabrina pun tertawa mendengar ucapan Dae Hyun. Ternyata, seorang Dae Hyun yang terkenal tegas dan ditakuti, mau belajar gombal juga. Dae Hyun merasa terhibur dengan Dae Hyun.


__ADS_2