
Lanjutan.
"A ayo makan dulu"ujar Syifa
"Iya sayang"
Merekapun menuju meja makan.Syifa mengambil Nasi dan lauk untuk Abdi lalu di berikan pada Abdi.
"Ini a,makan yah"
"Makasih sayang"
Merekapun makan berdua,Abdi dan Syifa saling suap menyuapi.Selesai makan mereka berdua duduk di luar kebetulah pagi itu hujan cukup besar.
Merekapun duduk depan teras.
"Aa mau bikin Teh?"Tanya Syifa
"Iya boleh yang sekalian ambil melon yah"
"Oke A"
Syifapun menuju dapur membuat teh dan mengambil melon.
"Ini a"
"Taruh saja yang"
Syifapun menaruhnya,lalu Abdi mengupas dan mengiris melonnya menjadi potongan dadu lalu Abdi menyuapi Syifa.
"Makan yang biar dede bayinya sehat"
"Makasih Aa"
"A liatin tuh dedenya nendang nendang sepertinya dia seneng di suapi melon sama ayahnya"
Abdipun tersenyum.
"Yang Aa mau Abdi wudhu dulu yah,mau tadarus buat dede bayi"
"Iyah a"
Lalu Abdi menuju dapur dan mengambil air wudhu dan Al Qur'an.
Lalu Abdipun membacakan Al Qur'an untuk calon anaknya.Ayat demi ayat telah di baca sang ayah,reaksi bayi terus terusan menendang nendang perut ibunya,Abdipun memegangi perut Syifa lalu menciumnya.
Sembilan bulan kemudian
Tepat jam 02.30 Syifa mengalami kesakitan.Lalu ia membangunkan Suaminya.
"A,Aa bangun perut aku sakit banget"ujar Syifa berusaha membangunkan Abdi dengan menahan sakit.Abdipun segera bangun dan memanggil orang tuanya.
"Bentar ya sayang aku ke ibu dulu lalu manggi bidan"ucap Abdi tergesa gesa
Abdipun ke rumah ibunya,
"Buuuuu,ibu Syifa mau lahiran bu,ibu temani Syifa dulu,aku mau jemput bidan dulu"Ujar Abdi buru buru
Lalu Ibunya Abdi pun menuju rumah Syifa.
"Syif Syifa"panggi mertua Syifa dari luar lari menuju Syifa
"Bu,ibu sakit banget"
"Sabar ya nak,suami kamu sedang menjemput bidan"
Lalu di luarpun ramai banyak orang keluargapun semuanya datang begitupun para tetangga.kemudian Abdi datang membawa bidan.
Bidan dan Abdipun segera masuk ke kamar.Ibu mertuanya Syifa menyiapkan semua persalinan.Lalu ibu mertuapun keluar kamar.di kamar hanya ada Abdi dan bidan.
"Ayo bu tarik nafas dan buang pelan pelan"ujar bidan sembari mengurut perut Syifa
"Ayo bu sedikit lagi bu"
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaa huuff hufff aa"ujar Syifa berusaha melahirkan bayinya
Sedangkan Abdi trus membelai rambut kepala Syifa dan memegangi tangannya sambil menciumi Syifa yang tengah kesakitan
"Sayang semangat yaaaa kamu pasti kuat"ucap Abdi membisikan Syifa dan Abdi berdoa untuk Syifa supaya persalinan Syifa di lancarkan.
Keluarga di luarpun sedang menunggu kehadiran keluarga barunya.
Akhirnya lahir juga
"Eaaaa eaaaa"Tangisan bayi laki laki telah keluar dari rahim Syifa.
"Makasih sayang"ujar Abdi sambil memeluk dan menciumi istrinya yang lemah tak berdaya.
Bidan pun segera membedong Sang bayi.
"Ini bu anaknya laki laki ganteng seperti ayahnya"Lalu bidan pun menaruh bayinya du samping Syifa
"makasih bu"
"Sama sama bu"lalu bu bidan kumpul dan berbincang dengan keluarga Syifa di luar
Silih berganti keluargapun pada menengok syifa dan bayinya.sementara Abdi membersihkan bekas darah Syifa.
Tujuh hari kelahiran anak pertama Abdi dan Syifa.
Tradisi di desa mereka sangat kental sehingga ketika bayi sudah menginjak tujuh hari ada kegiatan geyong atau pemberian nama kepada sang bayi.
Semua persiapan telah di persiapkan
"Di mau kasih nama siapa anaknya"ucap sang ibu Abdi
"Mau aku namain muhamad fadli bu"
"wahh bagus nak"
Lalu ibunya Syifa memberikan 3 nampan nasi bacakan kepada para tetangganya.tradisi di desa kami memang seperti ini.selain membagikan nasi bacakan(nasi yang di makan bersama sama dalam satu wadah).ketika tujuh hari kelahiran bayi selalu di adakan pembagian makanan kepada kerabat dan tetangga.
Dan tak lupa pula pada hari itu Abdi mengundang para bapak jamiyahan ke rumahnya,untuk pemberian selamat dan tanda syukur Abdi atas kehadiran putra pertamanya.
Selesai marhabanan para kerabat Syifa memberi makanan kepada para bapak jamiyah tersebut.sementara fadli sedang di susu i Dalam pangkuan Syifa di kamarnya.
Setelah beberapa bapak jamiyahpun izin pulang
"Di,bu makasih ya"
"Iya justru kami yang harus berterimakasih"ujar Ibu si Abdi
"Iya pa makasih banyak hati hati di jalan"
Dan Abdipun saling berjabat tangan dengan para bapak jamiyah tadi.
Tiga bulan kemudian Abdi berencana meng Aqiqahkan fadli.
"Yang aku mau meng aqiqahkan fadli setuju tidak"
"Setuju banget a,itukan sebagian dari ucap rasa Syukur kita pada YME atas kepercayaannya kepada kita"
Ke esokan harinya Abdi memesan 2 kambing domba.dan berencana akan menyembelihnya.setslah selesai di sembelih dan di masak Abdi dan kerabat lainpun membagi bagikan dagingya kepada tetangga dan kerabat lainnya juga.
Lalu di hadiri oleh ibu ibu dan bapak jamiyah dan pengajian kecil di rumahnya
Selesai acara aqiqah Abdipun memberesekan tempatnya bersama ibu,mertua dan kerabat lainnya.
Malam hari
Fadli menangis tanpa henti karena kehausan ingin meminum susu ibunya,Abdipun ikut bangun menemani Syifa.
"Yang fadli kenapa?"
"pengen minum susu a"ucao Syifa sambil menggendong fadlu dan menyusuinya
Selesai di susu in fadli pun tertidur.
__ADS_1
Dan merekapum kembali tidur.
Tengah malam fadli kembali bangun karna celananya basah terkena air kencing
Abdipun bangun tanpa membangunkan Syifa lalu ia mengganti popok fadli.
Syifapun terbangun,semetara fadlu sedang di gendong ayahnya.
"Emmmmhhh Aa fadli kenapa?"
"Tadi fadli kencing sayang"
"Sudah di ganti yang"
"Suami tercinta makasih yah"
"Iya sayangku"
Pagi Hari
Abdi bangun lebih Awal dan seperti biasanya membereskan rumah.sementara Syifa sibuk di dapur untuk memasak
"Aa ayo makan"
"Iya sayang"
Abdipun makan pagi di temani oleh Syifa.
"Sayang Aa saja yang beresin ayang mandi in fadli saja ya"
"Emang enggak apa apa a"
"Enggak apa apa dong yang"
"Makasih aa"ucap Syifa lalu mencium Abdi dan bersegera menuju fadli.
Syifa pun memandikan fadli sementara Abdi menyiapkan baju fadli dan peralatan bayu lainnya.
"Yang bajunya sudah di siapin yah"
"Iya makasih a"
"Aku berangkat kerja dulu yang"
Seperti biasa Syifa mencium tangan Abdi dan Abdipun mencium kening Syifa,lalu tak lupa Abdipun mencium anaknya yang sedang mandi.
"Anak ayah"ucapnya sambil menciumi fadli.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
"Hati hati ayah"
Abdipun tersenyum
Tepat jam 18.00 Abdi pun pulang.
Tokk tok tok
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaiku salam ayah"jawab Syifa sembari menggendong fadil
"Sini yang fadli nya aa yang gendong"
"Iya a"
Syifapun menyiapkan air hangat dan baju tidur untuk abdi.
"A udah aku siapin semua ya"
"Iya sayang makasih"ujar Abdi sembari memberikan fadli kepada Syifa.
__ADS_1
"Wah anak ibu akhirnya tertidur juga ya,habis di gendong sama ayah ya sayang"
Syifapun menidurkan Fadli di kamar.