Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Di dalam gua


__ADS_3

Sabrina menunggu Dae Hyun yang sakit, tidak terasa mata Sabrina mulai mengantuk dan tertidur dengan posisi duduk. Dan tidak terasa hari sudah mulai pagi lagi. Dae pun terbangun dari tidurnya. Dae merasakan ada sesuatu di dahinya. Dae pun meraba dahinya dan ternyata dahinya sedang di kompres.


Dae melihat Sabrina yang tidur dengan posisi duduk. Dae Hyun langsung beranjak duduk. Dan langsung mengelus pipi Sabrina.


"Sabrina, pasti kamu capek ya? Nungguin Aku semalam? Terimakasih ya.. kamu sudah merawat Aku.." Ujarnya. Sabrina masih terlelap tidur hingga Dae Hyun tidak tega membangunkannya.


Dae Hyun pun merangkul tubuh Sabrina dan membaringkannya. Dan selimut jaketnya itu digantikan ke Sabrina. Dae tersenyum kepadanya. Dan Dae Hyun keluar sebentar untuk mencari makanan yang bisa dimasak.


Dae Hyun menemukan sebuah sungai yang airnya jernih. Dae pun turun dan mengambil air di sungai tersebut untuk kebutuhan minum. Dan Dae pun mulai mencari ikan di sungai tersebut.


Sementara Sabrina mulai terbangun. Dan Sabrina mengucek matanya. Iya mendapati dirinya sedang berselimut jaketnya. Dan Iya mendapati Dae Hyun tidak ada.


"Loh, Dae Hyun kemana?" Sabrina bingung dan mencari Dae Hyun. Tak lama kemudian, Dae Hyun datang. Sabrina melihat Dae Hyun sedang membawa sesuatu.


"Dari mana kamu ****Dae****?" Tanya Sabrina.


"Kamu sudah bangun?" Ucap Dae sambil menaruh bawaannya.


"Aku bawa ini.. kita bakar sama-sama yuk.." Ucap Dae.


"Dah, biar Aku aja yang masak. Kamu duduk aja.." Ucap Sabrina.


"Ga bisa gitu dong.. kita masak sama-sama. Aku ga mau kamu capek.. Lagian kan kamu pasti lelah.. karena kamu sudah nungguin Aku semalam kan?" Ucap Dae. Mereka pun membakar ikan bersama-sama.


Setelah itu, mereka makan bersama-sama. Sekarang gantian Sabrina yang makan lahap. Dae yang melihat Sabrina tersenyum sendiri. Dae juga melihat sisa makanan di bibir Sabrina. Langsung saja Dae mengelap bibir Sabrina.


Sabrina menjadi tertegun ketika Dae mengelap bibirnya. Makannya terhenti sejenak. Dan menelan makanan di mulutnya.


"Maaf.." Ucap Dae.


"Iya ga apa-apa kok.." Jawab Sabrina. Sabrina berusaha mengatur kondisi jantungnya kembali.


...****************...


Yeon dan Vino mencari Sabrina dan Dae. Mereka memanggil Sabrina dan Dae Hyun. Yeon sangat khawatir dengan keadaan kakaknya. Mereka menyusuri jurang tersebut untuk mencari kakaknya.


"Kak.. Kak Sabrina, tuan Chan.." Panggil Yeon sambil mencari.


"Sabrina... Abang Dae.. Kalian dimana?"Teriak Vino.


Mereka terus mencari dan mencari Sabrina dan Dae Hyun. Dan Mereka pun berhenti sejenak untuk beristirahat sebentar.


" Kemana kita harus mencari mereka?" Ujar Yeon bingung.


"Lebih baik, sebentar lagi kita berpencar. Supaya Sabrina dan Bang Dae cepat ketemu." Ucap Vino.


Mereka pun akhirnya berpencar untuk mencari Dae Hyun dan Sabrina agar cepat ditemukan.

__ADS_1


Yeon terus memanggil kakaknya dan Dae Hyun. Dia terus mencari mereka. Begitu juga dengan Vino. Iya juga terus mencari Sabrina dan Dae.


Sementara Dae Hyun dan Sabrina juga berfikir keras agar dapat keluar dari jurang itu. Kemudian, secara perlahan terdengar suara teriakan dan lama-lama suara itu semakin dekat.


"Dae, coba deh kamu dengarkan.. Ada suara yang seperti memanggil kita.." Ujar Sabrina. Mereka pun mendengarkan secara seksama.


"Oh, iya benar.. suara mereka semkin terasa jelas. Kalau ga salah itu suara Yeon dan Vino." Ujar Dae. Sabrina merasa senang akhirnya mereka ada bantuan.


"Dae... Aku mencintaimu.." Ucapnya tanpa senagaja. Dae Hyun seketika terkejut mendengar ucapan Sabrina.


"Hah?" Tegur Dae. Sabrina langsung terhenti dan menoleh ke Dae.


"Maksud Aku.. Aku ingin memanggil Yeon dan ****Vino****.. Kalau Aku disini.. Jangan GR ya?" Ucap Sabrina.


Dae Hyun hanya tersenyum geli dengan ucapan Sabrina yang salah. Sabrina melihat ke arah Yeon Yang menertawakannya.


"Ngapain lo senyum-senyum? Jangan bilang kalau kamu sedang menertawakan Aku ya.." Ucap Sabrina sambil menunjuk ke wajahnya saja. Sabrina sambil memasang bibir manyun.


Dae Hyun pun Berhenti tertawa dan lebih menahan tawanya. Karena Sabrina terlihat sangat lucu. Suara panggilan kepada mereka semakin terdengar jelas.


"Yeon, Vino... Kita disini.." Teriak balasan dari Sabrina.


"Kami disini..." Dae Hyun juga menimpali teriakan.


Setelah beberapa kali teriak memanggil, akhirnya Yeon dan Vino mendengarnya. Mereka kemudian mencari sumber suara. Dan Ternyata mereka sudah dekat dengan mereka.


"Kakak.." Teriak Yeon. Mereka pun berlari ke arah Sabrina dan Dae Hyun.


Sabrina dan Dae Hyun merasa senang. Mereka pun akhirnya kembali ke tempat semula. Dan Mereka tidak perlu capek-capek untuk naik dari jurang itu. Karena ada jalan pintas yang lebih dekat dan aman.


Sesampainya di tenda, Sabrina langsung terduduk di tanah. Sabrina sangat lega namun terasa melelahkan.


"Akhirnya kita sampai juga.." Ucap Sabrina.


"Tapi tadi malam kalian ga ngapa-ngapain kan?" Tanya Vino tiba-tiba. Posisi Vino duduk di dekat Sabrina.


Sabrina menoleh ke arah Vino dan langsung melotot. Sabrina pun menyentil dahi Vino. Seketika Vino langsung teriak kesakitan dan sambil memegang dahinya.


"Enak? kurang?" Ujar Sabrina sedikit kesal.


"Ya kan, Aku cuma tanya Sabrina.. Kali aja kalian khilaf." Kata Vino.


"Emang lo pikir, gue ini perempuan apaan? Khilaf, khilaf. Gampang banget lo ngomong." Ujarnya.


Sabrina dan Vino terus berdebat. Mereka kalau moodnya lagi ga baik, pasti selalu berdebat. Dan membuat Dae Hyun merasa sedikit jealous dengan kedekatan Sabrina dan Vino.


"Sudah, sudah. Kalian jangan berantem. Kalian kayak anak kecil aja." Ujar Dae tiba-tiba.

__ADS_1


"Tuh, dengerin abang lo.." Ucap Sabrina kepada Vino.


"Kok gue sih? Abang Dae kan, bilangnya kita. Kenapa lo nyalahin gue aja?" Vino tidak mau kalah.


"Hadeh, capek deh 🤦‍♂️, Yang cari masalah duluan siapa? Kamu kan?" Ucap Sabrina


Yeon dan Dae hanya menggelengkan kepala karena merasa heran dengan tingkah mereka yang seperti anak-anak. Karena tidak ingin menonton, Dae Hyun pun masuk ke dalam tendanya. Begitu juga dengan Yeon.


...****************...


Hari ini, adalah hari terakhir mereka camping. Dan saatnya untuk mereka kembali lagi. Karena mereka juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan.


Sabrina sebenarnya ingin bermalam satu hari lagi disini. Namun, Sabrina tahu kalau Iya punya tanggung jawab besar di perusahaannya. Sebuah petualangan yang sangat indah bagi mereka.


Selama perjalanan, Sabrina tertidur pulas. Mungkin karena Sabrina capek. Secara tidak sengaja, kepala Sabrina jatuh ke pundak Dae Hyun. Dae Hyun kaget dan secara perlahan melirik ke arahnya.


Dae Hyun membenarkan posisi agar dirinya lebih nyaman. Dan Dae Hyun membiarkan Sabrina tertidur di pundaknya. Vino yang melihat mereka di balik spion mobil, jadi senyum-senyum sendiri.


Vino berharap, Cinta mereka dapat bersemi kembali. Begitu juga dengan harapan Yeon. Yeon berharap jodoh kakaknya adalah tuan Chan alias Dae Hyun.


Lalu tiba-tiba, Vino langsung rem mendadak. Dan Sabrina dan Dae Pun terdorong ke depan. Kepala Sabrina terbentur kursi mobil. Dan membuat Sabrina terbangun.


"Ada apaan sih?" Ucap Sabrina kesal karena mimpi indahnya terganggu.


"Ada yang menghadang jalan kita di depan." Ucap Vino.


Mereka di hadang oleh penjahat itu lagi. Para penjahat itu, meminta mereka untuk segera turun. Mereka berempat pun turun.


"Apa mau kalian?" Ucap Sabrina. Tanpa basa-basi, para penjahat itu langsung menghajar mereka. Mereka pun jadi berkelahi di tengah jalan.


Dan tak lama kemudian, polisi pun datang dengan bunyi mobilnya yang sangat keras. Para penjahat itu dengan segera melarikan diri. Mereka hanya memandangi para penjahat itu.


Dae, Vino dan Yeon merasa bingung. Bunyi mobil polisi itu berasa sangat dekat. Tapi kenapa polisinya belum datang-datang juga.


"Mana polisinya?" Tanya Yeon heran. Sabrina hanya senyum-senyum sendiri.


"Itu Aku membunyikan mainan yang mirip suara mobil polisi." Ucap Sabrina mengaku. Mereka saling pandang satu sama lain.


"Gila, jadi ini semua kerjaan lo?" Ucap Vino seolah tidak percaya. Sabrina hanya menaikkan kedua alisnya.


"Dasar lo ya.." Ucap Vino.


"Udah lah.. kita itu capek baru pulang camping. Harusnya kita sudah sampai rumah lalu istirahat. Dan lagian jumlah mereka terlalu banyak. Juga ga sebanding dengan tenaga kita yang seperti sekarang. Jadi lebih baik Aku cari jalan pintas aja." Ucap Sabrina menjelaskan.


"Tumben lo pinter? Biasanya kan agak eror dikit." Ucap Vino.


"Emang gue pinter dari dulu. Elo tuh yang gesrek." Ucap Sabrina tidak mau kalah.

__ADS_1


Dan mereka pun berdebat lagi. Akhirnya, Yeon dan Dae Menyetop perdebatan mereka. Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang lagi.


Sesampainya di rumah, Sabrina merebahkan tubuhnya di kasur. Sabrina sangat merasa kelelahan. Namun, Sabrina tidak dapat memejamkan matanya. Iya lebih memilih membuka sosmed untuk menghilangkan kejenuhan sejenak. Dan tidak terasa, Hp yang dipegang pun jatuh ke perutnya. Sabrina langsung tertidur pulas.


__ADS_2