
"Vadim, Vadim.." Melisa berteriak memanggil Vadim. Melisa pun kesal dan melempar benda seperti kaleng di depannya.
Sabrina hanya tersenyum melihat melisa. Dan Sabrina pun masa bodoh. Iya langsung pulang. Melisa sangat sewot melihat Sabrina.
"Hai, pulang bareng yuk.." Sapa Vino memberhentikan mobilnya di depan Sabrina.
Sabrina pun mengangguk. Dan Vino pun langsung membukakan pintu mobilnya untuk Sabrina. Vino teringat pesan Dae Hyung untuk selalu menjaga Sabrina. Sabrina teringat kembali ketika Vino membukakan pintu mobil untuknya. Vino kembali mengingat Dae Hyung.
"Vino, lain kali jangan bukain pintu mobil untuk Aku ya? Aku bisa buka sendiri." Pinta Sabrina. Vino pun mengangguk paham.
"Kamu ingat sama Abang Dae ya?" Tebak Vino. Sabrina pun melirik Vino dan mengangguk.
"Oh iya, sebentar lagi keluargaku akan mengadakan camping. Kamu mau ikut enggak? Mama pasti senang kalau ada kamu." Ajak Vino.
"Aku pikir-pikir dulu ya.." Kata Sabrina tidak langsung mengambil keputusan.
"Ok, tapi kamu harus tahu.. Di sana seru loh tempatnya.. Aku yakin, kalau kamu ikut, pasti kamu menyukainya." Ujarnya lagi.
Sabrina hanya tersenyum saja. Sebenarnya pengen ikutan, tapi Sabrina bukan anggota keluarga mereka. Dan acara camping tersebut satu minggu lagi.
...****************...
Berlin memanggil Sabrina untuk menemuinya di ruangannya. Sabrina pun segera menemui Berlin di ruangannya. Sabrina mengetuk pintu ruangan Berlin terlebih dahulu.
"Maaf Ibu memanggil saya?" Ucapnya.
"Silahkan duduk Sabrina." Pinta Berlin.
"Sabrina, saya lihat kamu cukup berbakat. Aku ingin mengajukan kamu, untuk menjadi teman duet tuan Bisma." Ujar Berlin.
"Tuan Bisma? Siapa Dia?" Sabrina penasaran.
"Nanti kamu juga tahu. Tuan Bisma mencari perempuan yang punya talenta. Saya melihat kamu itu, multi talenta.." Puji Berlin.
Sabrina pun menyetujui penawaran Berlin. Hitung-hitung untuk kesibukan dirinya. Berlin sangat senang karena Sabrina menerima tawarannya.
Selang beberapa waktu, sebuah mobil Ferrari berhenti di depan kampus A.N. seorang pria tampan turun dari mobil tersebut. Semua orang pada melongo tak berkedip melihat pria tampan yang turun dari mobil termahal di dunia itu.
Terutama Melisa dan teman-temannya. Juga melongo melihat pria tampan, keren, cool. Bak pangeran yang turun dari kayangan. Ada juga yang menyebutkan animasi hidup.
__ADS_1
"Waw. Ini bukan keren lagi namanya.. Ini mah terkeren-keren pokoknya.. Cool bingit.." Kata salah satu teman melisa.
Melisa dan teman-temannya pun mengambil kaca kosmetiknya. Dan mereka tap-tap bedak ke wajah mereka. Mereka siap-siap tebar pesona kepada pria tampan itu.
Pria tampan itu berhenti di depan mereka. Dan pria itu menatap mereka. Seketika melisa dan teman-temannya langsung membulatkan matanya. Mereka seperti tahan nafas.
"Oh iya, ruangannya Ibu Berlin dimana ya mbak?" Tanya pria itu.
"Jangan ke ruangan Ibu Berlin.. masuk ke hatiku aja.." Ujar salah satu teman melisa.
Pria itu pun mengernyitkan dahinya. Melisa langsung menyenggol temannya itu. Dan temannya menjadi salah tingkah.
"Ruangan Ibu Berlin di sana mas, Masnya lurus saja." Jawab Melisa dapat mengendalikan jantungnya.
Pria itu langsung menuju ruangan Berlin. Pria itu mengetuk pintu dan Berlin pun mempersilahkan masuk. Berlin tersenyum ketika melihat Bisma datang.
"Sabrina, kenalin ini Bisma yang tante ceritakan barusan." Kata Berlin. Sabrina pun mengulas senyum kepada Bisma. Bisma membalas senyum Sabrina.
"Bisma, Sabrina ini yang akan menjadi teman duet kamu." Ujarnya. Bisma memandangi Sabrina dari bawah sampai atas. Bisma pun langsung mengangguk setuju.
"Bisa kita latihan sekarang?" Ujarnya.
"Bisa." Jawab Sabrina singkat.
"Ih, males banget ngeliatnya." Kata teman melisa.
"Kenapa sih, Sabrina selalu saja beruntung.. Heran gua.." Kata Melisa kesal.
Sabrina dan Bisma memasuki ruang latihan musik. Bisma ingin mendengar suara Sabrina menyanyi. Sabrina pun mulai masuk ke ruang studio rekaman.
Bisma sangat terkejut mendengar suara Sabrina. Bisma mulai tertarik dengan suara Sabrina yang sangat mendalami sebuah lagu. Dan Bisma pun mulai mencoba untuk mengajak duet.
Bisma sangat menyukai suara Sabrina yang dapat kompak untuk diajak duet. Mereka bernyanyi dan menikmati lagu itu sampai selesai.
"Wah, pilihan Ibu Berlin tidak salah. Saya sangat menyukainya." Pujinya.
"Sabrina, Bisma ini akan tampil di acara musik world. Dan kamu akan menjadi teman duetnya untuk bernyanyi." Kata Berlin.
"Musik World? Berati di luar negeri dong tante?" Tanya Sabrina.
__ADS_1
Berlin pun mengangguk. Sabrina menyetujui tawaran itu. Berlin sangat senang mendengarnya. Berlin berharap Sabrina dapat mengharumkan nama kampus.
Setiap hari, Sabrina dan Bisma selalu latihan bareng. Ternyata Sabrina sangat asyik dan nyambung ketika diajak bicara. Sabrina terus dipaksa untuk latihan dan latihan lagi. Tetapi Sabrina tetap bersemangat dan tidak mengeluh.
Acara tinggal dua hari lagi. Bisma mengajak Sabrina untuk latihan lagi. Vino yang memperhatikan Sabrina menjadi tidak tega terhadap Sabrina. Sabrina terlihat kelelahan.
"Sabrina, apakah ini tidak terlalu menyiksa?" Ujar Vino.
"Ga apa-apa Vino. wajar kan, ini acara world." Jawabnya.
"Tetap saja Sabrina, ini sudah terlalu difotsir. Sesuatu yang difotsir tidak akan bagus hasilnya. Apalagi kamu seorang perempuan, tenaga kamu sangat terbatas." Kata Vino.
Sabrina tetap bersikeras dan Sabrina meyakinkan Vino untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Sabrina seperti merasakan sesak di dadanya. Namun, Iya tahan rasa sesak itu. Sabrina berusaha terlihat kuat di depan Vino.
...****************...
Hari H sudah tiba. Sabrina bersiap-siap untuk pergi ke airport. Vino mengantar Sabrina untuk pergi ke bandara. Bisma sudah menunggu Sabrina di airport.
"Sabrina, kamu hati-hati di sana ya?" Nasihat Vino.
"Ok, terimakasih Vino.." Balas Sabrina.
Sabrina dan Bisma pun mulai menaiki pesawat. Selama 9 jam penerbangan, Sabrina tertidur. Sesekali Bisma melihat wajah Sabrina yang tertidur.
"Ternyata Dia cantik juga.." Kata Bisma.
Bisma pun membangunkan Sabrina. Dan Sabrina terbangun. Ternyata sudah sampai. Mereka pun mulai turun dari pesawat. Sabrina dan Bisma langsung menuju sebuah hotel yang telah disediakan.
Bisma meminta untuk latihan lagi. Padahal, Sabrina baru sampai dan baru menempuh perjalanan jauh. Sebenarnya Sabrina merasa capek, tapi Sabrina tahan rasa cepek itu. Sabrina dan Bisma pun latihan lagi.
"Ini latihan terakhir. Karena acaranya nanti malam." Kata Bisma. Sabrina hanya mengangguk.
Dan tibalah waktu acara tersebut. Sabrina tampil dengan sangat elegan dan anggun. Para perias wajah Sabrina pun merasa takjub dengan kecantikan Sabrina. Para perias memperlihatkan wajah Sabrina di kaca.
Sabrina terkejut melihat wajahmu sendiri. Iya meraba wajahnya sendiri. Dan Sabrina tidak percaya jika itu adalah wajahnya.
"Is this really my face?" Sabrina tidak percaya.
"Yes it is. You is very beautifull.." Kata perias itu. Sabrina tersenyum melihat wajahnya.
__ADS_1
Bisma pun menghampiri Sabrina dan takjub melihat Sabrina. Sabrina sangat terlihat cantik. Sabrina tidak sengaja melihat sesuatu di tangan Bisma. Sabrina mengernyitkan dahinya.
"Siapa Dia sebenarnya?" Gumamnya.