
"Kamu tidak ingin kakak kamu celaka kan? Kalau begitu, kamu sendiri yang harus turun menyelamatkan kakakmu. Kalau tidak, remot ini akan siap untuk menerjunkan kakakmu ke kolam itu. Hahaha.." Ancam Angel.
Sabrina hanya geleng-geleng.
"Jangan Yeon! Jangan bodoh.. Jangan korbankan diri kamu! Ini taktik licik dia supaya dapat mencelakai kamu!" Teriaknya.
"Sekarang kamu tinggal pilih, menyelamatkan kakak kamu atau?" Ucapnya menegangkan.
Dae Hyun tidak menyangka kalau bininya sejahat itu. Iya sambil berpikir keras untuk menyelamatkan istri dan adik iparnya itu.
Yeon melirik remote tersebut. Angel dengan sombongnya memainkan remote tersebut.
Dae melirik ke arah yeon dan memberikan kode terhadap yeon. Yeon mengerti apa maksud Dae Hyun.
yeon pura-pura menuruti kemauan Angel. Angel tertawa puas saat Yeon ingin berenang ke kolam tersebut. Dengan sigap, Dae Hyun menepis tangan Angel yang sedang memegang remote itu.
Alhasil remote itu jatuh ke kolam tersebut. Angel sangat terkejut. tugas Yeon, memberi makan para buaya itu dengan daging. Yeon segera mengambil daging tersebut dari gudang tempat penyimpanan makanan untuk buaya.
Sementara Dae memegangi Angel lalu mengikatnya. Buaya-buaya itu memakan daging itu dengan lahap. Dae dan Yeon segera berenang untuk menyelamatkan Sabrina.
Dae dan yeon segera melepaskan ikatan Sabrina. Mereka dengan cepat membawa Sabrina ke pinggir kolam. Ada satu buaya yang sudah selesai makan.
Mereka bertiga sangat panik. Buaya itu mengejar mereka bertiga. Beruntung saja mereka selamat.
"Huft huft huft.." Sabrina bernafas cepat.
Dae membantu istrinya. Yeon dan Dae pun segera membawa Sabrina ke mobil. Mereka meninggalkan Angel sendirian.
Angel berteriak kesal karena tangannya diikat oleh mereka.
"Ah, sialan! Awas aja mereka." Ujarnya kesal.
"Penjaga.. penjaga.." Teriaknya. Para penjaga pun datang. Mereka berlari dengan cepat ke arah angel.
"Ngapain kalian bengong? Kejar mereka!" Perintahnya.
Mereka mengangguk gugup dan segera mengejar Sabrina dan suaminya serta Yeon.
...****************...
"Rupanya anak buah angel mengikuti kita bang.." Ucap Yeon.
"Ya, sudah.. kamu terus saja menyetir. Aku akan coba meminta bantuan vino." Ujar Dae Hyun.
Yeon pun mengangguk tanda mengerti. Dae segera menghubungi vino. Sementara anak buah angel terus mengejar. Aksi kejar-kejaran terus berlangsung.
Tak lama kemudian, vino bersama teman-temannya datang. Mereka menghadang anak buah angel.
"Dasar bocah tengik! siapa kalian? Berani menghalangi jalan kam**i**" Ucap salah satu anak buah angel dengan sombongnya.
"Kalau kalian memang jantan, hadapi kami! satu lawan satu! Jangan jadi pengecut!" Ujar vino.
__ADS_1
"Ah sialan! Hajar mereka." Perintah leader anak buah angel.
Mereka pun langsung menyerang vino dan teman-temannya. Vino dan teman-temannya yang jago bela diri, dapat dengan mudah mengalahkan anak buah angel.
Anak buah angel terkapar di jalan dan menahan sakit. Vino dan teman-temannya langsung menyusul dae dan istrinya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Dae yang melihat Sabrina meringis kesakitan.
"Perut Aku.. argh.." Sabrina semakin kesakitan.
Dae segera membawa istrinya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Sabrina langsung ditangani oleh dokter. Sementara Dae Hyun menunggu dengan perasaan cemas. Begitu juga dengan Yeon, Iya juga mencemaskan kakaknya.
Tak lama, dokter pun selesai menangani Sabrina. Dae segera menghampiri dokter itu.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanyanya.
"Ibu Sabrina mengalami syok berat. Sebaiknya iya di rawat dulu disini." Saran dokter.
Dae pun setuju jika istrinya memang harus dirawat.
Dae menghampiri istrinya yang tengah belum sadarkan diri. Iya memegang tangan istrinya itu. Dae merasa Iba terhadap istrinya.
Suami mana yang tidak terenyuh ketika melihat istrinya yang dicintainya itu hampir mati dimakan buaya. Dae benar-benar tidak habis pikir dengan si angel. Karena dendam, iya rela mengorbankan nyawa ponakannya sendiri.
Apalagi, Sabrina pernah iya adopsi seperti anak sendiri. Angel memanglah wanita yang kejam. Ternyata, dendam bisa membuat seseorang menjadi jahat dan gelap mata.
"Dae, bagaimana keadaan Sabrina?" Tiba-tiba suami angel datang.
Dae menceritakan semuanya. Suami angel tertunduk malu atas perbuatan istrinya.
"Ternyata angel masih menyimpan dendam. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi." Ujarnya.
Suami angel segera pergi ingin menemui angel. Dae tidak menahannya.
...****************...
"Angel! Apa yang telah kamu lakukan?" Tanyanya kepada angel.
"Apa peduli kamu?" Ucapnya mengejek.
"Angel! kamu hampir saja melukai Sabrina, keponakan kamu sendiri." Ucapnya.
"Resiko dia. suruh siapa dia sayang sama adik angkatnya itu." Ujar angel.
"Kamu benar-benar keterlaluan angel! Kalau kamu mau dendam, jangan sama mereka! Balas sama saya saha. ini saya yang salah.. mereka tidak tahu apa-apa.." Ucap suaminya.
"Justru, karena Aku membalasnya ke yeon, supaya kamu juga merasakan bagaimana kehilangan.. Aku tidak peduli siapa yang akan jadi korban.. asal dendam ku bisa terbayar! Dan semua ini, gara-gara kamu! " Ucap angel. Angel pun langsung pergi, meninggalkan suaminya.
Suami angel hanya geleng-geleng kepala. Iya dari dulu melihat istrinya tidak pernah berubah.
__ADS_1
"Maafkan Aku, Aku tidak dapat menjaga Yeon.. anak kita dengan baik.." Lirihnya dalam hati.
Seperti ada rasa penyesalan. Iya tidak akan pernah tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Menimbulkan dendam yang mendalam.
"Kenapa Aku dulu begitu bodoh.. menuruti kemauan Ibuku. Seandainya dulu aku menolak permintaan ibuku, pasti tidak akan seperti ini akhirnya.." Ucapnya.
Angel benar-benar sudah diselimuti oleh dendamnya.
"Aku harus melakukan sesuatu." Kata batin suami angel.
Suami angel langsung ke rumah sakit lagi menjenguk Sabrina. Kali ini, Iya sendiri yang akan melapor istrinya ke polisi.
"Om yakin?" Tanya Dae heran.
"Iya saya yakin, Angel memang tidak bisa dibiarkan. Iya sudah keterlaluan.." Ucap suaminya.
Tak lama, Sabrina sadar dari pingsannya. Sabrina bingung, kenapa dia ada di situ. Dae menjelaskan tentang yang sebenarnya.
Sabrina pun paham. Iya juga heran kenapa tantenya bisa senekat itu melakukan tindakan yang kriminal.
Sebenarnya angel adalah orang baik. Namun, hanya karena dendam, seseorang bisa berbuat apa saja.
...****************...
Suami angel benar-benar melaporkan angel ke kantor polisi. Polisi menerima laporan dari suami angel.
Polisi pun segera mendatangi rumah angel.
Tok
Tok
Tok
Suara ketokan pintu dari luar.
"Siapa sih yang ketok pintu." Sungut angel sambil berjalan ke arah pintu.
Pas membuka pintu, angel kaget karena yang datang adalah kedua polisi.
"Permisi! Apa benar dengan Ibu angel?" Tanya polisi tersebut.
"Iya benar.. Ada apa ya pak?" Tanya angel heran.
"Kami membawa surat penangkapan untuk Ibu angel." Ucap polisi itu sambil menyerahkan surat tersebut.
"Loh memangnya saya salah apa pak?" Tanya angel heran.
"Bawa Dia!" Perintah salah satu polisi itu.
Angel pun dibawa ke kantor polisi.
__ADS_1