
Tiba-tiba HP Dae bergetar. Ada seseorang yang menelfon nya.
Dae pun melihat yang menelfon. Iya pun mengangkat telfon itu. Tak lama, telfonnya Dae akhiri.
"Siapa sayang?" Tanya Sabrina.
"Dari kantor sayang.. dari klien." Ucapnya.
Dae pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selama Dae di kamar mandi, Sabrina diam-diam mengecek HP suaminya.
Sabrina melihat siapa orang yang telah menghubungi Suaminya barusan. Sabrina terkejut ketika melihat siapa yang telah menghubungi suaminya.
Dia tidak lain adalah Indri. Lagi-lagi Dae berbohong kepadanya. Sudah dua kali iya tidak mengatakan yang sebenarnya kepadanya.
...****************...
Dae dan Sabrina sarapan pagi. Setelah itu, Dae pun pamit untuk ke kantor.
"Sayang.. hari ini, Aku pulang larut malam ya.. Soalnya Aku lagi ada proyek yang harus diselesaikan.." Ucapnya.
"Iya sayang... sama Indri ya?" Tanya Sabrina.
"Kok, pikirannya Indri terus sih.. Ya bukan dong.. Soalnya ada klien Aku dari luar negeri.." Ucapnya.
"Oh.. gitu ya? Ga apa-apa sayang.. yang penting kamu hati-hati.. ingat, jangan lupa makan siang.." Sarannya.
"Iya sayang..." Ucap Dae.
Dae pun mengecup kening istrinya sebelum berangkat. Iya juga mengelus perut istrinya.
Sabrina sedikit merasa kecewa dengan suaminya. Karena suaminya sudah berbohong kepadanya.
Karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami, akhirnya Sabrina mengikuti Dae dari belakang tanpa sepengetahuannya.
...****************...
Setelah sampai di tempat tujuan, Sabrina melihat suaminya dari jauh. Ternyata benar dugaan Sabrina, Dae sedang bersama Indri. Lagi dan lagi, Dae membohongi Sabrina.
Sabrina pun turun dari mobilnya. Iya mengikuti Dae dan Indri. Sabrina teringat ucapan Dae yang katanya ada janji dengan klien.
"Kamu bilang, mau ke proyek.. ternyata kamu di sini Dae.." Batinnya. Sabrina pun berlalu pergi meninggalkan mereka.
Sabrina kembali ke mobil dengan perasaan kecewa.
"Indri, kenapa kamu ngajak Aku ke sini? Katanya kita ada proyek..?" Ucap Dae.
__ADS_1
"Santai dong Dae.. kita mang ke proyek hari ini, tapi kita makan dulu lah.." Jawab Indri.
Indri dari balik kaca restoran melihat mobil Sabrina dari jauh. Indri hanya tersenyum sinis .
"Dari raut wajahnya kelihatan.. kalau Sabrina terlihat kecewa. Aku yakin, sebentar lagi mereka akan bertengkar." Batinnya.
"Indri!" Tiba-tiba suara Dae mengagetkan Indri.
"Iya..." Indri masih terkejut.
"Aku ga bisa makan di sini. Aku sudah sarapan tadi di rumah.." Jawab Dae.
"Ok.. kalau kamu mau ke proyek dulu ga apa-apa.. tapi, aku makan dulu ya.. Aku kira kamu belum sarapan.. makanya Aku ajak kamu ke sini.." Ucap Indri.
Untuk sementara ini, Indri tidak bisa terlalu menahan Dae. Kalau iya terlalu menahan, bisa-bisa Dae curiga.
Dae pun berlalu meninggalkan Indri. Dae segera menuju ke mobil dan segera melajukan mobilnya.
Kali ini, Dae merasa bersalah terhadap istrinya. Karena iya secara tidak langsung telah berbohong terhadap Sabrina.
Dae tidak tahu apa yang akan terjadi jika dirinya ketahuan berbohong. Mungkinkah Sabrina akan kecewa terhadap dirinya.
...****************...
"Sudah pulang?" Tanya Sabrina.
"Iya sayang.. oh iya, ini Aku bawain martabak kesukaan kamu.." Ucapnya. Sembari memberikan satu bungkus martabak kesukaannya.
Sabrina mengambil bungkusan martabak itu. Iya mengambil martabak itu dengan biasa saja.
Dae merasa ada yang aneh dengan Sabrina. Sabrina kali ini hanya tersenyum datar.
"Kamu pasti capek kan.. kamu mandi dulu.. habis itu kita makan malam.. Aku sudah siapin.." Ujarnya sedikit mengulas senyum.
Sabrina pun berlalu meninggalkan suaminya. Iya meletakkan martabak tersebut di atas meja.
"Sayang.. kamu ga suka ya, dengan martabaknya?" Tanya Dae.
"Suka kok.. cuma Aku lagi ga pengen aja." Jawabnya datar.
Dae tidak banyak bertanya lagi. Dae pun segera menuruti kemauan istrinya.
...****************...
Sabrina dan Dae pun makan malam. Suasana makan malam sangat hening. Sabrina tidak ingin di waktu makan ada percakapan. Karena Sabrina tahu, bahwa itu tidaklah baik.
__ADS_1
Selesai makan, Sabrina pun ingin memulai percakapan dengan suaminya.
"Dae, boleh Aku meminta sesuatu sama kamu?" Tanya Sabrina.
"Minta pa sayang? Katakan aja.." Jawabnya.
"Sayang, Aku minta mulai detik ini juga.. kamu ga usah dekat-dekat dengan Indri lagi.. Bisa kan?" Pintanya.
"Sabrina?" Dae heran.
"Sebelumnya ada yang ingin Aku tanyakan ke kamu. Tolong jelasin, kenapa sudah 3 kali kamu berbohong?" Tanya Sabrina.
"3 kali berbohong? Maksud kamu?" Tanya Dae tidak mengerti.
"Pertama, kamu berbohong tentang makanan kemarin. Sebenarnya makanan kemarin itu dari Indri kan? Yang kedua, tadi pagi kamu bilang yang telfon itu klien, padahal Indri kan yang telfon kamu kan? Terus yang ke 3.. Kamu bilang mau ketemu klien luar negeri. Sebenarnya kamu ketemu sama Indri kan? Tolong jelasin, kenapa kamu sampai berbohong. Apa sebenarnya alasan kamu melakukan semua ini? Tolong jelasin agar Aku tidak salah paham.." Tanya Sabrina serius.
"Em.." Dae terlihat gugup. Iya tidak tahu harus jawab apa.
"Kenapa diam?" Tanya Sabrina lagi.
"Sabrina, maafkan Aku kalau Aku berbohong.. Aku melakukan ini semua, karena Aku tidak ingin kamu merasa kesal dengar nama Indri. Sabrina, Aku tahu kamu masih ada rasa curiga terhadap Indri kan? Sabrina.. Aku mau jelasin ke kamu, Sebenarnya Indri itu sudah berubah.. Dia sudah berubah menjadi baik.. Dia.." Belum sempat Dae melanjutkan pembicaraan Tiba-tiba Sabrina langsung memotong pembicaraannya.
"Sudah, cukup! Jadi, kamu percaya dengan sikap baik Indri?" Tanyanya.
"Iya Aku percaya.. karena Aku tahu sendiri.. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.." Jawab Dae.
"Kamu percaya sama Indri.. sampai kamu tega berbohong? Sampai segitunya.." Serunya.
"Sabrina.. Aku ga mau bahas ini lagi.. Tolong lupakan.. Terserah kamu mau percaya atau tidak.. Yang penting kamu jangan melarang Aku untuk kerjasama dengan Indri.. Indri itu sudah banyak membantu perusahaan kita.." Ucapnya membantah.
"Tapi, Indri itu cuma pura-pura.. Dia ada niat tidak baik sama kamu.." Ungkapnya.
"Kamu bisa membuktikan kalau ada niatan tidak baik dari Indri?" Tanya Dae.
"Mungkin saat ini, Aku tidak dapat membuktikan apa-apa sama kamu.. Tapi, Aku yakin kalau Dia ada niat jahat sama kamu Dae.." Ujarnya.
"Sabrina cukup! Aku tidak mau dengar apa-apa lagi dari kamu.." Bentak Dae. Sabrina seketika kaget mendengar suaminya membentak dirinya. Sebelumnya Dae tidak pernah membentak Sabrina seperti itu.
Dae pun berlalu meninggalkan Sabrina yang ada di meja makan. Sabrina masih diam terpaku. Karena bentakan dari Dae.
...****************...
"Sayang.. sarapan dulu yuk.." Ajak Sabrina.
Tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Dae. Dae masih kesal dengan perdebatan tadi malam bersama Sabrina. Dae pun langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Sabrina.
__ADS_1