Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Sabrina diculik


__ADS_3

"Hai guys, kenal perempuan ini kan? Kenal dong pastinya.. Lihat ini guys kelakuannya, Dia tercyduk selingkuh guys, dengan seorang laki-laki yang tak lain adik tirinya Dae.. Miris ga sih bagi kalian para fans Dae.. Ketika bias kalian dikhianati.." Kata salah satu teman melisa yang mengunggahnya langsung di sosmed.


"Hapus enggak? Kalian itu fitnah!" Sabrina berusaha mengambil HP dari teman Melisa. Melisa dan teman-temannya menertawakan Sabrina karena mereka merasa berhasil ngerjain Sabrina. Dan tiba-tiba tangan seseorang mengambil HP itu. Mereka kaget setengah mati ketika melihat Dae Hyung.


Dae Hyung langsung membuang HP itu dari lantai dua. HP itu melayang dan mata mereka bergerak mengikuti HP itu. Mereka semua menganga dan HP itu hancur seketika.


"Oh my god, HP mahal gue hancur.." Melisa memandangi HPnya yang jatuh. Melisa langsung melihat ke arah Sabrina. Sabrina hanya tersenyum ketika Melisa melotot.


"Kenapa? Mau marah sama gue? Silahkan saja.. Gue gak takut." Tantang Sabrina. Melisa melirik ke arah Dae Hyung dan langsung pergi bersama teman-temannya.


"Uh, sebel sebel sebel." Sabrina menghentak-hentakkan kakinya.


"Sabar Sabrina.. kan kamu bisa beli lagi.. Tinggal minta tuh sama ayang Vadim." Ujar temennya.


"Ya masalahnya itu, HP mahal. Iya kalau Vadim menggantinya dengan sama.. Kalau enggak kan rugi gue.. Mana itu HP dibelikan bokap lagi.. Argh.. ini semua gara-gara Sabrina.." Melisa kesal.


"Gue jadi punya Ide.." Kata temannya. Teman melisa pun membisikkan sesuatu ke telinga Melisa. Melisa mengangguk-angguk dan tersenyum licik.


"Kamu yakin ini berhasil?" Melisa tidak percaya.


"100% yakin." Ujar temannya dengan percaya diri.


Melisa langsung menunggu kedatangan Vadim. Dan dari jauh Melisa melihat Vadim. Melisa langsung bersiap-siap untuk melakukan aksi aktingnya.


"Hiks, hiks hiks," Pura-pura menangis dan sesenggukan ketika Vadim sudah mendekat.


"Loh, melisa.. kamu kenapa?" Vadim kaget melihat melisa.


"HP Aku dibanting sama Dae.. Padahal Aku cuma mau minta foto doang.. Eh karena dia takut Sabrina cemburu, dia malah banting HP Aku.. hiks, hiks, hiks.." Akting melisa.

__ADS_1


Vadim membuang nafas kasar. Dan langsung memegang pundak melisa. Vadim mengajak melisa untuk duduk.


"Mana HPnya yang rusak?" Tanya Vadim. Melisa langsung menunjukkan HPnya. Dan Vadim pun memperhatikan HPnya. Vadim langsung merogoh sesuatu di saku celananya. Mata melisa seketika langsung terbelalak.


"Pasti dia ngeluarin black cardnya lagi... Sosweet banget sih.." Gumam Melisa dalam hatinya.


"Ini uang untuk benerin HP kamu. HPnya kan bagus, jadi masih bisa itu dibenerin.. Kamu benerin saja ke ahlinya.." Sambil meletakkan beberapa uang di tangannya. Vadim pun langsung pergi. Melisa melihat uang itu penuh heran.


"Ha.. Apaan ini? Ga salah gue? Aku kira dia mau kasih black card lagi ke gue.. Mana ngasihnya cuma 5 juta lagi.. Sial. Ini ga bisa dibiarin.. gue harus balas Sabrina." Melisa menggerutu.


Melisa pun merencanakan sesuatu untuk membuat Sabrina menjadi jera. disaat pulang kuliah, Melisa sudah menunggu Sabrina di depan gerbang kampus.


Sabrina ingin cepat-cepat pulang, namun mereka menghadangnya. Sabrina melihat Melisa sedang menghadangnya bersama dengan teman-temannya.


"Kalian bisa minggir enggak?" Tanya Sabrina.


Melisa dan teman-temannya pun tertawa puas. Dan teman-teman melisa langsung memegangi tangan Sabrina kanan dan kiri.


"Mau apa kalian? Lepasin enggak?" Sabrina sambil memberontak.


"Suts.. diam saja.. Aku akan bantu kamu untuk membereskan rambut kamu yang tertempel permen karet.." Melisa memegang dagu Sabrina. Dan Melisa pun langsung menggunting rambut Sabrina. Sabrina menganga melihat rambutnya digunting.


"Hahaha..." Melisa dan teman-temannya tertawa puas. Sabrina hanya memandangi potongan rambutnya yang sudah digunting.


Kesabaran Sabrina sudah habis. Dan Sabrina pun dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dari cengkraman teman-teman Melisa. Sabrina menggunakan kakinya untuk mematahkan kaki mereka. Akhirnya cengkraman itu terlepas. Melisa dibuat kaget dengan tindakan Sabrina.


Sabrina langsung menarik rambut teman melisa dan menyeretnya. Lalu Sabrina menarik rambut teman melisa yang satu lagi. Kedua teman melisa merasa kesakitan. Dan melisa pun mengadu kedua kepala mereka. Auto mereka berdua merasa pusing. Sabrina kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.


Sabrina pun berjalan ke arah melisa. Semakin mendekat, melisa semakin mundur. Namun, Melisa sudah terhalang oleh tembok sehingga iya tidak bisa mundur lagi. Karena sudah emosi, Sabrina mengepalkan kedua tangannya. Melisa semakin dibuat gugup oleh Sabrina.

__ADS_1


"Sabrina.. Aku cuma bercanda lo tadi.. Aku ga serius.." Melisa tidak tahu harus alasan apa.


"Bercanda kamu bilang? Sama, Aku juga ingin bercanda sama kamu. Sekarang, kamu rasain ini.." Sabrina langsung memotong rambut Melisa. Melisa pun menjerit dan menyesal melihat rambutnya sudah terpotong juga.


Kedua teman melisa berdiri di belakang Sabrina. Mereka ingin membantu melisa dan memukul Sabrina. Namun, karena Sabrina sergap menoleh ke belakang, Akhirnya Sabrina pun langsung menarik Melisa dan mendorong mereka arah mereka. Alhasil mereka pun terjatuh.


"Au.." Mereka mengadu kesakitan. Sabrina hanya tersenyum sinis melihat mereka. Dan Sabrina pun langsung pergi meninggalkan mereka.


Sabrina pulang dengan jalan kaki. Kali ini Sabrina pulang sendiri tanpa dijemput Dae. Sabrina dengan isengnya melempari sebuah botol sambil berjalan. Tiba-tiba, ada seseorang yang membungkam mulut Sabrina dari belakang. Sabrina pun tidak sadarkan diri.


Seseorang menggunakan teropong, langsung memasukkan Sabrina ke dalam mobil. Dan mereka pun membawa Sabrina ke suatu tempat.


Sabrina tersadar dari pingsannya. Sabrina kaget melihat dirinya terikat dan mulut pun terbungkam. Sabrina berusaha melepaskan diri. Tetapi, karena ikatan itu terlalu kuat Sabrina tidak dapat melepaskan dirinya. Sabrina juga tidak dapat menjerit. Karena mulutnya sudah dilakban. Sabrina hanya bisa memberontak.


Beberapa orang datang, dan langsung berdiri di hadapan Sabrina. Sabrina memandangi mereka dari ujung kaki hingga ujung rambut. Orang itu langsung memegang mulut Sabrina dengan kasar. Dan mereka membuka lakban Sabrina dengan kasar.


"Siapa kalian? Mau apa kalian?" Sabrina emosi.


"Suts.. tenang manis.. Kita santai-santai senang-senang disini.. Hahaha.." Kata Mereka membuat Sabrina takut.


"Jangan macam-macam kalian.. lepasin saya.." Sabrina memberontak. Kemudian leader merek menelfon seorang Dae Hyung. Mereka sengaja menghubungi Dae Hyung lewat Video call.


"Kamu pasti tahu siapa cewek itu?" Langsung memperlihatkan Sabrina yang dalam keadaan terikat. Dae Hyung pun langsung kaget dan emosi.


"Jangan kalian sakiti Dia.. Kalian akan berhadapan dengan saya.." Dae Hyung emosi.


"Oh.. hoho.. santai men.. Kita akan lepaskan Dia.. asal kamu datang sendiri kesini." Kata orang misterius itu.


"Baik.. kalau itu mau kalian." Ujar Dae Hyung dengan emosi.

__ADS_1


__ADS_2