
"Bawa Dia!" Perintah salah satu polisi itu.
Angel pun dibawa ke kantor polisi.
...****************...
Sesampainya di kantor polisi, Angel berusaha menjelaskan dan meyakinkan polisi bahwa dirinya tidak bersalah.
Tiba-tiba seseorang datang. Angel menghentikan penjelasannya. Iya melihat ke arah orang tersebut. Angel sangat senang, matanya berbinar-binar.
"Mas, akhirnya kamu datang.." Ucap Angel langsung menghampiri suaminya.
Suami angel berjalan menghampiri polisi.
"Ini suami saya datang pak.. Dia pasti akan menjelaskan yang sebenarnya. Bahwa saya tidak bersalah.." Ucap Angel.
Tanpa menghiraukan perkataan Angel, suami Angel langsung duduk berhadapan dengan polisi.
"Tangkap saja istri saya pak, dan kedatangan saya kesini membawa bukti tentang kejahatan istri saya." Ujar suami Angel sambil menyerahkan sebuah bukti kepada polisi.
Polisi membuka bukti itu. Angel sangat terkejut melihat itu semua. Angel *******- ***** tangannya. Iya merasa kecewa dan kesal atas tindakan suaminya itu.
Brak!
Tiba-tiba saja angel menggebrak meja. Seketika Angel dan polisi langsung mendongak ke arah angel. Mereka melihat wajah angel yang terlihat marah.
"Apa-apaan kamu Angel? Ini kantor polisi, tidak seharusnya kamu bersikap seperti ini!" Ucap suami Angel
"Kamu yang apa-apaan mas? Kenapa kamu tidak membela Aku? Aku ini istri kamu! Oh.. Aku tahu.. Apa karena anak haram kamu itu? Kamu ga terima dia Aku sakiti? Sama mas, Aku dulu juga gitu, ga rela waktu kamu khianati. Ini semua salah kamu mas, kamu yang buat Aku seperti ini.." Ucap Angel.
"Angel Aku tahu kamu sangat membenci yeon.. Aku tahu kamu punya dendam, tapi perbuatan kamu hampir mencelakai orang lain. Dan yang hampir celaka itu Sabrina, keponakan kamu sendiri. Dia ga tahu apa-apa tentang masalah kamu, tapi dia harus jadi korban karena keegoisan kamu.." Ucap suami Angel.
Polisi hanya menggelengkan kepala. Tanpa banyak basa-basi lagi, suami Angel menyerahkan Angel ke polisi. Iya pun pamit dan meninggalkan Angel begitu saja di kantor polisi.
Angel berteriak sekencang- kencangnya memanggil suaminya. Namun, suami Angel tidak menghiraukan teriakannya. Polisi juga segera menyeret Angel menuju sel.
"Pak polisi, buka pak.. bapak salah menghukum saya.. saya tidak bersalah.." Ujar Angel.
__ADS_1
Polisi itu tidak menghiraukan celotehan Angel. Polisi tetap saja mengurung Angel dalam sel dan menguncinya. Angel teriak kembali minta untuk dikeluarkan.
"Diam!" Suara polisi dengan lantang. Seketika Angel pun terkejut.
Sekarang Angel sudah mendekam di balik jeruji besi. Angel hanya terduduk diam sembari menyenderkan punggungnya di tembok penjara.
"Kenapa kamu tega mas? Bukankah Aku begini karena perbuatan mu? Ternyata selama ini Aku tidak ada artinya di mata kamu mas.. Buat apa kamu bertahan denganku jika hatimu tidak bersamaku?" Ucap Angel dalam kesendiriannya.
...****************...
Di rumah sakit, keadaan Sabrina sudah mulai membaik. Sabrina diperbolehkan pulang. Dae sang suami membantu istrinya mendorong kursi roda yang dikenakan Sabrina menuju parkiran mobil.
Sesampainya di rumah, Dae membawa istrinya ke kamarnya.
"Sayang, kamu istirahat ya?" Ucap sang suami sembari mengecup kening Sabrina.
"Iya!" Jawabnya.
Dae pun beranjak keluar. Karena Iya tidak ingin mengganggu istrinya yang harus istirahat.
Memang benar, Angel sudah diamankan oleh polisi. Tapi bukan berarti yeon sudah aman. Akan banyak orang-orang yang tidak suka dengannya dan berniat ingin mencelakainya.
Sabrina tidak habis pikir, mengapa Angel bisa berbuat sekejam itu. Angel yang selama ini iya kenal, adalah orang yang sangat baik kepada siapa pun. Terlebih kepada dirinya.
Sudah cukup lama Iya mengenal Angel. Bahkan Iya pernah tinggal bersamanya. Bahkan Angel lah yang membiayai kuliahnya.
Sabrina juga tahu, kalau Iya dari dulu memang tidak begitu suka dengan adiknya yeon. Entah karena apa.
"Segitunya bencinya tante Angel terhadap yeon? Sampai-sampai, tante gelap mata ingin mencelakai orang lain. Tante Angel seperti menyimpan sebuah dendam terhadap yeon.. Tapi, kenapa ya? Aku harus cari tahu alasannya." Pikirnya.
Cek lek
Terdengar seseorang sedang membuka pintu kamar. Seketika Sabrina melihat ke arah pintu. Ternyata itu adalah suaminya.
"Sayang, kenapa kamu belum tidur si?" Tanyanya heran.
"Ga apa-apa kok sayang.. cuma Aku belum ngantuk aja.." Jawabnya mengelak.
__ADS_1
"Kamu mikirin apa si? Ingat loh.. kata dokter kamu harus banyak istirahat, dan ga boleh terlalu banyak pikiran.. entar berpengaruh terhadap calon bayi kita.." Ucap Dae Hyun.
"Enggak apa-apa kok.. Aku cuma kepikiran sama yeon dan tante angel aja.. Aku ga habis pikir aja.. kenapa ya? Tante Angel segitu bencinya sama yeon? Dan Aku juga kepikiran tentang keselamatan yeon.." Ujarnya.
"Kan Tante Angel sudah diamankan.. Iya sudah berada di balik jeruji besi.. Jadi kamu ga perlu khawatir ya sayang.. Atau begini saja, kalau kamu masih penasaran, kita jenguk tante angel besok ya?" Kata Dae menawarkan.
"Kamu serius?" Tanyanya meyakinkan.
"Ya, iyalah.. Tapi, sekarang kamu istirahat dulu ya?" Ucapnya.
Sabrina pun mengangguk. Kali ini, Sabrina menuruti perkataan sang suami. Iya pun beristirahat. Dae membenarkan selimut sang istri.
...****************...
Sesuai janji Dae, Iya membawa Sabrina ke kantor polisi untuk menjenguk Angel. Sekaligus ingin meminta penjelasan.
Sesampainya di sana, Sabrina dan Dae menunggu dengan sabar. Tak lama kemudian, Angel pun muncul. Angel melihat Sabrina dan Dae dengan tatapan biasa.
"Ngapain kalian kesini? Kalian mau menertawakan saya? Silahkan kalian tertawa..." Ucapnya.
"Kita kesini mau jenguk tante.. bukan mau menertawakan tante.." Ucapnya.
"Aku ga suka basa-basi, langsung saja kalian mau apa datang kesini?" Tanyanya.
"Tante kenapa jadi kayak gini sekarang? Mana tante yang Aku kenal dulu? Aku tahu, tante memang ga suka sama yeon.. Tapi, kenapa si tan? Tante segitu bencinya sama yeon? Memang yeon salah apa si? Kalau alasan Tante karena yeon hanya seorang anak pungut, sepertinya itu tidak mungkin.." Ujar Sabrina.
Angel hanya tersenyum sinis mendengar pertanyaan Sabrina. Sudah iya duga kalau Sabrina akan menanyakan hal ini.
"Sabrina, Sabrina. Kalau pun saya memberitahu alasannya, sepertinya percuma. Kamu tidak akan pernah mengerti perasaan Aku. Kamu pasti akan tetap membela yeon.." Ucapnya.
"Baiklah kalau tante tidak ingin memberitahu alasannya. Itu hak tante.. Tapi, apa pun alasannya, yang tante lakukan ini salah. Tindakan tante itu sudah kriminal." Ucapnya.
"heh.. mending kalian pergi sekarang. Aku ga butuh ceramah kalian.." Usirnya.
"Kita juga akan pergi kok tan.. Aku berharap, semoga selama tante di penjara, tante menjadi orang yang lebih baik. Dan semoga ini adalah pelajaran yang berharga bagi tante.." Ucap Sabrina mengingatkan.
"Pergi saya bilang!" Angel sedikit lantang.
__ADS_1