Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Dae khawatir


__ADS_3

Sabrina berusaha menahan Sakit. Namun, Sabrina tidak bisa menahannya. Iya mengerang kesakitan. Dan tidak banyak waktu lagi. Vino membawa Sabrina ke markas Dae Hyung. Karena cuma Dae Hyung yang punya obatnya. Dan tempat itu masih tidak terlalu jauh dari markas Dae.


Teman-teman Dae Hyung kaget ketika melihat Vino menggotong Sabrina. Teman-teman Dae menghampiri mereka. Sementara Sabrina masih memeluk Vino sambil menahan rasa sakit.


"Vino, Sabrina kenapa?" Tanya salah satu teman Dae.


"Sabrina terkena pisau beracun oleh komplotan Mr. C." Ujar Vino.


"Apa? Sabrina kamu tahan sedikit ya.. Kami akan mengambil penawarnya." Kata teman Dae. Sabrina hanya mengangguk lemas.


Sabrina sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit. Tubuh Sabrina seperti terasa kaku. Dan keringat dingin membasahi tubuh Sabrina.


"Sabrina, kamu kuat ya.." Vino melihat wajah Sabrina yang sudah semakin pucat dan semakin membiru. Karena racun tersebut sudah menjalar.


Teman Dae segera memberitahu hal ini kepada Dae Hyung. Dae Hyung sangat syok mendengar hal ini. Dae Hyung segera berlari menghampiri Sabrina. Dae melihat wajah Sabrina yang semakin pucat dan membiru.


Racun tersebut sudah menjalar ke tubuh Sabrina. Sabrina terlihat menggigil. Teman-teman Dae segara memberikan pertolongan pertama kepada Sabrina.


"Sabrina, kamu bertahan.. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit.." Dae memeluk tubuh Sabrina yang semakin dingin. Sabrina sempat melihat Dae Hyung memeluk dirinya. Dan Sabrina pun tersenyum kepadanya. Tapi, tak lama kemudian Sabrina pun sudah tidak sadarkan diri.


"Sabrina, please kamu bertahan sayang.. Aku yakin kamu kuat.." Dae tidak mendengar denyut jantung Sabrina lagi. Namun denyut nadi masih berdetak namun sudah lemah.


Dae Hyung berusaha memompa jantung Sabrina dengan kedua tangannya. Dan akhirnya denyut jantung itu berdetak kembali. Dae Hyung pun langsung membawa Sabrina ke rumah sakit. Di perjalanan ke rumah sakit, Dae selalu merangkul tubuh Sabrina. Dae pun menangis. Karena wanita yang disayanginya itu celaka kembali.


"Sabrina, tahan ya.. Sebentar lagi kita akan sampai." Ujarnya seraya tidak bisa membendung air matanya.


Mobil mereka terkena macet. Dae Hyung pun sangat panik. Dae Hyung turun dari mobil dan langsung melihat keadaan di depan. Di depan ada sebuah kereta yang akan lewat. Dae Hyung tidak dapat menunggu.


Dae Hyung langsung menggotong Sabrina ke luar dari mobil. Dae Hyung pun berlari sambil menggotong Sabrina agar segera sampai ke rumah sakit. Vino juga turun dari mobil, mengejar mereka.

__ADS_1


"Bang, tunggu bang.. kita naik mobil saja ya ****bang****? Sebentar lagi macetnya akan selesai bang.. Kasian Sabrina.." Ujar Vino yang juga tidak tega.


"Sampai kapan harus nunggu macet? Sementara Sabrina segera butuh pertolongan. Dia Sabrina Vino.. Dia terkena racun yang sangat berbahaya.. Kalau sampai terjadi apa-apa dengannya bagaimana?" Ujar Dae sambil menangis.


Dae pun tidak mengubris perkataan Vino. Dae tetap saja berlari menggotong Sabrina. Beruntung saja rumah sakit sudah dekat. Dae pun segera memasuki kawasan rumah sakit.


"Suster, tolong Sus.." Teriak Dae Hyung. Suster segera berlari dengan membawa ambulance Stretcher.


Sabrina pun segera dibawa ke ruang UGD. Dokter pun segera menangani Sabrina. Dae Hyung menunggu di luar dengan mondar-mandir tidak tenang.


Dokter pun keluar dari ruangan. Dae segera menghampiri dokter itu. dan langsung menanyakan keadaan Sabrina.


"Sabrina telah melewati masa kritisnya. Beruntung saja, pertolongan pertama segera diberikan. Sekarang Sabrina tinggal dipindahkan ke ruang rawat." Kata Dokter. Dae Hyung sangat lega mendengar pernyataan dokter. Dokter segera memindahkan Sabrina ke ruang rawat.


Dae memandangi wajah Sabrina yang masih belum sadarkan diri. Dae pun memegang tangan Sabrina. Dan mengelus pipi mulusnya.


"Sabrina, kenapa kamu bandel banget sih? Aku kan sudah bilang, jangan pernah ke markas Aku.. Karena itu bahaya buat kamu. Maafin Aku.." Ujar Dae. Dae pun mencium kening Sabrina dengan kasih sayang.


"Abang ga mau nungguin Sabrina sadar?" Tanya Vino.


"Kalau dia nanti sudah sadar, bilang kalau aku ga ada disini dan ga peduli kepadanya. Kamu bilang gitu ya.." Permintaan Dae Hyung.


"Kenapa begitu bang?" Vino heran.


"Ikutin saja kata Aku.. nanti kamu juga tahu alasannya." Jawabannya.


Dae Hyung pun menunggu Sabrina sadar. Dan Vino pun menggantikan Dae Hyung masuk ke ruangan Sabrina. Sabrina beberapa saat pun siuman. Sabrina melihat Vino sudah berada di sampingnya.


"Vino, Dae mana?" Orang yang pertama ditanyakan Sabrina. Vino hanya diam dan menunduk.

__ADS_1


Sedangkan Dae Hyung hanya melihat Sabrina dari balik kaca. Dae menundukkan kepalanya. Iya sedih karena tidak bisa berada di sampingnya terus menerus.


"Dae tidak ada disini Sabrina.." Ujar Vino berbohong.


"Tapi, Aku merasa Dia ada di sini.." Ujarnya.


"Itu hanya halusinasi kamu saja Sabrina. Sedari tadi Bang Dae tidak ada disini." Ujar Vino lagi. Sabrina pun menunduk sedih.


"Sabrina kalau boleh tahu, sebesar apa perasaan kamu sama bang Dae?" Tanya Vino.


"Aku tidak tahu sebesar apa. Perasaan yang itu tidak dapat diibaratkan Vino. Yang jelas Aku sangat menyayangi Dae Hyung, melebihi diri Aku sendiri. Andai dia tahu tentang perasaanku.. mungkinkah dia akan tetap seperti ini kepadaku?" Sabrina kembali menunduk sedih.


Dae yang mendengar kata-kata Sabrina menunduk. Dan rasanya seperti sesak nafas. Dae menangis. Karena rasa sayang Sabrina sangat besar kepadanya. Dae Hyung ingin menghampiri Sabrina dan memeluknya. Tapi Iya mengurungkan niatnya. Karena iya tidak bisa bersama Sabrina lagi.


Dae pun hanya memandangi Sabrina dari balik kaca. Sabrina sempat melirik ke arah kaca. Dan Sabrina seperti melihat sosok Dae Hyung. Sabrina memicingkan matanya. untuk memastikan bahwa itu Dae Hyung.


Dae Hyung segera menyingkir agar Sabrina tidak melihatnya. Tetapi, perasaan Sabrina tidak dapat dibohongi. Sabrina sangat yakin kalau itu adalah Dae Hyung.


Sabrina berusaha bangun dari tempat tidurnya. Vino melarang Sabrina untuk banyak bergerak.


"Jangan halangi Aku Vino... Aku mau ngejar Dae.." Kata Sabrina.


"Itu bukan Dae Hyung Sabrina.. Kamu salah lihat." Kata Vino mengelak.


Sabrina tetap nekat mengejar Dae Hyung. Sabrina melepas infus di tangannya. Sabrina sedikit menjerit karena terasa sakit di tangannya. Vino sangat khawatir terhadap kondisi Sabrina.


"Sabrina.. tolong jangan nekat.. tangan kamu banyak ngeluarin darah.." Kata Vino. tetapi Sabrina tidak mempedulikannya.


Sabrina dengan berat melangkah, tetapi iya tetap berusaha kuat. Sabrina tetap mengejar Dae dengan langkah yang terbata-bata.

__ADS_1


"Dae.. Dae.. Kamu dimana?" Sabrina memanggil Dae Hyung. Vino mengikuti Sabrina. Sabrina pun sesekali terjatuh. Vino ingin membantu Sabrina. Tapi Sabrina menepis tangan Vino.


__ADS_2