Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Bisma mengesalkan


__ADS_3

Tiba-tiba saja Dae Hyun membuka matanya. Sabrina kaget dan membulatkan matanya. Secara langsung dan tanpa aba-aba Dae langsung mendaratkan bibirnya ke bibir lembut Sabrina. Sabrina jadi memejamkan mata.


Dalam durasi yang lama, mereka pun menyudahi sebuah ciuman yang panas itu.


"Udah ah mandi sana! Aku siapin masakan dulu.." Ujar sang istri.


"Sudah sayang, kamu ga usah repot-repot untuk masak.. Kita makan di luar aja ya.." Ucapnya.


"Tapi sayang?" Kata Sabrina heran.


"Sayang.. masak, bersihkan rumah dan nyuci..pokoknya semua pekerjaan rumah, itu tugas pembantu. Bukan tugas kamu.." Ucapnya.


"Tapi sayang.. Aku kan istri kamu.. dan nantinya akan menjadi Ibu rumah tangga.. pastinya sudah tugas Aku kan.." Ucap Sabrina.


"Istriku sayang.. kamu itu istri Aku, bukan pembantu Aku.. Menjadi Ibu rumah tangga itu berbeda dengan pembantu rumah tangga sayang.. Kamu itu cuma mendidik anak-anak ku, dan mengurus Aku.. itu saja. Kamu itu istri Aku, ratu Aku dan bidadari untuk anak-anak ku kelak.. paham kan?" Ucapnya lagi.


Sabrina hanya tersenyum sumringah mendengar kata-kata suaminya itu. Sabrina berharap mudah-mudahan suaminya tetap istiqomah.


"Iya sayang.. terimakasih ya.." Ucapnya.


"Kok terimakasih sih.." Ucap suaminya.


Sabrina tidak tahu harus berkata apa-apa. Hanya kata terimakasih yang dapat dia ucapkan.


Sabrina pun bersiap-siap untuk membersihkan tubuhnya. Sebelum Sabrina beranjak ke kamar mandi, sang suami mencegah tangan Sabrina. Sabrina pun duduk kembali di kasur.


"Ada apa sayang?" Tanyanya.


Dae menatap sang istri sembari tersenyum genit. Iya mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Seketika pikiran Sabrina langsung traveling.


"Kita mandi bareng.." Ucapnya membuat Sabrina membulatkan kedua bola matanya.


Sabrina mengira bahwa Sang suami akan menciumnya lagi. Sabrina sedikit kesal.


Dae yang paham hanya tersenyum saja.


"Nanti lagi sayang.. sekarang mandi yuk.." Ajaknya. Dae langsung beranjak dari tempat tidur dan menarik tangan sang istri.


...****************...


Dae mengajak istrinya untuk sarapan di luar. Karena di rumah mereka masih belum ada pembantu.


Mereka pergi ke sebuah restoran mewah. Dae sengaja membawa istrinya ke restoran itu. Karena memang restoran itu adalah miliknya sendiri tanpa Sabrina ketahui.


Sabrina melihat sekeliling restoran itu. Sepertinya Sabrina sangat menyukainya.


"Tempatnya bagus ya sayang.. interiornya sangat elegan." Ujarnya memuji.


"Kamu suka dengan tempat ini?" Tanyanya.


"Mengangguk"

__ADS_1


"Pesan saja yang kamu mau sayang.." Ucapnya.


Sabrina tidak terlalu banyak memesan makanan. Iya hanya memesan makanan favoritnya.


"Sayang, Aku ke toilet sebentar ya.." Pamit Dae. Sabrina hanya mengangguk dengan menikmati menikmati makanannya.


Dae pun beranjak ke kamar mandi. Jalan menuju kamar mandi, Dae berpapasan dengan musuh bebuyutannya yaitu Bisma.


Dae dan Bisma saling menatap dengan tatapan yang tajam.


"Ngapain lo disini?" Kata Dae tanpa senyum, sembari menyembunyikan saku kedua tangannya di saku celananya.


"Ini kan tempat umum. Siapa saja boleh berada di sini. Urusannya sama kamu apa?" Jawab Bisma.


"Ini memang tempat umum. Tapi bukan untuk kamu." Ucapnya dengan menuding dengan telunjuknya.


Bisma hanya tersenyum sinis mendengar jawaban dari Dae Hyun. Dengan santainya, Bisma menjawab.


"Iya.. saya tau ini restoran milik kamu.. Tapi, kan yang namanya pelanggan ga boleh dibeda-bedakan.. pelanggan kan raja.." Ujarnya.


Dae semakin geram mendengar ucapan Bisma. Iya mengepalkan kedua tangannya.


Sementara Sabrina menunggu suaminya sangat lama. Sembari melihat jam tangan di lengannya, akhirnya Sabrina pun memutuskan untuk menyusul suami.


Sesampainya di toilet, Sabrina mencegah tangan suaminya ketika hendak melayangkan sebuah tonjokan di wajah Bisma.


"Jangan kamu kotori tangan kamu hanya untuk manusia seperti ini." Ujar Sabrina.


"Ayo kita pergi dari sini sayang.." Ucap Sabrina kepada suami.


Mereka membalikkan badan ingin meninggalkan Bisma.


"Tunggu!" Teriak Bisma.


Mereka segera menghentikan langkahnya. Dan Bisma mendekat ke arah mereka.


"Sabrina.. Bagaimana jadinya, jika yeon adik kesayangan kamu itu tahu.. bahwa Dia bukanlah anak kandung dari orang tuamu?" Ucap Bisma bagai orang yang mengancam.


Sabrina segera membalikkan badan.


"Apa maksudmu?" Sabrina heran.


"Ga usah pura-pura tidak tahu.. Yeon itu cuma anak pungut kan?" Ucapnya sambil tersenyum sinis.


"Jaga ucapan mu. Yeon itu adik saya... paham kamu.." Jawab Sabrina kesal. Dae segera membawa pergi Sabrina.


Dae membawa istrinya ke mobil. Sabrina segera masuk ke mobilnya. Sabrina menjadi emosi dan sedikit tidak tenang.


"Sayang, jangan terlalu dipikirkan ya... Saya yakin Bisma itu cuma menggertak kita saja." Ucapnya berusaha menenangkan.


"Dae, omongan Bisma itu tidak akan pernah main-main. Dia itu licik..." Ucapnya khawatir.

__ADS_1


"Itu tidak akan pernah terjadi." Ucapnya meyakinkan.


...**************...


Sabrina berencana mengunjungi rumah orang tuanya. Tapi, sang suami tidak dapat menemaninya. Karena iya ada pertemuan penting di kantornya.


"Ga apa-apa sayang, Aku bisa jalan sendiri kok.." Ujarnya.


"Iya istriku sayang.." Ujar Dae Hyun sembari mengusap kepalanya.


Mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil masing-masing.


Sesampainya di rumah sang Ibu, Sabrina memberhentikan mobilnya. Iya memulai membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya.


Sabrina mulai berjalan menuju pintu utama rumah Ibunya. Ketika Sabrina ingin mengetuk pintu, tiba-tiba seseorang sudah membukakan pintu terlebih dahulu.


"Yeon.." Sapa Sabrina kepada adiknya dengan girang.


"...." Yeon tidak menjawab dan raut wajahnya datar.


Tanpa berfikiran yang aneh-aneh Sabrina langsung memeluk adiknya. Yeon hanya diam saja. Iya tidak membalas pelukan Sabrina. Sabrina pun melepas pelukannya.


"Dek.. Ibu ada kan?" Tanyanya tidak lupa mengulas senyuman.


"Ada di dalam!" Jawabnya datar lagi.


Sabrina langsung menuju ke dalam dan menemui Ibunya. Sabrina langsung memeluk sang Ibu dari belakang.


Sang Ibu tersenyum melihat anaknya datang. Sabrina mencium tangan Ibunya.


"Suamimu kemana nak? Kok Dia ga ikut kesini?" Tanya sang Ibu.


"Dae lagi ada urusan penting di kantor Bu.." Jawabnya.


Ibunya pun mengerti kesibukan menantunya itu. Tak lama pun Yeon lewat dan mengabaikan Sabrina dan Ibunya.


"Yeon.." Sapanya tak luput dengan senyuman.


Yeon sama sekali tidak mengubris kakaknya itu. Dia tetap saja berjalan menuju kamarnya. Yeon tidak biasanya seperti itu.


Seketika senyum Sabrina hilang. Sabrina merasakan ada yang berbeda dari adik kesayangannya itu. Karena tidak ingin penasaran, Sabrina pun menyusul Yeon.


"Tok, tok, tok.. Yeon.. Apa kamu ada di dalam?" Panggil Sabrina.


Namun tidak ada jawaban dari Yeon. Sabrina pun nekat membuka pintu kamar Yeon. Sabrina melihat adiknya sedang duduk di kursi kamar menghadap meja kamar.


"Yeon, kamu sedang apa?" Tanya Sabrina lembut.


Yeon sama sekali tidak merespon pertanyaan Sabrina.


"Yeon, kakak ganggu kamu ya?" Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Yeon capek kak.. Yeon tidak ingin diganggu hari ini!" Ucapnya datar tanpa menoleh ke arah kakaknya.


__ADS_2