
POV Vadim
Kemana lagi Aku harus mencari Sabrina. Aku ingin bertemu dengannya dan ingin memperbaiki semuanya. Andaikan Tuhan memberiku kesempatan satu kali lagi untuk Aku padanya. Akan Aku sayangi Dia dengan tulus.
Aku adalah laki-laki paling bodoh di dunia ini. Aku telah menyia-nyiakan kasih sayang dan cintanya yang sangat tulus kepadaku. Seandainya dulu Aku tidak egois, mungkin sekarang Aku masih bersamanya dan hidup bahagia dengannya.
(berjalan ke kamarnya dan mendaratkan bokongnya di kasur. Sambil mengambil foto Sabrina).
"Sabrina, I am sorry honey.. I am sorry." Ujarnya sambil mencium foto Sabrina.
"Tuhan, tolong pertemukan Aku dengannya. Dan berikan Aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." berdiri dengan lututnya sembari menangkupkan kedua tangannya hingga menutupi wajahnya. bulir bening membasahi pipinya.
Kini hidupku merasa hampa tanpa kehadiran Sabrina. Jika dulu kehadirannya seperti benalu dalam hidupku, tapi sekarang Aku membutuhkan kehadirannya.
Sabrina, sudah dua tahun ini ga ada kabar darimu. Aku sudah mencari semua informasi mengenai dirimu, tapi Aku tidak pernah menemukan sedikitpun petunjuk tentang keberadaan dirimu.
Aku telah membuang perhiasan mahal, demi memilih pecahan kaca yang membuatku tertusuk sendiri. Aku sangat bodoh.
Entah kenapa dulu Aku sangat memuji melisa dan tergila-gila kepadanya. Padahal Aku sudah tahu saat itu, bahwa melisa bukanlah perempuan yang baik. Dan Kenapa dulu Aku sangat tidak mengharapkan kehadiran Sabrina padahal Aku tahu Sabrina adalah perempuan yang tulus.
Mengapa mata hatiku baru terbuka sekarang setelah semuanya berubah. Aku sungguh laki-laki yang buta.
Dert.. dert.. der..
Tiba-tiba HP ku berdering. Aku merogoh saku celanaku. Aku lihat layar HP ku dan ternyata Mr Xx menelfon ku.
"Halo," Jawabku.
"Apa kabar tuan vadim.. Saya ingin membicarakan tentang kerjasama kita. Bisakah anda datang kemari?" Ujar Mr Xx.
Aku pun segera menemui Mr Xx di kantornya. Setibanya di sana, Aku bertemu dengan Mr Xx. Mr Xx menyambut Aku dengan ramah. Kami pun membahas sebuah proyek yang akan kami bangun.
Beruntung sekali Mr Xx menelfon ku dan membahas pekerjaan. Sejenak Aku dapat melupakan kegalauanku terhadap Sabrina.
Mr Xx juga sebentar lagi akan berlibur ke hongkong. Mr Xx mengajakku ke sana. Mungkin Aku harus menerima ajakan Mr Xx. Hal ini untuk menghilangkan kegalauan ku sementara.
Selesai dari kantor Mr Xx, Aku tidak langsung pulang ke rumah. Aku pergi ke bar untuk menghilangkan kegalauan.
__ADS_1
Di bar Aku minum sepuasnya. Aku pun ikut joged-joged di bar itu. Dan Aku tidak sengaja Aku melihat sosok melisa yang sedang bersama laki-laki lain di bar itu.
Aku pun beranjak dari tempat duduk ku. Dan berjalan mendekati melisa. Seketika Aku langsung menggebrak meja bar itu. Dan membuatnya kaget.
"Dasar wanita murahan.. Setelah apa yang kamu dapatkan dari Aku.. kamu ninggalin Aku begitu saja." Ujar ku.
"Heh, siapa lo? Berani-beraninya ngatain cewek gue.." Ucap seorang laki-laki yang sedang bersamanya.
"Mending, lo jauhi perempuan ini. Sebelum lo menyesal di kemudian hari. Dia cuma butuh duit lo aja.." Kataku tanpa sadar.
"Sayang apa kamu kenal sama orang ****ini****, bertemu saja Aku ga pernah." Kata cewek itu.
"Kurang ajar kamu ya.. berani-beraninya ngatain cewek saya." Ujarnya marah.
"Buk!" Pria itu langsung memukul wajahku. Kemudian mereka memanggil security untuk membawaku keluar. Aku hanya tersenyum sinis kepada mereka.
Security menaruh ku di luar bar. Karena Aku membuat onar. Aku pun berteriak memanggil melisa dan akan membuat perhitungan dengannya.
Tiba-tiba saja, Aku terbangun dan membuka kedua mataku. Aku melihat sekeliling atap langit-langit. Dimana Aku? Rumah siapa ini? Kenapa Aku bisa ada di sini?
Tiba-tiba Aku mendengar suara seseorang sedang membuka pintu. Dan suara sepatu terdengar jelas. Orang itu berdiri di hadapanku. Aku memandangi Dia dari bawah ke atas. Orang itu tersenyum kepadaku.
"Kamu siapa?" Tanyaku.
"Aku Bisma." Jawabnya.
"Aku ke kantor dulu, kalau kamu butuh apa-apa, kamu tinggal panggil pembantuku saja. Dia selalu siap siaga untuk memenuhi kebutuhanmu." Ujarnya.
"Baik terimakasih." Ucapku.
Orang itu pun langsung pergi. Aku hanya termangu. Tiba-tiba seorang pembantu datang ke kamarku dan membawakan makanan kepadaku. Pembantu itu tersenyum kepadaku. Dan Aku pun membalas senyumnya.
Ternyata makanan disini enak juga. Aku menyukai masakan disini dan Aku segera menyantapnya. Kebetulan Aku sangat lapar.
Tiba-tiba pikiranku tentang Sabrina muncul kembali. Aku teringat ketika Dia menyiapkan segala sesuatunya untukku dulu. Aku pun menghembuskan nafas dengan kasar. Seketika makan ku langsung berhenti.
Aku masih ingat, Aku selalu pulang mabok dulu dan berkencan dengan melisa selingkuhan ku. Namun Sabrina selalu menungguku dengan setia. Iya rela tidak tidur demi menungguku meskipun dalam keadaan hamil besar.
__ADS_1
Aku sungguh laki-laki yang sangat jahat. Aku sangat egois. Sekarang Dia benar-benar pergi dari hidupku. Bahkan Aku sendiri tidak tahu dia pergi kemana.
...****************...
Pagi-pagi, Aku sudah bersiap-siap untuk ke bandara. Kali ini Aku akan pergi ke hongkong bersama Mr Xx. Aku serahkan urusan kantorku kepada sekertaris ku untuk sementara waktu.
Setibanya di bandara, ternyata Mr Xx sudah menungguku. Kami pun langsung melakukan chek in dan Kami langsung menuju pesawat.
Setelah menempuh waktu yang lama, kami pun telah sampai di bandara internasional hongkong. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kami turun dari pesawat.
Aku dan Mr Xx langsung menuju hotel yang telah ditentukan. Sesampainya di sana, Aku langsung mendaratkan tubuhku ke kasur. Untuk menghilangkan rasa penat sejenak.
Aku tidak tahu apa yang harus Aku lakukan sekarang. Tiba-tiba Mr Xx masuk ke kamarku. Mr Xx mengajak Aku makan di restoran dekat hotel ini. Aku pun menerima ajakan Mr Xx.
Aku dan Mr Xx menikmati makanan yang ada di restoran itu. Ternyata makanan disini enak juga. Rasa penat ku hilang seketika. Ketika makanan enak hadir di depanku.
Dan tiba-tiba, Aku merasa seperti ada seseorang yang Aku kenal lewat di sampingku. Aku pun merasa bahwa itu adalah Dia yang Aku cari.
"Mr, Aku permisi ke toilet sebentar ya.." Ucapku. Mr Xx hanya mengangguk.
Aku pun mengikuti perempuan tadi. Dan Aku mencari keberadaannya di restoran itu. Apakah mungkin dia ada di sini. Setelah beberapa saat Aku mencarinya, akhirnya Aku menemukannya. Dia sedang berbicara dengan seseorang dan menghadap membelakangi ku.
Aku segera berjalan mendekat ke arahnya. Dan Aku pun langsung memegang pundaknya dan menariknya, hingga Iya berbalik badan.
"Sabrina?" Sapaku.
"Sorry, Who are you?" Ucapnya. Aku kaget, ternyata perempuan itu bukanlah Sabrina. Aku pun minta maaf kepadanya karena salah orang. Perempuan itu memakluminya.
Aku sudah salah orang. Mungkin karena Aku terlalu merindukannya. Sehingga Aku tidak dapat membedakan mana halusinasi, mana kenyataan. Ya Tuhan, Lagi-lagi bayangan Sabrina muncul.
Aku pun kembali ke Mr Xx. Dan Aku pun langsung duduk dan melanjutkan makan.
"Vadim, are you ok?" Tanya Mr Xx.
"Yes, i am ok." Jawabku.
"Wajahmu terlihat murung sekali.. Apa kau sedang sakit?" Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Tidak Mr, Aku baik-baik saja. Hanya saja Aku merasa lelah." Jawabku.
"Kalau begitu kita balik saja ke hotel.." Ucapnya. Aku pun mengangguk dan kami langsung balik ke hotel.