Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Meminta restu yeon


__ADS_3

Pelayan restoran pun segera datang dengan membawa pesanan makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka pun menikmati makanan di restoran itu.


"Hai, Bro.. Rupanya kau disini juga.." Sapa seorang yang tiba-tiba muncul.


"Tuan Chan.. Kita ketemu Disini.." Ucap Yeon Seok.


"Sudah dari tadi kah Kalian?" Tanyanya basa basi. Sembari melirik Sabrina.


"Belum lama tuan.." Jawabnya.


Dae Hyun pun juga memesan makanan dan minuman yang sama dengan Sabrina kepada pelayan restoran. Tak lama kemudian pelayan pun datang mengantar pesanan makanan di meja mereka.


Mereka bertiga sama-sama menikmati makanan tersebut. Selesai mereka makan, mereka bertiga langsung kembali ke kantornya.


...****************...


Tiga hari kemudian.


Dae Hyun menunggu Sabrina di ruang tamu. Beberapa waktu kemudian, Sabrina pun menemui Dae Hyun.


"Sudah lama nunggunya?" Tanya Sabrina.


"Baru saja Sabrina.." Jawabnya.


Sabrina pun mulai mendaratkan bokongnya ke sofa. Entah jantung Sabrina berdegup kencang. Seakan tidak dapat terkontrol.


Begitu juga dengan Dae Hyun merasakan hal yang sama seperti Sabrina.


"Sabrina.. Aku meminta jawaban darimu.. Aku akan Terima apapun keputusanmu." Ujarnya pasrah.


"A-Aku.. Aku ga mau.." Dae terkejut, dan langsung menunduk. Sementara Sabrina senyum-senyum sendiri.


"Ga mau nolak maksudnya.. hehe.." Lanjut Sabrina. Dae Hyun pun mengangkat wajahnya dan tertegun.


"Maksud kamu.. kamu menerima lamaran ku?" Tanyanya seperti tidak percaya.


"Mengangguk" Dae Hyun pun merasa senang. Dan secara reflek memeluk Sabrina.


Tiba-tiba, Yeon datang. Dan tidak sengaja melihat mereka berpelukan. Sabrina yang langsung menyadarinya, tiba-tiba melepas pelukan Dae begitu saja.


"em.. Sejak kapan, kamu disitu Dek?" Tanya Sabrina. Salah tingkah.


"Maaf kak.. Baru saja. Maaf kalau Aku ganggu kalian." Ucapnya.


"Iyah, ga apa-apa kok.." Ucapnya.

__ADS_1


Karena tidak ingin ganggu, Yeon memilih untuk berada di kamar. Sabrina dan Dae Hyun merasa tidak enak. Akhirnya Sabrina mengajak Dae Hyun untuk bergabung.


Mereka juga sepakat untuk berterus terang tentang hubungan Dae dan Sabrina. Mereka tidak ingin ada yang ditutup-tutupi dari Yeon.


"Ceklek" bunyi pintu terbuka.


"Dek, Kamu lagi apa? Dan ngapain sendirian di kamar?" Tanya Sabrina.


"Enggak lagi ngapa-ngapain kok kak.. Aku lagi main mobile legends aja." Ucap Yeon.


"Dek, turun yuk.. Ada yang ingin kakak omongin.." Ujarnya.


"Emang apaan kak?" Tanya Yeon penasaran.


"Makanya ayok, turun dulu.." Ajak Sabrina sambil menarik tangan adiknya.


Yeon pun turun menuju ruang tamu. Dan Yeon menemui Dae Hyun. Yeon pun mendaratkan bokongnya di sofa. Dan tersenyum kepada Dae Hyun.


"Yeon, ada yang ingin Aku bicarakan ke kamu.." Ucap Dae.


"Apa itu tuan?" Tanyanya.


"Yeon, hari Aku melamar Sabrina kakakmu. Aku mau meminta restu kepadamu Yeon." Ungkapnya.


"Jujur Tuan Chan.. Selama ini saya sangat ingin Tuan Chan bisa bersatu dengan kakak saya.." Ungkapannya.


"Benarkah apa yang kamu ucapkan?" Tanya Dae tidak percaya.


"Iya benar tuan.. Aku sangat merestui hubungan kalian. Tapi satu pesan saya tuan.. Sayangi kakak Aku. Dan tolong, jangan pernah sakiti Kakak Aku." Ungkapnya.


"Yeon, Aku sangat mencintai kakakmu. Aku menerima Dia apa adanya. Kamu jangan khawatir." Ungkapan Dae Hyun.


"Saya percaya tuan.. Tuan dapat menjaga kakak saya.. Tapi, alangkah baiknya jika tuan minta restu kepada ayah dan Ibu kami." Saran Yeon.


"Jadi, Orang tua kalian masih ada?" Tanya Dae Hyun.


Sabrina pun mulai menjelaskan semuanya. tentang dirinya dan orang tuanya. Dae sekarang menjadi paham asal usul Sabrina. Dan kebetulan Sabrina dan Yeon akan berkunjung ke desa tempat kelahirannya.


"Baik, di semester ini.. kita akan berkunjung ke sana." Ucap Dae.


Sekarang, cinta Sabrina Dan Dae Hyun bersemi kembali. Perasaan yang mereka pendam dapat terungkapkan. Selama ini mereka terpisah karena sesuatu.


Sabrina dan Dae akan meminta restu orang tuanya di semester depan. Mereka berharap, Orang tua mereka dapat merestui hubungan mereka.


"Sabrina, Bagaimana kalau kita keluar.." Ajak Dae..

__ADS_1


"Cuma Aku doang? Terus Adik kesayangan Aku ga diajak?" Ujar Sabrina.


"Ga usah kak.. ga apa-apa kok.. lagian kan, ini momen kalian.. Aku paham kok kak.. Tuan Chan ingin menikmati momen berdua dengan kakak.." Ujar Yeon mengerti.


"Tapi dek.. ga bisa gitu dong.." Ucap Sabrina.


"Kak.. hargai keinginan tuan Chan.. Lagian Aku juga ga mau jadi nyamuk.." Ucap Yeon. kemudian Yeon pun menyuruh mereka cepat pergi.


"Tapi, jangan lupa bawain oleh-oleh ya.." Ujarnya.


"Dasar ya.. kamu.." Ungkapnya sambil mencubit pinggang Yeon. Yeon pun memegang pinggangnya karena merasa geli.


Kemudian Sabrina dan Dae pun keluar. Sabrina dan Dae berjalan menuju mobil. Dae membukakan pintu untuk Sabrina.


"Silahkan my Princess.." Ucapnya diikuti dengan gerakan tangan layaknya pangeran kepada princessnya. Sabrina hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Dae Hyun pun segera melajukan mobilnya. Di perjalanan, mereka tidak bersuara. Sesekali mereka saling lirik. Ketika keduanya melirik bersamaan, mereka pun tersenyum malu-malu.


"Memang mau bawa Aku kemana sih?" Tanya Sabrina penasaran.


"Ada deh.." Ujarnya.


"Jangan bilang kalau mau bawa Aku ke markas lagi ya.." Ucapnya dengan diikuti oleh telunjuknya.


"Hahaha.. ya enggak dong sayang.. Aku ini sudah berubah.. Aku sudah tobat.. Aku bukan mafia lagi.." Ucapnya. Sabrina hanya mencibir menggerakkan bola matanya ke atas kanan dan kiri.


...****************...


Mereka pun sampai di tempat tujuan. Ternyata, Dae Hyun membawa Sabrina ke suatu tempat wahana yang terkenal di hongkong. Sebelumnya Sabrina tidak pernah mengunjungi tempat itu.


Sabrina tertegun melihat tempat itu. Sabrina melihat tempat sekeliling. Dan merasa takjub dengan tempat itu. Dae tiba-tiba menggandeng tangan Sabrina. Dan Sabrina merasa kaget dan menatap tangannya yang di genggam.


Entah Sabrina merasa gugup ketika dekat dengan Dae Hyun. Dae pun menatap wajah Sabrina dan menyentuh dagunya kemudian sedikit mengangkat.


"What happen honey?" Tanya Dae Hyun.


"Dae," Tiba-tiba Sabrina tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya. Dan matanya tiba-tiba berkaca-kaca.


"Kamu kenapa? apakah kamu tidak suka dengan tempat ini? Kita bisa pindah sayang.." Ucapnya.


"Enggak, bukan karena itu... tapi Dae.. Aku ini seorang janda.. Dan Aku bekas orang.. Aku seperti tidak pantas.." Tiba-tiba Dae menutup menghentikan pembicaraan Sabrina dengan telunjuknya.


"Suts.. jangan bicara demikian. Aku menerima kamu apa adanya. Aku sudah tahu semuanya.. Aku mencintaimu apa adanya kamu.." Ucap Dae Hyun. Sembari mengusap buliran air yang mengalir di pipi lembut Sabrina.


Sabrina menelan Salivanya sendiri. Dae pun memeluk Sabrina dengan penuh kasih sayang. Sabrina terhanyut dalam pelukan itu.

__ADS_1


__ADS_2