
"Dae.. Dae.. Kamu dimana?" Sabrina memanggil Dae Hyung. Vino mengikuti Sabrina. Sabrina pun sesekali terjatuh. Vino ingin membantu Sabrina. Tapi Sabrina menepis tangan Vino.
Sabrina terus mencari Dae Hyung dan memanggilnya. Sabrina berjalan sempoyongan karena keadaannya lemah. Ditambah lagi dengan darah yang terus mengalir dari tangannya. Sabrina pun benar-benar melihat Dae Hyung.
"Dae.. Dae.." Sabrina terus berjalan mendekati Dae Hyung. Seketika langkah Dae Hyung terhenti. Dae Hyung pun langsung terhenti langkahnya. Dan menoleh ke belakang.
Sabrina pun tersenyum karena benar-benar melihat Dae Hyung. Tetapi, tidak sempat memanggilnya lagi, Sabrina pun langsung terjatuh. Dae Hyung langsung berlari menghampiri Sabrina.
"Sabrina.." Dae langsung merangkul Sabrina.
"Dae, jangan pergi.." Sabrina meraba wajah Dae Hyung. Tapi, Sabrina langsung tidak sadarkan diri seketika. Dae Hyung pun kembali menggotong Sabrina. Dae melihat ada banyak darah yang berceceran.
"Kenapa kamu nekat Sabrina?" Kata Dae Hyung.
"Bang, tolong jelasin yang sebenarnya kepada Sabrina. Jangan membuat Sabrina seperti ini. Kasihan Sabrina bang.." Saran Vino.
Dae merasa berat ingin mengungkapkan semuanya. Sebenarnya Dae juga berat meninggalkan Sabrina. Tetapi Dae Hyung juga tidak ingin Sabrina terlibat dalam masalahnya. Tidak lama kemudian Sabrina pun siuman.
"Dae.." Suara Sabrina lemah. Tetapi, masih bisa tersenyum melihat Dae.
"Kenapa kamu nekat hah? Kamu tahu kan, itu sangat membahayakan kamu?" Dae memarahi Sabrina.
"Aku.." Sabrina tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dan Sabrina pun berusaha untuk duduk. Dae Hyung membantu untuk Sabrina duduk. Dae menatap wajah Sabrina yang lemah. Sebenarnya Dae Hyung tidak tega ingin mengatakan semuanya.
Tetapi apalah daya Dae Hyung harus mengungkapkannya. Karena cepat atau lambat, Sabrina akan tahu alasannya. Lebih cepat lebih baik.
"Sabrina, maafkan Aku.. Tapi Aku harus katakan ini ke kamu." Katanya menatap wajah Sabrina.
"Sabrina, kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Aku harap kamu mengerti. Tolong lupakan Aku.." Ujar Dae memberi penjelasan.
Sabrina hanya menatap mata Dae Hyung lekat-lekat. Sabrina pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin Dae, apa alasanmu?" Tanya Sabrina pelan.
__ADS_1
"Sabrina, Aku tidak bisa menjelaskan alasannya. Tapi Aku mohon, jangan korbankan dirimu untukku. Carilah pengganti Aku. Yang lebih baik dari Aku." Dae Hyung pun mencium kening Sabrina untuk terakhir kalinya.
Sabrina hanya menatap Dae Hyung dengan tercengang. Sabrina tidak menyangka bahwa hubungannya akan berakhir seperti ini. Air mata Sabrina mengalir di pipinya.
"Hei, jangan nangis.. Aku ga mau kamu nangis.." Ucap Dae sambil mengusap air mata Sabrina. Sabrina hanya tercengang. Iya tidak menjawab sepatah kata pun dari Dae Hyung.
Dae Hyung pun pergi. Sabrina hanya menatapnya tidak berkedip. Sabrina tetap tercengang. Vino yang menyaksikan hal ini menjadi tidak tega terhadap Sabrina.
Sementara Dae Hyung berdiri di belakang pintu. Iya menangis, tetapi karena demi keselamatan Sabrina, Dae Hyung harus menjauhi dirinya.
...****************...
Dae Hyung berencana untuk meninggalkan negaranya. Dae Hyung melakukan ini agar Sabrina tidak dapat menemuinya lagi. Jika Dae Hyung pergi, maka Sabrina akan lebih mudah melupakannya.
Dae Hyung pun langsung pergi ke bandara. Karena tiket pesawat sudah Iya pesan. Sebelum Iya pergi, Dae Hyung sempat memandang foto Sabrina. Dae Hyung mencium foto tersebut.
Sementara Sabrina, keadaannya sudah membaik. Dan hari ini Iya boleh pulang. Vino menjadi pengganti Dae Hyung. Karena Dae Hyung menitipkannya kepadanya.
Vino membantu mengurus kepulangan Sabrina dari rumah sakit. Sabrina sangat berterimakasih kepada Vino. Vino pun mengulas senyum kepadanya. Sabrina pun membalas senyumannya.
"Sabrina, Kamu ga boleh sedih. Kamu harus semangat.. Kamu pasti bisa.. Kamu harus bangkit." Kata Vino memberi semangat.
Sabrina pun tersenyum dan mengangguk. Vino benar, Iya tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan. Sabrina harus bangkit, meskipun kini Iya tanpa Dae Hyung.
Sabrina harus bisa move on dari seorang Dae Hyung. Sabrina memandangi foto Dae Hyung dan menciumnya. Sabrina sama sekali tidak membenci Dae Hyung. Bagaimana mungkin Iya dapat melupakan Dae Hyung, karena Dae Hyung sangat spesial baginya.
"Vino, kamu bisa anterin Aku ke ruang musik kan?" Pinta Sabrina.
"Iya boleh.. Utarakan semua perasaanmu agar kami lega Sabrina.." Ujar Vino. Vino pun segera mengantarnya ke ruang musik.
Sabrina memainkan sebuah piano. Sabrina bermain piano dengan nada yang enak di dengar. Vino pun dibuat takjub dengan permainan piano Sabrina.
***Disaat hati ini nyaman bersamamu..
__ADS_1
Disaat hati ini tak ingin mengenal cinta..
kamu tiba-tiba datang untuk mengajari Aku apa itu cinta..
Kamu mengajari Aku banyak hal tentang dunia. Sehingga kau merubah hidupku.
Kau telah mengisi ruang hidupku.
Sayang, kau dimana? Mengapa kau meninggalkan Aku tanpa memberi tahu Aku.
Jika kemarin kau buat Aku tersenyum,
jika kemarin kau selalu ada disaat Aku terpuruk, kau selalu hadir.
Tapi sekarang sudah berbeda. Sekarang Aku tanpamu. Terimakasih atas semua kasih sayang yang engkau berikan.
I love you***..
Sabrina benar-benar menghayati lagu tersebut. Vino pun bertepuk tangan dan mengacungkan jempol kepada Sabrina. Sabrina pun merasa lega karena sudah mengungkapkan semua perasaannya.
"Kamu hebat Sabrina.. saya salut denganmu." Ujar Vino. Sabrina hanya tersenyum.
"Vino, apakah Aku bisa bertemu dengan Dae Hyung kembali? Apakah Aku akan bersatu dengannya?" Kata Sabrina menatap dengan wajah sayu. Vino pun tersenyum kepada Sabrina. Dan memegang pundak Sabrina.
"Sabrina, jika takdirmu adalah Dae Hyung, maka kalian akan dipertemukan dan kalian akan disatukan di waktu yang berbeda. Jika kalian ditakdirkan bersama nantinya, maka yang sekarang ini, hanyalah pemisah waktu. Pasrahkan saja Sabrina. Aku yakin, bang Dae melakukan ini, karena dia sangat menyayangimu. Sabrina, perlu kamu tahu.. Dae hyung tidak ingin kamu celaka, atau pun kenapa-napa. Dia tidak ingin jika kamu ikut terseret dalam masalahnya. Dia sangat menyayangi kamu.. makanya dia memilih pergi agar kamu tidak terus-terusan disakiti." Ujar Vino mengatakan yang sebenarnya.
Sabrina pun menangis. Iya tidak dapat lagi membendung air matanya. Vino membiarkan Sabrina menangis, agar Iya lebih lega. Vino pun memegang pundak Sabrina dan menyemangatinya.
"Makanya, kamu harus bangkit demi Bang Dae Sabrina.. Aku yakin kamu bisa.. semangat." Kata Vino. Dengan reflek, Sabrina memeluk Vino. Dan Vino pun dengan leluasa memberikan pundaknya untuk Sabrina.
"Sekarang kamu ga boleh nangis lagi ya?" Ucap Vino. sambil menyeka air mata Sabrina.
Sabrina pun tersenyum kembali. Dan Vino pun mengantar Sabrina pulang. Karena Sabrina harus banyak-banyak istirahat agar iya cepat pulih.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Sabrina pun berterimakasih kepada Vino. Vino pun pamit pulang. Sebelum pulang Vino pun memberikan kode, agar Sabrina tetap keep smiling. Sabrina mengangguk sambil tersenyum. Sabrina pun melambaikan tangan kepada Vino.