Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Ternyata


__ADS_3

Orang suruhan Sabrina pun segera melaksanakan tugasnya.


...****************...


"Bisma, kita harus cepat menyelesaikan misi kita." Ucap seorang wanita.


"Iya sabar buk.. Kita tunggu Yeon pulang dari luar negeri. Baru setelah itu kita habisi Dia." Ucap Bisma.


Mereka tidak sadar, bahwa omongan mereka ada yang dengar. Orang suruhan Sabrina pun segera pergi dari tempat itu.


"Dasar wanita licik. Tidak akan Aku biarkan kamu menyakiti adikku.. Siapa sebenarnya wanita itu? Sepertinya suaranya tidak asing bagiku." Ujarnya bertanya-tanya dalam hati.


...****************...


Flash Back yeon percaya Bisma


Awalnya, yeon ingin berkunjung ke rumah baru kakaknya yaitu Sabrina. Yeon sudah bersiap-siap ingin pergi ke sana.


Yeon mulai keluar dari kamar dan hendak menuju garasi mobil. Secara tidak sengaja, Yeon melihat seorang Ibu yang sebaya dengan Ibunya.


"Oh iya, bu.. kenapa Ibu ga jujur saja sama Yeon, kalau Yeon itu bukan anak kandung Ibu? Yeon sudah dewasa loh bu.. Dia berhak tahu tentang dia sebenarnya." Ucap seorang Ibu itu.


Mendengar hal itu, Yeon terkejut. Bak sebuah petir menyambar. Sulit dipercaya dengan apa yang Dia dengar.


"Ehem." Yeon sengaja mengeluarkan suara batuk.


Mereka pun langsung menoleh ke sumber suara. Ibu wanti sangat kaget melihat Yeon sudah berdiri di situ.


"Yeon, sejak kapan kamu disitu?" Tanya Ibunya.


"Barusan Bu.. Oh ya, Yeon pamit dulu ya.. Yeon keluar sebentar. " Pamitnya dengan mencium tangan Ibunya.


Seketika Yeon mengulas senyum kepada Ibu itu. Yeon pun langsung pergi.


...****************...


Dalam hati, Yeon sangat kecewa. Mengapa selama ini tidak ada yang jujur kepada dirinya. Bahwa Dia bukanlah anak kandung dari keluarga pak amir dan Ibu wanti.


Yeon tidak tahu kenapa mereka menutupi semuanya.


"Apa kak Sabrina sudah tahu tentang semua ini? Tapi, ah.. sepertinya tidak mungkin.. kak Sabrina selalu jujur sama Aku.. Dia juga pasti ga tahu tentang hal ini.." Ujarnya dalam mobil.


Yeon merasa bingung. Iya mengurungkan niatnya untuk ke rumah Sabrina. Yeon berhenti di sebuah taman.


Iya mencari tempat duduk yang nyaman di taman itu.


...****************...

__ADS_1


Bisma juga berada di taman itu, Iya berjalan ingin mengelilingi taman tersebut. Secara tidak sengaja, Bisma melihat sosok Yeon yang tengah duduk.


Bisma memperhatikan Yeon dari kejauhan dengan seksama.


"Yeon, Ngapain Dia di situ? Mukanya muram, apa Dia sedang ada masalah? Lebih baik Aku deketin Dia dulu." Sungut nya dengan tersenyum sinis. Bisma pun berjalan mendekat ke arah Yeon.


"Hai.." Sapanya. Yeon pun mendongak ke atas. Ternyata Bisma sudah berdiri di depannya.


"Pak Bisma? Ngapain disini pak? Bukannya bapak harus ke kantor ya?" Tanya Yeon.


"Aku cuma keliling taman saja untuk refreshing sejenak. Terus lihat kamu disini, makanya Aku samperin." Jelasnya.


"Oh.." Yeon manggut-manggut.


"Aku lihat wajah kamu murung. Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Bisma.


"Cuma masalah kantor aja pak.. sepele kok.." Jawabnya.


"Kalau kamu butuh teman cerita, Aku siap kok untuk dengerin. Siapa tahu Aku bisa bantu." Tawarnya.


"Beneran ga ada apa-apa kok pak.. cuma masalah kecil saja." Ucapnya.


"Ya sudah, tapi kalau butuh teman cerita jangan sungkan-sungkan ya.." Tawarnya lagi.


"Iya Pak.." Jawabnya sambil tersenyum samar.


Bisma berencana mencari tahu hal tersebut. Dan akan mengambil sebuah kesempatan di dalamnya.


...****************...


Yeon sengaja tidak pulang malam ini. Sementara Ibunya di rumah sangat khawatir. Wanti mencoba menghubungi Yeon namun, Yeon sama sekali tidak mengangkat telfon dari Ibu angkatnya itu.


"Yeon, kamu dimana nak? Kenapa jam segini kamu belum pulang?" Ujar Wanti merasa khawatir.


Pagi-pagi telah menyapa. Yeon pun pulang ke rumah Ibunya sekitar jam 7 pagi. Wanti sangat bersyukur akhirnya putranya itu kembali.


"Yeon, kamu dari mana aja nak? Ibu sangat khawatir sama kamu.." Ucap Wanti.


"Yeon di apartemen bu.." Jawabnya menunjukkan sikap perubahan.


Yeon pun langsung masuk ke kamar. Di dalam kamar, Yeon membereskan semua pakaiannya. Iya memasukkan pakaian dan barang-barangnya ke dalam koper.


Yeon ingin pergi dari rumah Ibunya. Ibunya heran dengan tindakan Yeon.


"Yeon, kamu mau kemana nak?" Tanya wanti heran yang melihat Yeon membawa koper.


"Yeon rasa, sudah tidak ada gunanya lagi tinggal disini." Ucap Yeon.

__ADS_1


"Maksud kamu apa yeon Ibu tidak paham." Tanya wanti minta penjelasan.


"Buat apa aku tinggal disini? Kalau Aku bukan anak kandung ayah dan Ibu!" Ucapnya.


"Maksud kamu apa Yeon? siapa yang telah mengatakan hal itu kepada kamu?" Tanyanya.


"Saya mendengar semua percakapan Ibu dengan teman Ibu kemarin. Kenapa Ibu dari awal tidak pernah jujur sama Aku? Aku kecewa sama Ibu." Ucapnya penuh amarah.


Ibu wanti menggeleng kepala. Genangan air sudah siap mengalir dari pelupuk matanya. Sementara Yeon tidak peduli dengan raut sedih di wajah Ibunya. Yeon berlalu pergi ingin meninggalkan rumah itu.


Sementara ibunya memanggil nama Yeon. sembari mengejar Yeon.


Ketika Yeon hendak masuk dalam mobil, tiba-tiba ada tangan seseorang yang mencegahnya. Seketika Yeon melihat ke wajah pemilik tangan tersebut.


"Yeon, tindakanmu salah. Tidak seharusnya kamu berbuat seperti ini." Ucapnya.


"Pak Bisma?" Yeon tercengang.


"Yeon, saya sudah dengar semuanya. Meskipun kamu bukan keluarga kandung di rumah ini, tapi Dialah yang membesarkan kamu. Dia juga yang merawat kamu selama ini. Kamu tidak pantas bersikap seperti itu." Ujar Bisma memasang wajah penuh kasihan.


"Tapi mereka sudah tidak jujur pak.." Ucap Yeon kesal.


"Iya saya tahu.. tapi bagaimanapun mereka tetaplah orang tua kamu. Mereka sangat menyayangimu. Jangan tinggalkan Ibumu." Ucapnya lagi.


Akhirnya Yeon tidak jadi meninggalkan rumah Ibunya. Rupanya bujukan Bisma berhasil. Bisma tahu kelemahan Yeon. Bahwa Yeon mudah sekali terpengaruh.


Hal ini tentu saja mempermudah untuk menghancurkan Sabrina. Terlebih dahulu, Bisma akan membuat Yeon membenci Sabrina. Setelah semua orang membencinya, makan dengan mudah Bisma akan menghabisinya.


Dan Iya lakukan agar Dae kehilangan wanita yang dia cintai. Kalau Sabrina sudah berhasil dilenyapkan, maka Dae akan dihantui rasa penyesalan. Dan disitulah Dae akan merasa hancur.


"Nak Bisma.." Ibu wanti menyadari lamunan Bisma.


"Eh iya bu.." Ucapnya kaget.


"Terimakasih sudah membujuk Yeon." Ucapnya.


Bisma pun menghampiri Yeon. Dan Iya ingin mengajak Yeon untuk menenangkan hatinya.


"Sudahlah Yeon, jangan terus-terusan marah. Ga baik. Alangkah baiknya kamu mencari tahu orang tua kandung kamu." ucapnya sok bijak.


Yeon hanya mengangguk samar.


"Oh ya.. Apakah kakakmu tahu kalau kamu bukan anak kandung mereka?" Tanya Bisma memastikan.


"Belum pak.." Jawabnya pelan.


"Selisih umur kamu dengan Sabrina berapa tahun yeon?" Tanyanya ingin memastikan.

__ADS_1


__ADS_2