
Sabrina maju dengan gaya yang berbeda. Sabrina terlihat lebih elegan dengan penampilannya. Semua orang terpana terhadap penampilan Sabrina. Sabrina pun mendapat plus lebih banyak dan lebih meriah daripada Vadim.
Sabrina mempersembahkan sebuah dance. Gerakan dance Sabrina membuat orang takjub. Terlebih lagi Vadim, Dia terpana dengan penampilan Sabrina. Selesai dance, Sabrina menundukkan badan.
Dan waktunya giliran Melisa yang tampil. Melisa dengan percaya diri tampil dengan gayanya sendiri. Melisa mempersembahkan sebuah lagu. Melisa tidak menyadari jika suaranya fals.
Semua orang menertawakan Melisa. Dan melisa pun jadi terhenti. Melisa malu dan langsung turun dari panggung. Sabrina hanya tersenyum kecil melihat Melisa. Meskipun iya selalu dikerjai melisa, Sabrina tidak pernah menertawakan di kesulitannya.
Di akhir acara, Dae Hyung tampil dengan kawan-kawannya. Semua orang yang menonton bersorak-sorai. Sabrina pun ikut bertepuk tangan dengan wajah tersenyum.
Dae Hyung pun menghampiri Sabrina dan menarik tangannya untuk ke panggung. Ditengah penampilannya, Dan di acara ini, Dae sengaja mengumumkan tentang hubungannya dengan Sabrina. Berlin yang melihat ini, sangat terkejut.
Vadim yang menyaksikan itu pun langsung berbalik badan dan langsung pergi meninggalkan tempat acara. Berlin melihat Vadim yang meninggalkan tempat acara secara langsung.
Berlin juga pergi dari acara tersebut. Sementara Sabrina dan Dae masih tetap berada di atas panggung. Dan sekarang semua orang menjadi tahu hubungan Sabrina dengan Dae Hyung.
"prank.." Suara pecahan beling.
"Argh.." Vadim seperti orang sedang kesal.
"Vadim, jangan emosi sayang.. Kamu kenapa?" Berlin berusaha menenangkan.
"Tidak apa-apa ma.." Jawab Vadim.
"Kamu cemburu nak?" Tebak Berlin.
"Enggak kok ma.. Kau ga cemburu.. Lebih baik mama tinggalin Aku sendiri.." Pinta Vadim. Berlin paham kalau Vadim sedang cemburu. Tetapi Berlin tidak ingin terlalu memaksa. Berlin pun langsung pergi meninggalkan Vadim.
"Kakak cemburu ya? Dengan hubungan Sabrina dan bang Dae?" Ujar Vino.
"Diem lo.. Gue gak butuh pertanyaan lo.." Vadim emosi. Vino hanya tersenyum sinis lalu pergi.
...****************...
__ADS_1
Dae Hyung kembali ke rumah, Dan setelah Dae Hyung masuk ke rumah, Papanya Dae Hyung tiba-tiba berdiri dan mengagetkan Dae. Ternyata papanya Dae Hyung sedang menunggunya pulang.
"Dae, apa benar kamu ada hubungan dengan gadis itu?" Tanya papanya langsung.
"Maksud papa?" Dae tidak mengerti.
"Dae, papa minta kamu jauhi gadis itu detik ini juga." Perintah papanya.
"Papa nyuruh Aku untuk menjauhi Sabrina?" Ujarnya.
"Ya, jauhi Dia!" Perintahnya.
"Apa alasan papa menyuruh Aku untuk menjauhinya?" Dae semakin heran.
"Dae, apa kamu tidak kasihan dengan gadis itu? Bagaimana jika Iya tahu pekerjaan kamu? Apakah Dia tidak akan kecewa?" Kata Papanya.
"Pa, Dia sudah tahu siapa Dae. Dia menerima Dae apa adanya." Jawaban Dae Hyung.
"Tapi bagaimana dengan keluarganya? Dan bagaimana nantinya jika kamu tertangkap polisi? Apakah keluarga dia tidak akan malu? Dan dampaknya akan lari kepada gadis itu. Dae, kamu ini terlalu banyak musuh diluar sana. Dia akan mencari tahu kelemahan kamu. Bagaimana jika musuh-musuhmu itu, menyakiti gadis itu? Apa kamu tega?" Alasan papanya.
Berlin yang melihat suaminya sedang memarahi Dae, langsung saja menghampiri suaminya dan mengelus pundaknya.
..."Sabar mas, bukan begitu caranya untuk berbicara dengan Dae.. mas kan tahu sifat Dae seperti apa?" usulnya. ...
Papanya Dae hanya mengangguk saja dan menurut apa kata Berlin. Berlin pun menyuruh suaminya untuk duduk dan tenang. Dan mengambilkan nya minum.
Berlin pun mendatangi kamar Dae Hyung. Dan langsung mengetuk pintu kamar Dae. Dae mempersilahkan Berlin untuk masuk ke kamarnya. Berlin pun menghampirinya.
"Dae sayang, mama boleh bicara enggak?" Berlin berkata lembut.
"Iya boleh." Jawabnya singkat.
"Sayang, Omongan papa jangan diambil hati ya.. Mama tahu cara papa kamu itu salah. Tapi sayang, ini semua demi kebaikan kamu dan Sabrina. Papa kamu tidak ingin kalau kamu dibenci sama semua orang. Sabrina itu gadis yang lugu, meskipun dia tahu siapa kamu, tapi keluarganya kan tidak tahu siapa kamu.. Kalau sampai ada apa-apa, Sabrina yang akan ikut terseret, kalau sudah begitu.. keluarga mereka akan menyalahkan kamu sayang. Paham kan maksud mama?" Nasihat Berlin.
__ADS_1
Dae Hyung tidak menjawab perkataan Berlin. Dae Hyung Hanya tertunduk saja. Dae Hyung pun membuang nafas kasar. Dan Berlin pun tersenyum kepadanya. Lalu berlin pergi dari kamarnya. Berlin berharap Dae akan mendengarkan nasehatnya.
Tiba-tiba, HP Dae Hyung berdering dan ternyata itu dari Sabrina. Dae Hyung mengangkat telfon dari kekasihnya itu.
"Kamu belum tidur?" Tanya Dae.
"Belum.. Oh iya Aku cuma mau bilang.. Terimakasih sayang, I love you.." Jawabnya dari telfon. Dae hanya tersenyum mendengar jawaban dari Sabrina. Dae semakin tidak rela melepaskan Sabrina.
Dae berjanji akan menjaga Sabrina. Dan tidak akan sedikitpun membiarkan orang lain menyakitinya. Dae sangat menyayangi Sabrina, dari awal bertemu Sabrina, Dae Hyung merasa kagum dengannya.
Cinta Dae dan Sabrina sangatlah dalam. Sulit rasanya jika harus memisahkan mereka. Dae tidak rela jika harus melepaskan Sabrina. Dae akan mempertahankan hubungan Sabrina dengannya.
...****************...
Sabrina senyum-senyum sendiri sambil berjalan ke ruang kelasnya. Iya sambil membayangkan sesuatu. Vino yang ada di depannya pun terlewati olehnya. Arah mata Vino mengikuti Sabrina.
"Itu anak kesambet setan apa ya?" Vino heran. Dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Kemudian iya pun mengikuti Sabrina. Dan langsung menarik pundak Sabrina dan membalikkan badannya. Sabrina terlihat kaget.
"Apa-apaan lo narik gue?" Sabrina dibuat kesal.
"Lo lagi ngelamunin apaan sih? Senyum-senyum ga jelas." Tanya Vino.
"Eh, sejak kapan lo jadi mata-matai gue hah?" Sambil mendorong Vino.
"Jangan bilang kalau lo lagi menghayal yang enggak-enggak dengan bang Dae." Ujar Vino.
"Mesum banget sih otak lo.. Emangnya gue ngelamunin apaan?" Sabrina dibuat marah. Dan Sabrina pun manyun.
"Wah, wah, wah.. Rupanya ada bau-bau penghianatan nih.." Ujar melisa tiba-tiba.
"Maksud kamu apa melisa?" Sabrina tidak mengerti.
__ADS_1
"Kemarin baru saja mengumumkan peresmian hubungan antara Kamu dan Dae.. Tapi sekarang, kamu malah bercanda dengan cowok lain.. Dan cowok lain itu adik tirinya Dae.. Wah.. benar-benar hebat." Melisa memancing emosi Sabrina.
"Hai guys, kenal perempuan ini kan? Kenal dong pastinya.. Lihat ini guys kelakuannya, Dia tercyduk selingkuh guys, dengan seorang laki-laki yang tak lain adik tirinya Dae.. Miris ga sih bagi kalian para fans Dae.. Ketika bias kalian dikhianati.." Kata salah satu teman melisa yang mengunggahnya langsung di sosmed.