Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Ep.13


__ADS_3

LDR Cirebon-Jakarta


Sejak Syifa telah di nyatakan LULUS dari sekolah menengah kejuruan.ia mempunyai tujuan untuk langsung kerja saja untuk membantu per ekonomian keluarga.


Kebetulan ia di ajak oleh teman sekelesnya untuk bekerja di jakarta di bagian restaurant.


"Syif kamu mau ikut tidak kerja di restaurant"ucap mela teman kelas Syifa


"Boleh,sama siapa yum kesananya?"Tanya Syifa


"Di sana sudah ada kakak aku,nanti dari sini kita bertiga satunya sama mba suci"ujar mela


"oke deh"


Setelah ada pengumuman kelulusan akhirnya Syifa memutuskan untuk merantau ke Jakarta,yang katanya sih jakarta itu keras.


Malam hari Mela mengirimi Syifa pesan


"Syif besok aku tidak ada yang mengantar ke stasiun,aku lagi marahan sama pacar aku,aku juga lagi ada konflik sama bapak aku"ujar mela


"Hmmm yaudah nanti aku minta Abdi buat nganter Aku ke rumah kamu buat jemput kamu ya"ucap Syifa


"iya makasih Syif"


"Iya"


Ke esokan harinya tepat jam 04.50 pagi


"Syif aku sudah siap nih"ujar si mela


"Iya nanti Aku jemput,Aku masih nungguin Abdi"


Abdipun datang


"A maaf yah ngerepotin,pagi buta kaya gini harus keluar demi nganterin aku"


"Iya santai aja yang,aku lakukan demi kamu,kalo bukan sama Aku sama siapa lagi"


"Makasih loh A"


Di dalam perjalanan kelihatannya Abdi masih sangat ngantuk dan kedinginan tapi ia diam saja.


"A dingin yah"


"Iya nih"


"Aku peluk yah"


Abdipun meng angguk dan Syifa memeluknya


Sesampainya depan ganh rumah mela


"kamu dimana?"Tanya Syifa lewat pesan


"Nih otewe mau ke situ"


"Oke"


Mela pun datang


"Doooorrr" Mela menggertak Syifa dari belakang


"Apaan sih ayo naik"ucap Syifa


Dan merekapun kembali pulang ke rumah Syifa


Sesampainya di rumah Syifa Abdipun segera pulang.


"A makasih"


"Iya"


"Nanti anterin ke stasiun yah"


"jam berapa?"


"jam 6"


"oke"


Ibunya Syifapun menyiapkan makanan untuk Syifa dan mela.


"Silahkan di makan mel"


"iya makasih bu"


"Nanti di sana titip Syifa ya,baik baik disana"


"iya bu kita kerjanya satu restauran kok"


Syifa dan Melapun makan dengan lahap


Jam sudah menunjukan pukul 06.00 pagi


Abdipun datang


Dan Mereka segera berangkat Sementara Syifa di antar Abdi dan Mela di antar Ibunya Syifa sampai stasiun.

__ADS_1


Sesampainya di stasiun,Merekapun masih menunggu Mba suci.Setelah setengah jam mba suci datang juga bersama pacarnya tetangga Syifa.


Akhirnya kitapun masuk Stasiun,Abdi dan Ibu mengikuti Syifa,Syifa mencium tangan ibunya dan memeluknya,lalu Ibu dan Abdi menatap setiap langkah Syifa.Saat gerbong sudah datang Syifapun masuk sendirian di gerbong 5 sedangkan Mela dan Mba Suci di gerbong 4.Sesampainya di gerbong Syifa melihati keadaan luar ia melihat sesosok ibu dan Abdi masih berdiri bersampingan dan Syifa melihat Ibu dan Abdi sedang menghapus air mata di pipi mereka.Seketika air mata Syifapun ikut terjatuh.


Sesampainya di statius jakarta mereka bergegas turun,lalu mereka bertujuan mampir ke MONAS terlebih dahulu untuk sekedar duduk dan mengambil foto.selesai berfoto merekapun membeli pop mie di depan MONAS emperan jalan.


Di saat mereka sedang membeli pop mie tiba tiba ada yang memanggil Syifa.


"Mbak mbak,itu tasnya jatuh"


Lalu Syifapun tersadar,posisi Syifa ada di tengah dan posisi tas jatuhnya di samping mela namun mela tidak memberi tahu Syifa,sungguh kejadian yang sangat aneh.Lalu syifa bergegegas mengambil tasnya.


"Makasih mas sudah memberi tahu"


Mas nya pun meng angguk dengan memegangu pop mie di tangannya.Entah apa yang terjadi apabila tas kecil itu benar benar hilang karena di tas kecil itu terdapat handphone dan uang bekal Syifa.


Saat sampai di tempat restaurant tersebut,Syifa di sambut hanyat oleh para pelayan saat Syifa memasuki restaurant Syifa bertanya tanya


"Loh kok pakaiannya rok pendek,kan sebelumnya Syifa bilang pakai celana panjang dan hijab"guman Syifa dalam hati.


Setelah sampi di kasir Syifa dan Mba suci di beri seragam oleh karyawan tersebut.


"Silahkan mba ganti baju di atas,boleh istirahat dulu nanti ke sini lagi nya besok pagi yah"ujar karyawan kepercayaan big bos


"Iya mba"ucap Syifa


Lalu merekapun menaiki tangga demi tangga hingga sampai ke lantai 4.Di situlah tempat Syifa beristirahat.


Ke esok kan harinya Syifa bekerja dengan patnernya Dina.


"Nanti aku ajarin kamu cara kerja bersihin toilet bawah dan atas,setelah itu bersihkan semua ruangan termasuk mencuci tangga,mengelap kaca dan melayani pembeli"ujar sang Dina cewek judes asal Indramayu


"Iya mba"jawab Syifa


Ke esokan harinya Syifa mempraktekan apa yang telah mba dini kerjakan.


Dari membersihkan Toilet bawah,Lalu naik Ke Lantai dua dan membersihkan Toilet lagi,Setelah selesai ia mencuci dua tangga naik turun sikat tangga bilas tangga,setelah selesai di lanjut membantu rekan rekannya mengelap meja,kaca hingga mengelap lantai(tidak pake kain pel ya,tapi pake kain lap,bersihinnya jongkok sambil mundur).lalu setelah itu berdiri menunggu pembeli,melayani pembeli,masak di depan meja pembeli,mengangkat piring kotor ke dapur.Begitu keseharian Syifa di restautant,Syifa sering sekali keluar masuk kamar mandi karena kakinya begitu kesakitan sesekali ia menangis dalam kamar mandi,


Ia bekerja dari jam 16.00 sore sampai jam 02.00 malam setiap malam Syifa selalu menangis karena badannya sakit semua.


Syifa tidak memberi tahu pihak keluarga sama sekali,pada Akhirnya Syifa menyerah minta pulang.


Ibu pun meng usahakan agar syifa pulang karena tidak tega melihat anaknya kerja begitu berat.


Lalu Sang ibu meminta bantuan kepada tetangganya bpk.tono,kebetulan pak tono mempunyai kerabat yang ada di jakarta,dengan sangat kebetulan sekali tempatnya dekat dengan tempat Syifa bekerja.Akhirnya pak tono menyuruh ponakannya untuk menjemput Syifa.


Pagi hari ada pesan masuk di hp syifa.


"Hai"


"Siapa?"


"Oh iya"


"Kenalin aku jaka"


"Aku Syifa kak"


"Katanya kamu mau pulang"


"Iya kak"


"Loh kenapa?"


"Enggak betah saja"


"Yaudah nanti pulang kerja kaka pesen tiket dulu buat kamu terus jemput kamu iya"


"Iya ka makasih,maaf ngerepotin"


"Tidak sama sekali"


Waktu menunjukan pukul 17.58


"Kamu dimana kaka nunggu di luar"


"Ini lagi turun ka"


Sesampainya di luar restaurant


"Kaka mana?"


"kamu pake baju kuning iya"


"Iya kak"


"Otewe"


Kak jaka pun berhenti tepat di depan Syifa


"Ayo naik"


Syifapun naik


"Sini kopernya di depan"


Syifapun memberikan kopernya

__ADS_1


"Kamu mau makan?"


"Tidak"


"Nanti kamu tidur di rumah nenek dulu ya,soalnya di rumah kaka sepi,besok pagi kaka jemput kamu jam 06.00"


"Siap kak"


Akhirnya Syifa di antar ke rumah neneknya kak jaka


"Nek ini keponakan pak tono"


"Oh iya silahkan masuk"


"Namanya siapa nak"


"Syifa nek"


"Maaf ya rumah nenek kecil,jaka antar Syifa ke kamarnya"


"Iya nek,ayo Syifa"


Kak jaka pun mengantar Syifa di kamarnya


"malam ini kamu tidur di sini ya"


"Iya kak"


"Yaudah kaka pulang mau mandi trus tidur haha"


"Yaudah sana gendut"


"Dasar"Lalu kak jakapun meninggalkan Syifa


Ke esokan harinya kak Jaka menjemput Syifa dan nenek memanggil Syifa


"Nek Syifa mana?"


"Masih siap siap"


Syifapun datang


"Nek syifa pulang dulu ya,makasih atas tumpangannya"


"Iya nak sama sama,hati hati di jalan ya"


"Iya nek"Syifapun mencium tangan sang nenek


"Hati hati jaka,nanti kasih dia makan,awas yang bener jagai anak orang"


"Iya nek"ucap jaka dan mencium tangan neneknya


Di perjalanan begitu macet sedangkan jam keberangkatan kreta jam 08.00,kak jaka pun berusaha mengejar waktu.sesampainya di stasiun kak jaka membelikan Syifa makan dan minum.


"Ini makan"sambil memberi makanan pada Syifa


"Kak jakanya"


"Masih kenyang"


"Makasih kak"


"Ohh iya ini uang tiketnya kak"


"Tidak usah buat jajan kamu saja"


"Hmmm ini lah kak"


"Enggak usah"ucap kak jaka menolak


"Kamu sudah makannya"


"Sudah"


"Cepet minum trus kita tukar tiketnya"


"Iya kak"


"Ini udah kaka tuker kamu tinggal masuk saja ya tanya sama satpan kamu harus masuk gerbong mana"


"Iya kak makasih ya"


"Sana masuk"


Syifapun masuk sementara kak jaka masih memantau langkah Syifa untuk memastikan Syifa sudah memasuki gerebong kereta.batang hidung syifa tidak terlihat lagi.


Lalu kak jaka mengirimi Syifa pesan


"Sudah masuk?"


"Sudah"


"Yaudah hati hati kaka pulang"


"makasih banyak kak atas kebaikannya semoga di lancarkan rizkinya"


"Aamiin"

__ADS_1


Dan saat itu pula Syifa dan Jaka lepas kontek hingga sekarang.


__ADS_2