Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Camping


__ADS_3

"Kalau ga ada yang mau biar Aku aja yang makan." Ucap Yeon tiba-tiba mengambil lauk itu dan langsung memakannya. Sabrina dan Dae pun melihat ke arah Yeon.


...****************...


Sabrina dan Yeon siap-siap untuk berangkat camping. Vino dan Dae sudah membunyikan klaksonnya di depan rumah mereka. Yeon dan Sabrina pun segera keluar.


Yeon sengaja duduk di depan bersama Vino. Sementara Sabrina duduk di belakang bersama Dae Hyun. Lagi-lagi mereka merasa grogi. Selama perjalanan, Sabrina dan Dae saling diem-dieman. Sabrina lebih memilih melihat ke arah jendela mobil untuk melihat pemandangan di luar.


Sesekali Dae Hyun melirik Sabrina. Sabrina juga begitu. Dan secara tidak sengaja mereka saling lirik. Sabrina dan Dae merasa salah tingkah. Dan seketika Sabrina pun memalingkan wajahnya menghadap ke arah jendela lagi..


Sementara Dae sibuk dengan HPnya. Daripada jenuh, Dae Hyun pun memasang headset di telinganya. Iya mendengarkan sebuah lagu favoritnya.


Sesampainya di tempat camping, Mereka mendirikan tenda masing-masing. Karena hanya Sabrina yang perempuan, jadi biar adil, mereka mendirikan tenda masing-masing.


Sabrina sangat kerepotan ketika mendirikan tenda. Lalu, secara tidak sengaja Sabrina pun tersandung tali tenda dan seketika Sabrina ingin jatuh. Dan di dekatnya Sabrina ada Dae Hyun. Tangan Sabrina tidak sengaja memeluk Dae Hyun. Dae Hyun yang belum siap melakukan pertahanan diri agar tidak jatuh, akhirnya jatuh bersama Sabrina.


Secara tidak sengaja bibir Sabrina menyentuh bibir Dae Hyun. Sabrina dan Dae Hyun tertegun. Mereka membulatkan matanya. Dan dengan segera, Sabrina bangkit dari atas Dae Hyun.


Sabrina langsung duduk membelakangi Dae Hyun yang masih berbaring karena tertegun. Sabrina mengecek jantungnya sendiri. Apakah masih berdetak. Dan Sabrina pun membuang nafas kasar.


"Woi bang, ngapain tiduran di situ?" Teriak Vino. Seketika Dae tersadar. Dae jadi salah tingkah sendiri. Dan Dae pun menggaruk kepala yang tidak gatal.


Sabrina pun meminta bantuan adiknya untuk mendirikan tenda. Yeon segera membantu kakaknya. Dan mereka pun akhirnya selesai mendirikan tenda.


Suasana dingin di malam hari. Dan mereka membuat api unggun. Agar suasana lebih asyik dan nyaman, Yeon pun memainkan gitar. Dan mereka pun bernyanyi bersama.


Sungguh suatu suasana dan kebersamaan yang enak dinikmati. Sabrina merasa ringan sejenak seketika stresnya hilang karena memikirkan pekerjaan.


Sabrina pun membakar ikan untuk menu makan malam. Sabrina memasak dengan alat seadanya. Dan mereka selalu suka dengan menu masakan yang Sabrina masak. Dae Hyun menyantap makanan itu dengan lahap. Tidak terasa, Dae Hyun sudah menghabiskan 3 ekor ikan.


Entah, Dae Hyun sedang lapar, ataukah sedang rindu dengan masakan Sabrina. Yang lain, melongo melihat Dae Hyun yang menyantap makanan. Beruntung Sabrina membakar ikannya banyak.

__ADS_1


"Abang ini lapar atau doyan bang?" Ujar Vino.


"Dua duanya." Jawab Dae Hyun.


"Tumben Tuan Chan suka ikan laut, biasanya Tuan Chan paling bermusuhan dengan ikan laut." Tanya Yeon yang heran.


"Iya gue lagi kangen Sabrina." Ucapnya tanpa disadari. Dan membuat yang lain melongo. Sabrina menjadi salah tingkah lagi.


"Em, maksud Aku.. Aku lagi kangen makan ikan bakar aja.. Dan kebetulan Sabrina membakar ikan hari ini. Ternyata enak juga ini ikan." Ucapnya memberi alasan.


Mereka menjadi tersenyum sendiri. Sabrina yang melihat Adiknya senyum-senyum sendiri, mencubit pinggang adiknya karena gemas.Yeon pun berteriak sakit campur geli.


...****************...


Pagi menjelang, Sabrina dan yang lain pun bangun. Mereka melakukan senam pagi. Gerakan senam mereka mengikuti Sabrina. Dae Hyun memperhatikan Sabrina yang sedang melakukan gerakan senam.


Dae Hyun jadi senyum-senyum sendiri. Sabrina terlihat lucu saat Sabrina senam. Dan tiba-tiba kaki Sabrina tiba-tiba keseleo. Sabrina hampir jatuh, beruntung Dae Hyun menangkap Sabrina. Dan mereka pun saling pandang satu sama lain.


Kemudian Dae Hyun pun membantu Sabrina untuk berjalan. Dae memijit kaki Sabrina. Sabrina pun mulai meringis nahan sakit.


Setelah merasa enakan, Sabrina dan yang lain siap melakukan petualangan. Mereka melakukan penjelajahan. Ternyata berjelajah dan menyatu dengan alam itu sangatlah seru.


"Gerg.." Tiba-tiba terdengar suara binatang buas.


"Au.." Sabrina berteriak dan reflek memeluk Dae Hyun. Setelah sadar, Sabrina langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf.." Kata Sabrina, sambil menundukkan kepala.


Mereka pun melanjutkan perjalanan. Dan ternyata binatang buas bukanlah sekedar haluan. Macan tersebut benar-benar menghadang mereka. Sontak saja mereka kaget dan panik. Kemudian, Sabrina pun meminta mereka agar tetap tenang.


Sabrina yang mengerti tentang keadaan hutan, iya juga tahu bagaimana caranya menghadapi binatang buas. Sabrina mengusir binatang buas itu dengan cara halus.

__ADS_1


Sabrina pun maju dan mulai melakukan aksinya. Sementara Yeon dan yang lain merasa khawatir terhadap keselamatan Sabrina. Apalagi dengan Dae Hyun, iya khawatir Sabrina kenapa-kenapa.


Binatang itu tidak dapat diusir dengan cara halus. macan tersebut malah semakin menjadi ingin menyerang. Karena tidak ada cara lain, terpaksa Sabrina mengusir dengan cara kasar. Sabrina menyalakan api untuk mengusirnya. Namun, Macan tersebut ma lompat ke arah Sabrina Dan beruntung Dae menyelamatkan Sabrina. Mereka melompat ke dasar jurang dengan. Dan mereka pun jatuh berguling secara berpelukan.


"Argh.." Dae mengerang kesakitan.


"Dae, kamu kenapa? Ada yang sakit?" Ucap Sabrina langsung beranjak. Sabrina kemudian melihat bagian yang sakit, ternyata kaki Dae terluka. Sabrina segera mengobati luka Dae Hyun.


Mereka terjebak di dasar jurang, dan tidak ada siapa-siapa di sana. Dae Hyun dan Sabrina berusaha untuk naik namun usaha mereka nihil.


"Bagaimana caranya supaya kita bisa keluar dari sin?" Tanyanya.


"Aku juga ga tahu.." Jawab Sabrina.


Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Sabrina kaget mendengar suara petir tersebut. Sepertinya hujan akan turun.


"Sebaiknya kita berteduh di situ dulu ya.." Sambil menunjuk ke arah gua. Mereka pun segera berlari ke sana.


Hujan turun dengan sangat cepat. Sabrina dan Dae Hyun berteduh dibawah gua. Sabrina memikirkan cara supaya cepat keluar dari tempat itu.


Tidak terasa hari sudah mulai sore dan sebentar lagi akan gelap. Tetapi, hujan belum reda juga. Terpaksa mereka harus bermalam di gua itu. Karena tidak mungkin mereka naik.


Suasana terasa sangat dingin. Dae Hyun tiba-tiba menggigil. Dan Sabrina yang melihatnya pun panik. Tiba-tiba saja Dae Hyun demam.


"Dae, kamu kenapa?" Sambil meraba dahinya yang panas.


"Ya ampun, badan kamu panas sekali.." Ujarnya panik. Sabrina langsung memberikan pertolongan pertama kepada Dae Hyun.


Sabrina mengompres dahi Dae Hyun dengan alat seadanya. Sabrina merawat Dae Hyun yang sakit. Dae Hyun pun mengigau hal yang aneh. Hal ini, semakin membuat Sabrina panik. Sabrina pun memeluk Dae Hyun yang menggigil. Sampai Dae Hyun merasa tenang.


"Mudah-mudahan kamu tidak apa-apa Dae, Please.. jangan kayak gini.." Ucapnya ingin menangis. Sambil terus memeluk Dae. Setelah tenang, Sabrina melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Sabrina menyelimuti Dae Hyun dengan jaket milik Sabrina sendiri. Karena jaket Sabrina besar, tebal dan panjang, dirasa cukup untuk membuat Dae merasa hangat.


Sabrina menunggu Dae Hyun yang sakit, tidak terasa mata Sabrina mulai mengantuk dan tertidur dengan posisi duduk.


__ADS_2