Kisah Cinta Gadis Desa

Kisah Cinta Gadis Desa
Hari kebahagiaan


__ADS_3

Hari yang sudah ditunggu-tunggu telah tiba. Dekorasi pelaminan telah terpajang dengan indah. Para tamu undangan telah berdatangan.


Sementara Sabrina, masih di rias oleh para staf MUA. Hati Sabrina merasa dag dig gug. Sabrina merasa sangat gugup di acara spesialnya.


Mbak staf memperlihatkan hasil riasan wajah Sabrina melalui cermin. Sabrina terbelalak melihat riasan pengantin di wajahnya. Sabrina tidak percaya bahwa itu adalah dirinya. Iya meraba wajahnya sendiri.


"Mbak, ini beneran saya?" Tanya Sabrina tidak percaya.


Staf MUA hanya mengangguk pelan. Sabrina sangat terharu melihat wajahnya. Iya tidak menyangka akan kecantikan dirinya. Seperti bukan Sabrina.


Staf MUA juga menginfokan, bahwa pengantin pria sudah tiba dan menunggu di depan.


Deg! Jantung Sabrina berdebar-debar. Sabrina seperti merasa gugup. Padahal itu adalah Dae Hyun. Yang tiap hari bertemu dan ngobrol. Apa mungkin karena efek pingitan. Padahal cuma 2 minggu tidak bertemu. Itupun masih teleponan.


"Ayo mbak.. kita keluar.." Ajak mbak staf MUA.


kedua mbak staf membantu Sabrina berdiri. Mbak staf mengiringi Sabrina berjalan keluar dari ruang hias. Sembari mereka membantu untuk menjinjing gaun pengantin Sabrina yang teramat panjang.


Sabrina pun keluar dengan langkah pelan dan wajah yang tertunduk. Para tamu undangan yang hadir, kagum melihat kecantikan Sabrina.


Pengantin laki-laki sudah berdiri dengan iringan sanak saudara. Vino juga berdiri di samping Dae Hyun. Dae menatap wajah calon istrinya dengan tatapan memukau.


Dae sangat terpesona dengan kecantikan calon istrinya. Dengan berjalan mendekat ke arah Sabrina, Dae mengulas senyum kepadanya.


Staf MUA menuntun mereka ke arah penghulu. Pak penghulu segera menjabat tangan Dae Hyun. Ijab kabul pun segera diucapkan.


...****************...


Dae dan Sabrina telah sah menjadi suami-istri. Tamu undangan yang hadir satu persatu bersalaman dengan kedua mempelai.


Resepsi pernikahan berjalan sesuai harapan. Sabrina dan Dae pun duduk kembali di pelaminan. Sabrina dan Dae saling melirik satu sama lain.


Sabrina menjadi tersenyum malu menatap seseorang yang baru menjadi suaminya itu. Waktu menjadi calon suami, Sabrina sedikit malu-malu namun sayang.

__ADS_1


Tapi sekarang setelah menjadi suami, entah kenapa Sabrina merasa lebih malu. Dae Hyun yang melihat istrinya salah tingkah, senyum-senyum sendiri. Karena Sabrina terlihat lucu.


Karena terlihat grogi, Dae menggeser bokongnya, lebih mendekat ke sang istri. Sabrina malah menggeser bokongnya juga lebih sedikit menjauh.


Dae hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah istrinya.


...****************...


Malam sudah semakin larut. Para tamu undangan satu persatu pamit pulang. Dae melihat Sabrina sedikit kelelahan.


Dae meminta ijin kepada Ibu mertua untuk membawa Sabrina ke rumah barunya terlebih dahulu.


"Nak, sekarang Sabrina sudah sepenuhnya menjadi milik kamu.. Sabrina sudah menjadi hak kamu.. Tanggung jawab Ibu kepada Sabrina sudah lepas dan sekarang, putri Ibu sudah menjadi tanggung jawab kamu. Ibu cuma berpesan, tolong jaga Sabrina baik-baik. Tegur jika dia melakukan kesalahan. Tegur Dia dengan kasih sayang.. Jangan sekali-kali menyakiti apalagi sampai bermain kasar." Pesan Ibu mertua.


"Ibu, saya tidak janji untuk bisa membuat istriku bahagia. Tapi, Saya akan berusaha untuk membahagiakan Dia dengan caraku. Sabrina adalah istriku, pilihanku. Jadi mana mungkin Aku menyakitinya.. Ibu jangan khawatir ya.." Ucap Dae.


"Ibu percaya sama kamu Nak.." Ujar Ibu mertua dengan menyentuh pundak kanan Dae.


Dae dan Sabrina pun berjalan menuju mobil pengantin yang telah disediakan. Dae membukakan pintu mobil untuk Sabrina. Sabrina dengan senang hati memasuki mobil tersebut.


Mereka segera menuju rumah baru mereka. Dalam perjalanan menuju rumah baru, Sabrina hanya diam saja. Sang suami hanya melirik Istrinya saja.


...****************...


Sesampainya di rumah baru mereka, Dae memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Dae membuka pintunya terlebih dahulu. Dengan berlari kecil, Dae menuju ke pintu mobil Sabrina. Dan membukakan pintu mobil untuk Sabrina.


Dengan tatapan dan senyuman, Dae mengulurkan tangannya. Agar Sabrina berpegangan. Pertama, Sabrina menurunkan kaki sebelahnya. Iya mulai turun dari mobil, lalu berdiri berhadapan dengan suaminya.


Mereka mulai melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah baru. Dengan tangan yang saling berpegangan. Secara tidak sengaja, gaun pengantin yang dikenakan terinjak oleh sepatu indahnya.


Sabrina hampir saja terjatuh, beruntung sang suami sangat sigap menangkap punggung Sabrina. Sabrina terlihat kaget dengan nafas yang kembang kempis. Dae dan Sabrina saling menatap.


Dae membantu untuk kembali posisi seperti semula. Sabrina sangat gugup dengan kejadian yang baru saja dialaminya itu. Dae yang sangat pengertian, tanpa diminta pun langsung menggendong sang istri.

__ADS_1


Sabrina tambah dibuat kaget dengan perbuatan suaminya. Tangan Sabrina pun melingkar di leher suaminya.


Dae mulai membawa Sabrina ke dalam. Sabrina hanya menatap wajah suaminya itu.


Dae Hyun membawa istrinya masuk ke kamar pengantin. Dengan wajah senyuman, Dae pun meletakkan istrinya di atas ranjang yang dihias begitu elegan. Sabrina merasa tegang dan gugup ketika suaminya menatap wajahnya. Telunjuk Dae Hyun yang mulai menyentuh pipi Sabrina, hingga berlanjut ke dagu.


Telunjuk lentiknya sedikit mengangkat dagu cantik Sabrina. Nafas Sabrina menjadi tidak karuan. Dae Hyun mulai mendaratkan bibirnya ke bibir Sabrina. Seketika Sabrina kaget, membulatkan matanya yang besar ketika bibir Dae mulai menempel.


Bulatan matanya yang besar pun dapat terpejam. Mereka menikmati indahnya surga dunia di malam pertama.


...****************...


Pagi pun menyapa. Sabrina mulai membuka matanya sembari menguceknya. Sabrina melirik ke suaminya yang berada di sampingnya itu. Dae masih tertidur pulas, Sabrina mendekatkan wajahnya ke wajah ke wajah sang suami.


Sabrina senyum-senyum sendiri melihat wajah suaminya. sembari mengelus wajahnya, Sabrina merenung sejenak.


Sabrina masih tidak menyangka bahwa cinta lamanya kini telah menjadi suaminya. Sabrina terus saja mengelus pipi suaminya. Hingga membuat wajah Dae bergerak. Sabrina kaget diikuti mata dibulatkan dengan mulut yang terbuka.


Sabrina segera menjauhkan dirinya, duduk di tempat iya tidur semula dengan kaki selonjor. Takut kalau Dae Hyun terbangun.


Ternyata Dae cuma membalikkan posisi badan saja dengan posisi miring. Sesekali Sabrina mengusap dadanya sendiri. Beruntung Dae tidak bangun.


Kalau sampai kebangun Sabrina bisa malu.


Sabrina pun mengintip wajah suaminya lagi. Iya ingin mengelus pipi suaminya. Sontak, Dae Hyun membalikkan posisi badan lagi dengan terlentang.


Hal ini membuat Sabrina kembali kaget. Lagi-lagi Sabrina mengusap dadanya sembari menghembuskan nafas.


Sabrina kembali lagi melihat wajah suaminya.


Iya kembali mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya. Sabrina kembali mengelus pipi lembut sang suami.


Tiba-tiba saja Dae Hyun membuka matanya. Sabrina kaget dan membulatkan matanya. Secara langsung dan tanpa aba-aba Dae langsung mendaratkan bibirnya ke bibir lembut Sabrina. Sabrina jadi memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2