
Sabrina memantau Dae Hyun dari jauh. Sabrina kaget, ketika Dae Hyun terkalahkan oleh mereka. Sabrina pun segera turun untuk menghampiri merek. Sabrina segera berlari, kemudian melompat dan menendang mereka.
Sabrina dengan tangkasnya menangkis mereka dengan cepat. Dan satu-satu dari mereka dapat dikalahkan oleh Sabrina.
Mereka pun segera lari dengan mobilnya. Sabrina hanya memandangi mereka. Sabrina pun menoleh ke arah Dae Hyun dan berlari ke arahnya.
Sabrina mengulurkan tangannya untuk membantu Dae Hyun berdiri. Dae Hyun pun menerima uluran tangan Sabrina.
"Thank you.. Kamu tidak apa-apa?" Tanya Dae memastikan keadaan Sabrina.
"Iya, saya ga apa-apa kok.." Jawab Sabrina.
Sabrina melihat memar di pelipis matanya Dae. Sabrina pun mengobati luka dan memar di wajahnya. Sabrina juga mengobati luka di tangannya. Sabrina sambil meniup-niup luka itu. Agar tidak terasa perih bagi Dae.
Dae melihat ada ketulusan pada diri Sabrina. Dae Hyun teringat dengan masa lalunya ketika Sabrina melakukan hal yang sama. Ternyata Sabrina masih tetap imut. Dae senyum-senyum sendiri dan merasa salting.
Selesai mengobati lukanya, Sabrina pun langsung pulang. Dae Hyun mengikutinya dari belakang. Sebenarnya Dae Hyun masih menyimpan perasaan terhadap Sabrina. Namun, Iya takut kalau Sabrina akan celaka jika bersamanya.
Sementara Sabrina ada perasaan aneh ketika dekat dengan Dae Hyun. Perasaan itu muncul seperti saat pertama dia bertemu dengannya dulu. Namun, Sabrina pandai menutupi perasaannya. Iya tidak mau berharap. Karena Iya tidak ingin kecewa seperti dulu.
...****************...
Sabrina sedang siap-siap untuk menjalankan aksinya. Sabrina berpenampilan layaknya gadis cupu dan polos. Sabrina pun mulai berangkat ke kantor dengan sepeda mini.
"Wah, kakak mau kemana?" Tanya Yeon kaget.
"Mau ke kantor.." Ucapnya.
"Tumben ke kantor kakak berpenampilan seperti ini?" Yeon Seok heran.
"Dek, kakak mau menyelidiki sesuatu yang aneh di kantor kakak.. Makanya kakak menyamar seperti ini." Ujarnya.
"Maksud kakak?" Tanya Yeon tidak mengerti.
Sabrina pun menceritakan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dan Sabrina juga mengungkapkan tentang kecurigaannya dengan penyerangan beberapa waktu lalu.
"Ok Aku paham sekarang kak.. Mudah-mudahan cepat ketemu ya kak.. pelakunya.." Ujarnya yeon Seok.
__ADS_1
"Ok makasih sayang.." Ucap Sabrina. Sabrina pun berangkat.
Sesampainya di kantor, Sabrina pura-pura melamar kerja sebagi OG di kantornya sendiri. Kebetulan di kantornya itu sedang membutuhkan office girl.
Sabrina berpenampilan sangat cupu dan culun. Sehingga penyamaran Sabrina tidak ada yang mengenalinya. Sabrina pun mulai melakukan interview. Dan Sabrina pun diterima kerja oleh perusahaannya sendiri.
Sabrina pura-pura bekerja sebagai office girl yang baik. Tidak jarang, jika Sabrina mendapatkan julidan pekerja lama. Sabrina mendengar mereka sedang membicarakan dirinya.
Sabrina mendengar percakapan mereka. Bahkan mereka pun menghina Sabrina bahwa dirinya cupu dan culun serta buluk. Sabrina hanya tersenyum kecil. Sabrina tidak mempedulikan mereka. Bagi Sabrina mereka tidak penting.
Sabrina pun pura-pura untuk mengantarkan makanan ke orang-orang penting di kantor. Sebelum Sabrina masuk ke ruangannya, Sabrina mendengar percakapan yang tidak mengenakkan.
Kemudian, Sabrina pun masuk dan ingin menaruh pesanan makanan untuk mereka. Jelas sekali mereka kaget. Setelah mereka melihat Sabrina, Mereka kembali tenang.
"How if she complain anda listen to Miss Sabrina?" Ujar salah satu dari mereka karena khawatir.
"Don't worry, she is stupid girl. She just a office girl, this office." Ujarnya sangat yakin.
Sabrina menjadi tahu siapa dalang dibalik semua ini.
Sabrina pun segera kembali ke belakang. Sabrina mendapat bulian dari para senior office girl. Mereka membuang tas milik Sabrina. Mereka bahkan tega untuk menambak rambut Sabrina.
Sabrina sengaja tidak melawan karena Sabrina masih dalam penyamaran. Sabrina rela kesakitan demi menyelamatkan kantornya. Untung saja Sabrina sedang menyamar. Kalau tidak, mungkin sudah Sabrina pecat mereka.
Sabrina tidak memikirkan tentang senior office girl. Sabrina hanya fokus kepada manager dan bagian penting lainnya. Urusan Office girl, dapat diselesaikan secara belakangan.
Sabrina pun ingin pulang, karena semua pekerjaan sudah selesai. Tiba-tiba, seorang manager menghadang Sabrina. Sabrina pun terkejut.
Manager itu ingin mengganggu Sabrina. Namun, karena keterlaluan Sabrina pun langsung melakukan perlawanan. Manager itu mengerang kesakitan.
"Dasar pengkhianat. Awas saja kau.. Aku akan memecat mu suatu saat." Batinnya.
" I will fire you, from now on.." Ujarnya. Sabrina sadar, kalau dirinya sedang berpura-pura. Tapi, Iya juga bingung Iya harus melakukan apa.
"What? Please sir, You don't fire me. I promise, I will not repeat again. I will do anything.. As long as you don't fire me, and You don't disturb me.." Ucapnya sambil memohon. Manager itu hanya manggut-manggut dan berfikir sejenak.
."looks like this child has a point too.." Gumamnya.
__ADS_1
"Now, you stand up! I have job for you.." Ucapnya. Sabrina menuruti permintaannya. Manager itu kemudian membisikkan sesuatu di telinganya Sabrina. Manager tersebut tidak sadar bahwa di kerah baju Sabrina telah terselip sebuah CCTV.
Sabrina hanya mengangguk pura-pura menuruti permintaan manager. Karena berhasil dapat ampunan, akhirnya Sabrina pun pulang.
Tidak disangka ternyata yang mengkhianati dirinya adalah orang kepercayaannya sendiri. Yaitu managernya sendiri. Sabrina tidak habis pikir penyebab managernya itu mengkhianatinya.
Sabrina akan terus mengumpulkan bukti nyata dan akan menangkap basah kelakuannya. Sabrina pun mulai mencari tahu jati diri managernya.
...****************...
"Bagaimana penyelidikan hari ini kak?" Tanya Yeon sambil menyantap makanan di meja makan.
"Ya, semuanya berjalan lancar sesuai yang diharapkan." Ujarnya.
"Em.. syukurlah.. semoga cepat kelar deh urusannya." Ujarnya.
"Aamiin." Ucap Sabrina.
Sabrina dan Yeon melanjutkan makan. Tiba-tiba ada yang mengetok pintu dari luar. Yeon berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Ternyata itu adalah Dae Hyun.
"Tuan Chan.. Ayo masuk.." Ujarnya.
"Saya bawakan ini buat kamu.." Sambil menyodorkan bingkisan roti.
"Wah, ini makanan kesukaan Aku tuan.." Ucap Yeon.
"Jangan panggil Aku tuan lah.. panggil saja Aku kakak.. kesannya kalau dipanggil tuan Aku berasa tua. Dan Aku kayak majikan kamu saja." Ucapnya sambil senyum-senyum sendiri.
"Iya tuan.. eh maksud Aku kakak.." Ujarnya.
"Siapa dek?" Sabrina tiba-tiba muncul. Yeon dan Dae Hyun melihat ke arah sumber suara. Dae Hyun pun seketika tertunduk malu melihat Sabrina.
Sabrina juga malu-malu melihat Dae Hyun. Mereka masih terlihat malu-malu dan canggung karena memang sudah lama tidak bertemu.
"Sini kak, duduk! Ikut gabung bersama.." Ajaknya.
Sabrina dengan malu-malunya ikut gabung bersama mereka. Sabrina dan Dae merasa grogi ketika duduk berhadapan. Sabrina terus tertunduk malu. Sesekali mereka saling adu pandang dan tertunduk lagi.
__ADS_1